3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelaah Jenis Pekerjaan dan Bentuk Organisasi Esok Hari

Made Dwi Pradnyana Putra by Made Dwi Pradnyana Putra
December 23, 2022
in Opini
Menelaah Jenis Pekerjaan dan Bentuk Organisasi Esok Hari

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

Isu Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) terus berdengung menjelang akhir tahun 2022. Berbagai perusahaan sudah diberitakan melakukan PHK kepada sejumlah karyawannya dengan berbagai macam alasan, salah satunya adalah untuk efisiensi perusahaan.

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait “dunia akan gelap” pada tahun 2023 terdengar layaknya sebuah tanda peringatan bahwa resesi akan segera datang. Kondisi dunia yang tidak stabil saat ini sebenarnya dapat menjadi pembelajaran bagi setiap orang bahwa di masa mendatang posisi kita di dalam suatu organisasi tidak dapat dikatakan tetap, meskipun status mereka secara harafiah disebut sebagai pekerja tetap.

Namun, meskipun isu resesi sudah mulai terdengar saat ini, pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, memperingatkan kepada setiap pengusaha untuk tidak menjadikan isu ini sebagai kesempatan dalam melakukan PHK kepada karyawan mereka. Pemerintah dalam menyikapi hal tersebut juga sudah mengantongi data-data perusahaan yang melakukan PHK dan nantinya akan ditindaklanjuti terkait latarbelakang yang mendorong setiap perusahaan melakukan PHK kepada karyawannya.

Isu semacam ini sebenarnya tidak hanya sekali terjadi pada suatu organisasi. Resesi dan kondisi global yang tidak stabil akan terus menghantui para pekerja dan organisasi di masa mendatang. Dari perspektif pekerja dan pencari kerja, kondisi ini perlu untuk dipahami dan dipersiapkan. Agar kita kedepannya akan semakin siap.

PHK Dari Kacamata Komunikasi Organisasi

Dikaitkan dengan Miller (2014) dalam buku Organizational Communication: Approaches and Processes, saya melihat terjadinya PHK di masa mendatang tidak bisa terlepas dari perubahan lanskap organisasi yang terjadi belakangan ini. Pada awal revolusi industri, sebagian besar organisasi menganggap menciptakan barang adalah tujuan utama dari suatu organisasi.

Namun, saat ini mulai adanya pergeseran dari kondisi tersebut yang lebih mengarah pada pembentukan organisasi penyedia layanan jasa atau ekonomi berbasis jasa. Banyak organisasi saat ini yang dapat kita lihat tujuan bisnisnya mengarah pada pelayanan jasa. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kebutuhan konsumen akan sebuah pelayanan semakin kompleks saat ini. Sebut saja pesan antar makanan dan e-commerce. Selain itu, revolusi industri juga mengambil bagian dalam hal ini karena sebagian besar organisasi yang bergerak pada jenis bisnis berbentuk produk sudah teratasi oleh kehadiran mesin sebagai alat produksinya.

Kehadiran jenis bisnis ini menjadi ramalan awal di masa mendatang bahwa bentuk organisasi ke depannya akan lebih terfokus pada pelayanan jasa. Dari perspektif organisasi dapat kita lihat bahwa ada beberapa sektor yang jenis bisnisnya sudah terpenuhi oleh kehadiran mesin dan teknologi. Sedangkan sektor yang membutuhkan pelayanan masih memerlukan peran manusia di dalamnya. Sehingga perusahaan dalam hal ini dapat dikatakan masih memerlukan karyawan dalam menjalankan bisnis semacam ini.

Namun, meskipun jenis pelayanan jasa semakin eksis saat ini, dengan kondisi global yang tidak menentu ke depannya saya melihat organisasi juga akan menyesuaikan jenis karyawan yang akan mereka gunakan ke depannya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk untuk menjawab ketidakpastian kondisi global di masa mendatang agar organisasi dapat tetap bertahan.  

Adanya tren penggunaan pekerja tidak tetap oleh organisasi saya lihat akan semakin terlihat di masa mendatang. Jenis pekerjaan seperti freelance akan sangat mudah kita jumpai. Bahkan tipe pekerja seperti outsourcing akan laku di bursa dunia kerja. Bukan tidak mungkin penggunaan istilah ‘pekerja tetap’ pada suatu organisasi tidak akan digunakan lagi di masa mendatang.

Keuntungan dari sisi organisasi yang menggunakan tipe pekerja jenis ini adalah mereka dapat mengorbankan para pekerja dalam kondisi tertentu. Sehingga penyesuaian dapat dilakukan dengan mudah dan cepat oleh organisasi. Contoh perubahan kecil yang dapat kita amati dalam konteks ini adalah adanya kebijakan dari pemerintah dalam mengalihkan beberapa bidang pekerjaan pada pemerintahan ke bentuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kembali, tujuan dari perubahan tersebut bermuara pada alasan efisiensi.

Terlepas dari keuntungan yang di dapat oleh organisasi dari penerapan jenis bisnis pelayanan jasa dan penggunaan pekerja tidak tetap ini, nantinya organisasi akan menghadapi tantangan dalam aspek komunikasi organisasi. Aktivitas yang bersinggungan dengan pelayanan jasa tentunya mewajibkan adanya kontak antara manusia dan berkomunikasi merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari pekerjaan jenis ini. Berkaca pada kondisi PHK yang menyatakan organisasi melakukan efisiensi sebenarnya dapat diperdebatkan.

Apakah benar jalannya organisasi akan menjadi lebih efisien dari sebelumnya? Adanya pengurangan tenaga kerja tentunya akan memunculkan potensi beban tanggung jawab yang harus dijalankan oleh pekerja yang tersisa akan meningkat. Hal tersebut berpotensi akan menimbulkan beban kerja berlebih sehingga akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang dilakukan oleh pekerja. Potensi pekerja menjadi stres dan burnout bisa saja terjadi sehingga pelayanan tanpa senyuman dan emosi negatif akan dirasakan oleh konsumen. Hal semacam ini nantinya yang perlu diperhatikan oleh organisasi.

Selain itu, dengan menggunakan pekerja tidak tetap, menjadikan para pekerja tidak terikat seutuhnya dengan organisasi. Hal inilah yang menjadi tantangan organisasi dalam menjalin hubungan dan komunikasi dengan mereka ke depannya. 

Frauenheim (2012) menyebut konsep untuk situasi tersebut dengan istilah “pelukan erat” di mana organisasi menghormati kemandirian para pekerja tidak tetap, namun harus tetap menunjukkan lebih banyak perhatian kepada mereka—dalam bentuk undangan ke pertemuan sosial, komunikasi yang lebih baik, pengakuan yang lebih besar, dan sejenisnya.

Dari sudut pandang pekerja, revolusi teknologi dan informasi saat ini juga harus dianggap sebagai peringatan. Adanya alasan efisiensi ke depannya oleh organisasi tidak menutup kemungkinan revolusi ‘industri jilid dua’ akan terjadi. Beberapa pekerjaan yang berbentuk pelayanan jasa akan tergantikan oleh teknologi layaknya yang menjadi cikal bakal revolusi industri.

Saat ini kita sudah dapat melihat contoh kecil bagaimana e-commerce menyediakan pesan otomatis untuk menjawab pertanyaan dari konsumen mereka. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan optimal organisasi untuk mencegah respon terlambat yang biasa terjadi ketika manusia yang melakukan pelayanan. [T]

Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Mengejar Ilmu Menulis ke Samarinda: Cita-cita Naik Pesawat, Kini Ingin Jadi Penulis Profesional
“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak
Tags: komunikasikomunikasi informasiorganisasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerminan Sejarah Bali Pada Novel “Kota Kabut Walli Jing-Kang” Karya Manik Sukadana

Next Post

Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pupuk Hayati | Fakultas Pertanian Unwar Sosialisasi di Wanagiri

Made Dwi Pradnyana Putra

Made Dwi Pradnyana Putra

Saat ini aktif sebagai mahasiswa magister ilmu komunikasi UNS

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pupuk Hayati | Fakultas Pertanian Unwar Sosialisasi di Wanagiri

Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pupuk Hayati | Fakultas Pertanian Unwar Sosialisasi di Wanagiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co