25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelaah Jenis Pekerjaan dan Bentuk Organisasi Esok Hari

Made Dwi Pradnyana Putra by Made Dwi Pradnyana Putra
December 23, 2022
in Opini
Menelaah Jenis Pekerjaan dan Bentuk Organisasi Esok Hari

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

Isu Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) terus berdengung menjelang akhir tahun 2022. Berbagai perusahaan sudah diberitakan melakukan PHK kepada sejumlah karyawannya dengan berbagai macam alasan, salah satunya adalah untuk efisiensi perusahaan.

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait “dunia akan gelap” pada tahun 2023 terdengar layaknya sebuah tanda peringatan bahwa resesi akan segera datang. Kondisi dunia yang tidak stabil saat ini sebenarnya dapat menjadi pembelajaran bagi setiap orang bahwa di masa mendatang posisi kita di dalam suatu organisasi tidak dapat dikatakan tetap, meskipun status mereka secara harafiah disebut sebagai pekerja tetap.

Namun, meskipun isu resesi sudah mulai terdengar saat ini, pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, memperingatkan kepada setiap pengusaha untuk tidak menjadikan isu ini sebagai kesempatan dalam melakukan PHK kepada karyawan mereka. Pemerintah dalam menyikapi hal tersebut juga sudah mengantongi data-data perusahaan yang melakukan PHK dan nantinya akan ditindaklanjuti terkait latarbelakang yang mendorong setiap perusahaan melakukan PHK kepada karyawannya.

Isu semacam ini sebenarnya tidak hanya sekali terjadi pada suatu organisasi. Resesi dan kondisi global yang tidak stabil akan terus menghantui para pekerja dan organisasi di masa mendatang. Dari perspektif pekerja dan pencari kerja, kondisi ini perlu untuk dipahami dan dipersiapkan. Agar kita kedepannya akan semakin siap.

PHK Dari Kacamata Komunikasi Organisasi

Dikaitkan dengan Miller (2014) dalam buku Organizational Communication: Approaches and Processes, saya melihat terjadinya PHK di masa mendatang tidak bisa terlepas dari perubahan lanskap organisasi yang terjadi belakangan ini. Pada awal revolusi industri, sebagian besar organisasi menganggap menciptakan barang adalah tujuan utama dari suatu organisasi.

Namun, saat ini mulai adanya pergeseran dari kondisi tersebut yang lebih mengarah pada pembentukan organisasi penyedia layanan jasa atau ekonomi berbasis jasa. Banyak organisasi saat ini yang dapat kita lihat tujuan bisnisnya mengarah pada pelayanan jasa. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kebutuhan konsumen akan sebuah pelayanan semakin kompleks saat ini. Sebut saja pesan antar makanan dan e-commerce. Selain itu, revolusi industri juga mengambil bagian dalam hal ini karena sebagian besar organisasi yang bergerak pada jenis bisnis berbentuk produk sudah teratasi oleh kehadiran mesin sebagai alat produksinya.

Kehadiran jenis bisnis ini menjadi ramalan awal di masa mendatang bahwa bentuk organisasi ke depannya akan lebih terfokus pada pelayanan jasa. Dari perspektif organisasi dapat kita lihat bahwa ada beberapa sektor yang jenis bisnisnya sudah terpenuhi oleh kehadiran mesin dan teknologi. Sedangkan sektor yang membutuhkan pelayanan masih memerlukan peran manusia di dalamnya. Sehingga perusahaan dalam hal ini dapat dikatakan masih memerlukan karyawan dalam menjalankan bisnis semacam ini.

Namun, meskipun jenis pelayanan jasa semakin eksis saat ini, dengan kondisi global yang tidak menentu ke depannya saya melihat organisasi juga akan menyesuaikan jenis karyawan yang akan mereka gunakan ke depannya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk untuk menjawab ketidakpastian kondisi global di masa mendatang agar organisasi dapat tetap bertahan.  

Adanya tren penggunaan pekerja tidak tetap oleh organisasi saya lihat akan semakin terlihat di masa mendatang. Jenis pekerjaan seperti freelance akan sangat mudah kita jumpai. Bahkan tipe pekerja seperti outsourcing akan laku di bursa dunia kerja. Bukan tidak mungkin penggunaan istilah ‘pekerja tetap’ pada suatu organisasi tidak akan digunakan lagi di masa mendatang.

Keuntungan dari sisi organisasi yang menggunakan tipe pekerja jenis ini adalah mereka dapat mengorbankan para pekerja dalam kondisi tertentu. Sehingga penyesuaian dapat dilakukan dengan mudah dan cepat oleh organisasi. Contoh perubahan kecil yang dapat kita amati dalam konteks ini adalah adanya kebijakan dari pemerintah dalam mengalihkan beberapa bidang pekerjaan pada pemerintahan ke bentuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kembali, tujuan dari perubahan tersebut bermuara pada alasan efisiensi.

Terlepas dari keuntungan yang di dapat oleh organisasi dari penerapan jenis bisnis pelayanan jasa dan penggunaan pekerja tidak tetap ini, nantinya organisasi akan menghadapi tantangan dalam aspek komunikasi organisasi. Aktivitas yang bersinggungan dengan pelayanan jasa tentunya mewajibkan adanya kontak antara manusia dan berkomunikasi merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari pekerjaan jenis ini. Berkaca pada kondisi PHK yang menyatakan organisasi melakukan efisiensi sebenarnya dapat diperdebatkan.

Apakah benar jalannya organisasi akan menjadi lebih efisien dari sebelumnya? Adanya pengurangan tenaga kerja tentunya akan memunculkan potensi beban tanggung jawab yang harus dijalankan oleh pekerja yang tersisa akan meningkat. Hal tersebut berpotensi akan menimbulkan beban kerja berlebih sehingga akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang dilakukan oleh pekerja. Potensi pekerja menjadi stres dan burnout bisa saja terjadi sehingga pelayanan tanpa senyuman dan emosi negatif akan dirasakan oleh konsumen. Hal semacam ini nantinya yang perlu diperhatikan oleh organisasi.

Selain itu, dengan menggunakan pekerja tidak tetap, menjadikan para pekerja tidak terikat seutuhnya dengan organisasi. Hal inilah yang menjadi tantangan organisasi dalam menjalin hubungan dan komunikasi dengan mereka ke depannya. 

Frauenheim (2012) menyebut konsep untuk situasi tersebut dengan istilah “pelukan erat” di mana organisasi menghormati kemandirian para pekerja tidak tetap, namun harus tetap menunjukkan lebih banyak perhatian kepada mereka—dalam bentuk undangan ke pertemuan sosial, komunikasi yang lebih baik, pengakuan yang lebih besar, dan sejenisnya.

Dari sudut pandang pekerja, revolusi teknologi dan informasi saat ini juga harus dianggap sebagai peringatan. Adanya alasan efisiensi ke depannya oleh organisasi tidak menutup kemungkinan revolusi ‘industri jilid dua’ akan terjadi. Beberapa pekerjaan yang berbentuk pelayanan jasa akan tergantikan oleh teknologi layaknya yang menjadi cikal bakal revolusi industri.

Saat ini kita sudah dapat melihat contoh kecil bagaimana e-commerce menyediakan pesan otomatis untuk menjawab pertanyaan dari konsumen mereka. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan optimal organisasi untuk mencegah respon terlambat yang biasa terjadi ketika manusia yang melakukan pelayanan. [T]

Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Mengejar Ilmu Menulis ke Samarinda: Cita-cita Naik Pesawat, Kini Ingin Jadi Penulis Profesional
“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak
Tags: komunikasikomunikasi informasiorganisasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerminan Sejarah Bali Pada Novel “Kota Kabut Walli Jing-Kang” Karya Manik Sukadana

Next Post

Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pupuk Hayati | Fakultas Pertanian Unwar Sosialisasi di Wanagiri

Made Dwi Pradnyana Putra

Made Dwi Pradnyana Putra

Saat ini aktif sebagai mahasiswa magister ilmu komunikasi UNS

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pupuk Hayati | Fakultas Pertanian Unwar Sosialisasi di Wanagiri

Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pupuk Hayati | Fakultas Pertanian Unwar Sosialisasi di Wanagiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co