3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengejar Ilmu Menulis ke Samarinda: Cita-cita Naik Pesawat, Kini Ingin Jadi Penulis Profesional

Luh Putu Anggreny by Luh Putu Anggreny
December 21, 2022
in Tualang
Mengejar Ilmu Menulis ke Samarinda: Cita-cita Naik Pesawat, Kini Ingin Jadi Penulis Profesional

Luh Putu Anggreny (penulis)

PELUH MENETES dari wajah saya. Seharian saya lewati di kelas. Ada email masuk. Saya buka laptop. Jemari saya dengan lihai membuka kotak masuk pada email. Tak pelak setelah membaca isinya, mata saya terasa penuh binary. Jari-jari tangan saya saling bertautan.

“Yesss. Lolos!” teriak saya di teras rumah.

Dengan langkah buru-buru saya menghampiri Ibu. Ia ada di dapur. Bau harum masakan menusuk hidung saya.

“Bu, aku mau ke Samarinda!” kata saya sambil loncat-loncat bak anak kecil yang kegirangan mendapat mainan.

Ibu berlari tergopoh-gopoh dari dapur setelah mendengar saya berteriak. Ia tampak terkejut mendapat pelukan dari saya, sang dara kecil kesayangannya.

“Selamat anak Ibu,” ucapnya. Ibu ikut meloncat-loncat dengan mata berbinar-binar, senang sekaligus penuh haru.

Siang itu, 26 November 2022, saya, Luh Putu Anggreny — panggil saja Anggreny,  memang sedang membaca-baca pesan pada kotak masuk email. Sebelumnya saya memang ikut mendaftar dalam kegiatan pelatihan Training of Trainers Keamanan Digital bagi Pers Mahasiswa dan Jurnalis Warga yang diselenggarakan Yayasan Tifa, bekerja sama dengan SefNet.

Dan melalui email itu saya mendapatkan jawaban bahwa saya lolos seleksi. Yah, ketika mendapat jawaban itu, saya langsung berpikir bahwa cita-cita awal saya bakal terkabul.

Sebagai seseorang yang lahir dari keluarga sederhana, cita-cita saya memang agak norak. Saya bercita-cita naik pesawat terbang. Nah,  saya beruntung bisa mewujudkan mimpi naik pesawat untuk pertama kali, sampai Samarinda, di Kalimantan Timur, tempat acara itu digelar.

••••

Ya, pengalaman pertama naik pesawat terbang yang begitu menyenangkan. Tentunya dibumbui dengan drama-drama kecil selama persiapan sebelum berangkat. Dari harus mengurus dispensasi kuliah, berdebat prihal tiket pesawat dengan panitia, dan masih banyak lagi.

Tepat di tanggal 28 November 2022 saya berangkat. Saya berangkat bersama dua rekan saya yang sama-sama ikut pelatihan yang ternyata berasal dari Universitas Udayana. Namanya Kak Yuko dan Kak Agus. Mereka berdua adalah mahasiswa semester akhir. Saat itu kami berjanji bertemu di bandara.

Naik pesawat untuk pertama kali itu menyenangkan. Ini pengakuan polos dari saya. Ternyata dari atas saya bisa melihat langit indah, pemukiman-pemukiman penduduk, walaupun sedikit ngeri karna cuaca yang kurang baik. Saya jadi ingat pepatah “di atas langit masih ada langit” dan saya melihatnya sekarang.

Kami sampai di Kalimantan Timur pada pagi hari, dan segera menuju hotel tempat pelatihan. Namanya  Midtown Hotel yang terletak di tengah-tengah kota Samarinda.

Betapa takjubnya saya menemukan sekitaran bandara yang begitu hijau dan asri. Perjalanan menuju hotel pun terus membuat saya kagum, dengan pabrik-pabrik dan moda transportasi tambang yang berseliweran. Saya baru tahu kalau bandara di Samarinda ini bandara baru. Itu saya tahu dari sopir yang mengantar.

••••

Saya Luh Putu Anggreny, mahasiswa yang kini sedang menempuh pendidikan S1 prodi ilmu komunikasi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. 

Saya sampai Samarinda dengan berbangga hati. Saya juga punya ketertarikan dengan dunia kepenulisan, hingga akhirnya mengantarkan saya pada satu mimpi yang dulunya tak pernah saya kira akan tercapai.

Setleah bercita-cita naik pesawat terbang, dan itu sudah tercapai, kini saya bercita-cita dengan mantap ingin menjadi penulis profesional.

Tentu saja, selain tertarik memang saya telah sedikit mengerti dan memahami bagaimana menjadi orang yang tertarik akan dunia menulis.

Saya, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan, telah membuktikan bahwa diri saya memiliki potensi untuk meraih mimpi sebagai seorang penulis yang handal. Kerap kali saya mengikuti pelatihan-pelatihan penulisan dan jajak pers online ataupun offline. Begitupun lomba lomba menulis pernah saya ikuti sejak di bangku SMA.

••••

Pelatihan di Samarinda yang saya ikuti ini, adalah pelatihan mengenai bagaimana keamanan jurnalis warga dan pers mahasiswa. Pelatihan ini diadakan oleh Yayasan Tifa, bekerja sama dengan SefNet yang akan melatih kami.

Ternyata peserta pelatihan hanya 10 orang yang berasal dari universitas dan media warga. Seperti dari Universitas Muhamadiyah Kalimantan Timur, Universitas Hassanudin Makassar, dari media Jurnalisme Warga Lombok.

Peserta Training of Trainers Keamanan Digital bagi Pers Mahasiswa dan Jurnalis Warga di Samarinda

Rata-rata mereka adalah mahasiswa semester akhir S1, mahasiswa S2 dan ada yang sudah lulus 2018. Wah, sampai di sana saya cukup takjub, ternyata saya adalah peserta pelatihan termuda. Tentu saja, karena saya masih pada jenjang semester 3.

Pelatihan berlangsung selama 3 hari. Pelatihan dilakukan dengan mendengarkan materi dan mengikuti praktek pada kelas. Selama kelas berlangsung, saya tahu banyak tentang pers dan jurnalis yang bekerja dilindungi oleh undang-undang.

Saya juga diajarkan bagaimana melindungi perangkat yang saya miliki, baik HP maupun laptop. Misalnya tentang password, dan dari segi keamanan virus perangkat. Pun diberitahu juga tentang aplikasi-aplikasi apa saja yang lebih aman dan mengurangi resiko kebocoran data.

Sejauh ini saya baru tahu, kalau ternyata google merekam semua jejak digital saya, mulai dari IP address, nama dan biodata pribadi saya. Dan untuk itulah kita harus berlatih untuk mengamankan data-data kita.

Kekaguman saya tak hanya sampai pada pelatihan saja. Setelah berbincang-bincang selama beberapa kali, saya makin kagum dengan para penggelut pers mahasiswa. Saya baru tau, ternyata tugas pers kampus tak hanya memberitakan tentang intern kampus saja.

Pers kampus yang terdiri dari mahasiswa kritis seharusnya mampu mengkritisi masalah-masalah sosial, politik dan hokum, misalnya mengkritisi regulasi yang dianggap merugikan mahasiswa dan masyarakat. Tak hanya itu, ternyata pers kampus juga harus peka terhadap isu-isu sekitar atau isu di luar kampus.

Benar-benar mengagumkan. Saya seperti memiliki 9 kakak dalam pelatihan itu. Selama pelatihan pun mereka sangat mengayomi saya, baik saat menjalankan tugas-tugas selama pelatihan berlangsung, hingga saat melakukan praktek langsung. Rasanya bangga dan bersyukur sekali mengenal mereka dan mengikuti pelatihan ini.

•••

Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara, lahir di Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, 11 Februari 2003. Terlahir dari pasangan suami istri Komang Merta dan Kadek Purniasih. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga. Ayah saya adalah seorang petani durian.

Yang banyak memberi saya inspirasi adalah ayah. Ayah selalu memberi wejangan agar saya menunjukkan yang terbaik dari diri saya sendiri.

 Sedari kecil saya memang suka membaca, terutama karya-karya fiksi dan selalu melakukan motivasi terhadap diri sendiri. Sehingga dari membaca itu saya banyak belajar, termasuk bagaimana saya bisa tertarik terhadap cara orang-orang menulis.

Bisa ditebak, saya juga suka keindahan, belajar dan menyebarluaskan keindahan yang saya dapatkan.

Saya suka senja. Dan saya memotret banyak senja dalam gawai milik saya.  Potret-potret senja itu selalu saya sempatkan untuk melihat setiap harinya. Meskipun gerimis saya masih tetap akan bisa melihat senja. Dan bagi saya, itu adalah hal menyenangkan, sekaligus menunjukkan bagaimana saya kagum terhadap semesta.

Melihat senja membuat saya tenang. Apalagi melihat rona rona merah jingga langit yang mengagumkan. Gradasi warna warna indahnya seakan-akan membuat saya melihat bagaimana cantiknya alam semesta.

Tentu saja bukan karena senja yang membuat saya memilih kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan. Saya memilih kuliah di Ilmu Komunikasi karena saya menyadari ketertarikan minat dan bakat saya di dalam menulis, yang tentu sudah saya rasakan sejak duduk di bangku SMAN Bali Mandara. Bahkan kesenangan menulis dan membaca pun sudah saya rasakan sejak duduk di bangku SDN 2 Tegallinggah dan SMPN 4 Sukasada.

Dengan ketertarikan dan potensi saya, setelah lulus S1 nantinya, saya berencana ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan S2, dengan fokus studi yang sama. Tentu untuk meraih cita-cita sebagai seorang dosen dan mimpi menjadi penulis profesional.

Saya optimis terhadap cita-cita dan mimpi yang saya punya, pun dengan prinsip hidup yang saya miliki. Saya ingin menjadi contoh untuk adik laki-laki saya satu-satunya dan membuat orang tua saya bangga bahwa, saya bisa menjadi yang terbaik versi diri saya sendiri. 

“Menjadi yang terbaik dari diri sendiri”. Dan kalimat inilah yang selalu mendorong dan menyadarkan saya. Bahwa lakukan yang terbaik dari diri sendiri, niscaya tak akan ada hasil yang mengkhianati nantinya.

Dengan jalan melakukan yang terbaik, maka akan mendapatkan hasil maksimal dari kemampuan yang dimiliki. Tentu dengan itu dapat membuat diri sadar bahwa kekurangan yang kita punya, dapat kita tutupi dengan kelebihan dan hal hal terbaik yang kita lakukan.

Satu hal pasti yang saya katakana, “Kesempatan tidak datang dua kali, jadi lakukanlah yang terbaik!” [T]

Membincangkan Hal-hal Buruk | Catatan Pelatihan Keamanan Menyeluruh oleh Combine Resource Institution di Banyuwangi
Biar Privat Asal Selamat: Melindungi Data Diri Pribadi dan Buah Hati
Tags: keamanan digitalLiterasipers kampusSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dilema Masa Lalu dan Masa Depan Dalam “Langit Dibelah Dua” Karya Gde Aryantha Soethama

Next Post

Kehidupan dan Kematian Guru

Luh Putu Anggreny

Luh Putu Anggreny

Penikmat kata dan halaman-halaman sunyi. Menyukai menulis dan membaca, serta hal-hal kecil yang sering terlewat. Sejak lama jatuh cinta pada senja—karena dari sanalah ia belajar bahwa keindahan sering datang bersama kefanaan. Dapat dijumpai di Instagram: @pt.anggreny_

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Kehidupan dan Kematian Guru

Kehidupan dan Kematian Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co