16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Biar Privat Asal Selamat: Melindungi Data Diri Pribadi dan Buah Hati

Devy Gita by Devy Gita
July 1, 2022
in Esai
Biar Privat Asal Selamat: Melindungi Data Diri Pribadi dan Buah Hati

Foto ilustrasi: Devy Gita

Dering telepon tiada henti terdengar di lobi sekolah swasta ternama. Petugas front office dengan tergesa menerima panggilan tersebut kemudian menyiratkan ekspresi terkejut namun mencoba untuk tenang dan menenangkan si penelepon. Penelepon adalah seorang orang tua siswa yang dengan panik menghubungi sekolah setelah dia menerima panggilan dari orang yang tidak dikenal dan mengabarkan bahwa sang anak yang bersekolah di sekolah tersebut mengalami kecelakaan. Si anak dilarikan ke rumah sakit. Parahnya keadaan membuat si anak harus segera dioperasi dan membutuhkan uang cukup banyak. Orang tua harus mentransfer sejumlah uang ke rekening tertentu. Panik? Tentu. Orang tua terus berusaha menelepon ke sekolah yang saat itu kebetulan telepon sekolah sedang sibuk. Bertambah bingung, orang tua sudah mulai menyerah dan bersiap mentransfer sejumlah uang. Saat panggilan di terima sekolah, si anak ternyata sedang berada aman di dalam kelas mengikuti pelajaran dari guru.

Adegan tersebut nyata terjadi di sebuah sekolah swasta beberapa waktu lalu sebelum pandemi merumahkan hampir semua orang. Kejadian yang tidak hanya terjadi sekali namun beberapa kali. Orang tua menelepon sekolah dalam keadaan bingung dan menangis mendapat kabar anaknya dalam keadaan kritis padahal anak mereka sedang mengikuti pelajaran.

  • Apa yang membuat orang tua percaya bahwa sesuatu yang buruk memang benar menimpa anak mereka?

Dari kesaksian para orang tua, penelepon tak dikenal itu mengetahui nama lengkap, alamat sekolah, perawakan, bahkan nama panggilan si anak dengan baik. Sangat meyakinkan dimana hal tersebut merupakan informasi pribadi si anak yang tidak diketahui sembarang orang. Seolah-olah orang tersebut benar sedang berada di dekat si anak. Panggilan telepon sekolah sibuk saat orang tua berusaha menelepon juga menjadi alasan mereka mudah terpengaruh.

  • Bagaimana orang asing bisa mendapatkan akses ke data pribadi?

Informasi pribadi, data diri atau personal information memang hal yang sangat krusial untuk dijaga kerahasiaannya. Namun, belum semua orang berhati-hati dan awas untuk menjaga kepribadian data tersebut. Maraknya penggunaan media sosial menjadi salah satu penyebab bocornya data pribadi ke ranah publik. Seperti halnya kesadaran akan melindungi data pribadi, kehati-hatian dalam menggunakan media sosial juga sama kurangnya. Pengguna merasa aman mengunggah apapun bagaimanapun bentuknya ke akun media sosial mereka tanpa batasan (over sharing) seperti hal-hal pribadi, lokasi terkini, aset kekayaan, identitas keluarga, bahkan alamat rumah dan nomor telepon. Padahal semua itu bisa menjadi boomerang yang menyerang si pengguna sendiri. Contohnya adalah adegan di awal tulisan ini.

Adegan tersebut terjadi karena orang tua sering mengunggah foto anak dengan menyertakan informasi pribadi mengenai si anak. Sekarang ini menjadi hal yang umum saat orang tua membagikan momen bersama anak, kelucuan tingkah polah dan prestasi yang diraih oleh si anak ke media sosial. Sayangnya, unggahan tanpa sensor data pribadi dibagikan dalam keadaan akun yang tidak menggunakan pengaturan private, semua mata dapat melihat unggahan dengan data tersebut. Tanpa menyadari bahaya yang mengintai dari pengguna lain.

Dunia daring luas dengan batasan minim, di dalamnya kita tidak hanya berselancar bersama orang yang dikenal tetapi juga orang asing dari belahan bumi berbeda. Disadari atau tidak orang-orang tersebut bisa saja menyembunyikan identitas asli mereka dan berpura-pura menjadi orang lain. Tidak menutup kemungkinan salah satu dari orang tersebut memiliki niat kurang baik dan ingin mencari keuntungan dari orang lain dengan cara menipu atau kejahatan lainnya.

Membagikan detail data diri dan anak di media sosial bisa memicu terjadinya kejahatan daring atau digital crime. Salah satunya penculikan, baik luring maupun digital. Terma penculikan digital oleh pakar media asal University of Tartu, Estonia, Prof. Andra Siibak dalam artikel “Etika Mengungah Foto Anak ke Media Sosial”, https://tirto.id/fNvo merupakan “pengambilan gambar” tanpa izin untuk kepentingan jahat seperti penipuan dan pemerasan juga penculikan dalam artian sebenarnya.

  • Apakah lantas orang tua tidak boleh mengunggah foto anaknya?

Kesadaran berinternet dan bermedia sosial yang awas dari orang tua sangat diperlukan untuk melindungi hak-hak memperoleh keamanan digital bukan hanya untuk mereka sendiri tetapi juga untuk anak. Tidak banyak diketahui dan disadari oleh orang tua bahwa unggahan mereka akan berpengaruh tidak hanya terhadap keamanan namun juga psikologis anak. Tentu saja orang tua mempunyai hak untuk mengunggah foto atau video buah hati mereka sendiri. Namun, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dengan tinta merah oleh para orang tua.

1. Selalu meminta izin anak sebelum mengunggah.

Dilihat sebagai individu, anak mempunyai perasaan, pola pikir, dan keinginan sendiri yang berbeda satu sama lain. Bahkan berbeda dari orang tua mereka sendiri. Anak-anak juga memiliki akses dan hak penuh akan data pribadi mereka. Sedari dini para anak ini hendaknya sudah dibiasakan untuk mengungkapkan perasaan mereka dan belajar mengambil keputusan. Orang tua dapat melatih anak mengambil keputusan dengan meminta izin  kepada anak sebelum menggunggah apapun tentang mereka.

 Pentingnya meminta izin dalam mengunggah apapun tentang anaknya perlu ditumbuhkan para orang tua. Hal tersebut dimaksudkan dengan bertanya dan meminta izin kepada anak sebelum menunjukkan foto atau video mereka di media sosial, orang tua juga mengajarkan anak untuk mengasah otaknya menjadi lebih tegas. Seperti yang disampaikan Psikolog anak, Ayoe Sutomo dalam artikel “Dampak Psikologis Mengunggah Foto atau Video Anak di Media Sosial” https://cantik.tempo.co/read/1154597/dampak-psikologis-mengunggah-foto-atau-video-anak-di-media-sosial/full&view=ok

2. Jenis foto yang akan diunggah.

Orang tua tentu selalu antusias membagikan momen bersama anak ke media sosial. Tetapi, perlu diperhatikan momen atau foto apa saja yang aman untuk diunggah. Hindari mengunggah foto telanjang anak walaupun masih bayi. Hal tersebut bisa mengundang pedofil menyalahgunakan foto anak. Usahakan membagikan momen anak dan berfokus pada kegiatan positif yang dilakukan. Hal ini juga untuk menjaga privasi dan kenyamanan anak saat dia sudah bisa melihat unggahan tentang dirinya di masa depan.

3. Melindungi informasi pribadi dan privasi.

Tidak mencantumkan informasi pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat rumah, alamat sekolah dalam keterangan foto merupakan tindakan yang bijak untuk mencegah terjadinya kejahatan digital. Kemudian, orang tua dapat menggunakan pengaturan private account untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat unggahan dalam akun mereka.

4. Menyamarkan aktivitas.

Mengunggah aktivitas positif yang kita lakukan untuk sekadar berbagi atau menjadikan unggahan tersebut sebagai arsip sudah menjadi bagian keseharian. Sosial media sudah menjadi seperti album foto dimana kita bisa melihat kembali momen yang terjadi di masa lalu.  Namun, waktu unggahan juga perlu diperhatikan jika ingin mempublikasikan foto atau video diri dan anak. Memberitahukan posisi dan kegiatan kita secara terang-terangan dalam waktu yang sama antara real time dan unggahan cukup beresiko. Keadaan tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan. Sebaiknya jika unggahan tersebut bukan hal yang mendesak, waktu unggah bisa ditunda sehari atau dua hari setelah aktivitas dilakukan.

5. Meminta izin ke orang tua lain.

Penting bagi orang tua untuk meminta izin orang tua lainnya jika foto yang akan diunggah menampilkan individu lain selain anak mereka mengingat kebiasaan, pola pikir, dan asuh yang berbeda pada tiap keluarga. Hal ini juga untuk menghindari adanya kesalahpahaman di kemudian hari.

Pengetahuan ini juga bisa menjadi bahan diskusi orang tua dan anak dalam memberikan informasi tentang keamanan berinternet dan bermedia sosial untuk mereka, mengingat teknologi informasi dan internet sangat mudah diakses. Anak-anak memerlukan pondasi pengetahuan dan keamanan kokoh untuk memulai dan meyelami dunia daring yang tanpa batas.

Permainan daring dan sosial media memudahkan mereka berinteraksi dengan siapa saja. Bersama dengan anak, orang tua dapat berbincang dengan serius tapi santai tentang dos dan don’ts dalam berselancar di dunia maya. Seperti tidak menggunakan nama asli saat membuat akun permainan online atau media sosial, hanya berbicara dengan orang yang dikenal, memberitahu orang tua saat ada orang asing yang berusaha berkomunikasi, menggunakan bahasa yang sopan saat berkomunikasi, dan yang paling penting tidak menyebarkan foto atau data pribadi kepada orang yang tidak dikenal. Sejak dini anak sebaiknya diingatkan tentang apa itu data pribadi dan pentingnya menjaga agar tetap privat demi keamanan mereka.

Digitalisasi dan penggunaan internet di segala lini kehidupan memudahkan kita menjalani hidup dan berinteraksi. Namun, kenyamanan tersebut harus dibarengi dengan rasa awas untuk melindungi diri dan keluarga. Biar privat asal selamat. Selalu ingat melindungi kepribadian data demi keamanan diri, keluarga dan buah hati. [T]

  • Catatan: Artikel ini peraih juara tiga Anugerah Jurnalisme Warga katagori artikel. Pernah dimuat di balebengong.id 14 Mei 2022
Tags: anak-anakkeamanan digitalparenting
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wayan Gulendra: Perupa Bali Wariskan Penghormatan Terhadap Air

Next Post

Pesan Perdamaian di Final Voli Tim Citroen Pedawa vs Lazer A Sidetapa

Devy Gita

Devy Gita

Mantan guru yang kini nyasar jadi HR di sekolah internasional. Pernah main teater, gemar menulis, mudah berteman, dan secara misterius penikmat horror garis keras. Kombinasi yang kadang membuat hidupnya sendiri terasa seperti genre campuran. instagram: @devygita

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
Pesan Perdamaian di Final Voli Tim Citroen Pedawa vs Lazer A Sidetapa

Pesan Perdamaian di Final Voli Tim Citroen Pedawa vs Lazer A Sidetapa

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co