23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Biar Privat Asal Selamat: Melindungi Data Diri Pribadi dan Buah Hati

Devy Gita by Devy Gita
July 1, 2022
in Esai
Biar Privat Asal Selamat: Melindungi Data Diri Pribadi dan Buah Hati

Foto ilustrasi: Devy Gita

Dering telepon tiada henti terdengar di lobi sekolah swasta ternama. Petugas front office dengan tergesa menerima panggilan tersebut kemudian menyiratkan ekspresi terkejut namun mencoba untuk tenang dan menenangkan si penelepon. Penelepon adalah seorang orang tua siswa yang dengan panik menghubungi sekolah setelah dia menerima panggilan dari orang yang tidak dikenal dan mengabarkan bahwa sang anak yang bersekolah di sekolah tersebut mengalami kecelakaan. Si anak dilarikan ke rumah sakit. Parahnya keadaan membuat si anak harus segera dioperasi dan membutuhkan uang cukup banyak. Orang tua harus mentransfer sejumlah uang ke rekening tertentu. Panik? Tentu. Orang tua terus berusaha menelepon ke sekolah yang saat itu kebetulan telepon sekolah sedang sibuk. Bertambah bingung, orang tua sudah mulai menyerah dan bersiap mentransfer sejumlah uang. Saat panggilan di terima sekolah, si anak ternyata sedang berada aman di dalam kelas mengikuti pelajaran dari guru.

Adegan tersebut nyata terjadi di sebuah sekolah swasta beberapa waktu lalu sebelum pandemi merumahkan hampir semua orang. Kejadian yang tidak hanya terjadi sekali namun beberapa kali. Orang tua menelepon sekolah dalam keadaan bingung dan menangis mendapat kabar anaknya dalam keadaan kritis padahal anak mereka sedang mengikuti pelajaran.

  • Apa yang membuat orang tua percaya bahwa sesuatu yang buruk memang benar menimpa anak mereka?

Dari kesaksian para orang tua, penelepon tak dikenal itu mengetahui nama lengkap, alamat sekolah, perawakan, bahkan nama panggilan si anak dengan baik. Sangat meyakinkan dimana hal tersebut merupakan informasi pribadi si anak yang tidak diketahui sembarang orang. Seolah-olah orang tersebut benar sedang berada di dekat si anak. Panggilan telepon sekolah sibuk saat orang tua berusaha menelepon juga menjadi alasan mereka mudah terpengaruh.

  • Bagaimana orang asing bisa mendapatkan akses ke data pribadi?

Informasi pribadi, data diri atau personal information memang hal yang sangat krusial untuk dijaga kerahasiaannya. Namun, belum semua orang berhati-hati dan awas untuk menjaga kepribadian data tersebut. Maraknya penggunaan media sosial menjadi salah satu penyebab bocornya data pribadi ke ranah publik. Seperti halnya kesadaran akan melindungi data pribadi, kehati-hatian dalam menggunakan media sosial juga sama kurangnya. Pengguna merasa aman mengunggah apapun bagaimanapun bentuknya ke akun media sosial mereka tanpa batasan (over sharing) seperti hal-hal pribadi, lokasi terkini, aset kekayaan, identitas keluarga, bahkan alamat rumah dan nomor telepon. Padahal semua itu bisa menjadi boomerang yang menyerang si pengguna sendiri. Contohnya adalah adegan di awal tulisan ini.

Adegan tersebut terjadi karena orang tua sering mengunggah foto anak dengan menyertakan informasi pribadi mengenai si anak. Sekarang ini menjadi hal yang umum saat orang tua membagikan momen bersama anak, kelucuan tingkah polah dan prestasi yang diraih oleh si anak ke media sosial. Sayangnya, unggahan tanpa sensor data pribadi dibagikan dalam keadaan akun yang tidak menggunakan pengaturan private, semua mata dapat melihat unggahan dengan data tersebut. Tanpa menyadari bahaya yang mengintai dari pengguna lain.

Dunia daring luas dengan batasan minim, di dalamnya kita tidak hanya berselancar bersama orang yang dikenal tetapi juga orang asing dari belahan bumi berbeda. Disadari atau tidak orang-orang tersebut bisa saja menyembunyikan identitas asli mereka dan berpura-pura menjadi orang lain. Tidak menutup kemungkinan salah satu dari orang tersebut memiliki niat kurang baik dan ingin mencari keuntungan dari orang lain dengan cara menipu atau kejahatan lainnya.

Membagikan detail data diri dan anak di media sosial bisa memicu terjadinya kejahatan daring atau digital crime. Salah satunya penculikan, baik luring maupun digital. Terma penculikan digital oleh pakar media asal University of Tartu, Estonia, Prof. Andra Siibak dalam artikel “Etika Mengungah Foto Anak ke Media Sosial”, https://tirto.id/fNvo merupakan “pengambilan gambar” tanpa izin untuk kepentingan jahat seperti penipuan dan pemerasan juga penculikan dalam artian sebenarnya.

  • Apakah lantas orang tua tidak boleh mengunggah foto anaknya?

Kesadaran berinternet dan bermedia sosial yang awas dari orang tua sangat diperlukan untuk melindungi hak-hak memperoleh keamanan digital bukan hanya untuk mereka sendiri tetapi juga untuk anak. Tidak banyak diketahui dan disadari oleh orang tua bahwa unggahan mereka akan berpengaruh tidak hanya terhadap keamanan namun juga psikologis anak. Tentu saja orang tua mempunyai hak untuk mengunggah foto atau video buah hati mereka sendiri. Namun, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi dengan tinta merah oleh para orang tua.

1. Selalu meminta izin anak sebelum mengunggah.

Dilihat sebagai individu, anak mempunyai perasaan, pola pikir, dan keinginan sendiri yang berbeda satu sama lain. Bahkan berbeda dari orang tua mereka sendiri. Anak-anak juga memiliki akses dan hak penuh akan data pribadi mereka. Sedari dini para anak ini hendaknya sudah dibiasakan untuk mengungkapkan perasaan mereka dan belajar mengambil keputusan. Orang tua dapat melatih anak mengambil keputusan dengan meminta izin  kepada anak sebelum menggunggah apapun tentang mereka.

 Pentingnya meminta izin dalam mengunggah apapun tentang anaknya perlu ditumbuhkan para orang tua. Hal tersebut dimaksudkan dengan bertanya dan meminta izin kepada anak sebelum menunjukkan foto atau video mereka di media sosial, orang tua juga mengajarkan anak untuk mengasah otaknya menjadi lebih tegas. Seperti yang disampaikan Psikolog anak, Ayoe Sutomo dalam artikel “Dampak Psikologis Mengunggah Foto atau Video Anak di Media Sosial” https://cantik.tempo.co/read/1154597/dampak-psikologis-mengunggah-foto-atau-video-anak-di-media-sosial/full&view=ok

2. Jenis foto yang akan diunggah.

Orang tua tentu selalu antusias membagikan momen bersama anak ke media sosial. Tetapi, perlu diperhatikan momen atau foto apa saja yang aman untuk diunggah. Hindari mengunggah foto telanjang anak walaupun masih bayi. Hal tersebut bisa mengundang pedofil menyalahgunakan foto anak. Usahakan membagikan momen anak dan berfokus pada kegiatan positif yang dilakukan. Hal ini juga untuk menjaga privasi dan kenyamanan anak saat dia sudah bisa melihat unggahan tentang dirinya di masa depan.

3. Melindungi informasi pribadi dan privasi.

Tidak mencantumkan informasi pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat rumah, alamat sekolah dalam keterangan foto merupakan tindakan yang bijak untuk mencegah terjadinya kejahatan digital. Kemudian, orang tua dapat menggunakan pengaturan private account untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat unggahan dalam akun mereka.

4. Menyamarkan aktivitas.

Mengunggah aktivitas positif yang kita lakukan untuk sekadar berbagi atau menjadikan unggahan tersebut sebagai arsip sudah menjadi bagian keseharian. Sosial media sudah menjadi seperti album foto dimana kita bisa melihat kembali momen yang terjadi di masa lalu.  Namun, waktu unggahan juga perlu diperhatikan jika ingin mempublikasikan foto atau video diri dan anak. Memberitahukan posisi dan kegiatan kita secara terang-terangan dalam waktu yang sama antara real time dan unggahan cukup beresiko. Keadaan tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan. Sebaiknya jika unggahan tersebut bukan hal yang mendesak, waktu unggah bisa ditunda sehari atau dua hari setelah aktivitas dilakukan.

5. Meminta izin ke orang tua lain.

Penting bagi orang tua untuk meminta izin orang tua lainnya jika foto yang akan diunggah menampilkan individu lain selain anak mereka mengingat kebiasaan, pola pikir, dan asuh yang berbeda pada tiap keluarga. Hal ini juga untuk menghindari adanya kesalahpahaman di kemudian hari.

Pengetahuan ini juga bisa menjadi bahan diskusi orang tua dan anak dalam memberikan informasi tentang keamanan berinternet dan bermedia sosial untuk mereka, mengingat teknologi informasi dan internet sangat mudah diakses. Anak-anak memerlukan pondasi pengetahuan dan keamanan kokoh untuk memulai dan meyelami dunia daring yang tanpa batas.

Permainan daring dan sosial media memudahkan mereka berinteraksi dengan siapa saja. Bersama dengan anak, orang tua dapat berbincang dengan serius tapi santai tentang dos dan don’ts dalam berselancar di dunia maya. Seperti tidak menggunakan nama asli saat membuat akun permainan online atau media sosial, hanya berbicara dengan orang yang dikenal, memberitahu orang tua saat ada orang asing yang berusaha berkomunikasi, menggunakan bahasa yang sopan saat berkomunikasi, dan yang paling penting tidak menyebarkan foto atau data pribadi kepada orang yang tidak dikenal. Sejak dini anak sebaiknya diingatkan tentang apa itu data pribadi dan pentingnya menjaga agar tetap privat demi keamanan mereka.

Digitalisasi dan penggunaan internet di segala lini kehidupan memudahkan kita menjalani hidup dan berinteraksi. Namun, kenyamanan tersebut harus dibarengi dengan rasa awas untuk melindungi diri dan keluarga. Biar privat asal selamat. Selalu ingat melindungi kepribadian data demi keamanan diri, keluarga dan buah hati. [T]

  • Catatan: Artikel ini peraih juara tiga Anugerah Jurnalisme Warga katagori artikel. Pernah dimuat di balebengong.id 14 Mei 2022
Tags: anak-anakkeamanan digitalparenting
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wayan Gulendra: Perupa Bali Wariskan Penghormatan Terhadap Air

Next Post

Pesan Perdamaian di Final Voli Tim Citroen Pedawa vs Lazer A Sidetapa

Devy Gita

Devy Gita

Mantan guru yang kini nyasar jadi HR di sekolah internasional. Pernah main teater, gemar menulis, mudah berteman, dan secara misterius penikmat horror garis keras. Kombinasi yang kadang membuat hidupnya sendiri terasa seperti genre campuran. instagram: @devygita

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pesan Perdamaian di Final Voli Tim Citroen Pedawa vs Lazer A Sidetapa

Pesan Perdamaian di Final Voli Tim Citroen Pedawa vs Lazer A Sidetapa

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co