2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hapus Persekolahan SMAN Bali Mandara, Bali Mundur (Lagi) Seribu Tahun

Gede Suardana by Gede Suardana
June 16, 2022
in Opini
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Persekolahan SMAN Bali Mandara sebuah jembatan emas bagi rakyat Bali untuk meninggalkan kebodohan dan kemiskinan yang absolut. Menghapus sekolah tersebut berarti menarik paksa kembali rakyat Bali mundur seribu tahun.

Awal tahun 2022, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan kebijakan mengejutkan yaitu menghapus persekolahan SMAN Bali Mandara. Mengubah sistem khusus berasrama menjadi persekolahan reguler. Pertimbangannya kala itu, pemerintah mengakui tidak memiliki anggaran yang mencukupi pada postur APBD 2022.

Kritik tajam dari publik terlontar deras kepada pemerintah. Kebijakannya disebut keliru (jika tidak ingin disebut salah). Dukungan terhadap kebijakannya sangat minim. Tenggelam oleh arus deras kritik publik.

Di tengah derasnya kritik, pemerintah mencoba meligitimasi kebijakan itu dengan kajian ilmiah dari seorang akademis, yang juga seoran rektor sekaligus koordinator kelompok ahli pembangunana Bali, yaitu Prof. I Made Damriyasa.

Berdasarkan kajiannya tersebut, pemerintah lantas menyatakan bahwa prestasi SMAN Bali Mandara tidak lebih baik dari sekolah reguler sehingga layak untuk hapus.

Pemerintah mencoba memberikan citra buruk kepada SMAN Bali Mandara sebagai sekolah yang gagal melalui legitimasi seorang akademisi.

Yang kemudian berhasil dikupas oleh kelompok kritis bahwa kajian itu keliru.  Melenceng dari kaidah ilmiah. Misalnya saja, mengambil sampel dengan membandingkan sekolah SMAN Bali Mandara yang inputnya siswa miskin dan bodoh dengan sekolah negeri reguler yang secara tradisi, inputnya adalah siswa cerdas dan orang tuanya kaya.

Pemerintah berhadapan dengan kritik yang semakin keras dan tajam. Lembar fakta demi fakta dibeberkan untuk menyangkal citra buruk yang disematkan oleh pemerintah kepada SMAN Bali Mandara.

Pasek Nurhyang, Alumni SMAN Bali Mandara: Kecilnya Kerja Bikin “Payas Penjor”, Kini Dokter Muda

Para alumninya, mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Peduli Pendidikan (FKPP) Bali, dan tokoh kritis sembari melontarkan kritik juga menghadirkan solusi (untuk mencapai jalan tengah untuk menyudahi polemik yang berakar dari kebijakan pemerintah).

Rupanya, pemerintah terkesan menyelepekan kritik dari publik. DPRD Bali setali tiga uang dengan Gubernur Koster. Mereka seolah mengabaikan aspirasi publik.

Kritik yang tajam terhadap kebijakan pemerintah harus dianggap bahwa pendidikan di SMAN Bali Mandara sebagai sesuatu yang penting, esensial, dan substantif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mobilitas strata sosial siswa miskin di Bali.

Fakta yang Tak Ternilai

SMAN Bali Mandara hanya dalam satu dasa warsa telah mampu menjadi pintu gerbang (short cut) generasi Bali yang terkubang dalam kemiskinan dan kebodohan.

Sistem persekolahan SMAN Bali Mandara membuktikan dirinya sebagai pendidikan pembebasan dari kebodohan dan kemiskinan (Paulo Freire, 2001). Sistem persekolahan berhasil mengakhiri kebodohan anak didiknya. Berhasil melepaskannya dari jerat kemiskinan absolut yang turun temurun dari orang tua dan leluhurnya.

Fakta-faktanya jelas, siswa sekolah ini, rata-rata sebanyak 90 persen adalah anak bodoh. Tidak memiliki prestasi akademis. Masuk akal, karena mereka tinggal bersama orang tua yang tingkat kesejahteraannya sangat rendah. Pendapatan rata-rata orang tuanya hampir di bawah Rp 2 juta dalam setahun.

Penghasilan itu tentu hanya cukup untuk bertahan hidup. Tidak cukup untuk memenuhi gizi dan nutrisi semenjak dilahirkan. Tentu sangat kontras dengan sampel yang diambil Prof Damriyasa, hanya untuk mendegradasi SMAN Bali Mandara.

15 Fakta SMAN Bali Mandara yang Perlu Anda Ketahui

Persekolahan SMAN Bali Mandara sangat relevan dengan paradigma pendidikan Paulo Freire, karena terbukti anak-anak miskin itu berubah menjadi siswa cerdas dan berprestasi.  Dimana alumnusnya sebanyak 96 persen lulusannya diterima di perguruan tinggi internasional (1,29%), perguruan tinggi negeri (46,7%), perguruan tinggi swasta (47,4%), dan ikatan dinas (4,5%).

Anak-anak yang miskin dan kumuh itu juga telah berhasil lepas dari jerat kemiskinan. Saat ini, lulusannya telah memiliki penghasilan rata-rata sebesar Rp 7,5 juta per bulan. Yang mengejutkan, mereka memiliki naluri yang sangat mulia, menjadi kakak asuh dari anak-anak miskin di desanya.

Mundur Seribu Tahun

Pemerintah sebaiknya tidak menutup pintu dialog dengan alumni, mahasiswa yang tergabung dalam FKPP, dan tokoh/pemerhati pendidikan yang kritis. Pemerintah seyogyanya bijak menanggapi kritik publik. Tidak menggangap kritik tajam dari publik sebagai hal yang sepele.

Sebuah kebijakan yang mendapatkan reaksi positif dan negatif menandakan terdapat persoalan yang substansif. Yang perlu ditanggapi dengan membuka ruang dialog, melakukan kajian ulang, menemukan titik unggul dan kelemahannya. Tidak bisa kebijakan  menghapus diambil terburu-buru karena akan berdampak buruk di masa mendatang.

Misalnya saja, sekali saja sistem persekolah SMAN Bali Mandara dihilangkan maka selamanya akan hilang. Tidak butuh menunggu setahun, 10 tahun, atau 100 tahun. Sehari setelah kebijakan penghapusan dilakukan, saat itu juga persekolahan yang sarat prestasi ini langsung punah.

Menghapus persekolahan SMAN Bali Mandara sama saja dengan menarik paksa kembali rakyat Bali ke seribu tahun lalu. Di masa dimana rakyatnya dicitrakan hidup dalam kubang kebodohan, kemiskinan, dan gemar melakukan amuk.

Kepala SMAN Bali Mandara I Nyoman Darta Purnabakti | Inilah Sosok dan Liku Pendidikannya

Dimana pada abad ke-10,  kemiskinan dan kebodohan adalah satu satu citra peradaban yang melekat pada rakyat Bali, di jaman kerajaan dan kolonial. Ketika itu, Bali direkayasa oleh kaum kolonial sebagai Bali yang tak berarti apa-apa kecuali identik dengan bodoh, tenaga kasar, buruh, manusia brutal yang tak segan-segan mengamuk (Darma Putra, 1994).

Untuk itu, dibutuhkan kebijakan dari pemerintah, DPRD, tokoh publik, generasi muda, alumni sebagai para pelaku langsung untuk membuka ruang dialog agar dapat mengambil keputusan yang tidak keliru sehingga berdampak buruk di masa depan. Inginnya maju 100 tahun ke depan, karena kesalahan kita, Bali mundur kembali ke era seribu tahun lalu. [T]

Tags: SMAN Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar ke Desa Bantiran Tabanan | Terus Terang Soal Anggaran pada Pengelolaan Sampah Masyarakat

Next Post

Mari Tunggu Aksi Hero Makanan di Ubud Food Festival, 24-26 Juni 2022

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Mari Tunggu Aksi Hero Makanan di Ubud Food Festival, 24-26 Juni 2022

Mari Tunggu Aksi Hero Makanan di Ubud Food Festival, 24-26 Juni 2022

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co