24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hapus Persekolahan SMAN Bali Mandara, Bali Mundur (Lagi) Seribu Tahun

Gede Suardana by Gede Suardana
June 16, 2022
in Opini
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Persekolahan SMAN Bali Mandara sebuah jembatan emas bagi rakyat Bali untuk meninggalkan kebodohan dan kemiskinan yang absolut. Menghapus sekolah tersebut berarti menarik paksa kembali rakyat Bali mundur seribu tahun.

Awal tahun 2022, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan kebijakan mengejutkan yaitu menghapus persekolahan SMAN Bali Mandara. Mengubah sistem khusus berasrama menjadi persekolahan reguler. Pertimbangannya kala itu, pemerintah mengakui tidak memiliki anggaran yang mencukupi pada postur APBD 2022.

Kritik tajam dari publik terlontar deras kepada pemerintah. Kebijakannya disebut keliru (jika tidak ingin disebut salah). Dukungan terhadap kebijakannya sangat minim. Tenggelam oleh arus deras kritik publik.

Di tengah derasnya kritik, pemerintah mencoba meligitimasi kebijakan itu dengan kajian ilmiah dari seorang akademis, yang juga seoran rektor sekaligus koordinator kelompok ahli pembangunana Bali, yaitu Prof. I Made Damriyasa.

Berdasarkan kajiannya tersebut, pemerintah lantas menyatakan bahwa prestasi SMAN Bali Mandara tidak lebih baik dari sekolah reguler sehingga layak untuk hapus.

Pemerintah mencoba memberikan citra buruk kepada SMAN Bali Mandara sebagai sekolah yang gagal melalui legitimasi seorang akademisi.

Yang kemudian berhasil dikupas oleh kelompok kritis bahwa kajian itu keliru.  Melenceng dari kaidah ilmiah. Misalnya saja, mengambil sampel dengan membandingkan sekolah SMAN Bali Mandara yang inputnya siswa miskin dan bodoh dengan sekolah negeri reguler yang secara tradisi, inputnya adalah siswa cerdas dan orang tuanya kaya.

Pemerintah berhadapan dengan kritik yang semakin keras dan tajam. Lembar fakta demi fakta dibeberkan untuk menyangkal citra buruk yang disematkan oleh pemerintah kepada SMAN Bali Mandara.

Pasek Nurhyang, Alumni SMAN Bali Mandara: Kecilnya Kerja Bikin “Payas Penjor”, Kini Dokter Muda

Para alumninya, mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Peduli Pendidikan (FKPP) Bali, dan tokoh kritis sembari melontarkan kritik juga menghadirkan solusi (untuk mencapai jalan tengah untuk menyudahi polemik yang berakar dari kebijakan pemerintah).

Rupanya, pemerintah terkesan menyelepekan kritik dari publik. DPRD Bali setali tiga uang dengan Gubernur Koster. Mereka seolah mengabaikan aspirasi publik.

Kritik yang tajam terhadap kebijakan pemerintah harus dianggap bahwa pendidikan di SMAN Bali Mandara sebagai sesuatu yang penting, esensial, dan substantif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mobilitas strata sosial siswa miskin di Bali.

Fakta yang Tak Ternilai

SMAN Bali Mandara hanya dalam satu dasa warsa telah mampu menjadi pintu gerbang (short cut) generasi Bali yang terkubang dalam kemiskinan dan kebodohan.

Sistem persekolahan SMAN Bali Mandara membuktikan dirinya sebagai pendidikan pembebasan dari kebodohan dan kemiskinan (Paulo Freire, 2001). Sistem persekolahan berhasil mengakhiri kebodohan anak didiknya. Berhasil melepaskannya dari jerat kemiskinan absolut yang turun temurun dari orang tua dan leluhurnya.

Fakta-faktanya jelas, siswa sekolah ini, rata-rata sebanyak 90 persen adalah anak bodoh. Tidak memiliki prestasi akademis. Masuk akal, karena mereka tinggal bersama orang tua yang tingkat kesejahteraannya sangat rendah. Pendapatan rata-rata orang tuanya hampir di bawah Rp 2 juta dalam setahun.

Penghasilan itu tentu hanya cukup untuk bertahan hidup. Tidak cukup untuk memenuhi gizi dan nutrisi semenjak dilahirkan. Tentu sangat kontras dengan sampel yang diambil Prof Damriyasa, hanya untuk mendegradasi SMAN Bali Mandara.

15 Fakta SMAN Bali Mandara yang Perlu Anda Ketahui

Persekolahan SMAN Bali Mandara sangat relevan dengan paradigma pendidikan Paulo Freire, karena terbukti anak-anak miskin itu berubah menjadi siswa cerdas dan berprestasi.  Dimana alumnusnya sebanyak 96 persen lulusannya diterima di perguruan tinggi internasional (1,29%), perguruan tinggi negeri (46,7%), perguruan tinggi swasta (47,4%), dan ikatan dinas (4,5%).

Anak-anak yang miskin dan kumuh itu juga telah berhasil lepas dari jerat kemiskinan. Saat ini, lulusannya telah memiliki penghasilan rata-rata sebesar Rp 7,5 juta per bulan. Yang mengejutkan, mereka memiliki naluri yang sangat mulia, menjadi kakak asuh dari anak-anak miskin di desanya.

Mundur Seribu Tahun

Pemerintah sebaiknya tidak menutup pintu dialog dengan alumni, mahasiswa yang tergabung dalam FKPP, dan tokoh/pemerhati pendidikan yang kritis. Pemerintah seyogyanya bijak menanggapi kritik publik. Tidak menggangap kritik tajam dari publik sebagai hal yang sepele.

Sebuah kebijakan yang mendapatkan reaksi positif dan negatif menandakan terdapat persoalan yang substansif. Yang perlu ditanggapi dengan membuka ruang dialog, melakukan kajian ulang, menemukan titik unggul dan kelemahannya. Tidak bisa kebijakan  menghapus diambil terburu-buru karena akan berdampak buruk di masa mendatang.

Misalnya saja, sekali saja sistem persekolah SMAN Bali Mandara dihilangkan maka selamanya akan hilang. Tidak butuh menunggu setahun, 10 tahun, atau 100 tahun. Sehari setelah kebijakan penghapusan dilakukan, saat itu juga persekolahan yang sarat prestasi ini langsung punah.

Menghapus persekolahan SMAN Bali Mandara sama saja dengan menarik paksa kembali rakyat Bali ke seribu tahun lalu. Di masa dimana rakyatnya dicitrakan hidup dalam kubang kebodohan, kemiskinan, dan gemar melakukan amuk.

Kepala SMAN Bali Mandara I Nyoman Darta Purnabakti | Inilah Sosok dan Liku Pendidikannya

Dimana pada abad ke-10,  kemiskinan dan kebodohan adalah satu satu citra peradaban yang melekat pada rakyat Bali, di jaman kerajaan dan kolonial. Ketika itu, Bali direkayasa oleh kaum kolonial sebagai Bali yang tak berarti apa-apa kecuali identik dengan bodoh, tenaga kasar, buruh, manusia brutal yang tak segan-segan mengamuk (Darma Putra, 1994).

Untuk itu, dibutuhkan kebijakan dari pemerintah, DPRD, tokoh publik, generasi muda, alumni sebagai para pelaku langsung untuk membuka ruang dialog agar dapat mengambil keputusan yang tidak keliru sehingga berdampak buruk di masa depan. Inginnya maju 100 tahun ke depan, karena kesalahan kita, Bali mundur kembali ke era seribu tahun lalu. [T]

Tags: SMAN Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar ke Desa Bantiran Tabanan | Terus Terang Soal Anggaran pada Pengelolaan Sampah Masyarakat

Next Post

Mari Tunggu Aksi Hero Makanan di Ubud Food Festival, 24-26 Juni 2022

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Mari Tunggu Aksi Hero Makanan di Ubud Food Festival, 24-26 Juni 2022

Mari Tunggu Aksi Hero Makanan di Ubud Food Festival, 24-26 Juni 2022

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co