2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar ke Desa Bantiran Tabanan | Terus Terang Soal Anggaran pada Pengelolaan Sampah Masyarakat

Gading Ganesha by Gading Ganesha
June 16, 2022
in Khas
Belajar ke Desa Bantiran Tabanan | Terus Terang Soal Anggaran pada Pengelolaan Sampah Masyarakat

Ibu-ibu mengikuti sosialisasi bank sampah di Desa Bantiran, Pupuan, Tabanan | Foto: Ganesha

Awal Juni 2022 lalu saya menerima undangan untuk sosialisasi bank sampah di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.

Ada yang menarik perhatian saya ketika pertama sampai di lokasi sosialisasi. Ada sebuah aula di belakang kantor Desa Bantiran, terlihat spanduk tanda kegiatan yang sedikit berbeda dari kebiasaan saya di desa. Tertulis jelas nama kegiatan, nomenklatur kegiatan dan anggaran dana pelaksanaan kegiatannya.

Jika biasanya hanya tertulis nama kegiatan, nama desa dan waktu pelaksanaan, spanduk ini berbeda, atau mungkin saya saja yang baru tahu. Tapi dari sekian banyak saya menghadiri undangan dari desa-desa, baru kali pertama saya melihatnya.

Saya memang hampir dua tahun sudah tak menerima undangan sosialisasi ke desa-desa tentang bank sampah. Selain faktor pandemi yang melarang orang berkumpul, juga ditambah semakin banyak para penggiat lingkungan kini yang rajin turun ke desa-desa.

Sejalan dengan menurunnya efek pandemi, sepertinya desa-desa sudah mulai bergeliat, termasuk untuk urusan persampahan.

Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Undangan sosialisasi sendiri sebenarnya tidak ditujukan langsung kepada saya, tetapi untuk Yasasan Bali Wastu Lestari (BWL). Yayasan yang bermarkas di Denpasar ini memang sedari dulu menjadi salah satu yasayan yang banyak mendirikan bank sampah di desa-desa di Bali.

Kebetulan pengelola yayasan adalah guru, partner dan juga teman diskusi saya untuk urursan bank sampah. Dan karena satu dan lain hal, ia mendelegasikan tugas sosialisasi ke Desa Bantiran, sebuah desa yang berbatasan langsung dengan Desa Subuk, Busungbiu, Buleleng, itu kepada saya.

Sayapun mengiyakan untuk bisa mewakili BWL bertemu warga Desa Bantiran. Sudah cukup rindu rasanya berkunjung ke desa-desa.

Hari itu Jumat. Sekitar pukul 07.15 Wita saya berangkat, berbekal air putih dalam tumbler dan setepak nasi dengan lauk-pauk racikan istri. Saya memulai perjalanan. Jarak Desa Panji, Buleleng, (tempat saya tinggal) dan Bantiran menurut map Google dapat ditempuh dalam waktu 1 Jam 15 menit dengan sepeda motor.

Meskipun dalam undangan tertulis acara dimulai pukul 09.00 Wita, saya merasa perlu untuk berangkat lebih awal, agar bisa lebih santai di perjalanan. Lama sudah saya tidak menuju Tabanan melewati jalur Busungbiu. Terakhir saya ke Tabanan, saat itu ketika sosialisasi bank sampah di Desa Manikyang, Selemadeg, tiga tahun lalu.

Desa Bantiran memang tidak begitu asing, dulu ketika menjadi tenaga fasilitator di Desa Pucaksari Busungbiu, hampir empat kali dalam seminggu saya melewati Desa Bantiran.

Foto: Sosialisasi bank sampah di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.

Pukul 08.30 Wita saya sudah sampai di perbatasan Desa Subuk dan Desa Bantiran, yang juga jadi batas Kabupaten Buleleng dan Tabanan. Saya mulai melambatkan kecepatan sepeda motor untuk sedikit mengamati kondisi Desa Bantiran kini. Terasa suasana sejuk di sepanjang jalan.

Jarak antar rumah terlihat tidak begitu padat di pinggiran jalan. Kepadatan mulai nampak setelah berada dekat kantor Desa Bantiran, dan mulai semakin ramai mendekati perbatasan dengan Desa Pupuan.

Terlihat banyak ibu-ibu mulai berjalan kaki menuju kantor desa,  salah satu pemandangan yang jarang saya lihat di desa saya, semua berkendara meskipun sebatas ke pasar desa.

Sesampainya di arena desa, seperti tertulis dalam surat undangan, arena ini semacam aula terbuka atau wantilan desa yang berada tepat di belakang kantor Desa Bantiran, terlihat sudah banyak berkumpul ibu-ibu di tempat itu.

Terlihat juga petugas desa sedang mempersiapkan sarana prasarana sosialisasi, lalu ada seorang polisi Babinkabtimas yang memperingatkan ibu-ibu agar tetap menggunakan masker, meskipun pandemi sudah berkurang.

Saya menghampiri salah satu petugas di sana dan mempernalkan diri sebagai perwakilan dari BWL dan Bank Sampah. Diarahkanlah saya untuk menunggu sebentar dan bisa duduk di salah satu tempat yang sudah disediakan.

Widianingsih, Kelian Banjar yang Dirikan Bank Sampah | Angkut Sampah Sendiri, Itu Biasa…

Sembari menunggu, di situlah mata saya teralihkan pada spanduk yang tergantung di tiang-tiang arena. Huruf-hurufnya cukup kecil karena banyaknya informasi yang disajikan.

Mulai dari judul kegiatan, Bidang Pelaksanaanya yang berada di Bidang Dua Pelaksanaan Pembangunan Desa, hingga anggaran kegiatan yang mencapai Rp.36.511.000 (Tiga Puluh Enam Juta lima Ratus Sebelas Ribu Rupiah), angka yang bisa dibilang tidak kecil untuk satu kali kegiatan, tertulis juga luaran kegiatan yaitu terciptanya lingkungan yang bersih.

Jadi, bisa disimpulkan secara sederhana, untuk menciptakan lingkungan yang bersih, kita juga harus jujur dan terbuka dalam penggunaan anggaran.

Sebelum acara dimulai, seorang perangkat desa mulai mengambil mik, lalu mengatakan tentang pelaksanaan kegiatan tersebut, mulai dari acara yang akan dihadiri oleh Kadis Lingkungan Hidup (LH) Tabanan dan Camat Pupuan.

Secara terbuka juga ia menjelaskan besaran anggaran kegiatan dan ditujukan untuk apa saja, seperti membeli ember besar, gayung kecil, dirigen putih 5 liter, gula dan EM4. Nantinya semua itu akan dibagikan kepada 117 keluarga di wilayah Banjar Dinas Bantiran Kelod untuk tempat pengelolaan sampah organik.

Disampaikan pula bahwa acara sosialisasi akan dimaksimalkan sampai jam 12 siang, karena tidak ada anggaran untuk makan siang, hanya kue ringan saja, dananya dimaksimalkan untuk membeli sarana tadi katanya.

Keterbukaan informasi dan keterusterangan perangkat desa itu, memberi kesan mendalam di hati saya. Bagaimana orang-orang desa berpikir lebih sederhana, kalau sudah terbuka dan jelas anggaran itu untuk apa saja, tentu tidak akan ada lagi pertanyaan di masyarakat, pikir saya. Yang terpenting tujuannya jelas dan semua menikmati.

Bapak Kadis LH Tabanan dan Bapak Camat Pupuan pun tiba di lokasi. Dan acara acara sosialisai dimulai. Saat itu  kembali saya terpana. Bagaimana Prebekel Desa Bantiran I Nyoman Suranata terlihat begitu serius menjelaskan program kegiatannya.

Kata dia, untuk sementara kegiatan itu fokus pada satu banjar dulu sehingga anggaran yang ada mampu dimaksimalkan untuk menyelesaikan permasalahan sampah.

Setelahnya Camat Pupuan I Putu Gede Wirawan memberikan arahan. Arahannya seperti sedang sosialisasi, karena isinya penuh dengan informasi bagaimana ia dan keluarganya membuat eco enzym lalu memanfaatkannya dirumah. B ahkan ia juga membuat clasic enzym yanh bisa diminum. Kalau sudah praktek langsung memang terlihat berbeda cara penyampaiannya.

Seperti tak mau kalah, Kadis LH Tabanan I Made Subagia, dengan semangatnya mensosialisasikan pengelolaan sampah, baik sampah organik dan non organik, bahkan ia yang datang sendirian tanpa didampingi stafnya itu membawa sampah dari rumahnya, katanya agar mudah menjelaskan sampah apa saja yang nanti bisa ditabung di bank sampah.

Bahkan di akhir sosialisasinya ia memberikan minyak goreng kepada dua orang ibu-ibu yang berani kedepan untuk mengulang apa saja yang sudah disosialisasikannya itu. Pembawaan Kadis ini seakan tak ada jarak, bahasanya yang disampaikan juga sederhana.

Kata Bapak Perbekel, Kadis yang satu ini memang paling mudah dihubungi dan diajak diskusi, dan diundang kapan pun selalu siap.

3 Bocah Yatim Rajin Tabung Sampah untuk Beli Alat Sekolah | Ini Kisah Nasabah Bank Sampah Galang Panji

Ada alasan khusus kenapa seorang Kepala Dinas datang sendiri. Di sela-sela obrolan kami, ia katakan tak ingin memberatkan bawahannya, karena jarak Desa Bantiran dari Kota Tabanan yang cukup jauh, apalagi sekarang tak ada uang perjalanan.

 “Ya karena saya lebih tinggi penghasilanya, ya harus bekerja lebih banyak, jadi biarpun malam, atau hari libur biasanya saya sendiri yang hadir sosialisasi, De,” ujarnya.

Saya sendiri berharap ke depan bisa kembali berkolaborasi dengan Kadis LH Tabanan ini, Eh, ternyata informasi terbaru dari laman Facebook I Made Subagia, tertulis ia kini telah bertugas di tempat baru tepatnya di Dinas Pertanian Tabanan, mungkin tugas yang lebih besar dipercayakan padanya, mengingat Tabanan dikenal sebagai “lumbung beras” Provinsi Bali.

Setelah saya menyampaikan materi tentang bagaimana membangun Bank Sampah Galang Panji yang mandiri dan jenis-jenis sampah yang dapat ditabung di Bank Sampah, acaranya pun ditutup oleh perbekel dengan sesi foto bersama dan pembagian ember dan sarana lainya itu kepada para ibu-ibu yang hadir.

Pesan Perbekel agar ember yang dibagikan digunakan untuk Komposter, sementara Dirigen dan Gula untuk membuat ecoenzym. “Gulanya jangan dipakai buat jaje hari Raya Galungan ya, niki untuk membuat eco enzyme,” jelasnya disambut tawa para ibu-ibu.

Sehabis menikmati secangkir kopi di ruang Perbekel bersama Kadis LH dan Camat Pupuan saya pun ijin pulang kembali ke Desa Panji.[T]

Tags: Bank SampahDesa BantiranKecamatan Pupuantabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hujan Air, Hujan Pujian, Hujan Cacian, Gianyar Harusnya Juara | Dari Lomba Baleganjur PKB 2022

Next Post

Hapus Persekolahan SMAN Bali Mandara, Bali Mundur (Lagi) Seribu Tahun

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Hapus Persekolahan SMAN Bali Mandara, Bali Mundur (Lagi) Seribu Tahun

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co