2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Gading Ganesha by Gading Ganesha
March 15, 2022
in Khas
Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Lisna Baktiari dari Kaliasem

“Ternyata menyenangkan ya, Bli, mengelola bank sampah!” Begitulah curhat Lisna kepada saya pada suatu hari yang cerah.

Lisna nama lengkapnya Made Lisna Baktiari. Selama setahun saya tak bertemu dia. Setahun lalu saya hadir di tempatnya untuk sosialisasi pembentukkan bank sampah

“Ya, menyenangkan, meskipun tantangannya juga banyak terutama mendorong masyarakat untuk sadar mau memilah sampah dari rumahnya,” kata Lisna.

Lisna bersama 15 relawan lain di Banjar Dinas Asah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, sudah hampir setahun bergelut mengelola bank sampah. Namanya, Bank Sampah Anandita Mahagora. Itu nama yang sama seperti nama organisasi pemuda di banjar itu.

Lisna. Muda. Cantik. Tangal 21 Maret ini genap ia berusia 24 tahun.

Dia berkata, ada banyak kendala yang ditemui selama mengelola bank sampah, mulai dari susahnya menumbuhkan kepercayaan warga sekitar untuk mau menabung sampah,  masalah interen para pengelolaanya, dan juga karena kadang harus mengeluarkan uang sendiri untuk operasional bank sampahnya.

“Di saat memulai gerakan ini kami mengalami kesulitan untuk mengajak masyarakat mengumpulkan sampah,” kata dia.

Selain itu, permasalahan yang sering muncul dari pengelolaan sampah adalah dari internal sendiri. “Karena tim kami banyak yang sudah bekerja jadi agak jarang semua bisa membantu dalam hal pengambilan sampah maupun pemilahan sampah,” katanya.

Untuk itu, secara materi ia mengeluarkan modal mandiri untuk kegiatan ini karena memang memerlukan biaya untuk pembelian bahan dan alat untuk pengelolaan sampah.

Lisna. Mandiri. Bekerja keras. Ia anak kedua dari pasangan Made Sukedana dan Kadek Merta.

Setiap minggu Lisna turun langsung mengelola Bank Sampah yang dikelolanya. Bahkan ia sendiri tidak malu untuk mengangkut sampah dengan sepeda motor dari rumah warga ke gudang sampah bank sampahnya.

“Tidak ada gengsi, Bli, ngambil sampah di rumah nasabah, jadi biasa saja, karena sudah jadi komitmen, ya saya jalanin saja,” ujarnya.

Lisna. Berpendidikan. Ia Sarjana lulusan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja.

Dalam melakukan kegiatannya ia selalu mendapat dukungan dari keluarga dan orang terdekatnya. Dan keluarganya pula yang banyak membantu untuk memastikan bank sampah yang dikelolanya untuk bisa berjalan maksimal.

“Asalkan kegiatan yang saya lakukan positif keluarga dan orang dekat saya selalu mendukung,” katanya.

Kegiatan pemilahan sampah di Bank Sampah Anandita Mahagora, Banjar Asah, Kaliasem, Buleleng

Pada saat ada permasalahan dan ketika ia merasa down, keluargalah orang-orang pertama yang membangkitkan kembali semangatnya untuk terus maju dan mengembangkan hal yang sudah dilaksanakan. “Bahkan mereka mengatakan bahwa mereka sangat bangga dengan apa yang saya lakukan” ungkap Lisna.

Selain mengelola Bank Sampah Anandita Mahaghora Lisna juga aktif sebagai tenaga pendidik di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Singaraja. Niatnya membangun bank sampah sendiri didorong atas kesadaran bahwa masalah sampah yang ada di wilayahnya sudah semakin pelik, meskipun desanya sudah memiliki tempat pengelolaan sampah terpadu,  nyatanya masyarakat masih saja buang sampah sembarangan. Sebuah kondisi yang memang terjadi di semua wilayah.

“Dulu, di lingkungan sekitar masih banyak yang tidak peduli akan bahayanya sampah.” Kata Lisna.

Dan, karena itulah ia tergugah untuk menciptakan perubahan pola pikir atau pun pola hidup pada masyarakat sekitarnya. “Sehingga saya bersama tim sepakat untuk membentuk Bank Sampah. Sebuah unit kegiatan yang terbentuk di bawah kelompok muda mudi,” ujar Lisna.

***

Saya sebagai pengelola Bank Sampah Galang Panji benar-benar merasakan semangatnya Lisna untuk mengelola Bank Sampah.

Sebelum membuat bank sampah,  ia datang langsung sendiri ke bank sampah saya di Desa Panji untuk melihat bagaimana kegiatan Bank Sampah Galang Panji. Meskipun ada sedikit keraguan saya berusaha memberikan informasi selengkapnya kepada Lisna.

Keraguan saya sendiri muncul karena berpikir bagaimana seorang perempuan datang sendiri mau mengelola bank sampah. Karena sebelumnya banyak orang datang ke tempat saya, bukan orang sembarangan tapi orang yang punya kewenangan, dan tidak sendiri, tapi bank sampah yang mereka bangun malah tidak berjalan

Tapi tampaknya Lisna memang punya semangat tinggi. Beberapa minggu setelahnya Lisna dan muda-mudinya mengundang saya untuk datang ke banjarnya memberikan sosialisasi pembentukkan bank sampah. Dan beberapa hari setelah sosialisasi Lisna mengabarkan bahwa Bank Sampah yang diidam-idamkan itu sudah terbentuk dan sudah mulai beroperasi.

Lisna di antara sampah

Kini hampir setahun berlalu dan Lisna nampak masih tetap bersemangat untuk membangun bank sampahnya, nasabahnya juga sudah cukup banyak. Sebulan sekali sudah mengirim sampah untuk didaurulang oleh Rumah Plastik yang jadi patner bank sampahnya.

Meskipun muda-mudi yang diajaknya di awal banyak yang ada kesibukan lain,  namun tak menghalangi jalannya bank sampah itu karena kini ia juga dibantu oleh Ibu-Ibu kelompok tani yang ada di banjarnya.

“Selain dibantu muda-mudi saya beserta tim, kini juga dibantu ibu-ibu kelompok tani dan anak-anak sekolah di saat mereka memiliki waktu luang,” Lisna.

Lisna memang akrab dengan siapa saja. Ia punya dua saudari, Putu Eka Rasminingsih dan Komang Mangku Ayu Ervina Kartini.

“Menyenangkan kalau melihat ada ibu-ibu yang bercerita sudah memilah dan mengumpulkan sampah, dan meberitahu saya untuk nanti bisa diambil sampahnya, saya jadi semakin semangat mengelola sampah,” kata Lisna.

Lisna menuturkan walau bank sampahnya belum mendapatkan keuntungan secara materi tapi ia seperti merasakan kesenangan tiada tara ketika melihat beberapa warga mulai sadar mau memilah sampah dan menabung sampah.

ia juga berharap Bank Sampah yang dikelolanya mendapat perhatian dari pemerintah Desa Dinas dan Desa Adat agar upaya pengelolaannya dapat berkelanjutan dan berkembang

“Semoga bank sampah yang saya bangun bersama tim dapat terus berkembang dan tentunya bermanfaat untuk masyarakat,” kata Lisna.

Apalagi, di Desa Kaliasem, Bank Sampah Anandita Mahaghora ini merupakan bank sampah satu-satunya di daerah itu.

“Terima kasih, Bli!” kata Lisna di akhir perbincangan.

Ia memberi saya buah naga dan silik untuk saya bawa pulang. Kata dia, buah itu hasil panen dari halaman rumahnya. Wah. [T]

_____

BACA ARTIKEL TENTANG SAMPAH DAN BANK SAMPAH LAINNYA DARI PENULIS GADING GANESHA

Tags: Bank SampahBank Sampah Galang PanjiSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Benang Merah Wayang dan Realita | Antara Pesan dan Lelucon yang Dikehendaki

Next Post

Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co