24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Gading Ganesha by Gading Ganesha
March 15, 2022
in Khas
Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Lisna Baktiari dari Kaliasem

“Ternyata menyenangkan ya, Bli, mengelola bank sampah!” Begitulah curhat Lisna kepada saya pada suatu hari yang cerah.

Lisna nama lengkapnya Made Lisna Baktiari. Selama setahun saya tak bertemu dia. Setahun lalu saya hadir di tempatnya untuk sosialisasi pembentukkan bank sampah

“Ya, menyenangkan, meskipun tantangannya juga banyak terutama mendorong masyarakat untuk sadar mau memilah sampah dari rumahnya,” kata Lisna.

Lisna bersama 15 relawan lain di Banjar Dinas Asah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, sudah hampir setahun bergelut mengelola bank sampah. Namanya, Bank Sampah Anandita Mahagora. Itu nama yang sama seperti nama organisasi pemuda di banjar itu.

Lisna. Muda. Cantik. Tangal 21 Maret ini genap ia berusia 24 tahun.

Dia berkata, ada banyak kendala yang ditemui selama mengelola bank sampah, mulai dari susahnya menumbuhkan kepercayaan warga sekitar untuk mau menabung sampah,  masalah interen para pengelolaanya, dan juga karena kadang harus mengeluarkan uang sendiri untuk operasional bank sampahnya.

“Di saat memulai gerakan ini kami mengalami kesulitan untuk mengajak masyarakat mengumpulkan sampah,” kata dia.

Selain itu, permasalahan yang sering muncul dari pengelolaan sampah adalah dari internal sendiri. “Karena tim kami banyak yang sudah bekerja jadi agak jarang semua bisa membantu dalam hal pengambilan sampah maupun pemilahan sampah,” katanya.

Untuk itu, secara materi ia mengeluarkan modal mandiri untuk kegiatan ini karena memang memerlukan biaya untuk pembelian bahan dan alat untuk pengelolaan sampah.

Lisna. Mandiri. Bekerja keras. Ia anak kedua dari pasangan Made Sukedana dan Kadek Merta.

Setiap minggu Lisna turun langsung mengelola Bank Sampah yang dikelolanya. Bahkan ia sendiri tidak malu untuk mengangkut sampah dengan sepeda motor dari rumah warga ke gudang sampah bank sampahnya.

“Tidak ada gengsi, Bli, ngambil sampah di rumah nasabah, jadi biasa saja, karena sudah jadi komitmen, ya saya jalanin saja,” ujarnya.

Lisna. Berpendidikan. Ia Sarjana lulusan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja.

Dalam melakukan kegiatannya ia selalu mendapat dukungan dari keluarga dan orang terdekatnya. Dan keluarganya pula yang banyak membantu untuk memastikan bank sampah yang dikelolanya untuk bisa berjalan maksimal.

“Asalkan kegiatan yang saya lakukan positif keluarga dan orang dekat saya selalu mendukung,” katanya.

Kegiatan pemilahan sampah di Bank Sampah Anandita Mahagora, Banjar Asah, Kaliasem, Buleleng

Pada saat ada permasalahan dan ketika ia merasa down, keluargalah orang-orang pertama yang membangkitkan kembali semangatnya untuk terus maju dan mengembangkan hal yang sudah dilaksanakan. “Bahkan mereka mengatakan bahwa mereka sangat bangga dengan apa yang saya lakukan” ungkap Lisna.

Selain mengelola Bank Sampah Anandita Mahaghora Lisna juga aktif sebagai tenaga pendidik di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Singaraja. Niatnya membangun bank sampah sendiri didorong atas kesadaran bahwa masalah sampah yang ada di wilayahnya sudah semakin pelik, meskipun desanya sudah memiliki tempat pengelolaan sampah terpadu,  nyatanya masyarakat masih saja buang sampah sembarangan. Sebuah kondisi yang memang terjadi di semua wilayah.

“Dulu, di lingkungan sekitar masih banyak yang tidak peduli akan bahayanya sampah.” Kata Lisna.

Dan, karena itulah ia tergugah untuk menciptakan perubahan pola pikir atau pun pola hidup pada masyarakat sekitarnya. “Sehingga saya bersama tim sepakat untuk membentuk Bank Sampah. Sebuah unit kegiatan yang terbentuk di bawah kelompok muda mudi,” ujar Lisna.

***

Saya sebagai pengelola Bank Sampah Galang Panji benar-benar merasakan semangatnya Lisna untuk mengelola Bank Sampah.

Sebelum membuat bank sampah,  ia datang langsung sendiri ke bank sampah saya di Desa Panji untuk melihat bagaimana kegiatan Bank Sampah Galang Panji. Meskipun ada sedikit keraguan saya berusaha memberikan informasi selengkapnya kepada Lisna.

Keraguan saya sendiri muncul karena berpikir bagaimana seorang perempuan datang sendiri mau mengelola bank sampah. Karena sebelumnya banyak orang datang ke tempat saya, bukan orang sembarangan tapi orang yang punya kewenangan, dan tidak sendiri, tapi bank sampah yang mereka bangun malah tidak berjalan

Tapi tampaknya Lisna memang punya semangat tinggi. Beberapa minggu setelahnya Lisna dan muda-mudinya mengundang saya untuk datang ke banjarnya memberikan sosialisasi pembentukkan bank sampah. Dan beberapa hari setelah sosialisasi Lisna mengabarkan bahwa Bank Sampah yang diidam-idamkan itu sudah terbentuk dan sudah mulai beroperasi.

Lisna di antara sampah

Kini hampir setahun berlalu dan Lisna nampak masih tetap bersemangat untuk membangun bank sampahnya, nasabahnya juga sudah cukup banyak. Sebulan sekali sudah mengirim sampah untuk didaurulang oleh Rumah Plastik yang jadi patner bank sampahnya.

Meskipun muda-mudi yang diajaknya di awal banyak yang ada kesibukan lain,  namun tak menghalangi jalannya bank sampah itu karena kini ia juga dibantu oleh Ibu-Ibu kelompok tani yang ada di banjarnya.

“Selain dibantu muda-mudi saya beserta tim, kini juga dibantu ibu-ibu kelompok tani dan anak-anak sekolah di saat mereka memiliki waktu luang,” Lisna.

Lisna memang akrab dengan siapa saja. Ia punya dua saudari, Putu Eka Rasminingsih dan Komang Mangku Ayu Ervina Kartini.

“Menyenangkan kalau melihat ada ibu-ibu yang bercerita sudah memilah dan mengumpulkan sampah, dan meberitahu saya untuk nanti bisa diambil sampahnya, saya jadi semakin semangat mengelola sampah,” kata Lisna.

Lisna menuturkan walau bank sampahnya belum mendapatkan keuntungan secara materi tapi ia seperti merasakan kesenangan tiada tara ketika melihat beberapa warga mulai sadar mau memilah sampah dan menabung sampah.

ia juga berharap Bank Sampah yang dikelolanya mendapat perhatian dari pemerintah Desa Dinas dan Desa Adat agar upaya pengelolaannya dapat berkelanjutan dan berkembang

“Semoga bank sampah yang saya bangun bersama tim dapat terus berkembang dan tentunya bermanfaat untuk masyarakat,” kata Lisna.

Apalagi, di Desa Kaliasem, Bank Sampah Anandita Mahaghora ini merupakan bank sampah satu-satunya di daerah itu.

“Terima kasih, Bli!” kata Lisna di akhir perbincangan.

Ia memberi saya buah naga dan silik untuk saya bawa pulang. Kata dia, buah itu hasil panen dari halaman rumahnya. Wah. [T]

_____

BACA ARTIKEL TENTANG SAMPAH DAN BANK SAMPAH LAINNYA DARI PENULIS GADING GANESHA

Tags: Bank SampahBank Sampah Galang PanjiSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Benang Merah Wayang dan Realita | Antara Pesan dan Lelucon yang Dikehendaki

Next Post

Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co