2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Gading Ganesha by Gading Ganesha
March 15, 2022
in Khas
Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Lisna Baktiari dari Kaliasem

“Ternyata menyenangkan ya, Bli, mengelola bank sampah!” Begitulah curhat Lisna kepada saya pada suatu hari yang cerah.

Lisna nama lengkapnya Made Lisna Baktiari. Selama setahun saya tak bertemu dia. Setahun lalu saya hadir di tempatnya untuk sosialisasi pembentukkan bank sampah

“Ya, menyenangkan, meskipun tantangannya juga banyak terutama mendorong masyarakat untuk sadar mau memilah sampah dari rumahnya,” kata Lisna.

Lisna bersama 15 relawan lain di Banjar Dinas Asah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, sudah hampir setahun bergelut mengelola bank sampah. Namanya, Bank Sampah Anandita Mahagora. Itu nama yang sama seperti nama organisasi pemuda di banjar itu.

Lisna. Muda. Cantik. Tangal 21 Maret ini genap ia berusia 24 tahun.

Dia berkata, ada banyak kendala yang ditemui selama mengelola bank sampah, mulai dari susahnya menumbuhkan kepercayaan warga sekitar untuk mau menabung sampah,  masalah interen para pengelolaanya, dan juga karena kadang harus mengeluarkan uang sendiri untuk operasional bank sampahnya.

“Di saat memulai gerakan ini kami mengalami kesulitan untuk mengajak masyarakat mengumpulkan sampah,” kata dia.

Selain itu, permasalahan yang sering muncul dari pengelolaan sampah adalah dari internal sendiri. “Karena tim kami banyak yang sudah bekerja jadi agak jarang semua bisa membantu dalam hal pengambilan sampah maupun pemilahan sampah,” katanya.

Untuk itu, secara materi ia mengeluarkan modal mandiri untuk kegiatan ini karena memang memerlukan biaya untuk pembelian bahan dan alat untuk pengelolaan sampah.

Lisna. Mandiri. Bekerja keras. Ia anak kedua dari pasangan Made Sukedana dan Kadek Merta.

Setiap minggu Lisna turun langsung mengelola Bank Sampah yang dikelolanya. Bahkan ia sendiri tidak malu untuk mengangkut sampah dengan sepeda motor dari rumah warga ke gudang sampah bank sampahnya.

“Tidak ada gengsi, Bli, ngambil sampah di rumah nasabah, jadi biasa saja, karena sudah jadi komitmen, ya saya jalanin saja,” ujarnya.

Lisna. Berpendidikan. Ia Sarjana lulusan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja.

Dalam melakukan kegiatannya ia selalu mendapat dukungan dari keluarga dan orang terdekatnya. Dan keluarganya pula yang banyak membantu untuk memastikan bank sampah yang dikelolanya untuk bisa berjalan maksimal.

“Asalkan kegiatan yang saya lakukan positif keluarga dan orang dekat saya selalu mendukung,” katanya.

Kegiatan pemilahan sampah di Bank Sampah Anandita Mahagora, Banjar Asah, Kaliasem, Buleleng

Pada saat ada permasalahan dan ketika ia merasa down, keluargalah orang-orang pertama yang membangkitkan kembali semangatnya untuk terus maju dan mengembangkan hal yang sudah dilaksanakan. “Bahkan mereka mengatakan bahwa mereka sangat bangga dengan apa yang saya lakukan” ungkap Lisna.

Selain mengelola Bank Sampah Anandita Mahaghora Lisna juga aktif sebagai tenaga pendidik di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Singaraja. Niatnya membangun bank sampah sendiri didorong atas kesadaran bahwa masalah sampah yang ada di wilayahnya sudah semakin pelik, meskipun desanya sudah memiliki tempat pengelolaan sampah terpadu,  nyatanya masyarakat masih saja buang sampah sembarangan. Sebuah kondisi yang memang terjadi di semua wilayah.

“Dulu, di lingkungan sekitar masih banyak yang tidak peduli akan bahayanya sampah.” Kata Lisna.

Dan, karena itulah ia tergugah untuk menciptakan perubahan pola pikir atau pun pola hidup pada masyarakat sekitarnya. “Sehingga saya bersama tim sepakat untuk membentuk Bank Sampah. Sebuah unit kegiatan yang terbentuk di bawah kelompok muda mudi,” ujar Lisna.

***

Saya sebagai pengelola Bank Sampah Galang Panji benar-benar merasakan semangatnya Lisna untuk mengelola Bank Sampah.

Sebelum membuat bank sampah,  ia datang langsung sendiri ke bank sampah saya di Desa Panji untuk melihat bagaimana kegiatan Bank Sampah Galang Panji. Meskipun ada sedikit keraguan saya berusaha memberikan informasi selengkapnya kepada Lisna.

Keraguan saya sendiri muncul karena berpikir bagaimana seorang perempuan datang sendiri mau mengelola bank sampah. Karena sebelumnya banyak orang datang ke tempat saya, bukan orang sembarangan tapi orang yang punya kewenangan, dan tidak sendiri, tapi bank sampah yang mereka bangun malah tidak berjalan

Tapi tampaknya Lisna memang punya semangat tinggi. Beberapa minggu setelahnya Lisna dan muda-mudinya mengundang saya untuk datang ke banjarnya memberikan sosialisasi pembentukkan bank sampah. Dan beberapa hari setelah sosialisasi Lisna mengabarkan bahwa Bank Sampah yang diidam-idamkan itu sudah terbentuk dan sudah mulai beroperasi.

Lisna di antara sampah

Kini hampir setahun berlalu dan Lisna nampak masih tetap bersemangat untuk membangun bank sampahnya, nasabahnya juga sudah cukup banyak. Sebulan sekali sudah mengirim sampah untuk didaurulang oleh Rumah Plastik yang jadi patner bank sampahnya.

Meskipun muda-mudi yang diajaknya di awal banyak yang ada kesibukan lain,  namun tak menghalangi jalannya bank sampah itu karena kini ia juga dibantu oleh Ibu-Ibu kelompok tani yang ada di banjarnya.

“Selain dibantu muda-mudi saya beserta tim, kini juga dibantu ibu-ibu kelompok tani dan anak-anak sekolah di saat mereka memiliki waktu luang,” Lisna.

Lisna memang akrab dengan siapa saja. Ia punya dua saudari, Putu Eka Rasminingsih dan Komang Mangku Ayu Ervina Kartini.

“Menyenangkan kalau melihat ada ibu-ibu yang bercerita sudah memilah dan mengumpulkan sampah, dan meberitahu saya untuk nanti bisa diambil sampahnya, saya jadi semakin semangat mengelola sampah,” kata Lisna.

Lisna menuturkan walau bank sampahnya belum mendapatkan keuntungan secara materi tapi ia seperti merasakan kesenangan tiada tara ketika melihat beberapa warga mulai sadar mau memilah sampah dan menabung sampah.

ia juga berharap Bank Sampah yang dikelolanya mendapat perhatian dari pemerintah Desa Dinas dan Desa Adat agar upaya pengelolaannya dapat berkelanjutan dan berkembang

“Semoga bank sampah yang saya bangun bersama tim dapat terus berkembang dan tentunya bermanfaat untuk masyarakat,” kata Lisna.

Apalagi, di Desa Kaliasem, Bank Sampah Anandita Mahaghora ini merupakan bank sampah satu-satunya di daerah itu.

“Terima kasih, Bli!” kata Lisna di akhir perbincangan.

Ia memberi saya buah naga dan silik untuk saya bawa pulang. Kata dia, buah itu hasil panen dari halaman rumahnya. Wah. [T]

_____

BACA ARTIKEL TENTANG SAMPAH DAN BANK SAMPAH LAINNYA DARI PENULIS GADING GANESHA

Tags: Bank SampahBank Sampah Galang PanjiSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Benang Merah Wayang dan Realita | Antara Pesan dan Lelucon yang Dikehendaki

Next Post

Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co