22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

3 Bocah Yatim Rajin Tabung Sampah untuk Beli Alat Sekolah | Ini Kisah Nasabah Bank Sampah Galang Panji

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 10, 2021
in Khas
3 Bocah Yatim Rajin Tabung Sampah untuk Beli Alat Sekolah | Ini Kisah Nasabah Bank Sampah Galang Panji

Agus dibantu adiknya, Daniel, mengirim sampah ke Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji, Suksada, Buleleng [Foto: Gading Ganesha]

Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, punya nasabah dari berbagai usia, mulai dari nenek-nenek hingga bocah-bocah. Nah, mari saya ceritakan tentang tiga bocah dari Banjar Kelod Kauh, Desa Panji. Mereka adalah Agus, Daniel dan Lisa.

Pagi itu, Minggu 8 Agustus 2021, cuaca cukup bersahabat, matahari sedikit terik menyinari,  meskipun begitu, saya sebagai pengelola Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji bersama beberapa rekan mulai mempersiapkan karung sampah, tali plastik dan timbangan.

Sesuai jadwal, setiap Hari Minggu, kami dari Bank Sampah Galang Panji buka di depan balai masyarakat Banjar Kelod Kauh Desa Panji. Dari depan balai banjar itulah kami menerima tabungan sampah dari warga sekitar.

Sambil menunggu nasabah datang, kami biasanya duduk-duduk di warung dekat balai banjar itu,  saya memesan kopi hitam,  sementara rekan yang lain selain memesan kopi hitam juga memesan sebatang rokok. Kami ngobrol ke sana-kemari, seputar berita-berita terbaru tentang warga, tentang pemerintahan,  atau juga tentang acara bola. Malah kami jarang membicarakan sampah.

Setelah beberapa menit menunggu, nasabah mulai datang. Kami memiliki nasabah yang rutin selalu datang dengan sampahnya hampir setiap minggu.  Beberapa nasabah lain datangnya bisa dua minggu sekali,  bahkan malah sebulan sekali.  Ada juga yang datang setahun sekali.

Di antara 200 lebih nasabah yang terdata yang rutin datang membawa sampahnya sekitar 50-60 orang. Dan yang paling rutin membawa sampah setiap minggu, hanya satu nasabah. Nama nasabah itu  Putu Agus Arya Saputra. Ia  cucu pertama dari Dadong Tari.  

Bersama tiga bocah: Agus, Daniel dan Lisa

Agus selalu dayang bersama kedua adiknya, yakni Kadek Daniel  Aryawan dan Komang Lisa Amelia. Agus yang baru berusia 14 tahun itu datang membawa sampah yang telah dikemas dalam karung sampah. Daniel yang usianya 9 tahun membantu Agus membawa sampah. Agus di depan dan Daniel di belakang.

Sementara Lisa ikut mendampingi saja. Jika sampahnya cukup banyak Lisa juga membantu, tapi kali ini mereka datang hanya dengan satu kampil besar. 

Agus yang kelahiran 2007 ini sudah menjadi nasabah sejak pertama Bank Sampah Galang Panji buka di tahun 2014. Saat itu usianya baru 7 tahun. Waktu itu Agus datang menemani neneknya, Dadong Tari.

Siapa Dadong Tari?

Dadong Tari sendiri kini usianya 65 tahun. Di Desa Panji, Dadong Tari dikenal memang sanggat ulet dalam bekerja. Tenaganya seakan tidak ada habis-habisnya.  Kini Dadong Tari sudah jarang ikut membawa sampah ke Galang Panji, tugas membawa sampah sudah sepenuhnya dipercayakan kepada Agus, Daniel dan Lisa.

Dadong Tari sendiri masih tetap bertugas mengumpulkan sampah. Sampah biasanya diperoleh dari rumah-rumah warga yang memberinya pekerjaan. Sehari-hari Dadong Tari memang bekerja di rumah-rumah warga untuk membantu membersihkan rumput,  menyapu halaman,  sampai mencarikan kayu bakar.  Setelah selesai bekerja di perjalanan selalu menyempatkan diri untuk mengumpulkan sampah.

Selain itu, ia sendiri juga mencari sendiri sampah sampai di pinggir-pinggir jalan dan sungai di sekitar wilayah Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji. Dulu, Dadong Tari membawa sendiri sampahnya ke bank sampah, cucunya hanya ikut-ikutan. Tapi kini tugas membawa sampah diberikan ke Agus, dan dua adiknya membantu.

Agus mengaku cukup bersyukur ada bank sampah di desanya. Karena dengan begitu, dia dan adik-adiknya jadi punya uang tambahan.

Sejauh ini mereka hanya bergantung dari penghasilan ibunya,  Made Pujiani, serta penghasilan neneknya, Dadong Tari, yang bekerja serabutan. Ayahnya sudah meninggal hampir 6.5 tahun lalu karena sakit.

“Uang dari hasil menabung sampah, selain untuk jajan juga digunakan untuk membeli kelengkapan sekolah, seperti alat praktek,” kata Agus agus yang kini bersekolah di SMPN 4 Singaraja.

Sementara itu, Kadek Daniel Aryawan usianya baru 9 tahun, kini duduk di kelas 4 di SDN No 1 Panji. Sekolahnya hanya 300 meter dari rumahnya, Daniel cukup rajin membantu Agus dan membantu Dadong Tari untuk mengumpulkan sampah sekaligus membawa sampah ke bank sampah.

Daniel yang murah senyum itu jika bertemu kami di Bank Sampah Galang Panji selalu tampak gembira. Jika ditanya uangnya dari hasil sampah buat apa, jawabannya sederhana khas anak-anak. “Buat belanja di warung beli jajak/cemilan,” begitu katanya.

Sementara yang paling bungsu si cantik Komang Lisa Amelia yang biasa dipanggil Lisa Usianya baru 7 tahun,  gadis kecil ini juga bersekolah di SDN No 1 Panji dan sudah kelas 2 di tahun ini.

Sebelum bersekolah Lisa sering ikut neneknya bekerja di rumah tetangga,  sering juga ikut mencari sampah bersama Dadong Tari. Setiap minggu selalu ikut ke Balai Banjar walaupun tidak membawa sampah. Anak itu memang selalu ikut ke mana saja Agus dan Daniel pergi.

Agus memang selalu mengajak kedua adiknya ke balai banjar untuk menabung sampah, karena ibu dan neneknya cukup sibuk bekerja. Sesekali uang yang d tarik digunakan untuk belanja makanan ringan dan bekal sekolah.

Jumlah sampah yang dibawa Agus setiap minggunya berkisar 10-20 Kg sampah plastik yang di Bank Sampah Galang Panji dihargai Rp 2.000,00 per kg-nya. Jadi, dalam seminggu Agus dan adiknya bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp. 20.000 hingga 40.000.

Selain untuk dirinya sendiri, dari uang tabungan sampahnya juga diberikan kepada Ibu dan neneknya, untuk keperluan sehari-hari.

“Uangnya saya kasih Dadong, buat belanja sehari-hari. Tapi kalau masih ada sisa Dadong ngasih saya dan adik-adik untuk belanja,” kata Agus yang punya cita-cita ingin jadi seorang polisi.

Setelah selesai menimbang sampah di Bank Sampah Galang Panji,  Agus menyampaikan untuk menarik tabungannya.  Total tabungannya  sudah mencapai Rp. 82.000. Ia tarik Rp. 50.000.

Begitulah Agus dan adik-adiknya. Ia memang tidak pernah menyimpan tabungannya berlama-lama. Dua minggu sekali atau sebulan sekali pasti menarik tabungannya. [T]

Tags: Bank Sampah Galang PanjilingkunganSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kidung, Coki dan Lana | Ekspedisi Garis Langit Melewati Nusantara dan Asia Tenggara

Next Post

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co