24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Tunggu Aksi Hero Makanan di Ubud Food Festival, 24-26 Juni 2022

tatkala by tatkala
June 16, 2022
in Pertanian
Mari Tunggu Aksi Hero Makanan di Ubud Food Festival, 24-26 Juni 2022

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Mempertahankan sebuah rasa agar selalu sama selama-lamanya adalah sebuah usaha besar yang hanya bisa dilakukan oleh seorang pahwalan di bidang kuliner. Pahlwan itu bisa saja ibu kita, bisa pengusaha warung kecil, bisa juga seorang chef professional.

Untuk itulah seorang pahlawan di bidang kuliner perlu mendapat penghargaan sebagaimana pahlawan di bidang-bidang lainnya.

“Kita akan selalu ingat apa yang kita rasakan saat makan, rindu akan rasa dan lezatnya makanan buatan orang terbaik, chef terbaik, tetapi kita kadang lupa usaha-usaha mereka.” kata Janet DeNeefe. Janet adalah pendiri dan direktur Ubud Food Festival (UFF).

Dan tahun ini, UFF diselenggarakan pada 24 – 26 Juni 2022, di Ubud, Gianyar, Bali.  Tentu, UFF tahun menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh peminat kuliner di Indonesia maupun di dunia, setelah sempat tidak diselenggarakan selama dua tahun karena pandemi.

Festival kuliner ini melibatkan chef, budayawan, pencinta lingkungan, pemilik bisnis dan pakar kuliner ini menjadi tanda kembalinya geliat kreatifitas dan pariwisata Bali kembali pulih.

Kegiatan yang mencakup acara demo memasak dari para chef dan selebriti, bincang-bincang mengenai dunia kuliner, lokakarya, tur kuliner, live musik dan seni, hingga jamuan makan mewah yang spesial. 

“Mengembalikan apa yang telah hilang karena Covid sungguh tidak mungkin, namun kami mencoba tetap membuat sesuatu yang kami gemari dan tidak bisa lepas dari pokok kehidupan, yaitu makanan. Untuk itu festival ini penting untuk dihidupkan kembali. Menjadi percikan api bagi pariwisata dan masyarakat Bali,” ujar Janet DeNeefe.

Tahun ini UFF mengangkat tema HEROES, para pahlawan yang berjasa di dunia kuliner hingga yang terdekat, pahlawan dapur, ibu dan nenek. Merenungkan kembali apa yang kita makan dan apa yang telah mereka buat untuk diwariskan kembali ke anak-cucunya.

Janet juga menyebutkan bahwa tahun ini festival memberikan penghargaan kepada William Wongso yang berjasa terhadap kuliner nusantara. 

Festival ini mengajak puluhan bisnis kuliner dari berbagai ide dan rasa yang tersebar di Taman Kuliner di area festival, dan ini menjadikan UFF mendapat sorotan penting akhir bulan Juni ini. Makanan, minuman hingga bahan makanan pilihan yang khusus dikurasi oleh tim festival dapat dijumpai selama tiga hari sepanjang festival.

***

Ubud Food Festival (UFF) yang didirikan sejak 2015 itu adalah perayaan kuliner lintas budaya dengan kuliner Indonesia sebagai bintangnya. Di dalamnya berisi acara -acara istimewa, demo memasak, tur makanan, bincang-bincang, lokakarya, musik, pertunjukan seni, film, pasar makanan, dan banyak lagi.

Festival ini merayakan keragaman dan kelezatan lanskap kuliner Indonesia. Telah menggoda 15.000+ pecinta makanan dari negara-negara termasuk Amerika Serikat, Australia, Singapura, Inggris, Filipina, Thailand, dan India pada tahun 2019, Ubud Food Festival sekarang menjadi Festival kuliner terkemuka di Asia Tenggara dan acara yang wajib dihadiri. Menyatukan foodies Indonesia dari seluruh tanah air, UFF19 juga telah menyambut 85% penonton Indonesia, termasuk pengunjung dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Papua.

Foto dokumen Ubud Food Festival

UFF diselenggarakan oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati. Itu adalah yayasan nirlaba independen yang berkomitmen untuk memperkaya kehidupan dan penghidupan masyarakat Indonesia melalui berbagai program pembangunan komunitas seni, budaya, dan kuliner.

Yayasan itu didirikan pada tahun 2003 oleh Janet DeNeefe dan Ketut Suardana sebagai proyek penyembuhan dalam menanggapi bom Bali pertama. Tujuan Yayasan adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan kegiatan kreatif di Indonesia, individu, dan komunitas sembari menunjukkan keragaman budaya baik tradisional maupun kontemporer kepada dunia.

Menciptakan ruang untuk pertukaran lintas budaya dan dialog serta diskusi adalah inti dari Yayasan. Hal tersebut dapat dicapai melalui inisiatif Ubud Food Festival dan Ubud Writers & Readers Festival. Melalui acara internasional besar ini, Yayasan mempromosikan Ubud sebagai pusat seni dan budaya serta menampilkan seniman, penulis, chef, dan produser.

***

Festival Manager UFF, Ermayanthi, mengatakan, dengan membeli tiket terusan untuk 1 hari atau 3 hari, pengunjung dapat menikmati kekenyangan yang luar biasa, menikmati acara masak-memasak di Teater Kuliner, berdiskusi dan mendengar para pakar kuliner di Food for Thought, program anak-anak.

“Di areal itu kita juga bisa memanjakan diri dengan Live Music & Arts yang berisi deretan musisi Bali ternama, Navicula, KIS Band, Soulfood, sanggar Kerta Art dan masih banyak lagi.” tambah Ermayanthi.

Jamuan makan malam dan sesi Masterclass juga menjadi sorotan menarik. Festival bekerja sama dengan restoran dan hotel sekitar Ubud untuk memberikan sentuhan tidak biasa bagi makanan yang disajikan dalam level yang berbeda.

Dengan riset dan pengalaman, para chef yang didatangkan juga tidak biasa, seperti Nyesha Arrington dari Los Angeles yang menggabungkan sentuhan klasik perancis dengan latar belakang kehidupan Korea-Amerika-Afrikanya.

Chef Petty Elliott akan menyajikan makanan khas yang menampilkan bahan-bahan unik, resep yang terlupakan, dan rempah-rempah khas Indonesia dalam perayaan hidangan tradisional Indonesia yang dikumpulkan dari relief Borobudur.

Putu Dodik Sumarjana, salah satu chef muda Bali, pada saat jumpa pers UFF di The Ambengan Tenten, Denpasar, Kamis 16 Juni 2022, menceriatakan proses kreatifnya dalam menemukan dan mengolah kuliner yang khas.  

Jumpa pers UFF di The Ambengan Tenten, Denpasar, Kamis 16 Juni 2022 | Foto: Martino Wayan

“Menggali desa, dekat dengan apa yang kita lihat, kami fokus di desa Payangan untuk memilih  bahan makanan, mulai dipinggiran sungai hingga sawah, kami mendapatkan buah, bunga dan buah-buahan yang restoran lain belum tentu menggunakannya,” kata Putu Dodik.

Putu mulai memasak pada usia yang sangat muda dan fokus dengan bahan-bahan lokal yang secara teratur menciptakan hidangan baru yang diadaptasi oleh tim di dapurnya di Nusantara by Locavore. Ia akan membawa sebuah penghormatan kepada pohon pisang di UFF kali ini, menggunakan semua tubuh dari pohon pisang untuk menyajikan sajian istimewa. 

Festival juga menghadirkan aristek Gede Kresna dari Rumah Intaran yang berkomitmen menghidupkan dan menceritakan kembali tradisi lokal tentang kehidupan yang berkelanjutan, terutama di Bali utara bersama istrinya Ayu Gayatri Kresna, chef dari Pengalaman Rasa.

Mereka akan menjadi bagian dari 100 lebih program yang dikurasi oleh festival. Bukan hanya chef namun seorang pecinta lingkungan Bali, Ni Ketut Yudani turut diundang di festival. Ia telah membagi pengetahuannya tentang eko-enzim sejak tahun 2020, mengedukasi komunitas dan masyarakat di Bali tentang bagaimana mengubah limbah makanan organik dengan eko-enzim.

“Hal ini sesungguhnya sangat berperan di dunia kuliner, karena kita membuat eko-enzim itu dari alam kembali ke alam, bahan makanan sebelum kita olah dapat kita sehatkan dengan menggunakan cairan eko-enzim.” ujarnya. 

Festival tahun ini memberikan warna yang beragam dengan mengajak pembisnis yang sudah terkenal di bidang kuliner babi guling Bali, yaitu pemilik warung pande Egi, Dodo Pande. Ia menyebutkan bahwa masa-masa di awal covid adalah masa yang paling sulit bagi dirinya untuk bertahan menjalankan bisnis ini.

Dengan adanya festival ini menjadi salah satu wadah berbagi bagi dirinya dan kawan-kawan  pembisnis kuliner di Bali untuk saling dukung ke depannya.

“Hal seperti ini patut untuk diutamakan sekarang, diskusi dan berbagai ilmu tentang apa yang kita tekuni untuk berbisnis, membantu sesama pembisnis di Bali. Dan terbuka untuk apa yang terbaik bagi kita semua,” ujar Dodo Pande.

UFF menjadi wadah bagi para pelaku dan sekaligus menjadi ajang untuk promosi. Festival memberikan banyak penawaran untuk dapat dinikmati di akhir pekan. Tiga hari festival yang patut dikunjungi. Selain mengenyangkan perut, UFF akan menyegarkan pikiran dan menghilangkan dahaga atas pertanyaan-pertanyaan tentang kuliner Indonesia dan mancanegara. [T][Ado/*]

Tags: kulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hapus Persekolahan SMAN Bali Mandara, Bali Mundur (Lagi) Seribu Tahun

Next Post

Ketika Sekaa Barong Adu Kreativitas di PKB | Pakem Tetap, Tekhnik Berbeda

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Sekaa Barong Adu Kreativitas di PKB | Pakem Tetap, Tekhnik Berbeda

Ketika Sekaa Barong Adu Kreativitas di PKB | Pakem Tetap, Tekhnik Berbeda

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co