Aksi sederhana namun heroik dilakukan sejumlah penyelam di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Singaraja, Minggu pagi, 8 Agustus 2021. Dipimpin Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada, mereka menyelam ke dasar lautan sekaligus menancapkan bendera merah putih di hutan bawah laut. Maka, berkibarlah bendera merah putih digoyang air di antara terumbu Pantai Penimbangan.
Pagi-pagi para penyelam tiba di pantai lengkap dengan peralatan menyelam. Sebelum terjun ke laut, jam 06.00 para penyelam melakukan pelepasan tukik. Tukik itu tentu saja diperoleh dari hasil konservasi penyu yang ada di Pantai Penimbangan. Mereka juga sekaligus melakukan aksi pungut sampah plastik di lautan. Dasar laut Pantai Penimbangan memang memiliki hutan bawah laut berupa terumbu karang dengan berbagai tanaman laut yang lebat dan asri.
Maunya, seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan menyelam untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI di bulan Agustus dilakukan beramai-ramai oleh para penyelam di Bali Utara. Namun karena pandemi dan dalam suasana PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), kegiatan ini disederhanakan dan cukup diikuti sepuluh penyelam.
Para pnyelam yang ikut itu antara lain Gede Riasa, Komang Ariasa, Roi, Natya Larasati, Mangku Wiadnyana, Komang Ariana, dan Gusti Armada yang memimpin kegiatan.

Dalam suasana pandemi ini kegiatan menyelam dan menancapkan bendera merah putih ini menunjukkan bahwa semangat memperingati Hari Kemerdekaan di Singaraja memang tak pernah surut. Yang biasanya kalau tidak pandemi banyak kegiatan dilakukan di Kota Singaraja seperti Buleleng Festival, pameran pembangunan, lomba gerak jalan dan lomba-lomba yang lain.
Gusti Armada mengatakan selain karena hobi, penyelaman dan pengibaran bendera bawah laut ini untuk menunjukkan bahwa Buleleng mempunyai banyak sekali hutan bawah laut yang sangat bagus sekali.
Apalagi Pantai Penimbangan ingin memberikan informasi pada masyarakat Baktiseraga dan Kota Singaraja bahwa kita mempunyai potensi wisata laut yang sangat keren sekali tidak hanya itu ada konservasi penyu yang harus kita jaga bersama.
“Kegiatan pengibaran bendera ini ingin memberikan pesan yang tak pernah hilang di masyarakat adalah semangat gotong royongnya. Mari tetap patuhi protokol kesehatan serta jaga kesehatan,” kata Armada. [T]
BACA JUGA:

































