4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senyum Manis 3 Perempuan Bank | Eh, Bukan Bank Umum, Tapi Bank Sampah

Gading Ganesha by Gading Ganesha
May 17, 2021
in Khas
Senyum Manis 3 Perempuan Bank | Eh, Bukan Bank Umum, Tapi Bank Sampah

Tiga perempuan relawan di Bank Sampah Galang Panji | Foto: Dok Bank Sampah Galang Panji

Perempuan mahasiswa magang di bank umum – dalam artian bank yang mengelola uang, sepertinya sudah biasa. Ini ada tiga perempuan menjadi relawan di bank sampah, tepatnya di Bank Sampah Galang Panji, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Tiga perempuan itu tentu saja tak berkantor si sebuah bank yang bangunannya mewah dengan AC yang sejuk dan meja mengkilap. Mereka bukan pula berpakaian seragam dengan jas rapi, serta setiap hari mesti menggunakan parfum yang harum semerbak.

Tiga perempuan itu berkantor di sebuah kantor biasa-biasa saja dengan pakaian biasa-biasa saja, tentu tanpa parfum semerbak. Bau tubuhnya sejuk alami. Senyumnya pun sangat manis dan alami. Tidak dibuat-buat.

Tiga perempuan itu; Gusti Vica Tunastini, Putu Wulan Libriani, dan Kadek Seni. Ketiganya adalah gadis asli Desa Panji. Mereka bergabung untuk menjadi relawan di Bank Sampah Galang Panji, sebuah bank sampah yang sedang berdiri 7 tahun lalu, dan kini makin bergerak maju dan profesional.

Dengan bergabungnya tiga gadis relawan itu, tampaknya relawan Bank Sampah Galang Panji yang sebelumnya berjumlah 6 orang, dan semuanya laki-laki, akan lebih sering tersenyum. Tentu karena bank sampah itu saban hari bakal dipenuhi senyum manis tiga perempuan.

Gusti Vica Tunastini

Gusti Vica Tunastini

Yang pertama bergabung menjadi relawan Bank Sampah Galang Panji adalah Gusti Vica Tunastini,  Perempuan kelahiran tahun 2000 ini tinggal di Banjar Dinas Dauh Pura, Desa Panji,  Perempuan yang akrab dipanggil Vica ini sebelumnya, selama sekitar dua tahun, 2019-2020, aktif sebagai Pengurus Kopma Citra Dana Undiksha yang salah satunya juga mengelola bank sampah.

Kini ia masih terdaftar sebagai mahasiswi Semester 6 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Undiksha. Sesuai pendidikannya, ia memang suka belajar manajemen. Dan manajemen bukan melulu soal uang kecil menjadi uang besar, melainkan bisa juga soal sampah menjadi uang besar.

Kenapa tertarik dengan sampah?

Visa mengatakan, entah mengapa ia merasa senang ketika memilah-milah sampah pada saat bertugas di Bank Sampah Citra Dana Undiksha. Perlahan muncul ketertarikannya terhadap pengelolaan sampah,

“Senang sekali bisa memilah sampah, apalagi tahu ternyata ketika sudah dipilah harga sampah itu jadi cukup tinggi,” ujarnya.

Untuk itulah, ketika masa tugasnya selesai sebagai pengurus KOPMA dan bank sampah di kampusnya,  dia ingin melanjutkan pembelajarannya tentang potensi dan pengelolaan sampah di Bank Sampah Galang Panji.  

“Rumah saya kan dekat dengan pasar desa di Panji. Saya lihat belum banyak yang sadar untuk mau memilah sampahnya di pasar, jadi ya semoga setelah saya ikut di sini bisa memberikan informasi tentang pentingnya pemilahan,” kata Vica yang seharihari juga suka berkebun itu.

Putu Wulan Libriani

Putu Wulan Libriani

Putu Wulan Libriani usianya setahun lebih muda dari Vica. Ia adalah perempuan kedua yang menyatakan kesiapannya menjadi bagian dari Bank Sampah Galang Panji.

Perempuan yang memiliki hobi bernyanyi, menari dan membaca novel ini, sejak SMA telah ikut serta mengelola bank sampah di Banjar Bangah Desa Panji. Karena berbagai kendala bank sampah itu berhenti beroperasi, dan dia lantas melanjutkan menjadi relawan di Bank Sampah Galang Panji.

Wulan yang lahir September 2001 itu masih menjadi mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Dasar di Undiksha. Ia ingin secara intensif belajar pengelolaan bank sampah di Galang Panji agar bisa nantinya mendorong kembali berdirinya bank sampah di banjarnya, di Banjar Bangah.

“Dulu bank sampah itu sudah banyak nasabahnya tetapi karena pengurusnya banyak yang sibuk jadinya gak bisa berlanjut,” ungkap wanita yang aktif sebagai pengurus UKM Penalaran dan Karya Ilmiah Mahasiswa Undiksha ini.

“Nantinya saya ingin belajar lagi di Bank Sampah Galang Panji yang sudah mampu konsisten selama ini. Siapa tau nanti saya bisa menerapkan pelajaran ini di banjar saya,” jelasnya.

Kadek Seni

Kadek Seni

Perempuan ketiga yang bergabung sebagai relawan di Bank Sampah Galang Panji adalah Kadek Seni. Perempuan berkulit putih ini tinggal di sekitar Bank Sampah Galang Panji, di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji.

Ketika pertama kali pihak Bank Sampah Galang Panji menghubungi Kadek Seni melalui pesan WA, sempat ada sedikit keraguan tampaknya.

 “Saya pikirkan dulu ya, Bli,” balasnya melalui WA.

Tetapi beberapa kemudian, ketika tahu Wulan dan Vica telah bergabung, tanpa panjang lebar lagi langsung dia jawab, “Siap”.

Wanita kelahiran tahun 2000 yang hobi memasak ini memang sedikit pemalu orangnya,  padahal secara akademik ia sangat pintar.  Ketika ditanya kenapa akhirnya mau menjadi bagian dari Bank Sampah Galang Panji, dia mengatakan karena ingin menambah pengalaman.

“Saya ingin belajar dan menambah pengalaman lagi di luar kampus, saya pikir dengan ikut di Bank Sampah Galang Panji bisa belajar banyak hal, apalagi bank ini di rumah sendiri,” ujar mahasiswi Akutansi Undiksha ini.

***

Apa saja yang dilakukan tiga perempuan itu di Bank Sampah Galang Panji?

Peran mereka tidak akan banyak turun langsung mengambil sampah di tempat-tempat nasabah Bank Sampah Galang Panji. Vica yang pendidikan formalnya manajemen akan membantu bagaimana mengatur manajemen pengelolaan sampah sehingga Bank Sampah Galang Panji memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tersusun dengan baik.

Karena sudah pernah mengelola bank sampah, Vica sendiri sudah paham betul tentang apa-apa yang harus dikerjakan. Dia sendiri sangat yakin dengan keberadaan bank sampah bisa menjadi solusi untuk mengurangi permasalahan sampah.

“Sampah kalau tidak dikelola dengan baik akan selalu jadi masalah. Untuk melarang orang membuang sampah sembarangan tentu juga tidak mudah. Dengan adanya bank sampah ini sepertinya akan lebih mudah menyadarkan warga untuk mengelola sampah dan juga bisa menghasilkan,” ujarnya.

Kadek Seni dengan pendidikan Akuntansi tentunya membantu dalam pengelolaan keuangan. Apalagi selama ini Bank Sampah Galang Panji agak kewalahan mengatur keuangan karena belum sepenuhnya dikelola dengan professional. Dengan masuknya Kadek Seni, keuangan Galang Panji setidaknya dapat tercatat dengan baik. Karena dengan pengelolaan keuangan yang baik akan dapat memberikan keterbukaan kepada para nasabah.

“Masalah sampah memang berat ya.  Mungkin dengan lebih banyak yang terlibat dan bergabung di bank sampah, apalagi anak-anak mudanya juga mau peduli, pasti pengelolaan sampah jadi lebih mudah,” kata Kadek Seni.

Dan yang termuda, Wulan tentunya akan membantu sebagai pemberi edukasi kepada masyarakat atau calon nasabah. Dengan pengalamannya yang sudah pernah mengelola sampah tentu dia sudah paham betul potensi pengelolaan sampah,  dan nantinya sebagai calon guru sekolah dasar dia bisa memberikan edukasi kepada anak-anak tentang asiknya memilah sampah.

“Sampah ini punya potensi ekonomi yang cukup tinggi, dan butuh kesadaran untuk itu, sehingga masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ungkap Wulan yang anak Kelian Banjar Dinas Bangah Desa Panji ini.

Walaupun ketiga perempuan itu adalah asli warga Desa Panji, mereka bertiga bukan teman sepermainan. Namun begitu, karena usianya yang seumuran membuat mereka bertiga langsung akrab.

Ketika pertama bertemu di Bank Sampah Galang Panji mereka langsung saling bercanda, dan canda serta senyum mereka jadi penyemangat para relawan lain yang sebelumnya sudah bergabung sejak lama di Bank Sampah Galang Panji.

Seni dan Wulan hampir sudah kenal semua relawan di Bank Sampah Galang Panji. Meski begitu, keduanya masih tampak malu-malu ngobrol dengan relawan lainnya. Berbeda dengan Vica yang memang belum banyak yang dikenal tapi sangat percaya diri, dia selalu memperkenalkan diri lebih dulu kepada relawan lain yang ditemuinya.

Tapi mengenai semangat meskipun paling muda, Wulan selalu jadi yang pertama memberikan reaksi atas arahan dari pengurus bank.  Sementara Kadek Seni kalau sudah mulai masuk pada pembahasan penting, tampak paling serius memperhatikan.

Ketiga perempuan muda ini jelas adalah generasi emas bagi Desa Panji. Mereka yang mau belajar dengan mencari pengalaman di luar kampus tentu akan membuat mereka lebih siap lagi nantinya memasuki dunia kerja dan bisa lebih peduli lagi dengan lingkungannya. [T]

Tags: baliBank SampahBank Sampah Galang PanjibulelengDesa PanjilingkunganSampah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selain “Onani”, Penulis Sastra Bali Modern Juga Harus Bisa “Memperkosa”

Next Post

“Kalah dan Menang” | Usai Pesta Judi Itu

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
“Kalah dan Menang” | Usai Pesta Judi Itu

“Kalah dan Menang” | Usai Pesta Judi Itu

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co