2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik

Gading Ganesha by Gading Ganesha
June 28, 2021
in Khas
Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik

Pasek Govinda [Foto: Gading Ganesha]

Pekerjaan pengelolaan sampah memang identik dengan sesuatu yang kotor, kotor dalam artian sebenarnya. Kekotoran ini memang membuat orang tidak berani terlalu dekat dengan sampah. Apalagi bekerja di bidang persampahan. Mungkin itu kenapa di tempat-tempat pengelolaan sampah tidak banyak kita menemukan anak muda, lebih banyak orang-orang tua dengan ekonomi rendah.

Sehingga pekerjaan pengelolaan sampah ini jadinya seperti pekerjaan orang tua yang dianggap tidak begitu punya keahlian. “Tidak punya keahlian apa-apa, akhirnya bekerja di tempat sampah saja!” Begitu kadang orang mencibir.

Anak muda cenderung memberi pekerjaan bersih. Setidaknya pekerjaan yang membuat mereka terlihat bersih dan berseragam.  Dengan begitu mereka lebih terlihat punya pekerjaan,  meski memang kadang penghasilannya tidak banyak, yang penting terlihat bekerja.

Tapi sedikit berbeda dengan sosok anak muda ini. Ussianya baru 21 tahun. Ia seorang mahasiswa Jurusan Akutansi di Universitas Pendidikan Ganesha. Namanya, I Putu Pasek Govinda.

Pemuda kelahiran Banyuning, 3 April 2000, ini tampak begitu betah berlama-lama berada di tempat sampah. Pasek, begitu sapaan akrabnya, terlihat sangat menikmati kegiatannya mengurus sampah.

***

Pasek Govinda dengan setumpuk sampah plastik [Foto: Gading Ganesha]

Saya mengenalnya sejak 2019. Ketika itu Pasek dan rekan-rekannga datang ke Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji, Buleleng. Tujuanya ingin belajar pengelolaan sampah dan mau mendirikan bank sampah.

Sebagai pengelola Bank Sampah Galoang Panji, saya menyambut biasa-biasa saja, sedikit ada keraguan,  karena cukup banyak orang yang datang ke tempat saya dengan rencana membuka bank sampah atau mengelola sampah,  tapi pada akhirnya tidak mampu berjalan maksimal dengan berbagai alasan.

Apalagi Pasek ini anak muda yang hanya didukung oleh sebuah niat. Tidak tampak ada dukungan apa-apa lagi, seperti dukungan pemerintahan desa, atau perusahaan yang memberikan sokongan dana. Benar-benar datang karena hanya berbekal niat baik.

Setelah pertemuan awal yang biasa-biasa saja itu, ternyata beberapa bulan kemudian Pasek mampu kosisten dengan niatnya membuka bank sampah. Pemuda yang punya hobi berbisnis ini perlahan membuktikan diri bahwa niatnya tidaklah main-main.

Pada 26 Juni 2021 saya bertemu khusus dengan Pasek Govinda untuk a bertanya kenapa tertarik mengelola sampah.

“Saya lihat ada peluang besar, Bli, dalam pengelolaan daur ulang sampah ini, konsep usaha daur ulang sampah sangat berbeda dengan usaha lainnya, usaha ini tidak menunggu pembeli, melainkan menunggu penjual sehingga kita bisa meraup keuntungan yang maksimal,” katanya.

Selain itu, pengelolaan sampah diambilnya karena usaha ini masih memiliki sedikit persaingan.

 “Usaha ini persaingannya masih sedikit, padahal jumlah sampah terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga menjadi potensi keuntungan yang sangat bisa saya manfaatkan semaksimal mungkin, jiwa bisnismen saya pun meronta-ronta,” katanya.

Pasek Govinda di Rumah Plastik Mart [Foto: Gading Ganesha]

Pasek kini telah memiliki Bank Sampah yang di beri nama GOBANKS berlokasi di Banyuning Timur.  Tahun 2021 ini usaha  GoBanks-nya telah Lolos Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia, dengan mendapat pendanaan dari Kementrian Pendidikan Tinggi.

Selain GOBANKS,  Pasek juga mengembangkan usahanya dengan Membangun Rumah Plastik Mart berkolaborasi dengan Usaha Pengelolaan Sampah Plastik Rumah Plastik yang ada di Desa Petandakan,  Buleleng.

Rumah Plastik Mart (RPM) adalah upgrade bank sampah yang memiliki lini dan program usaha selain dari pembelian dan penjualan sampah anorganik.

“Sebagai contoh ada program pembelian sembako dengan sampah yang berkelanjutan dan memiliki keuntungan bagi si pengelola sehingga program ini dapat dilakukan setiap hari karena sampah yang digunakan untuk membeli sembako memiliki nilai ekonomis yang sama atau bahkan lebih dari harga sembako tersebut,” ujarnya.

Selain itu ada program kredit supermikro juga di RPM. Program ini dibuat karena dalam bank sampah ada tabungan. Nasabah menyetor sampah anorganik ke bank sampah, dan itu menjadi tabungan.

Karena ada tabungan, maka  ada peluang untuk mengelola uang nasabah dengan memberikan kredit dengan batas maksimalnya mencapai Rp. 1.000.000 rupiah dan bunga 2% per bulan.

“Bunga dari pinjaman tersebut dapat dibayarkan menggunakan sampah sehingga para nasabah tidak terbebani dengan bunga dari kredit,” kata Pasek yang menjabat langsung sebagai CEO Rumah Plastik Mart.

Menurut Pasek, hal yang menarik dalam pengelolaan sampah adalah ditemukannya banyak pembelajaran.

“Di sini saya belajar bahwa ada banyak orang yang tidak seberuntung kita, terutama mereka yang mencari nafkah dengan mengandalkan sampah anorganik yang mereka kumpulkan setiap hari yang belum tentu mereka dapatkan sehingga membuat karakter saya lebih rendah hati dan selalu berbagi kepada sesame,” katanya.

Jadi, kata Pasek, dunia “persilatan pengelolaan sampah” ini memiliki banyak hal yang tak terduga, salah satunya saya jadi memiliki banyak teman dan relasi yang sangat berpengalaman di bidangnya serta banyak bertemu perusahaan-perusahaan yang memang konsen dalam pengelolaan sampah.

“Semua itu bisa menjadi peluang kerja yang makin besar setelah saya lulus kuliah nanti,” katanya.

Pasek Govinda saat bernbincang dengan penulis

Eh, Pasek Govinda memang masih mahasiswa. Bagaimana ia mengatur waktu antara kuliah dan mengurus perusahaan, apalagi menjadi Direktur Utama Gobanks dan CEO Rumah Plastik Mart?

“Tidak begitu berat, Bli. Saya hanya berupaya  membuat skala prioritas yang mana lebih penting dari semua kegiatan yang akan dilakukan, kemudian mengatur pekerjaan yang akan dilakukan dengan cara pelimpahan kepada orang yang kita percaya,” katanya.

Pasek sendiri sudah tersertifikasi sebagai pengelola Bank Sampah dari Ditjen PSLB3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pasek juga mengatakan bahwa perusahaan itu tentu saja tidak dikelola sendiri. Ia tahu, hal yang besar tidak akan bisa dilakukan sendri sehingga orang yang dipercaya sangat dibutuhkan untuk building suatu usaha ataupun program.

“Apalagi dengan status saya yang masih mahasiswa yang tentunya harus meluangkan waktu dalam proses perkuliahan,” ujarnya.

Tentu saja usahanya ini belum membuat dia puas. Ada harapan besar di kemudian hari.

“Rencana ke depan, saya membuat bank sampah digital sehingga dapat menjangkau semua nasabah dan memiliki pembukuan dan data yang jelas untuk efisiensi kinerja bank sampah, kemudian melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan bank sampah menjadi lebih baik lagi,” katanya. [T]

___

Baca artikel tentang usaha sampah plastik yang lain oleh penulis Gading Ganesha

Tags: Bank SampahBank Sampah Galang Panjidaur ulang sampah plastikmahasiswasampah plastikUndikshausaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kelola Limbah dan Jaga Kesuburan Tanah | Ayo, Sangrai Kotoran Sapi

Next Post

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co