13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik

Gading Ganesha by Gading Ganesha
June 28, 2021
in Khas
Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik

Pasek Govinda [Foto: Gading Ganesha]

Pekerjaan pengelolaan sampah memang identik dengan sesuatu yang kotor, kotor dalam artian sebenarnya. Kekotoran ini memang membuat orang tidak berani terlalu dekat dengan sampah. Apalagi bekerja di bidang persampahan. Mungkin itu kenapa di tempat-tempat pengelolaan sampah tidak banyak kita menemukan anak muda, lebih banyak orang-orang tua dengan ekonomi rendah.

Sehingga pekerjaan pengelolaan sampah ini jadinya seperti pekerjaan orang tua yang dianggap tidak begitu punya keahlian. “Tidak punya keahlian apa-apa, akhirnya bekerja di tempat sampah saja!” Begitu kadang orang mencibir.

Anak muda cenderung memberi pekerjaan bersih. Setidaknya pekerjaan yang membuat mereka terlihat bersih dan berseragam.  Dengan begitu mereka lebih terlihat punya pekerjaan,  meski memang kadang penghasilannya tidak banyak, yang penting terlihat bekerja.

Tapi sedikit berbeda dengan sosok anak muda ini. Ussianya baru 21 tahun. Ia seorang mahasiswa Jurusan Akutansi di Universitas Pendidikan Ganesha. Namanya, I Putu Pasek Govinda.

Pemuda kelahiran Banyuning, 3 April 2000, ini tampak begitu betah berlama-lama berada di tempat sampah. Pasek, begitu sapaan akrabnya, terlihat sangat menikmati kegiatannya mengurus sampah.

***

Pasek Govinda dengan setumpuk sampah plastik [Foto: Gading Ganesha]

Saya mengenalnya sejak 2019. Ketika itu Pasek dan rekan-rekannga datang ke Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji, Buleleng. Tujuanya ingin belajar pengelolaan sampah dan mau mendirikan bank sampah.

Sebagai pengelola Bank Sampah Galoang Panji, saya menyambut biasa-biasa saja, sedikit ada keraguan,  karena cukup banyak orang yang datang ke tempat saya dengan rencana membuka bank sampah atau mengelola sampah,  tapi pada akhirnya tidak mampu berjalan maksimal dengan berbagai alasan.

Apalagi Pasek ini anak muda yang hanya didukung oleh sebuah niat. Tidak tampak ada dukungan apa-apa lagi, seperti dukungan pemerintahan desa, atau perusahaan yang memberikan sokongan dana. Benar-benar datang karena hanya berbekal niat baik.

Setelah pertemuan awal yang biasa-biasa saja itu, ternyata beberapa bulan kemudian Pasek mampu kosisten dengan niatnya membuka bank sampah. Pemuda yang punya hobi berbisnis ini perlahan membuktikan diri bahwa niatnya tidaklah main-main.

Pada 26 Juni 2021 saya bertemu khusus dengan Pasek Govinda untuk a bertanya kenapa tertarik mengelola sampah.

“Saya lihat ada peluang besar, Bli, dalam pengelolaan daur ulang sampah ini, konsep usaha daur ulang sampah sangat berbeda dengan usaha lainnya, usaha ini tidak menunggu pembeli, melainkan menunggu penjual sehingga kita bisa meraup keuntungan yang maksimal,” katanya.

Selain itu, pengelolaan sampah diambilnya karena usaha ini masih memiliki sedikit persaingan.

 “Usaha ini persaingannya masih sedikit, padahal jumlah sampah terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga menjadi potensi keuntungan yang sangat bisa saya manfaatkan semaksimal mungkin, jiwa bisnismen saya pun meronta-ronta,” katanya.

Pasek Govinda di Rumah Plastik Mart [Foto: Gading Ganesha]

Pasek kini telah memiliki Bank Sampah yang di beri nama GOBANKS berlokasi di Banyuning Timur.  Tahun 2021 ini usaha  GoBanks-nya telah Lolos Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia, dengan mendapat pendanaan dari Kementrian Pendidikan Tinggi.

Selain GOBANKS,  Pasek juga mengembangkan usahanya dengan Membangun Rumah Plastik Mart berkolaborasi dengan Usaha Pengelolaan Sampah Plastik Rumah Plastik yang ada di Desa Petandakan,  Buleleng.

Rumah Plastik Mart (RPM) adalah upgrade bank sampah yang memiliki lini dan program usaha selain dari pembelian dan penjualan sampah anorganik.

“Sebagai contoh ada program pembelian sembako dengan sampah yang berkelanjutan dan memiliki keuntungan bagi si pengelola sehingga program ini dapat dilakukan setiap hari karena sampah yang digunakan untuk membeli sembako memiliki nilai ekonomis yang sama atau bahkan lebih dari harga sembako tersebut,” ujarnya.

Selain itu ada program kredit supermikro juga di RPM. Program ini dibuat karena dalam bank sampah ada tabungan. Nasabah menyetor sampah anorganik ke bank sampah, dan itu menjadi tabungan.

Karena ada tabungan, maka  ada peluang untuk mengelola uang nasabah dengan memberikan kredit dengan batas maksimalnya mencapai Rp. 1.000.000 rupiah dan bunga 2% per bulan.

“Bunga dari pinjaman tersebut dapat dibayarkan menggunakan sampah sehingga para nasabah tidak terbebani dengan bunga dari kredit,” kata Pasek yang menjabat langsung sebagai CEO Rumah Plastik Mart.

Menurut Pasek, hal yang menarik dalam pengelolaan sampah adalah ditemukannya banyak pembelajaran.

“Di sini saya belajar bahwa ada banyak orang yang tidak seberuntung kita, terutama mereka yang mencari nafkah dengan mengandalkan sampah anorganik yang mereka kumpulkan setiap hari yang belum tentu mereka dapatkan sehingga membuat karakter saya lebih rendah hati dan selalu berbagi kepada sesame,” katanya.

Jadi, kata Pasek, dunia “persilatan pengelolaan sampah” ini memiliki banyak hal yang tak terduga, salah satunya saya jadi memiliki banyak teman dan relasi yang sangat berpengalaman di bidangnya serta banyak bertemu perusahaan-perusahaan yang memang konsen dalam pengelolaan sampah.

“Semua itu bisa menjadi peluang kerja yang makin besar setelah saya lulus kuliah nanti,” katanya.

Pasek Govinda saat bernbincang dengan penulis

Eh, Pasek Govinda memang masih mahasiswa. Bagaimana ia mengatur waktu antara kuliah dan mengurus perusahaan, apalagi menjadi Direktur Utama Gobanks dan CEO Rumah Plastik Mart?

“Tidak begitu berat, Bli. Saya hanya berupaya  membuat skala prioritas yang mana lebih penting dari semua kegiatan yang akan dilakukan, kemudian mengatur pekerjaan yang akan dilakukan dengan cara pelimpahan kepada orang yang kita percaya,” katanya.

Pasek sendiri sudah tersertifikasi sebagai pengelola Bank Sampah dari Ditjen PSLB3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pasek juga mengatakan bahwa perusahaan itu tentu saja tidak dikelola sendiri. Ia tahu, hal yang besar tidak akan bisa dilakukan sendri sehingga orang yang dipercaya sangat dibutuhkan untuk building suatu usaha ataupun program.

“Apalagi dengan status saya yang masih mahasiswa yang tentunya harus meluangkan waktu dalam proses perkuliahan,” ujarnya.

Tentu saja usahanya ini belum membuat dia puas. Ada harapan besar di kemudian hari.

“Rencana ke depan, saya membuat bank sampah digital sehingga dapat menjangkau semua nasabah dan memiliki pembukuan dan data yang jelas untuk efisiensi kinerja bank sampah, kemudian melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan bank sampah menjadi lebih baik lagi,” katanya. [T]

___

Baca artikel tentang usaha sampah plastik yang lain oleh penulis Gading Ganesha

Tags: Bank SampahBank Sampah Galang Panjidaur ulang sampah plastikmahasiswasampah plastikUndikshausaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kelola Limbah dan Jaga Kesuburan Tanah | Ayo, Sangrai Kotoran Sapi

Next Post

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co