2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik

Gading Ganesha by Gading Ganesha
June 28, 2021
in Khas
Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik

Pasek Govinda [Foto: Gading Ganesha]

Pekerjaan pengelolaan sampah memang identik dengan sesuatu yang kotor, kotor dalam artian sebenarnya. Kekotoran ini memang membuat orang tidak berani terlalu dekat dengan sampah. Apalagi bekerja di bidang persampahan. Mungkin itu kenapa di tempat-tempat pengelolaan sampah tidak banyak kita menemukan anak muda, lebih banyak orang-orang tua dengan ekonomi rendah.

Sehingga pekerjaan pengelolaan sampah ini jadinya seperti pekerjaan orang tua yang dianggap tidak begitu punya keahlian. “Tidak punya keahlian apa-apa, akhirnya bekerja di tempat sampah saja!” Begitu kadang orang mencibir.

Anak muda cenderung memberi pekerjaan bersih. Setidaknya pekerjaan yang membuat mereka terlihat bersih dan berseragam.  Dengan begitu mereka lebih terlihat punya pekerjaan,  meski memang kadang penghasilannya tidak banyak, yang penting terlihat bekerja.

Tapi sedikit berbeda dengan sosok anak muda ini. Ussianya baru 21 tahun. Ia seorang mahasiswa Jurusan Akutansi di Universitas Pendidikan Ganesha. Namanya, I Putu Pasek Govinda.

Pemuda kelahiran Banyuning, 3 April 2000, ini tampak begitu betah berlama-lama berada di tempat sampah. Pasek, begitu sapaan akrabnya, terlihat sangat menikmati kegiatannya mengurus sampah.

***

Pasek Govinda dengan setumpuk sampah plastik [Foto: Gading Ganesha]

Saya mengenalnya sejak 2019. Ketika itu Pasek dan rekan-rekannga datang ke Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji, Buleleng. Tujuanya ingin belajar pengelolaan sampah dan mau mendirikan bank sampah.

Sebagai pengelola Bank Sampah Galoang Panji, saya menyambut biasa-biasa saja, sedikit ada keraguan,  karena cukup banyak orang yang datang ke tempat saya dengan rencana membuka bank sampah atau mengelola sampah,  tapi pada akhirnya tidak mampu berjalan maksimal dengan berbagai alasan.

Apalagi Pasek ini anak muda yang hanya didukung oleh sebuah niat. Tidak tampak ada dukungan apa-apa lagi, seperti dukungan pemerintahan desa, atau perusahaan yang memberikan sokongan dana. Benar-benar datang karena hanya berbekal niat baik.

Setelah pertemuan awal yang biasa-biasa saja itu, ternyata beberapa bulan kemudian Pasek mampu kosisten dengan niatnya membuka bank sampah. Pemuda yang punya hobi berbisnis ini perlahan membuktikan diri bahwa niatnya tidaklah main-main.

Pada 26 Juni 2021 saya bertemu khusus dengan Pasek Govinda untuk a bertanya kenapa tertarik mengelola sampah.

“Saya lihat ada peluang besar, Bli, dalam pengelolaan daur ulang sampah ini, konsep usaha daur ulang sampah sangat berbeda dengan usaha lainnya, usaha ini tidak menunggu pembeli, melainkan menunggu penjual sehingga kita bisa meraup keuntungan yang maksimal,” katanya.

Selain itu, pengelolaan sampah diambilnya karena usaha ini masih memiliki sedikit persaingan.

 “Usaha ini persaingannya masih sedikit, padahal jumlah sampah terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga menjadi potensi keuntungan yang sangat bisa saya manfaatkan semaksimal mungkin, jiwa bisnismen saya pun meronta-ronta,” katanya.

Pasek Govinda di Rumah Plastik Mart [Foto: Gading Ganesha]

Pasek kini telah memiliki Bank Sampah yang di beri nama GOBANKS berlokasi di Banyuning Timur.  Tahun 2021 ini usaha  GoBanks-nya telah Lolos Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia, dengan mendapat pendanaan dari Kementrian Pendidikan Tinggi.

Selain GOBANKS,  Pasek juga mengembangkan usahanya dengan Membangun Rumah Plastik Mart berkolaborasi dengan Usaha Pengelolaan Sampah Plastik Rumah Plastik yang ada di Desa Petandakan,  Buleleng.

Rumah Plastik Mart (RPM) adalah upgrade bank sampah yang memiliki lini dan program usaha selain dari pembelian dan penjualan sampah anorganik.

“Sebagai contoh ada program pembelian sembako dengan sampah yang berkelanjutan dan memiliki keuntungan bagi si pengelola sehingga program ini dapat dilakukan setiap hari karena sampah yang digunakan untuk membeli sembako memiliki nilai ekonomis yang sama atau bahkan lebih dari harga sembako tersebut,” ujarnya.

Selain itu ada program kredit supermikro juga di RPM. Program ini dibuat karena dalam bank sampah ada tabungan. Nasabah menyetor sampah anorganik ke bank sampah, dan itu menjadi tabungan.

Karena ada tabungan, maka  ada peluang untuk mengelola uang nasabah dengan memberikan kredit dengan batas maksimalnya mencapai Rp. 1.000.000 rupiah dan bunga 2% per bulan.

“Bunga dari pinjaman tersebut dapat dibayarkan menggunakan sampah sehingga para nasabah tidak terbebani dengan bunga dari kredit,” kata Pasek yang menjabat langsung sebagai CEO Rumah Plastik Mart.

Menurut Pasek, hal yang menarik dalam pengelolaan sampah adalah ditemukannya banyak pembelajaran.

“Di sini saya belajar bahwa ada banyak orang yang tidak seberuntung kita, terutama mereka yang mencari nafkah dengan mengandalkan sampah anorganik yang mereka kumpulkan setiap hari yang belum tentu mereka dapatkan sehingga membuat karakter saya lebih rendah hati dan selalu berbagi kepada sesame,” katanya.

Jadi, kata Pasek, dunia “persilatan pengelolaan sampah” ini memiliki banyak hal yang tak terduga, salah satunya saya jadi memiliki banyak teman dan relasi yang sangat berpengalaman di bidangnya serta banyak bertemu perusahaan-perusahaan yang memang konsen dalam pengelolaan sampah.

“Semua itu bisa menjadi peluang kerja yang makin besar setelah saya lulus kuliah nanti,” katanya.

Pasek Govinda saat bernbincang dengan penulis

Eh, Pasek Govinda memang masih mahasiswa. Bagaimana ia mengatur waktu antara kuliah dan mengurus perusahaan, apalagi menjadi Direktur Utama Gobanks dan CEO Rumah Plastik Mart?

“Tidak begitu berat, Bli. Saya hanya berupaya  membuat skala prioritas yang mana lebih penting dari semua kegiatan yang akan dilakukan, kemudian mengatur pekerjaan yang akan dilakukan dengan cara pelimpahan kepada orang yang kita percaya,” katanya.

Pasek sendiri sudah tersertifikasi sebagai pengelola Bank Sampah dari Ditjen PSLB3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pasek juga mengatakan bahwa perusahaan itu tentu saja tidak dikelola sendiri. Ia tahu, hal yang besar tidak akan bisa dilakukan sendri sehingga orang yang dipercaya sangat dibutuhkan untuk building suatu usaha ataupun program.

“Apalagi dengan status saya yang masih mahasiswa yang tentunya harus meluangkan waktu dalam proses perkuliahan,” ujarnya.

Tentu saja usahanya ini belum membuat dia puas. Ada harapan besar di kemudian hari.

“Rencana ke depan, saya membuat bank sampah digital sehingga dapat menjangkau semua nasabah dan memiliki pembukuan dan data yang jelas untuk efisiensi kinerja bank sampah, kemudian melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan bank sampah menjadi lebih baik lagi,” katanya. [T]

___

Baca artikel tentang usaha sampah plastik yang lain oleh penulis Gading Ganesha

Tags: Bank SampahBank Sampah Galang Panjidaur ulang sampah plastikmahasiswasampah plastikUndikshausaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kelola Limbah dan Jaga Kesuburan Tanah | Ayo, Sangrai Kotoran Sapi

Next Post

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co