24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik

Gading Ganesha by Gading Ganesha
June 28, 2021
in Khas
Pasek Govinda | Masih Mahasiswa Sudah Jadi Direktur dan CEO Usaha Sampah Plastik

Pasek Govinda [Foto: Gading Ganesha]

Pekerjaan pengelolaan sampah memang identik dengan sesuatu yang kotor, kotor dalam artian sebenarnya. Kekotoran ini memang membuat orang tidak berani terlalu dekat dengan sampah. Apalagi bekerja di bidang persampahan. Mungkin itu kenapa di tempat-tempat pengelolaan sampah tidak banyak kita menemukan anak muda, lebih banyak orang-orang tua dengan ekonomi rendah.

Sehingga pekerjaan pengelolaan sampah ini jadinya seperti pekerjaan orang tua yang dianggap tidak begitu punya keahlian. “Tidak punya keahlian apa-apa, akhirnya bekerja di tempat sampah saja!” Begitu kadang orang mencibir.

Anak muda cenderung memberi pekerjaan bersih. Setidaknya pekerjaan yang membuat mereka terlihat bersih dan berseragam.  Dengan begitu mereka lebih terlihat punya pekerjaan,  meski memang kadang penghasilannya tidak banyak, yang penting terlihat bekerja.

Tapi sedikit berbeda dengan sosok anak muda ini. Ussianya baru 21 tahun. Ia seorang mahasiswa Jurusan Akutansi di Universitas Pendidikan Ganesha. Namanya, I Putu Pasek Govinda.

Pemuda kelahiran Banyuning, 3 April 2000, ini tampak begitu betah berlama-lama berada di tempat sampah. Pasek, begitu sapaan akrabnya, terlihat sangat menikmati kegiatannya mengurus sampah.

***

Pasek Govinda dengan setumpuk sampah plastik [Foto: Gading Ganesha]

Saya mengenalnya sejak 2019. Ketika itu Pasek dan rekan-rekannga datang ke Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji, Buleleng. Tujuanya ingin belajar pengelolaan sampah dan mau mendirikan bank sampah.

Sebagai pengelola Bank Sampah Galoang Panji, saya menyambut biasa-biasa saja, sedikit ada keraguan,  karena cukup banyak orang yang datang ke tempat saya dengan rencana membuka bank sampah atau mengelola sampah,  tapi pada akhirnya tidak mampu berjalan maksimal dengan berbagai alasan.

Apalagi Pasek ini anak muda yang hanya didukung oleh sebuah niat. Tidak tampak ada dukungan apa-apa lagi, seperti dukungan pemerintahan desa, atau perusahaan yang memberikan sokongan dana. Benar-benar datang karena hanya berbekal niat baik.

Setelah pertemuan awal yang biasa-biasa saja itu, ternyata beberapa bulan kemudian Pasek mampu kosisten dengan niatnya membuka bank sampah. Pemuda yang punya hobi berbisnis ini perlahan membuktikan diri bahwa niatnya tidaklah main-main.

Pada 26 Juni 2021 saya bertemu khusus dengan Pasek Govinda untuk a bertanya kenapa tertarik mengelola sampah.

“Saya lihat ada peluang besar, Bli, dalam pengelolaan daur ulang sampah ini, konsep usaha daur ulang sampah sangat berbeda dengan usaha lainnya, usaha ini tidak menunggu pembeli, melainkan menunggu penjual sehingga kita bisa meraup keuntungan yang maksimal,” katanya.

Selain itu, pengelolaan sampah diambilnya karena usaha ini masih memiliki sedikit persaingan.

 “Usaha ini persaingannya masih sedikit, padahal jumlah sampah terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga menjadi potensi keuntungan yang sangat bisa saya manfaatkan semaksimal mungkin, jiwa bisnismen saya pun meronta-ronta,” katanya.

Pasek Govinda di Rumah Plastik Mart [Foto: Gading Ganesha]

Pasek kini telah memiliki Bank Sampah yang di beri nama GOBANKS berlokasi di Banyuning Timur.  Tahun 2021 ini usaha  GoBanks-nya telah Lolos Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia, dengan mendapat pendanaan dari Kementrian Pendidikan Tinggi.

Selain GOBANKS,  Pasek juga mengembangkan usahanya dengan Membangun Rumah Plastik Mart berkolaborasi dengan Usaha Pengelolaan Sampah Plastik Rumah Plastik yang ada di Desa Petandakan,  Buleleng.

Rumah Plastik Mart (RPM) adalah upgrade bank sampah yang memiliki lini dan program usaha selain dari pembelian dan penjualan sampah anorganik.

“Sebagai contoh ada program pembelian sembako dengan sampah yang berkelanjutan dan memiliki keuntungan bagi si pengelola sehingga program ini dapat dilakukan setiap hari karena sampah yang digunakan untuk membeli sembako memiliki nilai ekonomis yang sama atau bahkan lebih dari harga sembako tersebut,” ujarnya.

Selain itu ada program kredit supermikro juga di RPM. Program ini dibuat karena dalam bank sampah ada tabungan. Nasabah menyetor sampah anorganik ke bank sampah, dan itu menjadi tabungan.

Karena ada tabungan, maka  ada peluang untuk mengelola uang nasabah dengan memberikan kredit dengan batas maksimalnya mencapai Rp. 1.000.000 rupiah dan bunga 2% per bulan.

“Bunga dari pinjaman tersebut dapat dibayarkan menggunakan sampah sehingga para nasabah tidak terbebani dengan bunga dari kredit,” kata Pasek yang menjabat langsung sebagai CEO Rumah Plastik Mart.

Menurut Pasek, hal yang menarik dalam pengelolaan sampah adalah ditemukannya banyak pembelajaran.

“Di sini saya belajar bahwa ada banyak orang yang tidak seberuntung kita, terutama mereka yang mencari nafkah dengan mengandalkan sampah anorganik yang mereka kumpulkan setiap hari yang belum tentu mereka dapatkan sehingga membuat karakter saya lebih rendah hati dan selalu berbagi kepada sesame,” katanya.

Jadi, kata Pasek, dunia “persilatan pengelolaan sampah” ini memiliki banyak hal yang tak terduga, salah satunya saya jadi memiliki banyak teman dan relasi yang sangat berpengalaman di bidangnya serta banyak bertemu perusahaan-perusahaan yang memang konsen dalam pengelolaan sampah.

“Semua itu bisa menjadi peluang kerja yang makin besar setelah saya lulus kuliah nanti,” katanya.

Pasek Govinda saat bernbincang dengan penulis

Eh, Pasek Govinda memang masih mahasiswa. Bagaimana ia mengatur waktu antara kuliah dan mengurus perusahaan, apalagi menjadi Direktur Utama Gobanks dan CEO Rumah Plastik Mart?

“Tidak begitu berat, Bli. Saya hanya berupaya  membuat skala prioritas yang mana lebih penting dari semua kegiatan yang akan dilakukan, kemudian mengatur pekerjaan yang akan dilakukan dengan cara pelimpahan kepada orang yang kita percaya,” katanya.

Pasek sendiri sudah tersertifikasi sebagai pengelola Bank Sampah dari Ditjen PSLB3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pasek juga mengatakan bahwa perusahaan itu tentu saja tidak dikelola sendiri. Ia tahu, hal yang besar tidak akan bisa dilakukan sendri sehingga orang yang dipercaya sangat dibutuhkan untuk building suatu usaha ataupun program.

“Apalagi dengan status saya yang masih mahasiswa yang tentunya harus meluangkan waktu dalam proses perkuliahan,” ujarnya.

Tentu saja usahanya ini belum membuat dia puas. Ada harapan besar di kemudian hari.

“Rencana ke depan, saya membuat bank sampah digital sehingga dapat menjangkau semua nasabah dan memiliki pembukuan dan data yang jelas untuk efisiensi kinerja bank sampah, kemudian melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan bank sampah menjadi lebih baik lagi,” katanya. [T]

___

Baca artikel tentang usaha sampah plastik yang lain oleh penulis Gading Ganesha

Tags: Bank SampahBank Sampah Galang Panjidaur ulang sampah plastikmahasiswasampah plastikUndikshausaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kelola Limbah dan Jaga Kesuburan Tanah | Ayo, Sangrai Kotoran Sapi

Next Post

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam | Sebuah Sisi Gelap dari Tradisi Kawin Tangkap

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co