14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ibu Sinar Wati | 17 Tahun Memilah Sampah Plastik dan Kini Sudah Ahli

Gading Ganesha by Gading Ganesha
June 16, 2021
in Khas
Ibu Sinar Wati | 17 Tahun Memilah Sampah Plastik dan Kini Sudah Ahli

Ketut Sinar Wati memilah sampah di Rumah Plastik, Desa Petandakan, Buleleng [Foto Gading Ganesha]

Tahu Rumah Plastik? Sayang sekali jika tidak tahu.

Rumah Plastik adalah sebuah lembaga pengelola sampah pastik yang berdiri sejak 2016. Tempatnya di Desa Petandakan,  Kecamatan Buleleng, Bali.

Setiap bulan Rumah Plastik mengelola sampah plastik sekitar 30 ton.  Dan itu bukanlh pekerjaaan mudah. Kemampuan Rumah Plastik mengelola plastik hingga mencapai 30 ton per bulan itu dapat dikatakan cukup banyak, apalagi mengingat luas Rumah Plastik hanya 700 meter persegi.

Dengan areal yang terlalu luas, dibutuhkan managemen pengelolaan yang sangat baik sehingga tempat itu tidak mirip TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dengan sampah yang menumpuk. Kuncinya, sampah harus dipilah dengan cepat, cermat, dan cerdas. Sehingga, memilah sampah pun dibutuhkan seorang ahli, seseorang yang sudah berpengalaman.

Kenapa Rumah Plastik bisa memilah dan mengelola sampah plastik dengan baik dan cepat? Salah satu rahasianya ternyata ada  seorang ibu yang bekerja di tempat itu. Usianya sudah 49 tahun namanya Ketut Sinar Wati.

Ibu itu tinggal di Banjar Dinas Dalem Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan.  Dari rumahnya menuju gudang Rumah Plastik memerlukan waktu sekitar 20 menit naik motor.

Ketut Sinar Wati {Foto Gading Ganesha]

Yang luar biasa dari wanita yang biasa dipanggil Ibu Sinar ini adalah kemampuannya dalam memilah sampah. Dalam 1 hari ibu enam anak ini mampu menyelesaikan proses penyortiran sampah plastik yang ada di rumah plastik sampai 900 Kg.

Untuk proses pemilahan secara spesifik sesuai jenis plastiknya dalam sehari ia bisa menuntaskan plastic mencapai 200 kg.

Proses penyortiran yang dilakukan di Rumah Plastik adalah proses membagi sampah plastik yang datang dari bank sampah sesuai jenisnya, sekaligus membuka label yang masih menempel pada plastik. Untuk tahap ini ada 5/10  jenis plastik yang dibedakan,  mulai dari jenis PP Bening,  PP Warna, HDPE PET Bening,  PET Biru Muda, PET Warna, LDPE,  PVC dan jenis plastik lainnya. Agak rumit bukan?

Bahkan proses pemilahan secara spesifik akan lebih detail lagi mulai dari perbedaan warna dari masing-masing jenis plastik. Ada 58 jenis plastik yang harus dipisahkan sebelum plastik itu dapat didaur ulang kembali. Bayangkanlah, betapa pekerjaan itu membutuhkan kecermatan dan ketelitian.

Karena proses pemilahannya yang cukup  detail ini maka diperlukan keahlian khusus untuk mampu mengenal jenis plastic hanya dengan sekali lihat. Nah,  kemampuan Ibu Sinar Wati menjadi sangat istimewa.  Dengan kemampuan istimewa itu, Rumah Plastik dapat melakukan proses pemilahan yang tepat dan cepat, dan dengan cepat pula dapat dilakukan proses pencacahan sampah plastik, lalu hasilnya segera dapat dikirim ke pabrik untuk didaur ulang.

Dari mana datangnya kemampuannya Ibu Sinar itu?

“Melajah pedidi gen, nak uling tahun 2004 be nyemak gae milah sampah,  jadinya sube apal jenis-jenis plastiknya,” ujar Ibu Sinar Wati ketika ditemui pertengahan Juni di Rumah Plastik, Desa Petandakan. Artinya, “Saya be;lajar sendiri, sejak tahun 2004 sudah melakukan pekerjaan memilah sampah, sehingga sudah hapal jenis-jenis plasti.”

Jadi, kata Ibu Sinar, semuanya berjalan begitu saja.  Belajar dari pengalaman.

Hampir sudah 17 tahun dia bekerja di dunia persampahan, waktu yang memamg tentu sudah mampu menjadikan orang masuk pada level ahli dalam melakukan pekerjannya.

“Sing ade gaen len, dadine nyemak gae milah sampah, pang idaang nulungin suami untuk kehidupan sehari-hari,” ungkap istri dari Nyoman Yasa ini. Artinya, “Tak ada pekerjaan lain, sehingga melakukan pekerjaan memilah sampah, agar bisa membantu suami untuk menopang kehidupan seha-hari.”

Di Rumah Plastik, Ibu Sinar sudah bekerja sejak tahun 2017. Sebelumnya ia bekerja di tempat-tempat pengepul smpah yang ada di wilayah Desa Kerobokan dan Kelurahan Penarukan yang dekat dengan rumahnya.

Penuls bersama Ibu Sinar Wati

Ia diajak teman untuk membantu memilah sampah di Rumah Plastik. Karena hasilnya sesuai dan setiap harinya selalu ada sampah yang bisa dipilah, jadinya ia memilih terus bekerja di Rumah Plastik.

Dari hasil bekerja ia sudah bisa membuka usaha warung dirumahnya dan juga membantu biaya sekolah anaknya.

“Jani be ngelah warung jumah, warung kecil-kecilan, pang ade masih tambahan,” katanya. Dari hasil bekerja trus dikumpulkan untuk membuat usaha warung.

Usahanya dibantu anak-anaknya di rumah, “Warung di jumah panakke ane nongosin,  dadua be nganten,  empat orang ade ane be megae ade masih ane nu masuk,” jelasnya. Warungnya dijaga anaknya. Dua anaknya sudah menikah, empat anaknya yang lain ada yng sudah bekerja, ada yang masih sekolah.

Meski sudah punya usaha warung kecil, ibu yang berasal dari Karangasem ini mengatakan ia akan tetap terus bekerja di Rumah Plastik. Karena baginya, bekerja memilah sampah sudah memberikan kenyamanan dan kenikmatan tersendiri.

“Yen sube tusing ngidaang kije mare suud megae. Nak nu demen megae milah sampah!” Begitu ungkapnya sambil tangannya tetap memilah sampah plastik. Kalau sudah tak bisa ke mana-mana barulah selesai bekerja. Kini masih menikmati bekerja memilah sampah.

Apa kata Founder Rumah Plastik, Eka Darmawan?

“Kemampuan memilah sampah memang terlihat sederhana,  tetapi memiliki peranan yang sangat penting,  dalam proses pengelolaan sampah, pemilahan adalah kunci untuk keberhasilannya prosesnya” ujarnya.

Karena memilah itu penting, kata Eka Darmawan, pemerintah dan para penggiat lingkungan selalu mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya.

“Melalui proses pemilahan sampah yang baik,  sampah tidak lagi jadi masalah, bahkan bisa memberikan nilai ekonomi,” kata pria dengan dua anak ini. [T]

Tags: balibulelengdaur ulang sampah plastikRumah PlastikSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Petani dan Musang | Dongeng dari Jepang

Next Post

Wa Cening dari Les | Ketekunan & Kesetiaan Sejak Belia pada “Lengis Tanusan”

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails
Next Post
Wa Cening dari Les | Ketekunan & Kesetiaan Sejak Belia pada “Lengis Tanusan”

Wa Cening dari Les | Ketekunan & Kesetiaan Sejak Belia pada “Lengis Tanusan”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co