14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ibu Sinar Wati | 17 Tahun Memilah Sampah Plastik dan Kini Sudah Ahli

Gading Ganesha by Gading Ganesha
June 16, 2021
in Khas
Ibu Sinar Wati | 17 Tahun Memilah Sampah Plastik dan Kini Sudah Ahli

Ketut Sinar Wati memilah sampah di Rumah Plastik, Desa Petandakan, Buleleng [Foto Gading Ganesha]

Tahu Rumah Plastik? Sayang sekali jika tidak tahu.

Rumah Plastik adalah sebuah lembaga pengelola sampah pastik yang berdiri sejak 2016. Tempatnya di Desa Petandakan,  Kecamatan Buleleng, Bali.

Setiap bulan Rumah Plastik mengelola sampah plastik sekitar 30 ton.  Dan itu bukanlh pekerjaaan mudah. Kemampuan Rumah Plastik mengelola plastik hingga mencapai 30 ton per bulan itu dapat dikatakan cukup banyak, apalagi mengingat luas Rumah Plastik hanya 700 meter persegi.

Dengan areal yang terlalu luas, dibutuhkan managemen pengelolaan yang sangat baik sehingga tempat itu tidak mirip TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dengan sampah yang menumpuk. Kuncinya, sampah harus dipilah dengan cepat, cermat, dan cerdas. Sehingga, memilah sampah pun dibutuhkan seorang ahli, seseorang yang sudah berpengalaman.

Kenapa Rumah Plastik bisa memilah dan mengelola sampah plastik dengan baik dan cepat? Salah satu rahasianya ternyata ada  seorang ibu yang bekerja di tempat itu. Usianya sudah 49 tahun namanya Ketut Sinar Wati.

Ibu itu tinggal di Banjar Dinas Dalem Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan.  Dari rumahnya menuju gudang Rumah Plastik memerlukan waktu sekitar 20 menit naik motor.

Ketut Sinar Wati {Foto Gading Ganesha]

Yang luar biasa dari wanita yang biasa dipanggil Ibu Sinar ini adalah kemampuannya dalam memilah sampah. Dalam 1 hari ibu enam anak ini mampu menyelesaikan proses penyortiran sampah plastik yang ada di rumah plastik sampai 900 Kg.

Untuk proses pemilahan secara spesifik sesuai jenis plastiknya dalam sehari ia bisa menuntaskan plastic mencapai 200 kg.

Proses penyortiran yang dilakukan di Rumah Plastik adalah proses membagi sampah plastik yang datang dari bank sampah sesuai jenisnya, sekaligus membuka label yang masih menempel pada plastik. Untuk tahap ini ada 5/10  jenis plastik yang dibedakan,  mulai dari jenis PP Bening,  PP Warna, HDPE PET Bening,  PET Biru Muda, PET Warna, LDPE,  PVC dan jenis plastik lainnya. Agak rumit bukan?

Bahkan proses pemilahan secara spesifik akan lebih detail lagi mulai dari perbedaan warna dari masing-masing jenis plastik. Ada 58 jenis plastik yang harus dipisahkan sebelum plastik itu dapat didaur ulang kembali. Bayangkanlah, betapa pekerjaan itu membutuhkan kecermatan dan ketelitian.

Karena proses pemilahannya yang cukup  detail ini maka diperlukan keahlian khusus untuk mampu mengenal jenis plastic hanya dengan sekali lihat. Nah,  kemampuan Ibu Sinar Wati menjadi sangat istimewa.  Dengan kemampuan istimewa itu, Rumah Plastik dapat melakukan proses pemilahan yang tepat dan cepat, dan dengan cepat pula dapat dilakukan proses pencacahan sampah plastik, lalu hasilnya segera dapat dikirim ke pabrik untuk didaur ulang.

Dari mana datangnya kemampuannya Ibu Sinar itu?

“Melajah pedidi gen, nak uling tahun 2004 be nyemak gae milah sampah,  jadinya sube apal jenis-jenis plastiknya,” ujar Ibu Sinar Wati ketika ditemui pertengahan Juni di Rumah Plastik, Desa Petandakan. Artinya, “Saya be;lajar sendiri, sejak tahun 2004 sudah melakukan pekerjaan memilah sampah, sehingga sudah hapal jenis-jenis plasti.”

Jadi, kata Ibu Sinar, semuanya berjalan begitu saja.  Belajar dari pengalaman.

Hampir sudah 17 tahun dia bekerja di dunia persampahan, waktu yang memamg tentu sudah mampu menjadikan orang masuk pada level ahli dalam melakukan pekerjannya.

“Sing ade gaen len, dadine nyemak gae milah sampah, pang idaang nulungin suami untuk kehidupan sehari-hari,” ungkap istri dari Nyoman Yasa ini. Artinya, “Tak ada pekerjaan lain, sehingga melakukan pekerjaan memilah sampah, agar bisa membantu suami untuk menopang kehidupan seha-hari.”

Di Rumah Plastik, Ibu Sinar sudah bekerja sejak tahun 2017. Sebelumnya ia bekerja di tempat-tempat pengepul smpah yang ada di wilayah Desa Kerobokan dan Kelurahan Penarukan yang dekat dengan rumahnya.

Penuls bersama Ibu Sinar Wati

Ia diajak teman untuk membantu memilah sampah di Rumah Plastik. Karena hasilnya sesuai dan setiap harinya selalu ada sampah yang bisa dipilah, jadinya ia memilih terus bekerja di Rumah Plastik.

Dari hasil bekerja ia sudah bisa membuka usaha warung dirumahnya dan juga membantu biaya sekolah anaknya.

“Jani be ngelah warung jumah, warung kecil-kecilan, pang ade masih tambahan,” katanya. Dari hasil bekerja trus dikumpulkan untuk membuat usaha warung.

Usahanya dibantu anak-anaknya di rumah, “Warung di jumah panakke ane nongosin,  dadua be nganten,  empat orang ade ane be megae ade masih ane nu masuk,” jelasnya. Warungnya dijaga anaknya. Dua anaknya sudah menikah, empat anaknya yang lain ada yng sudah bekerja, ada yang masih sekolah.

Meski sudah punya usaha warung kecil, ibu yang berasal dari Karangasem ini mengatakan ia akan tetap terus bekerja di Rumah Plastik. Karena baginya, bekerja memilah sampah sudah memberikan kenyamanan dan kenikmatan tersendiri.

“Yen sube tusing ngidaang kije mare suud megae. Nak nu demen megae milah sampah!” Begitu ungkapnya sambil tangannya tetap memilah sampah plastik. Kalau sudah tak bisa ke mana-mana barulah selesai bekerja. Kini masih menikmati bekerja memilah sampah.

Apa kata Founder Rumah Plastik, Eka Darmawan?

“Kemampuan memilah sampah memang terlihat sederhana,  tetapi memiliki peranan yang sangat penting,  dalam proses pengelolaan sampah, pemilahan adalah kunci untuk keberhasilannya prosesnya” ujarnya.

Karena memilah itu penting, kata Eka Darmawan, pemerintah dan para penggiat lingkungan selalu mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya.

“Melalui proses pemilahan sampah yang baik,  sampah tidak lagi jadi masalah, bahkan bisa memberikan nilai ekonomi,” kata pria dengan dua anak ini. [T]

Tags: balibulelengdaur ulang sampah plastikRumah PlastikSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Petani dan Musang | Dongeng dari Jepang

Next Post

Wa Cening dari Les | Ketekunan & Kesetiaan Sejak Belia pada “Lengis Tanusan”

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Wa Cening dari Les | Ketekunan & Kesetiaan Sejak Belia pada “Lengis Tanusan”

Wa Cening dari Les | Ketekunan & Kesetiaan Sejak Belia pada “Lengis Tanusan”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co