3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ibu Sinar Wati | 17 Tahun Memilah Sampah Plastik dan Kini Sudah Ahli

Gading Ganesha by Gading Ganesha
June 16, 2021
in Khas
Ibu Sinar Wati | 17 Tahun Memilah Sampah Plastik dan Kini Sudah Ahli

Ketut Sinar Wati memilah sampah di Rumah Plastik, Desa Petandakan, Buleleng [Foto Gading Ganesha]

Tahu Rumah Plastik? Sayang sekali jika tidak tahu.

Rumah Plastik adalah sebuah lembaga pengelola sampah pastik yang berdiri sejak 2016. Tempatnya di Desa Petandakan,  Kecamatan Buleleng, Bali.

Setiap bulan Rumah Plastik mengelola sampah plastik sekitar 30 ton.  Dan itu bukanlh pekerjaaan mudah. Kemampuan Rumah Plastik mengelola plastik hingga mencapai 30 ton per bulan itu dapat dikatakan cukup banyak, apalagi mengingat luas Rumah Plastik hanya 700 meter persegi.

Dengan areal yang terlalu luas, dibutuhkan managemen pengelolaan yang sangat baik sehingga tempat itu tidak mirip TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dengan sampah yang menumpuk. Kuncinya, sampah harus dipilah dengan cepat, cermat, dan cerdas. Sehingga, memilah sampah pun dibutuhkan seorang ahli, seseorang yang sudah berpengalaman.

Kenapa Rumah Plastik bisa memilah dan mengelola sampah plastik dengan baik dan cepat? Salah satu rahasianya ternyata ada  seorang ibu yang bekerja di tempat itu. Usianya sudah 49 tahun namanya Ketut Sinar Wati.

Ibu itu tinggal di Banjar Dinas Dalem Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan.  Dari rumahnya menuju gudang Rumah Plastik memerlukan waktu sekitar 20 menit naik motor.

Ketut Sinar Wati {Foto Gading Ganesha]

Yang luar biasa dari wanita yang biasa dipanggil Ibu Sinar ini adalah kemampuannya dalam memilah sampah. Dalam 1 hari ibu enam anak ini mampu menyelesaikan proses penyortiran sampah plastik yang ada di rumah plastik sampai 900 Kg.

Untuk proses pemilahan secara spesifik sesuai jenis plastiknya dalam sehari ia bisa menuntaskan plastic mencapai 200 kg.

Proses penyortiran yang dilakukan di Rumah Plastik adalah proses membagi sampah plastik yang datang dari bank sampah sesuai jenisnya, sekaligus membuka label yang masih menempel pada plastik. Untuk tahap ini ada 5/10  jenis plastik yang dibedakan,  mulai dari jenis PP Bening,  PP Warna, HDPE PET Bening,  PET Biru Muda, PET Warna, LDPE,  PVC dan jenis plastik lainnya. Agak rumit bukan?

Bahkan proses pemilahan secara spesifik akan lebih detail lagi mulai dari perbedaan warna dari masing-masing jenis plastik. Ada 58 jenis plastik yang harus dipisahkan sebelum plastik itu dapat didaur ulang kembali. Bayangkanlah, betapa pekerjaan itu membutuhkan kecermatan dan ketelitian.

Karena proses pemilahannya yang cukup  detail ini maka diperlukan keahlian khusus untuk mampu mengenal jenis plastic hanya dengan sekali lihat. Nah,  kemampuan Ibu Sinar Wati menjadi sangat istimewa.  Dengan kemampuan istimewa itu, Rumah Plastik dapat melakukan proses pemilahan yang tepat dan cepat, dan dengan cepat pula dapat dilakukan proses pencacahan sampah plastik, lalu hasilnya segera dapat dikirim ke pabrik untuk didaur ulang.

Dari mana datangnya kemampuannya Ibu Sinar itu?

“Melajah pedidi gen, nak uling tahun 2004 be nyemak gae milah sampah,  jadinya sube apal jenis-jenis plastiknya,” ujar Ibu Sinar Wati ketika ditemui pertengahan Juni di Rumah Plastik, Desa Petandakan. Artinya, “Saya be;lajar sendiri, sejak tahun 2004 sudah melakukan pekerjaan memilah sampah, sehingga sudah hapal jenis-jenis plasti.”

Jadi, kata Ibu Sinar, semuanya berjalan begitu saja.  Belajar dari pengalaman.

Hampir sudah 17 tahun dia bekerja di dunia persampahan, waktu yang memamg tentu sudah mampu menjadikan orang masuk pada level ahli dalam melakukan pekerjannya.

“Sing ade gaen len, dadine nyemak gae milah sampah, pang idaang nulungin suami untuk kehidupan sehari-hari,” ungkap istri dari Nyoman Yasa ini. Artinya, “Tak ada pekerjaan lain, sehingga melakukan pekerjaan memilah sampah, agar bisa membantu suami untuk menopang kehidupan seha-hari.”

Di Rumah Plastik, Ibu Sinar sudah bekerja sejak tahun 2017. Sebelumnya ia bekerja di tempat-tempat pengepul smpah yang ada di wilayah Desa Kerobokan dan Kelurahan Penarukan yang dekat dengan rumahnya.

Penuls bersama Ibu Sinar Wati

Ia diajak teman untuk membantu memilah sampah di Rumah Plastik. Karena hasilnya sesuai dan setiap harinya selalu ada sampah yang bisa dipilah, jadinya ia memilih terus bekerja di Rumah Plastik.

Dari hasil bekerja ia sudah bisa membuka usaha warung dirumahnya dan juga membantu biaya sekolah anaknya.

“Jani be ngelah warung jumah, warung kecil-kecilan, pang ade masih tambahan,” katanya. Dari hasil bekerja trus dikumpulkan untuk membuat usaha warung.

Usahanya dibantu anak-anaknya di rumah, “Warung di jumah panakke ane nongosin,  dadua be nganten,  empat orang ade ane be megae ade masih ane nu masuk,” jelasnya. Warungnya dijaga anaknya. Dua anaknya sudah menikah, empat anaknya yang lain ada yng sudah bekerja, ada yang masih sekolah.

Meski sudah punya usaha warung kecil, ibu yang berasal dari Karangasem ini mengatakan ia akan tetap terus bekerja di Rumah Plastik. Karena baginya, bekerja memilah sampah sudah memberikan kenyamanan dan kenikmatan tersendiri.

“Yen sube tusing ngidaang kije mare suud megae. Nak nu demen megae milah sampah!” Begitu ungkapnya sambil tangannya tetap memilah sampah plastik. Kalau sudah tak bisa ke mana-mana barulah selesai bekerja. Kini masih menikmati bekerja memilah sampah.

Apa kata Founder Rumah Plastik, Eka Darmawan?

“Kemampuan memilah sampah memang terlihat sederhana,  tetapi memiliki peranan yang sangat penting,  dalam proses pengelolaan sampah, pemilahan adalah kunci untuk keberhasilannya prosesnya” ujarnya.

Karena memilah itu penting, kata Eka Darmawan, pemerintah dan para penggiat lingkungan selalu mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya.

“Melalui proses pemilahan sampah yang baik,  sampah tidak lagi jadi masalah, bahkan bisa memberikan nilai ekonomi,” kata pria dengan dua anak ini. [T]

Tags: balibulelengdaur ulang sampah plastikRumah PlastikSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Petani dan Musang | Dongeng dari Jepang

Next Post

Wa Cening dari Les | Ketekunan & Kesetiaan Sejak Belia pada “Lengis Tanusan”

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
Wa Cening dari Les | Ketekunan & Kesetiaan Sejak Belia pada “Lengis Tanusan”

Wa Cening dari Les | Ketekunan & Kesetiaan Sejak Belia pada “Lengis Tanusan”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co