2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah | “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji

Gading Ganesha by Gading Ganesha
July 13, 2021
in Khas
Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah | “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji

Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah, “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji [Foto-foto: Gading Ganesha]

Pukul 6.30 pagi pria paruh baya ini sudah tiba di tempat kerjanya. Letak tempat kerjanya itu ada di depan Setra/Kuburan Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, tepatnya di Jalan Kibarak Panji Sakti.

Tempat kerjanya tentu saja bukan seperti kantor pada umumnya.  Tapi tidak kalah padat aktivitas yang dilakukannya. Setiap hari bertemu dengan banyak orang di tempat kerjanya, mereka yang datang ke tempat Itu selalu membawa sesuatu yang tidak mereka perlukan lagi, yang sering kita sebut sampah.

Ya, tempat kerjanya itu adalah tempat sampah, lebih tepat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang ada Desa Panji. 

Nama pria itu Nyoman Sujana. Di Desa Panji ia lebih akrab disapa Bapak Brenyit. Di TPS Desa Panji, pria kelahiran 31 Desember 1960 ini bertugas “mengawasi” setiap warga yang membawa sampah ke tempat tersebut. Diawasi, bukan berarti dilarang buang sampah. Melainkan, warga dipastikan akan membuang sampahnya dengan baik di kontainer yang disediakan, bukan membuang sembarang di sekitar kontainer.  Selain itu ia juga memastikan tempat tersebut tetap terlihat bersih.

Di usia yang sudah 61 tahun ini ia tampak masih begitu kuat mengangkat sampah-sampah yang berserakan di bawah ke kontainer, sambil memilah sampah-sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomi.

Seharian dia akan menunggu di tempat sampah tersebut.  Pagi ia melakukan bersih-bersih dengan menyapu dan menaikkan sampah-sampah yang dibuang di samping kontainer oleh warga. Lalu dia akan duduk sambil membersihkan plastik-plastik yang ada nilai ekonominya.

“Saya bersih-bersih disini,  kalau ada yang yang buang sampahnya tidak di kontainer saya naikkan ke kontainer, sambil menunggu dari mobil DLH datang,” ujarnya.

Setiap hari memang akan datang mobil dum truk DLH (Dinas Lingkungan Hidup) mengambil kontainer sampah tersebut untuk dibawa ke TPA, lalu menggantikan dengan kontainer sampah baru yang kosong. Pemerintah Desa Panji dengan Dinas Lingkungan Hidup telah menjalin kerjasama terkait itu,  di mana desa wajib membayar kepada pemerintah sesuai dengan ketentuan yang ada.

Bapak Sujana menjelaskan jam kerjanya di TPS itu setiap hari. “Awai nyoyong dini jam 6.30 sampai sore, sube mebekel nasi,  ibi kurnane kajak, men jumah masih sing ade gae,” jelasnya.  Yang artinya ia seharian di sini dari pagi jam 6.30 sampai sore,  Sudah berbekal nasi, istri juga kadang mendampingi,  kalau di rumah tidak ada kerjaan.

Pria dengan dua orang anak ini juga menerangkan bagaimana dia bisa bekerja di sana.  Katanya dulu, kerjaannya menunggu kontainer sampah di depan Perumahan Panji Asri. Di tempat itu ia mencari sampah-sampah yang bernilai ekonomi sambil mencari sisa makanan untuk ternak babinya.

“Uli kontainernya di bedelod di Perumahan Panji Asri be nuduk sampah gen ajak sisa-sisa makanan ane ade baang ngamah kucit,” jelas pria yang tinggal di Banjar Dinas Kembang Sari Desa Panji itu.

Sebelum dibangunnya TPS di depan kuburan,  kontainer sampah di Desa Panji memang diletakkan di pintu masuk Desa Panji dari arah utara yang berbatasan dengan Desa Baktiseraga, tepatnya depan perumahan BTN Panji Asri. Karena terkesan kumuh, sekitar 5 tahun lalu disepati oleh pemerintah desa melalui APBDes untuk membangun TPS di depan kuburan.

Sejak saat itu Bapak Brenyit beralih dari menunggu kontainer sampah di depan BTN Panji Arsi menjadi penunggu kontainer di TPS depan Kuburan Desa Panji.

Atas inisiasi Perbekel Desa Panji saat itu, yakni Nyoman Sutama, maka diputuskan TPS tersebut tetap ada yang menjaga kebersihannya dengan anggaran melalui APBDes. Jadilah Nyoman Sujana alias Brenyit dipekerjakan oleh pihak Pemerintah Desa untuk bertugas di TPS tersebut.

“Ulian saya sai dini nongosin tempat sampahe trus nulungin bersih-bersih bange gaen ajak Pak Mekel Lempod (Panggilan Nyoman Sutama)” begitu jelasnya. Artinya, karena sering menunggu tempat sampah maka ia diberi pekerjaan oleh Pak Mekel Lempod.

Dari sanalah Nyoman Sujana akhirnya bekerja di TPS Desa Panji. Karena sudah diminta kerja di sana, ia tidak lagi memelihara babi. Ia  fokus menjaga kebersihan tempat itu. Apalagi di rumahnya kini sudah padat pemukiman, sehingga memelihara ternak bisa mengganggu tetangga karena kotoran ternak. Padahal menurutnya begitu mudah memelihara babi, karena pakannya sudah begitu mudah didapat di tempat TPS tersebut.

Kini, selain menunggu, ia sibuk mengumpulkan sampah bernilai. Dalam seminggu ia bisa menghasilkan Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu dengan mengumpulkan sampah yang bernilai, mulai dari plastik, kertas, besi dan kardus di TPS itu. “Ya cukup untuk keperluan sehari-hari,” katanya.

Sementara honornya dari Pihak desa sendiri tidak begitu banyak dalam sebulan, bahkan cairnya 3 bulan sekali. Jadi sumber penghasilan utamanya memang dari mencari sampah-sampah yang bernilai ekonomi, lalu dijual ke pengepul seminggu sekali, atau jika volume sedikit dalam dua minggu sekali baru bisa dijual.

Meskipun berada di depan kuburan, Sujana sendiri menyampaikan tidak ada rasa takut, sudah terbiasa,  kerjanya juga tidak malam, hanya dari pagi sampai sore. “Masih banyak orang yang lewat,”  katanya.

Justru masalah terbesar yang dia hadapi bukan karena berada di depan kuburan,  tetapi karena letaknya di seberang  di jalan utama,  sehingga berdampak cukup banyak warga masyarakat yang membuang sampahnya tidak di kontainer.  Sambil berkendara, warga langsung ditaruh sampahnya di bawah, kadang dilempar begitu saja. Sehingga sampahnya meluber hingga ke jalanan. Padahal oleh Perbekel Desa Panji yang baru sudah dipasang plang informasi agar masyarakat yang membuang sampah di TPS memasukkan sampahnya di kontainer.

“Tiang menjaga sampai sore gen, ane peteng ajak tengah lemenge ngutang luu sai awag-awagine” katanya. Artinya, ia menjaga hingga sore. Yang buang sampah malam-malam biasanya sembarangan.

Bahkan seringkali bukan warga Desa Panji yang membawa sampah. Dari luar Desa Panji juga sering membawa sampah ke TPS tersebut. “Meski sudah ditegur, selalu saja ada laporan yang melihat warga dari luar desa membawa sampah ke sini,” kata Sujana.

Meskipun begitu, Sujana tampak terlihat begitu sabar menghadapi  masyarakat yang membuang sampah sembarangan di tempat itu. Tak ada terlihat keluhan di wajahnya saat sedikit demi sedikit ia menyapu sampah-sampah yang berserakan lalu menaikkannya ke kontainer.

Melihat ukuran TPS-nya yang kecil dan hanya dengan 1 kontainer memang tidak akan mampu menampung semua sampah yang d hasilkan oleh warga Panji yang jumlah penduduk lebih dari 10.000 jiwa. Sehingga keberadaan Nyoman Sujana ini sangatlah penting di tempat tersebut. Semoga di usianya yang sudah lanjut,  beliau tetap sehat menunggu Tempat Pembuangan Sampah Sementara di Desa Panji itu. [T]

___

Baca artikel tentang usaha sampah plastik yang lain oleh penulis Gading Ganesha

Tags: Desa PanjiSampahsampah plastikusaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pustaka Ekspresi, Janji Hati Made Sugianto pada Sastra Bali Modern

Next Post

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co