23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah | “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji

Gading Ganesha by Gading Ganesha
July 13, 2021
in Khas
Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah | “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji

Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah, “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji [Foto-foto: Gading Ganesha]

Pukul 6.30 pagi pria paruh baya ini sudah tiba di tempat kerjanya. Letak tempat kerjanya itu ada di depan Setra/Kuburan Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, tepatnya di Jalan Kibarak Panji Sakti.

Tempat kerjanya tentu saja bukan seperti kantor pada umumnya.  Tapi tidak kalah padat aktivitas yang dilakukannya. Setiap hari bertemu dengan banyak orang di tempat kerjanya, mereka yang datang ke tempat Itu selalu membawa sesuatu yang tidak mereka perlukan lagi, yang sering kita sebut sampah.

Ya, tempat kerjanya itu adalah tempat sampah, lebih tepat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang ada Desa Panji. 

Nama pria itu Nyoman Sujana. Di Desa Panji ia lebih akrab disapa Bapak Brenyit. Di TPS Desa Panji, pria kelahiran 31 Desember 1960 ini bertugas “mengawasi” setiap warga yang membawa sampah ke tempat tersebut. Diawasi, bukan berarti dilarang buang sampah. Melainkan, warga dipastikan akan membuang sampahnya dengan baik di kontainer yang disediakan, bukan membuang sembarang di sekitar kontainer.  Selain itu ia juga memastikan tempat tersebut tetap terlihat bersih.

Di usia yang sudah 61 tahun ini ia tampak masih begitu kuat mengangkat sampah-sampah yang berserakan di bawah ke kontainer, sambil memilah sampah-sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomi.

Seharian dia akan menunggu di tempat sampah tersebut.  Pagi ia melakukan bersih-bersih dengan menyapu dan menaikkan sampah-sampah yang dibuang di samping kontainer oleh warga. Lalu dia akan duduk sambil membersihkan plastik-plastik yang ada nilai ekonominya.

“Saya bersih-bersih disini,  kalau ada yang yang buang sampahnya tidak di kontainer saya naikkan ke kontainer, sambil menunggu dari mobil DLH datang,” ujarnya.

Setiap hari memang akan datang mobil dum truk DLH (Dinas Lingkungan Hidup) mengambil kontainer sampah tersebut untuk dibawa ke TPA, lalu menggantikan dengan kontainer sampah baru yang kosong. Pemerintah Desa Panji dengan Dinas Lingkungan Hidup telah menjalin kerjasama terkait itu,  di mana desa wajib membayar kepada pemerintah sesuai dengan ketentuan yang ada.

Bapak Sujana menjelaskan jam kerjanya di TPS itu setiap hari. “Awai nyoyong dini jam 6.30 sampai sore, sube mebekel nasi,  ibi kurnane kajak, men jumah masih sing ade gae,” jelasnya.  Yang artinya ia seharian di sini dari pagi jam 6.30 sampai sore,  Sudah berbekal nasi, istri juga kadang mendampingi,  kalau di rumah tidak ada kerjaan.

Pria dengan dua orang anak ini juga menerangkan bagaimana dia bisa bekerja di sana.  Katanya dulu, kerjaannya menunggu kontainer sampah di depan Perumahan Panji Asri. Di tempat itu ia mencari sampah-sampah yang bernilai ekonomi sambil mencari sisa makanan untuk ternak babinya.

“Uli kontainernya di bedelod di Perumahan Panji Asri be nuduk sampah gen ajak sisa-sisa makanan ane ade baang ngamah kucit,” jelas pria yang tinggal di Banjar Dinas Kembang Sari Desa Panji itu.

Sebelum dibangunnya TPS di depan kuburan,  kontainer sampah di Desa Panji memang diletakkan di pintu masuk Desa Panji dari arah utara yang berbatasan dengan Desa Baktiseraga, tepatnya depan perumahan BTN Panji Asri. Karena terkesan kumuh, sekitar 5 tahun lalu disepati oleh pemerintah desa melalui APBDes untuk membangun TPS di depan kuburan.

Sejak saat itu Bapak Brenyit beralih dari menunggu kontainer sampah di depan BTN Panji Arsi menjadi penunggu kontainer di TPS depan Kuburan Desa Panji.

Atas inisiasi Perbekel Desa Panji saat itu, yakni Nyoman Sutama, maka diputuskan TPS tersebut tetap ada yang menjaga kebersihannya dengan anggaran melalui APBDes. Jadilah Nyoman Sujana alias Brenyit dipekerjakan oleh pihak Pemerintah Desa untuk bertugas di TPS tersebut.

“Ulian saya sai dini nongosin tempat sampahe trus nulungin bersih-bersih bange gaen ajak Pak Mekel Lempod (Panggilan Nyoman Sutama)” begitu jelasnya. Artinya, karena sering menunggu tempat sampah maka ia diberi pekerjaan oleh Pak Mekel Lempod.

Dari sanalah Nyoman Sujana akhirnya bekerja di TPS Desa Panji. Karena sudah diminta kerja di sana, ia tidak lagi memelihara babi. Ia  fokus menjaga kebersihan tempat itu. Apalagi di rumahnya kini sudah padat pemukiman, sehingga memelihara ternak bisa mengganggu tetangga karena kotoran ternak. Padahal menurutnya begitu mudah memelihara babi, karena pakannya sudah begitu mudah didapat di tempat TPS tersebut.

Kini, selain menunggu, ia sibuk mengumpulkan sampah bernilai. Dalam seminggu ia bisa menghasilkan Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu dengan mengumpulkan sampah yang bernilai, mulai dari plastik, kertas, besi dan kardus di TPS itu. “Ya cukup untuk keperluan sehari-hari,” katanya.

Sementara honornya dari Pihak desa sendiri tidak begitu banyak dalam sebulan, bahkan cairnya 3 bulan sekali. Jadi sumber penghasilan utamanya memang dari mencari sampah-sampah yang bernilai ekonomi, lalu dijual ke pengepul seminggu sekali, atau jika volume sedikit dalam dua minggu sekali baru bisa dijual.

Meskipun berada di depan kuburan, Sujana sendiri menyampaikan tidak ada rasa takut, sudah terbiasa,  kerjanya juga tidak malam, hanya dari pagi sampai sore. “Masih banyak orang yang lewat,”  katanya.

Justru masalah terbesar yang dia hadapi bukan karena berada di depan kuburan,  tetapi karena letaknya di seberang  di jalan utama,  sehingga berdampak cukup banyak warga masyarakat yang membuang sampahnya tidak di kontainer.  Sambil berkendara, warga langsung ditaruh sampahnya di bawah, kadang dilempar begitu saja. Sehingga sampahnya meluber hingga ke jalanan. Padahal oleh Perbekel Desa Panji yang baru sudah dipasang plang informasi agar masyarakat yang membuang sampah di TPS memasukkan sampahnya di kontainer.

“Tiang menjaga sampai sore gen, ane peteng ajak tengah lemenge ngutang luu sai awag-awagine” katanya. Artinya, ia menjaga hingga sore. Yang buang sampah malam-malam biasanya sembarangan.

Bahkan seringkali bukan warga Desa Panji yang membawa sampah. Dari luar Desa Panji juga sering membawa sampah ke TPS tersebut. “Meski sudah ditegur, selalu saja ada laporan yang melihat warga dari luar desa membawa sampah ke sini,” kata Sujana.

Meskipun begitu, Sujana tampak terlihat begitu sabar menghadapi  masyarakat yang membuang sampah sembarangan di tempat itu. Tak ada terlihat keluhan di wajahnya saat sedikit demi sedikit ia menyapu sampah-sampah yang berserakan lalu menaikkannya ke kontainer.

Melihat ukuran TPS-nya yang kecil dan hanya dengan 1 kontainer memang tidak akan mampu menampung semua sampah yang d hasilkan oleh warga Panji yang jumlah penduduk lebih dari 10.000 jiwa. Sehingga keberadaan Nyoman Sujana ini sangatlah penting di tempat tersebut. Semoga di usianya yang sudah lanjut,  beliau tetap sehat menunggu Tempat Pembuangan Sampah Sementara di Desa Panji itu. [T]

___

Baca artikel tentang usaha sampah plastik yang lain oleh penulis Gading Ganesha

Tags: Desa PanjiSampahsampah plastikusaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pustaka Ekspresi, Janji Hati Made Sugianto pada Sastra Bali Modern

Next Post

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co