12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah | “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji

Gading Ganesha by Gading Ganesha
July 13, 2021
in Khas
Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah | “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji

Pak Brenyit Sang Penunggu Sampah, “Berkantor” di Depan Kuburan Desa Panji [Foto-foto: Gading Ganesha]

Pukul 6.30 pagi pria paruh baya ini sudah tiba di tempat kerjanya. Letak tempat kerjanya itu ada di depan Setra/Kuburan Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, tepatnya di Jalan Kibarak Panji Sakti.

Tempat kerjanya tentu saja bukan seperti kantor pada umumnya.  Tapi tidak kalah padat aktivitas yang dilakukannya. Setiap hari bertemu dengan banyak orang di tempat kerjanya, mereka yang datang ke tempat Itu selalu membawa sesuatu yang tidak mereka perlukan lagi, yang sering kita sebut sampah.

Ya, tempat kerjanya itu adalah tempat sampah, lebih tepat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang ada Desa Panji. 

Nama pria itu Nyoman Sujana. Di Desa Panji ia lebih akrab disapa Bapak Brenyit. Di TPS Desa Panji, pria kelahiran 31 Desember 1960 ini bertugas “mengawasi” setiap warga yang membawa sampah ke tempat tersebut. Diawasi, bukan berarti dilarang buang sampah. Melainkan, warga dipastikan akan membuang sampahnya dengan baik di kontainer yang disediakan, bukan membuang sembarang di sekitar kontainer.  Selain itu ia juga memastikan tempat tersebut tetap terlihat bersih.

Di usia yang sudah 61 tahun ini ia tampak masih begitu kuat mengangkat sampah-sampah yang berserakan di bawah ke kontainer, sambil memilah sampah-sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomi.

Seharian dia akan menunggu di tempat sampah tersebut.  Pagi ia melakukan bersih-bersih dengan menyapu dan menaikkan sampah-sampah yang dibuang di samping kontainer oleh warga. Lalu dia akan duduk sambil membersihkan plastik-plastik yang ada nilai ekonominya.

“Saya bersih-bersih disini,  kalau ada yang yang buang sampahnya tidak di kontainer saya naikkan ke kontainer, sambil menunggu dari mobil DLH datang,” ujarnya.

Setiap hari memang akan datang mobil dum truk DLH (Dinas Lingkungan Hidup) mengambil kontainer sampah tersebut untuk dibawa ke TPA, lalu menggantikan dengan kontainer sampah baru yang kosong. Pemerintah Desa Panji dengan Dinas Lingkungan Hidup telah menjalin kerjasama terkait itu,  di mana desa wajib membayar kepada pemerintah sesuai dengan ketentuan yang ada.

Bapak Sujana menjelaskan jam kerjanya di TPS itu setiap hari. “Awai nyoyong dini jam 6.30 sampai sore, sube mebekel nasi,  ibi kurnane kajak, men jumah masih sing ade gae,” jelasnya.  Yang artinya ia seharian di sini dari pagi jam 6.30 sampai sore,  Sudah berbekal nasi, istri juga kadang mendampingi,  kalau di rumah tidak ada kerjaan.

Pria dengan dua orang anak ini juga menerangkan bagaimana dia bisa bekerja di sana.  Katanya dulu, kerjaannya menunggu kontainer sampah di depan Perumahan Panji Asri. Di tempat itu ia mencari sampah-sampah yang bernilai ekonomi sambil mencari sisa makanan untuk ternak babinya.

“Uli kontainernya di bedelod di Perumahan Panji Asri be nuduk sampah gen ajak sisa-sisa makanan ane ade baang ngamah kucit,” jelas pria yang tinggal di Banjar Dinas Kembang Sari Desa Panji itu.

Sebelum dibangunnya TPS di depan kuburan,  kontainer sampah di Desa Panji memang diletakkan di pintu masuk Desa Panji dari arah utara yang berbatasan dengan Desa Baktiseraga, tepatnya depan perumahan BTN Panji Asri. Karena terkesan kumuh, sekitar 5 tahun lalu disepati oleh pemerintah desa melalui APBDes untuk membangun TPS di depan kuburan.

Sejak saat itu Bapak Brenyit beralih dari menunggu kontainer sampah di depan BTN Panji Arsi menjadi penunggu kontainer di TPS depan Kuburan Desa Panji.

Atas inisiasi Perbekel Desa Panji saat itu, yakni Nyoman Sutama, maka diputuskan TPS tersebut tetap ada yang menjaga kebersihannya dengan anggaran melalui APBDes. Jadilah Nyoman Sujana alias Brenyit dipekerjakan oleh pihak Pemerintah Desa untuk bertugas di TPS tersebut.

“Ulian saya sai dini nongosin tempat sampahe trus nulungin bersih-bersih bange gaen ajak Pak Mekel Lempod (Panggilan Nyoman Sutama)” begitu jelasnya. Artinya, karena sering menunggu tempat sampah maka ia diberi pekerjaan oleh Pak Mekel Lempod.

Dari sanalah Nyoman Sujana akhirnya bekerja di TPS Desa Panji. Karena sudah diminta kerja di sana, ia tidak lagi memelihara babi. Ia  fokus menjaga kebersihan tempat itu. Apalagi di rumahnya kini sudah padat pemukiman, sehingga memelihara ternak bisa mengganggu tetangga karena kotoran ternak. Padahal menurutnya begitu mudah memelihara babi, karena pakannya sudah begitu mudah didapat di tempat TPS tersebut.

Kini, selain menunggu, ia sibuk mengumpulkan sampah bernilai. Dalam seminggu ia bisa menghasilkan Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu dengan mengumpulkan sampah yang bernilai, mulai dari plastik, kertas, besi dan kardus di TPS itu. “Ya cukup untuk keperluan sehari-hari,” katanya.

Sementara honornya dari Pihak desa sendiri tidak begitu banyak dalam sebulan, bahkan cairnya 3 bulan sekali. Jadi sumber penghasilan utamanya memang dari mencari sampah-sampah yang bernilai ekonomi, lalu dijual ke pengepul seminggu sekali, atau jika volume sedikit dalam dua minggu sekali baru bisa dijual.

Meskipun berada di depan kuburan, Sujana sendiri menyampaikan tidak ada rasa takut, sudah terbiasa,  kerjanya juga tidak malam, hanya dari pagi sampai sore. “Masih banyak orang yang lewat,”  katanya.

Justru masalah terbesar yang dia hadapi bukan karena berada di depan kuburan,  tetapi karena letaknya di seberang  di jalan utama,  sehingga berdampak cukup banyak warga masyarakat yang membuang sampahnya tidak di kontainer.  Sambil berkendara, warga langsung ditaruh sampahnya di bawah, kadang dilempar begitu saja. Sehingga sampahnya meluber hingga ke jalanan. Padahal oleh Perbekel Desa Panji yang baru sudah dipasang plang informasi agar masyarakat yang membuang sampah di TPS memasukkan sampahnya di kontainer.

“Tiang menjaga sampai sore gen, ane peteng ajak tengah lemenge ngutang luu sai awag-awagine” katanya. Artinya, ia menjaga hingga sore. Yang buang sampah malam-malam biasanya sembarangan.

Bahkan seringkali bukan warga Desa Panji yang membawa sampah. Dari luar Desa Panji juga sering membawa sampah ke TPS tersebut. “Meski sudah ditegur, selalu saja ada laporan yang melihat warga dari luar desa membawa sampah ke sini,” kata Sujana.

Meskipun begitu, Sujana tampak terlihat begitu sabar menghadapi  masyarakat yang membuang sampah sembarangan di tempat itu. Tak ada terlihat keluhan di wajahnya saat sedikit demi sedikit ia menyapu sampah-sampah yang berserakan lalu menaikkannya ke kontainer.

Melihat ukuran TPS-nya yang kecil dan hanya dengan 1 kontainer memang tidak akan mampu menampung semua sampah yang d hasilkan oleh warga Panji yang jumlah penduduk lebih dari 10.000 jiwa. Sehingga keberadaan Nyoman Sujana ini sangatlah penting di tempat tersebut. Semoga di usianya yang sudah lanjut,  beliau tetap sehat menunggu Tempat Pembuangan Sampah Sementara di Desa Panji itu. [T]

___

Baca artikel tentang usaha sampah plastik yang lain oleh penulis Gading Ganesha

Tags: Desa PanjiSampahsampah plastikusaha sampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pustaka Ekspresi, Janji Hati Made Sugianto pada Sastra Bali Modern

Next Post

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co