3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemetaan dan Kota Pusaka (Denpasar) yang Dilematis – Antara Bertahan atau Berubah…

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
February 2, 2018
in Opini

Pemrajan Griya Bajing Kesiman, Denpasar. (Dokumentasi Nglesir Visual 2017)

 

BELAKANGAN ini di media sosial seolah beramai-ramai ada postingan tentang bangunan pura yang memiliki arsitektur klasik sedang direnovasi, walaupun tidak seramai postingan kejadian kemanusiaan di negara tetangga, pasca diunggahnya foto renovasi dan foto sebelum renovasi bangunan lama itu cukup masif kemudian kita jumpai hastag #savepuratua beserta foto-foto pura tua yang masih bertahan.

Sontak saja, kejadian ini menjadi hangat di kalangan mereka yang ngeh dan peduli dengan situs-situs tua maupun klasik karena dianggap adanya pemusnahan narasi sejarah. Narasi sejarah terletak pada bangunan-bangunan itu, ada juga yang menyebutkan terselip di beberapa relief, ada juga yang menyatakan tersembunyi dalam ragam simbol ornamen penghias dan harus dibaca dengan metode khusus agar mampu menyingkap misteri jejak leluhur nan adiluhung.

Kopi baru saja saya seduh, sambil membuka-buka media sosial lagi dan rokok baru saja saya bakar. Tiba-tiba kenangan saya terbawa ke beberapa bulan lalu sewaktu saya menghadiri pertemuan tentang pemantapan dewan Denpasar sebagai Kota Pusaka di Bali Hotel jalan Vetran Denpasar. Yang hadir adalah para dedengkot pemikir, pelaksana, budayawan, akademisi, bahkan anggota dewan yang terhormat yang entah memang benar mengerti dan paham tentang materi atau… ah sudahlah, saya tidak boleh seuudzon.

Dalam kertas yang diberikan waktu itu berisikan ragam materi tentang kosepsi kota pusaka, jaringan kota pusaka, dampak kedepan, hal-hal yang menghambat terbentuknya kota pusaka dan agak seram memang namun gagah sekali. Adapun pusaka dalam KBBI dijelaskan sebagai “harta peninggalan, harta warisan; benda yang diturunkan dari nenek moyang”. Dalam konteks kota pusaka dijelaskan sebagai kota atau kabupaten yang memiliki Keunggulan Nilai Nasional (KNN) rajutan berbagai pusaka dan memiliki rencana induk pelestarian kota pusaka dan pengelolaan pelestarian dalam KNN, penjelasan itu dikutip dari Piagam Pelestarian Kota Pusaka Indonesia 2013.

Sub materi dari kota pusaka dalam materi tersebut dibagi menjadi tiga yaitu (1) Pusaka Alam meliputi pesisir, hutan mangrove, taman laut, dan lainnya hmm kalau boleh saya usul ada yaitu hutan kota (hutan riil dengan tanaman kayu lho ya, bukan beton yang ditanam menghabisi sawah dan lahan hijau) hehehe. (2) Pusaka Budaya meliputi benda cagar budaya, seni sakral, budaya lontar, dan lainnya. (3) Pusaka Saujana meliputi pelestarian/penguatan subak lestari, pendataan dan observasi Pura Ulun Suwi yang tidak ada sawahnya. Point ke tiga cukup tragis nan ironis nampaknya untuk kota Denpasar.

Dalam point ke dua itu setelah saya bayangkan cukup lama bahkan berbulan-bulan menjadi sangat gagah dan sempat saya kubur di bagian bawah ingatan hingga saya diingatkan kembali dengan kejadian renovasi pura yang telah disebut di atas. Di Kota Denpasar dengan gaya bangunan (arsitektur pura) khas Bebadungan yang menampilkan sedikit ornamen dibandingkan Gianyar dan Buleleng memiliki kekuatan pada tata cara membuat pepalihan atau dalam kosa rupa disebut gaya lelengisan, bahan utama adalah bata merah yang disusun sangat rumit dan dinamis banyak kita jumpai.

Walaupun di setiap pura di Bali menampilkan pepalihan dalam arsitektur nampaknya gaya bebadungan di Denpasar ini tidak ada yang menyaingi. Lihat saja pelinggih di Pura Pangrebongan Kesiman, pemedal Pemrajan Agung Puri Gede Kesiman juga bangunan balai kulkul Grenceng.

Penemuan situs struktur bangunan kuno di areal Pakubon Tegeh Gandha Bhuana, Penatih. Dokumetasi Balar dan atas kebaikan Pakubon Tegeh Gandha Bhuana, Penatih.

Selain yang disebutkan, banyak lagi desa-desa di Kota Denpasar yang menyimpan ragam arsitektur klasik walaupun tidak masuk ke dalam cagar budaya hingga memang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya serupa Prasasti Blanjong di Sanur, Pura Tambang Badung, Pura Maospahit, Pura Sakenan di Serangan, dan lainnya. Khayalan saya sampai pada sebuah prosesi pemetaan.

Bayangkan jika masing-masing desa sadar akan potensi pusaka desanya yang berupa arsitektur pura mampu di petakan, maka kekayaan kota ini akan makin bertambah dan Pusaka itu semakin dekat dan nyata. Desa Penatih misalkan, tidak banyak yang tahu tentang penemuan situs kuno yang kini masih lelap di bawah Pakubon Tegeh Gandha Bhuana, juga gugusan pura dari Penataran Penatih hingga Desa Tembau yang bertebaran visual arkeologis, andaikata hal ini bisa dipetakan, wahhh Denpasar hebat.

Lain dari itu, dari sisi akademis dalam konteks seni rupa (patung, lukis, desain) ataupun sekolah menengah yang di dalamnya ada pembelajaran seni budaya atau ornamen, seharusnya mampu menggiring peserta didik keranah riil dalam membuat tugas ataupun berkarya, terjun langsung ke lokasi-lokasi terdekat untuk belajar langsung dilapangan. Jadi ornamennya tidak sekedar menyontek dari karya kakak kelas yang sudah lewat, atau  menghayal.

Waaahhh, tentu saja hal ini perlu sinergi dan terintegrasi dengan baik antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kebudayaan. Kota Pusaka bukan hanya milik birokrasi yang mentereng dengan programnya atau milik wakil rakyat yang dipaparkan dalam kampanyenya atau para agen travel pariwisata dengan jualan situs-situsnya yang itu-itu saja, namun kota pusaka adalah milik masyarakat. Sekali lagi, waaahhh, gagah sekali.

Saya rasa dengan pemahaman tersebut maka dapat meminimalkan menghilangnya bangunan-bangunan pura yang harusnya menjadi wadah pembelajaran visual, sastra maupun sejarah. Akan tetapi…

Wayan Griya dalam materinya yang berisikan mengenai tantangan dan hambatan mewujudkan Kota Pusaka salah satunya adalah “vandalisme manusia”, dan sangat serius ini mengerikan. Namun perlu saya garis bawahi adalah renovasi (bedakan renovasi dengan restorasi) bangunan pura berarsitektur klasik bukanlah perkara perusakan terhadap pura tua, karena di dalamnya pasti sudah ada musyawarah mufakat antar masyarakat desa waluapun ada pro dan kontra.

Memang sulit berada di posisi bertahan atau merenovasi dengan bahan baru dan pemikiran ini sungguh melelahkan hingga akhirnya dengan jalan tengah secara legowo kesimpulannya adalah tidak ada yang salah di kedua sisi. Warisan sejarah berupa bangunan pura tua ataupun klasik sudah berhasil diwujudkan oleh leluhur terdahulu dan kini menjadi sah juga jika penerusnya membuat sejarah baru dengan merenovasinya. Bukankah tradisi ritual kita di Bali merupakan perulangan “utpeti, sthtiti, dan prelina” sehingga Geertz membacanya sebagai sebuah teatrikal?

Perlu perancangan yang sungguh sangat matang dan tindakan nyata jika Denpasar serius ingin menjadi Kota Pusaka dan pemetaan itu merupakan langkah awal yang riil mendata (mencatat, dokumentasi, membuat peta yang terpusat di titik 0KM kota, deskripsi nilai estetik dan sejarah) tiap situs yang akan menjadi sub materinya, sebelum terlambat, sebelum batu lahar hitam menyerbu lebih banyak bangunan suci di Denpasar, sebelum, ohh saya lupa menyeruput kopi saya yang sudah dingin juga rokok  yang habis tanpa dihisap, hhhemmm dilematis memang dan mari renungkan. (T)

Tags: arsitekturdenpasarKota PusakaPurasejarah
Share154TweetSendShareSend
Previous Post

Jika Sarjana Pertanian jadi Pegawai Bank, Apakah Kampus Masih Penting?

Next Post

Pentas Cak Nawanatya: SMAN 1 Amlapura Klasik, SMAN 4 Denpasar Eksploratif

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Pentas Cak Nawanatya: SMAN 1 Amlapura Klasik, SMAN 4 Denpasar Eksploratif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co