24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemetaan dan Kota Pusaka (Denpasar) yang Dilematis – Antara Bertahan atau Berubah…

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
February 2, 2018
in Opini

Pemrajan Griya Bajing Kesiman, Denpasar. (Dokumentasi Nglesir Visual 2017)

 

BELAKANGAN ini di media sosial seolah beramai-ramai ada postingan tentang bangunan pura yang memiliki arsitektur klasik sedang direnovasi, walaupun tidak seramai postingan kejadian kemanusiaan di negara tetangga, pasca diunggahnya foto renovasi dan foto sebelum renovasi bangunan lama itu cukup masif kemudian kita jumpai hastag #savepuratua beserta foto-foto pura tua yang masih bertahan.

Sontak saja, kejadian ini menjadi hangat di kalangan mereka yang ngeh dan peduli dengan situs-situs tua maupun klasik karena dianggap adanya pemusnahan narasi sejarah. Narasi sejarah terletak pada bangunan-bangunan itu, ada juga yang menyebutkan terselip di beberapa relief, ada juga yang menyatakan tersembunyi dalam ragam simbol ornamen penghias dan harus dibaca dengan metode khusus agar mampu menyingkap misteri jejak leluhur nan adiluhung.

Kopi baru saja saya seduh, sambil membuka-buka media sosial lagi dan rokok baru saja saya bakar. Tiba-tiba kenangan saya terbawa ke beberapa bulan lalu sewaktu saya menghadiri pertemuan tentang pemantapan dewan Denpasar sebagai Kota Pusaka di Bali Hotel jalan Vetran Denpasar. Yang hadir adalah para dedengkot pemikir, pelaksana, budayawan, akademisi, bahkan anggota dewan yang terhormat yang entah memang benar mengerti dan paham tentang materi atau… ah sudahlah, saya tidak boleh seuudzon.

Dalam kertas yang diberikan waktu itu berisikan ragam materi tentang kosepsi kota pusaka, jaringan kota pusaka, dampak kedepan, hal-hal yang menghambat terbentuknya kota pusaka dan agak seram memang namun gagah sekali. Adapun pusaka dalam KBBI dijelaskan sebagai “harta peninggalan, harta warisan; benda yang diturunkan dari nenek moyang”. Dalam konteks kota pusaka dijelaskan sebagai kota atau kabupaten yang memiliki Keunggulan Nilai Nasional (KNN) rajutan berbagai pusaka dan memiliki rencana induk pelestarian kota pusaka dan pengelolaan pelestarian dalam KNN, penjelasan itu dikutip dari Piagam Pelestarian Kota Pusaka Indonesia 2013.

Sub materi dari kota pusaka dalam materi tersebut dibagi menjadi tiga yaitu (1) Pusaka Alam meliputi pesisir, hutan mangrove, taman laut, dan lainnya hmm kalau boleh saya usul ada yaitu hutan kota (hutan riil dengan tanaman kayu lho ya, bukan beton yang ditanam menghabisi sawah dan lahan hijau) hehehe. (2) Pusaka Budaya meliputi benda cagar budaya, seni sakral, budaya lontar, dan lainnya. (3) Pusaka Saujana meliputi pelestarian/penguatan subak lestari, pendataan dan observasi Pura Ulun Suwi yang tidak ada sawahnya. Point ke tiga cukup tragis nan ironis nampaknya untuk kota Denpasar.

Dalam point ke dua itu setelah saya bayangkan cukup lama bahkan berbulan-bulan menjadi sangat gagah dan sempat saya kubur di bagian bawah ingatan hingga saya diingatkan kembali dengan kejadian renovasi pura yang telah disebut di atas. Di Kota Denpasar dengan gaya bangunan (arsitektur pura) khas Bebadungan yang menampilkan sedikit ornamen dibandingkan Gianyar dan Buleleng memiliki kekuatan pada tata cara membuat pepalihan atau dalam kosa rupa disebut gaya lelengisan, bahan utama adalah bata merah yang disusun sangat rumit dan dinamis banyak kita jumpai.

Walaupun di setiap pura di Bali menampilkan pepalihan dalam arsitektur nampaknya gaya bebadungan di Denpasar ini tidak ada yang menyaingi. Lihat saja pelinggih di Pura Pangrebongan Kesiman, pemedal Pemrajan Agung Puri Gede Kesiman juga bangunan balai kulkul Grenceng.

Penemuan situs struktur bangunan kuno di areal Pakubon Tegeh Gandha Bhuana, Penatih. Dokumetasi Balar dan atas kebaikan Pakubon Tegeh Gandha Bhuana, Penatih.

Selain yang disebutkan, banyak lagi desa-desa di Kota Denpasar yang menyimpan ragam arsitektur klasik walaupun tidak masuk ke dalam cagar budaya hingga memang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya serupa Prasasti Blanjong di Sanur, Pura Tambang Badung, Pura Maospahit, Pura Sakenan di Serangan, dan lainnya. Khayalan saya sampai pada sebuah prosesi pemetaan.

Bayangkan jika masing-masing desa sadar akan potensi pusaka desanya yang berupa arsitektur pura mampu di petakan, maka kekayaan kota ini akan makin bertambah dan Pusaka itu semakin dekat dan nyata. Desa Penatih misalkan, tidak banyak yang tahu tentang penemuan situs kuno yang kini masih lelap di bawah Pakubon Tegeh Gandha Bhuana, juga gugusan pura dari Penataran Penatih hingga Desa Tembau yang bertebaran visual arkeologis, andaikata hal ini bisa dipetakan, wahhh Denpasar hebat.

Lain dari itu, dari sisi akademis dalam konteks seni rupa (patung, lukis, desain) ataupun sekolah menengah yang di dalamnya ada pembelajaran seni budaya atau ornamen, seharusnya mampu menggiring peserta didik keranah riil dalam membuat tugas ataupun berkarya, terjun langsung ke lokasi-lokasi terdekat untuk belajar langsung dilapangan. Jadi ornamennya tidak sekedar menyontek dari karya kakak kelas yang sudah lewat, atau  menghayal.

Waaahhh, tentu saja hal ini perlu sinergi dan terintegrasi dengan baik antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kebudayaan. Kota Pusaka bukan hanya milik birokrasi yang mentereng dengan programnya atau milik wakil rakyat yang dipaparkan dalam kampanyenya atau para agen travel pariwisata dengan jualan situs-situsnya yang itu-itu saja, namun kota pusaka adalah milik masyarakat. Sekali lagi, waaahhh, gagah sekali.

Saya rasa dengan pemahaman tersebut maka dapat meminimalkan menghilangnya bangunan-bangunan pura yang harusnya menjadi wadah pembelajaran visual, sastra maupun sejarah. Akan tetapi…

Wayan Griya dalam materinya yang berisikan mengenai tantangan dan hambatan mewujudkan Kota Pusaka salah satunya adalah “vandalisme manusia”, dan sangat serius ini mengerikan. Namun perlu saya garis bawahi adalah renovasi (bedakan renovasi dengan restorasi) bangunan pura berarsitektur klasik bukanlah perkara perusakan terhadap pura tua, karena di dalamnya pasti sudah ada musyawarah mufakat antar masyarakat desa waluapun ada pro dan kontra.

Memang sulit berada di posisi bertahan atau merenovasi dengan bahan baru dan pemikiran ini sungguh melelahkan hingga akhirnya dengan jalan tengah secara legowo kesimpulannya adalah tidak ada yang salah di kedua sisi. Warisan sejarah berupa bangunan pura tua ataupun klasik sudah berhasil diwujudkan oleh leluhur terdahulu dan kini menjadi sah juga jika penerusnya membuat sejarah baru dengan merenovasinya. Bukankah tradisi ritual kita di Bali merupakan perulangan “utpeti, sthtiti, dan prelina” sehingga Geertz membacanya sebagai sebuah teatrikal?

Perlu perancangan yang sungguh sangat matang dan tindakan nyata jika Denpasar serius ingin menjadi Kota Pusaka dan pemetaan itu merupakan langkah awal yang riil mendata (mencatat, dokumentasi, membuat peta yang terpusat di titik 0KM kota, deskripsi nilai estetik dan sejarah) tiap situs yang akan menjadi sub materinya, sebelum terlambat, sebelum batu lahar hitam menyerbu lebih banyak bangunan suci di Denpasar, sebelum, ohh saya lupa menyeruput kopi saya yang sudah dingin juga rokok  yang habis tanpa dihisap, hhhemmm dilematis memang dan mari renungkan. (T)

Tags: arsitekturdenpasarKota PusakaPurasejarah
Share154TweetSendShareSend
Previous Post

Jika Sarjana Pertanian jadi Pegawai Bank, Apakah Kampus Masih Penting?

Next Post

Pentas Cak Nawanatya: SMAN 1 Amlapura Klasik, SMAN 4 Denpasar Eksploratif

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Pentas Cak Nawanatya: SMAN 1 Amlapura Klasik, SMAN 4 Denpasar Eksploratif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co