2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliah Masih Penting Gak Ya? Jawabnya: Oh, Tentu Saja!

Adi Kerta Yasa by Adi Kerta Yasa
February 2, 2018
in Opini

Foto: Mursal Buyung

 

WELL, beberapa waktu terakhir issue tentang penting enggaknya kuliah kembali mencuat di kalangan masyarakat kita. Banyaknya sarjana yang masih menganggur, sarjana yang bekerja di luar jurusan, sedikitnya lapangan kerja untuk sarjana, bahkan beberapa waktu terakhir presiden kita menyayangkan banyaknya sarjana lulusan perguruan tinggi terkenal di Indonesia bekerja di bank.

Belum lagi sekarang perusahaan juga mengutamakan experiences and skills in addition of qualification,ambil contoh seperti Google mereka siap mempekerjakan tenaga yang memang memiliki skill mumpuni sebagai karyawan tanpa melihat qualifikasinya. Ketika di satu sisi banyak yang menghabiskan empat tahunnya untuk kuliah, di sisi lain ada yang langsung memulai karir setelah jenjang SMA untuk mengasah skills dan menambah experiences yang MUNGKIN SAJA kelak lebih sukses dari mereka yang kuliah. Jadi, apakah kuliah masih penting? Tentu saja, IYA. Makanya baca tulisan ini sampai akhir ya…..

Emang apa pentingnya? Emang saya siapa main berargumen aja? Well, issue pentingnya kuliah sebenarnya cukup dekat dengan saya. Saya adalah orang yang cukup bersemangat untuk mengejar pendidikan hingga jenjang yang cukup tinggi sedangkan keluarga merukapan keluarga yang hampir semuanya bergelut di bidang bisnis, dan kebetulan pasangan saya saat ini juga memilih mengedepankan karier dahulu sesudah menyelesaikan jenjang SMA dan melakoni kuliah di sela-sela waktunya berkarir.

Syukurnya kami tidak pernah meributkan pentigan mana kuliah atau tidak, namun dari sana saya belajar banyak hal mengingat berbedanya sudut pandang kita. Jadi, sudah kebayangkan masalah penting tidaknya kuliah sudah bukan issue kemarin sore lagi buat saya.Sebelum lanjut membaca, saya tekankan di sini bahwa saya TIDAK mendewakan pendidikan tinggi dan anti-anggapan kuliah tidak penting. Melainkan, saya ingin mengajak para pembaca yang budiman untuk sama-sama merefleksi diri kembali.

Well back to the topic, kenapa kuliah masih penting? Buat yang sudah pernah kuliah (dengan benar ya) coba deh renungkan kembali, selama kuliah apa yang sudah anda dapat? Selama kuliah apa yang sudah anda pelajari? Jika anda masih bingung untuk menjawabnya, silahkan tanyakan pertanyaan ini ke diri anda, sudahakah saya kuliah dengan benar? Sudahkah saya kuliah di ilmu yang cocok dengan saya? Sudahkah saya memilih perguruan tinggi yang benar?Jika sudah menemukan jawaban, silahkan lanjutkan membaca.

Kuliah dan Skills dalam kehidupan

Dari pertanyaan-pertanyaan di atas, mungkin banyak yang berpikir “saya belajar, stattistik, ekonomi management, tehnik pertanian, tehnik mengajar, tehnik meneliti” dan tehnik-tehnik lainnya. Sayangnya, sebenarnya di dunia perkuliahan juga banyak diajarkan skill yang diperlukan dalam kehidupan secara implicit (tersembunyi). Beberapa yang paling nyentrik adalah skill untuk berpikir kritis, berpikir solutif, dan menikmati proses.

Ah masak sih? Yap, betul.Coba sekarang kita ambil contoh salah satu kewajiban kuliah yang paling ringan yaitu skripsi. (skripsi ringan? NGAWUR!).well becanda guys….

Ya sudah, tugas kuliah aja deh kalo gitu.Ketika kita mengerjakan tugas yang diberikan dosen kita sesungguhnya diajak untuk berpikir kritis melalui mengenalisis permasalahan yang diberikan, kemungkinan dan juga dampak-dampak dari permasalahan itu. Kita diajak untuk melatih cara berpikir kita menjadi lebih luas, tidak dari satu perspektif saja. Analoginya, kita dilatih melihat air dalam botol bukan hanya dari atas, namun juga dari samping, dan dari bawah.

Melalui tugas, kita juga belajar berpikir tentang solusi, kenapa? Karena kalo terbiasa cuma kritis dalam melihat masalah tanpa memikirkan solusi, maka kita akan melihat segala sesuatu sebagai masalah, mulai nyinyir, ngegosip,bilang jelek-jelek orang, dan meningkatkan ego kita sehingga jadi kritikus atau tukang gossip yang anti kritik. Pernah liat spesies begitu di sekitar anda?

Karena itu, berlatih untuk berpikir solutif sangat penting, sama pentingnya dengan belajar menikmati proses. Selain kopi dan mie, tidak ada hal yang instan! Semua butuh proses. Karena itu dalam kuliah kita sering dilatih untuk berproses di mana kita diminta membaca buku, jurnal, atau sumber-sumber lainya sebagai input, bikin project atau tugas untuk mengaplikasikan input, menanti dosen untuk bimbingan. Ya itu juga proses.

Salah satu proses penting dalam kuliah juga kita diajarkan untuk membuat target dan menghindari/ menerima kegagalan. Siapa sih yang mau gagal? Gak ada! Ya makanya kita dilatih melalui tugas dan skripsi. Proses juga membuat kita lebih persistent (tidak cepat putus asa), menghargai arti dari sebuah usaha, makna dari perjuangan, dan pentingnya pencapaian yang dengan kata lain kita proses akan mendidik dan membentuk attitude kita. Jadi itu sekiranya skills tambahan yang kita dapat saat kuliah, tapi mungkin berlaku untuk maniak copy- paste.

Nah Skills di atas itu SANGAT PENTING dalam dunia kerja, karena dunia ini jauh lebih kejam dari kuliah.Ketika kita bekerja, bos pasti mengharapkan karyawannya untuk bisa meilhat masalah dan memikirkan solusi yang tepat. Jika kalian bisa, SELAMAT! Karir kalian mungkin lebih cepat menanjak dari mereka yang tidak. And again, proses pasti akan kita lalui ketika bekerja, siapa yang kuat menjalani proses akan bertahan dan berkembang, lalu siapa yang tidak kuat menghadapi proses tentu akan menyerah dan berhenti. Di sanalah, sikap persistent ditambah attitude yang baik bisa menjadi jaminan kesuksesan anda seperti yang diucapkan oleh Jack Ma.

Kalo begitu kenapa ga langsung belajar di lapangan aja? Ga usah kuliah.

Nah ini yang menarik, memang diluar sana banyak yang sudah sukses tanpa perlu kuliah atau menyelesaikan kuliahnya. Tapi, sudahkah kita melihat latar belakangnya? Rata-rata mereka memiliki latar belakang yang memang KERAS, baik secara lingkungan maupun cara didik orang tua. Point saya, jika kalian memang dianugrahi oleh lingkungan dan keluarga yang memang sudah membentuk kalian untuk memeliki skills dan attitude yang kita bahas di atas, maka sekali lagi SELAMAT!

Namun bagaimana dengan yang tidak? Bagaimana dengan mereka yang berasal dari latar belakang biasa-biasa saja? Mereka yang mungkin belum beruntung untuk melihat hal dari cara-cara yang berbeda? Yap, mereka perlu sebuah wadah yang mengasah mereka untuk mendapatkan skills dan attitude di atas. Maka dari itu, kuliah masih perlu karena tidak semua orang beruntung.

Ah masak sih gitu? Kok saya udah kuliah tapi ga ngerasa ya?

Satu hal yang perlu saya tekankan adalah, kuliah sekarang SUDAH BEDA dengan yang dulu. Dulu orang yang meraih gelar sarjana sangat dihormati disamping karena jumlahnya masih sedikit, juga karena mereka semua adalah orang yang serius, persistent dan memang mendedikasikan dirinya selama kuliah untuk menekuni ilmu-ilmu dan skills yang ada. Karena itulah mereka memiliki kualitas yang berbeda dengan yang tidak kuliah dan karena itu pula jaman dahulu gelar sarjana itu SPESIAL.

Terus sekarang gimana? Boro- boro menikmati proses kuliah, yang kuliah di luar bidang yang diminati aja banyak! Banyak factor yang membuat mereka memutuskan hal ini seperti keinginan orang tua, ikut-ikutan teman, atau bahkan biar sekedar kuliah saja. Nah, alasan yang terakhir inilah yang sebenarnya mengakibatkan sedikit pergeseran makna tentang sarjana. Terus apakah mereka salah? Tentu saja tidak, karena hidup ini pilihan.

Di samping itu, nilai suatu hal akan menurun ketika hal itu mulai gampang untuk diraih, contohnya ya gelar sarjana saat ini. Namun, jika kita pikirkan kembali, apakah tidak sayang membuang tahun-tahun yang berharga menggeluti sesuatu yang tidak diminati? Apakah tidak sayang kelebihan-kelebihan yang sudah dibayar mahal di kuliah tidak terserap dengan baik karena kita tidak dapat menikmati prosesnya? Apakah tidak lebih baik jika kita meyakinkan diri kita dahulu sebelum melangkah masuk ke perguruan tinggi? Well, kembali banyak pertanyaan.

Sebagai penutup, mungkin disekitar kita banyak yang sesudah SMA langsung berkarir dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Banyak yang setelah menempuh sarjana namun belum mendapatkan pekerjaan yang layak. Atau banyak juga yang begitu meraih gelar sarjana langsung mendapat pekerjaan dan gaji yang layak.

My point is, segala sesuatu di hidup kita terjadi berdasarkan alokasi waktu kehidupan kita masing-masing. Ketika kita melihat orang lebih maju atau lebih mundur dari kita, apakah ada yang salah dengan kita? Sebenarnya tidak ! Kita dan mereka hanya menjalani hidup di garis waktu yang berbeda. Jadi bersabarlah, tetap berusaha dan tetap merfleksi diri.J (T)

Tags: kampusmahasiswaPendidikan
Share34TweetSendShareSend
Previous Post

Pentas Cak Nawanatya: SMAN 1 Amlapura Klasik, SMAN 4 Denpasar Eksploratif

Next Post

Novel Terakhir yang Hilang – Mengenang 2 Tahun Kepergian Seniman I Gde Dharna

Adi Kerta Yasa

Adi Kerta Yasa

Bernama lengkap I Gede Made Adi Kerta Yasa. Pemuda kelahiran Tabanan, Bali. Memiliki passion dalam bidang pendidikan (TESOL dan Perkembangan anak), charity, dan entrepreneur (founder of Bimbingan belajar Prima AksaraTabanan). Seorang yang menekuni street magic.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Novel Terakhir yang Hilang – Mengenang 2 Tahun Kepergian Seniman I Gde Dharna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co