4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ruang dan Waktu Sekali Lagi

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
February 2, 2018
in Cerpen

Ilustrasi: IB Pandit Parastu

Cerpen: Juli Sastrawan

SENDIRI di kamar adalah kebiasaanku. Hal yang biasa dan paling sering aku lakukan saat sendiri adalah menyendiri. Aku putar kenop speaker ke kanan dan segera terdengar dengungan Gloomy Sunday milik Billie Holiday.

Aku sering tidak bisa memejamkan mata pada saat jam normal ketika orang-orang memejamkan mata. Aku arahkan pandanganku pada sebuah buku yang belum rampung aku baca. Pembatas buku terselip di halaman 72, halaman akhir bab tentang takdir dan peramal masa depan. Seketika pikiranku melayang melewati ruang dan waktu. Aku terbayang bagaimana rumitnya Einstein menemukan buah pikiran yang dinyatakan sepele hanya dengan penggambaran 4 abjad huruf t,x,y,z.

Aku tutup jendela. Tampak hujan gerimis ketika dilihat ke arah lampu merkuri yang berdiri tepat di depan rumah kontrakanku. Jam berkata sudah hampir pagi. Seolah-olah jam memintaku untuk segera tidur ketimbang mengerjakan sesuatu yang rumit apalagi dengan kemampuan IQ jongkok setengah tengadah sepertiku. Tapi aku sama sekali tak terpengaruh bualan angka-angka pada jam.

Aku mengambil kretek yang tertumpuk di atas tumpukan buku spiritual atau keagamaan, pikirku mereka, ppenulis buku itu, sama saja. Aku belum mengerti jelas apa itu spiritual dan seperti apa model orang spritual yang memiliki spritualitas tinggi. Sedikitpun aku tak sempat membacanya. Bahkan melihat daftar isinya saja aku sudah mulai merasa ada goncangan air asam pada lambung.

Aku merasa waktuku yang tak begitu berguna jika harus aku gunakan untuk membaca sesuatu yang sangat susah ditangkap penjelasannya. Yang menjelaskan sesuatu yang tak jelas-jelas sangat jelas akan kejelasan yang dijelaskannya. Aku harap kamu mengerti maksud penjelasanku ini. Karena yang aku inginkan hanyalah kejelasan yang sejelas-jelasnya.

Dengan bantuan korek api kayu aku mulai menikmati kretek yang aku beli di warung sebelah kontrakan. Ketika aku melihat batang korek api setelah menyala itu, aku tersadar. Batang korek api itu mirip ormas-ormas fasis, he he he. Ada kepala tapi tak ada otak. Digesek sedikit langsung menyala. Setelah itu tak berguna. Ya mungkin saja bisa berguna untuk sebagian orang. Seperti contoh kakekku. Ia membersihkan telinganya dengan korek api.

Di sebelah tumpukan buku keagamaan itu aku melihat satu buku yang menarik perhatianku. Aku lihat sebuah buku bertuliskan Soe Hok Gie, sekali lagi dan untuk kesekian kalinya. Aku mengambil buku itu dan membukannya. Aku lihat sebuah cetakan berwarna merah muda di sebuah halaman sebelum daftar isi. Cetakan itu persis seperti cetakan mulut seorang wanita. Bertuliskan HBD Ayang. Dengan menggunakan tinta berwarna hitam.

“Boleh aku masuk?”

Terdengar suara dari luar pintu rumah kontrakanku. Aku kenal suara itu. Sepertinya suara Ida. Teman wanitaku. Ia anak yang baik. Taat dengan kepercayaannya dan percaya kalau Tuhan ada di mana-mana. Meski begitu terkadang sangat menjengkelkan ketika dia bicara dan membumbuinya dengan sesuatu yang tak pernah aku mengerti. Karena aku teman yang baik jadi aku hanya mangut dan tersenyum mengiyakan saja.

“Ya masuk saja, pintunya nggak aku kunci!” Aku menjawab sewajarnya. Tidak dengan nada tinggi, meskipun kedatangannya sedikit menggangguku.

Apa yang dicari wanita ini pukul setengah 3 pagi. Dengan cuaca gerimis dan udara yang dingin menyelimuti tulang mungkin hanya wanita gila yang datang ke rumah orang lain. Ah, tapi Ida adalah wanita beragama. Tak mungkin dia gila. Lagi pula dia cantik. Dengan mata kijang dan kulit sawo matang bersih nampaknya dia tidak gila. Pikirku singkat waktu itu.

Ini aku bawakan kamu makanan kesukaanmu. Sambil memberikan kantong plastik berwarna putih berukuran sedang. Saat itu Ida tampak basah dari atas sampai bawah. Aku memintanya mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaianku. Dia mengiyakan dengan senyum dan bergegas pergi ke arah kamar mandi. Benar-benar wanita yang baik, pikirku sambil mengambil baju berwarna putih di lemari.

Aku menutup buku Dunia Sophie yang belum juga selesai aku baca dan memutuskan untuk berbaring di kasur.

“Aku akan tidur sekarang. Apa kamu menginap di sini? Kalau tidak tolong nanti tutup pintunya ya. Tidak usah dikunci”.

Ida tidak menjawabnya. Mungkin dia tidak mendengarnya karena suara air yang mengisi setengah bak kosong sangat bergemuruh dengan ramainya. Entahlah, yang penting aku sudah sampaikan. Lebih baik tubuh ini aku istirahatkan dan memberikan ketidaksadaranku dengan ruang akan kesadaran yang tidak berdasarkan kesadaran.

Ida menatapku dengan senyum bahagia. Sini aku peluk, katanya sambil membuka dan merentangkan tangannya ke arahku.

“Aku pertama kali melakukannya. Sekarang aku tak ingin hanya sekedar kata-kata. Aku sangat ingin melakukannya. Bersamamu, pria berumur seperempat abad yang aku kenal pertama kali saat OSPEK mahasiswa Fakultas Sastra. Pria dengan selera musik aneh dan pergaulan yang tampak akan kusut jika diuraikan. Dia meraba selangkanganku. Apa ini yang kamu inginkan?”

Dia tampak serius. Aku hanya mematung. Aku tak tahu persis apa yang harus aku katakan. Dia tidak pernah berkata sepatah kata soal ini. Apalagi dengan niat untuk melakukannya. Seingatku, Ida adalah wanita beragama yang baik dan cantik tapi terkadang menjengkelkan.

Aku terbawa dalam dimensi Ida. Membuatku melakukan hal yang sama seperti apa yang Ida lakukan. Dalam ruang gelap dan pengap dua tubuh menjadi satu. Melayang mengudara layaknya sebuah pasangan dara. Ida memegang tubuhku erat dengan bisikan di telinga yang semakin lama membuatku semakin tenggelam dalam dimensinya,

Dalam ruang gelap dan pengap. Ida mengucapkan terima kasih. Tidak terlihat wajahnya tersenyum atau biasa saja saat mengucapkannya. Yang aku tahu Ida saat ini berbeda dengan Ida yang aku tahu kemarin-kemarin hari.

Dalam ruang gelap kini ilusi kian memudar. Matahari membuyarkan ingatanku. Aku bangkit mengarah ke tumpukan buku keagamaan milik seseorang. Tak ada Ida. Tak ada kretek. Yang tersisa hanyalah pintu rumah yang terbuka. Aku membalikkan kenop speaker ke arah kiri dengan lagu Gloomy Sunday yang telah diputar berulang-ulang.

Aku terdiam dan tenggelam dalam selembar halaman buku dengan cetakan mulut wanita berwarna merah jambu. Sendiri di kamar adalah kebiasaanku. Hal yang biasa dan paling sering aku lakukan saat sendiri adalah menyendiri. (T)

Tags: Cerpen
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Achmad Hidayat Alsair# Lelaki Penantang, Rencana Malam Kencan

Next Post

Nyepi: Membidik Kosong dengan Kosong

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
0
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

Read moreDetails

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
0
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

Read moreDetails

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

by Dody Widianto
May 22, 2026
0
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

Read moreDetails

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails
Next Post

Nyepi: Membidik Kosong dengan Kosong

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co