3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Achmad Hidayat Alsair# Lelaki Penantang, Rencana Malam Kencan

Achmad Hidayat Alsair by Achmad Hidayat Alsair
February 2, 2018
in Puisi

Wayan Redika, Aku Tetap Lebih Buruk, 2004. Charcoal on Paper, 50x70cm

SELAMAT SIANG

Sekarang aku ingin belajar cara menjadi jinak
Percuma meliar jika liang kelaparan telah diisi
Untuk apa pistol dan pentungan kalau jadi pernik di punggung?
Lagi pula ini sudah jam istirahat
Mari sejenak menghidu tengik kemacetan
Lekas tinggalkan pos jaga muram itu
Lalu mengukur luas meja makan menggunakan sendok
Lihat, ada yang mencoba tidur
Mengajak jasad dari timbun tumpukan berkas
Tidak ada kasur tersedia di tempat kerja
Beribadah menjadi pembuka lelap
Singgah sekejap, firman Tuhan telah genap
Berkah dan bekal para pencari istirah sejati

Praktik ilmu mengukur suhu tubuh
Menggunakan tangan kosong dan suara ambulans
Minggir, orang sakit juga ingin tepat waktu
Tiba di ruang rawat, negara mengaku tak mengenalnya
Bukan dia yang menusuk potretnya saat pemilihan umum
Tidak, nama mereka semua tidak tercantum di buku tamu

Memasuki ruang kelas, sejuk buatan mesin, duduk berhadapan menantang papan tulis
Dosen bertanya, “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”

(Makassar, Desember 2016)

SEMIOTIKA HUJAN

Lihat, kelabu yang bergantung itu
padanya seluruh rindu disematkan
beratkan gerak dan tangis palsunya
dan laut tidak memberi kiat mengobat kesedihan
Lihat, cucur yang berkejaran itu
semua dijamin akan mandi hingga bersih
tanaman hingga binatang melata, kecuali kaum amfibi
sebuah proses yang dijelaskan terbata oleh buku biologi

Lihat, kantuk yang bertamu itu
merayu-rayu nyenyak untuk beratkan kelopakmu
jika menyerah, hasil akhir kerja jam kala berkomplot
terlambat datang kerja menjadi kejahatan paling manis
Lihat, penulis puisi ini
terlalu banyak meneguk gerimis kemudian tersedak
mendung bahkan gumpal di jantungnya
kudengar dia tengah menyusun daftar cucu keturunan cuaca buruk

(Makassar, Desember 2016)

LELAKI PENANTANG

Aku berdiri di bibir pantai, lamat-lamat terdengar juga bersenandung kidung kelaparan, padahal saban hari dia masih menuangkan ombaknya pada cangkir dan teko milik pengunjung
pencari keramaian dan kesepian. Ini semua terlalu membingungkan, maka kulempar sejumput rambutku ke atas pasir, berharap malam akan menumbuhkan diriku dan berganda jadi seribu.
Harus diakui diriku telanjang tanpa pakaian, busana paling mutakhir hanya sekumpulan pijar kunang-kunang yang dilekatkan pada tiap senti tubuh dan menegakkan paksa bulu roma.
Kulitku menjadi kitab suci paling terang untuk seorang pemeluk agama peragu ritus gerak-gerik ritmik alam semesta karangan mistikus tua renta.
Kulebur perpisahan batas kota dalam sajak janji perjumpaan. Kutundukkan jantung penempa nafas-nafas dan penghitung jarak percabangan nadi. Kutulis pula surat kaleng untuk dibaca oleh peradaban tanpa wasiat.

(Makassar, Desember 2016)

BELAJAR HOMONIM

Kata seorang dokter, bisa ular bisa menjadi obat untuk orang-orang patah hati. Kuperoleh kopiannya saat meneguk kopi di sebuah kafe di mana aku selalu menjadi pengunjung pertama.
Sayang sekali tak mungkin kucoba resep mutakhir itu karena tubuhku telanjur mengurus, hasil terlalu banyak mengurus puisi dan tenggelam dalam cerita-cerita sedih dari negeri-negeri jauh.
Kubaca di brosur yang berbeda, kaum wanita memperjuangkan hak untuk gratis memperoleh hak sepatu sebagai bagian dari upaya menyebar semangat pemberontakan bersenjata kecantikan. Lelaki pun resmi memasuki
masa-masa genting, debarnya mengalahkan sensasi saat memanjat rumah untuk memperbaiki genting. Kubaca tulisan kampanye itu berkali-kali sebelum disemat dan dipaku pada dinding kali batas kota.

(Makassar, Desember 2016)

FABEL KAVALERI

Dengarlah suara baling-baling pesawat bersiap terjun menukik
menjatuhkan bom paling kobar, hujan buatan dari peluru timah
ini bukan adegan latihan dari kamp-kamp persiapan
tidak ada istal tempat tinggal
tidak ada induk-induk
tidak ada petakan jerami
tidak ada puting susu dan cinta

Kami kena gempur, menerjang letupan dengan ringkikan
antara berani atau bebal, juga batas antara teguh dan takluk
serahkan jawaban kepada penunggang
malam ini kita akan jumawa
semua telah mereka janjikan
nama-nama dijamin akan masuk buku sejarah
dicetak tebal-tebal seperti maklumat

Kukembangkan telingaku
sayup simfoni suara sekumpulan betina

(Makassar, Desember 2016)

BENIH MUSIM PANAS

Sengaja kita mengawal arak-arakan angin
dan meliuk licin di antara pelukan pohon
siasat ampuh selain tersesat membentur rumah
sebab tak ada petunjuk arah di bawah lampu neon

Terbatuk tak mampu meneguk
terlampau haus oleh kekeringan padang rumput
musim panas mengayun jaring laba-laba
langkahku oleng, mabuk terik matahari

Sebatang cemara terserak hilang kuasa
ikhlas memeluk bumi tempat ziarah
kini aku menunggu kabar kehamilan
benihmu sepakat jalani ritual kedewasaan

(Kaluppini, Agustus 2016)

SAJIAN HIBURAN UNTUKMU

Kusunting sajak ini hingga ratusan kali
harapan bertemu para pasien rumah sakit jiwa
yang mendekam dalam jejeran kamar sempit
dirantai kesakitan rutinitas berwujud entah

Maka mulailah kita menutup jendela
mendengar lagu terlarang dalam instruksi negara
perihal peluh dan rasa mual paling alami
sesekali permisi untuk meraba kulit licin terluka

Kuputar haluan menuju kelas tanpa alat tulis
menghasut muda-mudi meragukan masa depan
dan jam dinding itu sengaja kucabut jarumnya
kemudian ditusuk pada bagian paling indah tubuhmu

(Makassar, Agustus 2016)

RENCANA MALAM KENCAN

Di sini, sebagian orang berpapasan dengan diri sendiri
meja makan, benda bisu yang berisyarat melawan malam
karena di sela kepul asap kita berunding menentang diam
hari ini bukan liburan serta tidak pula Minggu esok

Ingatkan aku jika lupa kapan jadwal rutin berseteru
kadang jam dinding tahu tipu muslihat paling licik
perasaan pun pandai bohong sejak dunia masih perawan
ambil seteguk air, biarkan menyumbat lalu lintas peluh

Bacakan berita-berita larut malam sebagai pengantar tidur
sesekali aku harus menangis setelah mendengar bencana
pengingat singkatnya waktu, riwayat rotasiku dalam dirimu
namun catatan hutang bernama selimut selalu bertambah

Lebih baik kenakan busanamu yang paling nyalang
kemudian berlatih cara berteriak dalam udara jelaga
seminggu sekali hingga perjalanan mencapai titik jenuh
lalu kita menuju garis awal lagi, abaikan syarat-syarat lelah

(Makassar, September 2016)

Tags: Puisi
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Dewa Siwa dan Anaknya: Sains tentang Terapung dan Tenggelam

Next Post

Ruang dan Waktu Sekali Lagi

Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair

Mahasiswa tingkat akhir Universitas Hasanuddin Makassar, FISIP, jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Karyanya pernah dimuat sejumlah media seperti Fajar Makassar, Go Cakrawala Gowa, Rakyat Sultra, Analisa Medan, Tanjungpinang Pos, Lombok Post, Radar Surabaya, NusantaraNews, FloresSastra,

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post

Ruang dan Waktu Sekali Lagi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co