24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Achmad Hidayat Alsair# Lelaki Penantang, Rencana Malam Kencan

Achmad Hidayat Alsair by Achmad Hidayat Alsair
February 2, 2018
in Puisi

Wayan Redika, Aku Tetap Lebih Buruk, 2004. Charcoal on Paper, 50x70cm

SELAMAT SIANG

Sekarang aku ingin belajar cara menjadi jinak
Percuma meliar jika liang kelaparan telah diisi
Untuk apa pistol dan pentungan kalau jadi pernik di punggung?
Lagi pula ini sudah jam istirahat
Mari sejenak menghidu tengik kemacetan
Lekas tinggalkan pos jaga muram itu
Lalu mengukur luas meja makan menggunakan sendok
Lihat, ada yang mencoba tidur
Mengajak jasad dari timbun tumpukan berkas
Tidak ada kasur tersedia di tempat kerja
Beribadah menjadi pembuka lelap
Singgah sekejap, firman Tuhan telah genap
Berkah dan bekal para pencari istirah sejati

Praktik ilmu mengukur suhu tubuh
Menggunakan tangan kosong dan suara ambulans
Minggir, orang sakit juga ingin tepat waktu
Tiba di ruang rawat, negara mengaku tak mengenalnya
Bukan dia yang menusuk potretnya saat pemilihan umum
Tidak, nama mereka semua tidak tercantum di buku tamu

Memasuki ruang kelas, sejuk buatan mesin, duduk berhadapan menantang papan tulis
Dosen bertanya, “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”

(Makassar, Desember 2016)

SEMIOTIKA HUJAN

Lihat, kelabu yang bergantung itu
padanya seluruh rindu disematkan
beratkan gerak dan tangis palsunya
dan laut tidak memberi kiat mengobat kesedihan
Lihat, cucur yang berkejaran itu
semua dijamin akan mandi hingga bersih
tanaman hingga binatang melata, kecuali kaum amfibi
sebuah proses yang dijelaskan terbata oleh buku biologi

Lihat, kantuk yang bertamu itu
merayu-rayu nyenyak untuk beratkan kelopakmu
jika menyerah, hasil akhir kerja jam kala berkomplot
terlambat datang kerja menjadi kejahatan paling manis
Lihat, penulis puisi ini
terlalu banyak meneguk gerimis kemudian tersedak
mendung bahkan gumpal di jantungnya
kudengar dia tengah menyusun daftar cucu keturunan cuaca buruk

(Makassar, Desember 2016)

LELAKI PENANTANG

Aku berdiri di bibir pantai, lamat-lamat terdengar juga bersenandung kidung kelaparan, padahal saban hari dia masih menuangkan ombaknya pada cangkir dan teko milik pengunjung
pencari keramaian dan kesepian. Ini semua terlalu membingungkan, maka kulempar sejumput rambutku ke atas pasir, berharap malam akan menumbuhkan diriku dan berganda jadi seribu.
Harus diakui diriku telanjang tanpa pakaian, busana paling mutakhir hanya sekumpulan pijar kunang-kunang yang dilekatkan pada tiap senti tubuh dan menegakkan paksa bulu roma.
Kulitku menjadi kitab suci paling terang untuk seorang pemeluk agama peragu ritus gerak-gerik ritmik alam semesta karangan mistikus tua renta.
Kulebur perpisahan batas kota dalam sajak janji perjumpaan. Kutundukkan jantung penempa nafas-nafas dan penghitung jarak percabangan nadi. Kutulis pula surat kaleng untuk dibaca oleh peradaban tanpa wasiat.

(Makassar, Desember 2016)

BELAJAR HOMONIM

Kata seorang dokter, bisa ular bisa menjadi obat untuk orang-orang patah hati. Kuperoleh kopiannya saat meneguk kopi di sebuah kafe di mana aku selalu menjadi pengunjung pertama.
Sayang sekali tak mungkin kucoba resep mutakhir itu karena tubuhku telanjur mengurus, hasil terlalu banyak mengurus puisi dan tenggelam dalam cerita-cerita sedih dari negeri-negeri jauh.
Kubaca di brosur yang berbeda, kaum wanita memperjuangkan hak untuk gratis memperoleh hak sepatu sebagai bagian dari upaya menyebar semangat pemberontakan bersenjata kecantikan. Lelaki pun resmi memasuki
masa-masa genting, debarnya mengalahkan sensasi saat memanjat rumah untuk memperbaiki genting. Kubaca tulisan kampanye itu berkali-kali sebelum disemat dan dipaku pada dinding kali batas kota.

(Makassar, Desember 2016)

FABEL KAVALERI

Dengarlah suara baling-baling pesawat bersiap terjun menukik
menjatuhkan bom paling kobar, hujan buatan dari peluru timah
ini bukan adegan latihan dari kamp-kamp persiapan
tidak ada istal tempat tinggal
tidak ada induk-induk
tidak ada petakan jerami
tidak ada puting susu dan cinta

Kami kena gempur, menerjang letupan dengan ringkikan
antara berani atau bebal, juga batas antara teguh dan takluk
serahkan jawaban kepada penunggang
malam ini kita akan jumawa
semua telah mereka janjikan
nama-nama dijamin akan masuk buku sejarah
dicetak tebal-tebal seperti maklumat

Kukembangkan telingaku
sayup simfoni suara sekumpulan betina

(Makassar, Desember 2016)

BENIH MUSIM PANAS

Sengaja kita mengawal arak-arakan angin
dan meliuk licin di antara pelukan pohon
siasat ampuh selain tersesat membentur rumah
sebab tak ada petunjuk arah di bawah lampu neon

Terbatuk tak mampu meneguk
terlampau haus oleh kekeringan padang rumput
musim panas mengayun jaring laba-laba
langkahku oleng, mabuk terik matahari

Sebatang cemara terserak hilang kuasa
ikhlas memeluk bumi tempat ziarah
kini aku menunggu kabar kehamilan
benihmu sepakat jalani ritual kedewasaan

(Kaluppini, Agustus 2016)

SAJIAN HIBURAN UNTUKMU

Kusunting sajak ini hingga ratusan kali
harapan bertemu para pasien rumah sakit jiwa
yang mendekam dalam jejeran kamar sempit
dirantai kesakitan rutinitas berwujud entah

Maka mulailah kita menutup jendela
mendengar lagu terlarang dalam instruksi negara
perihal peluh dan rasa mual paling alami
sesekali permisi untuk meraba kulit licin terluka

Kuputar haluan menuju kelas tanpa alat tulis
menghasut muda-mudi meragukan masa depan
dan jam dinding itu sengaja kucabut jarumnya
kemudian ditusuk pada bagian paling indah tubuhmu

(Makassar, Agustus 2016)

RENCANA MALAM KENCAN

Di sini, sebagian orang berpapasan dengan diri sendiri
meja makan, benda bisu yang berisyarat melawan malam
karena di sela kepul asap kita berunding menentang diam
hari ini bukan liburan serta tidak pula Minggu esok

Ingatkan aku jika lupa kapan jadwal rutin berseteru
kadang jam dinding tahu tipu muslihat paling licik
perasaan pun pandai bohong sejak dunia masih perawan
ambil seteguk air, biarkan menyumbat lalu lintas peluh

Bacakan berita-berita larut malam sebagai pengantar tidur
sesekali aku harus menangis setelah mendengar bencana
pengingat singkatnya waktu, riwayat rotasiku dalam dirimu
namun catatan hutang bernama selimut selalu bertambah

Lebih baik kenakan busanamu yang paling nyalang
kemudian berlatih cara berteriak dalam udara jelaga
seminggu sekali hingga perjalanan mencapai titik jenuh
lalu kita menuju garis awal lagi, abaikan syarat-syarat lelah

(Makassar, September 2016)

Tags: Puisi
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Dewa Siwa dan Anaknya: Sains tentang Terapung dan Tenggelam

Next Post

Ruang dan Waktu Sekali Lagi

Achmad Hidayat Alsair

Achmad Hidayat Alsair

Mahasiswa tingkat akhir Universitas Hasanuddin Makassar, FISIP, jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Karyanya pernah dimuat sejumlah media seperti Fajar Makassar, Go Cakrawala Gowa, Rakyat Sultra, Analisa Medan, Tanjungpinang Pos, Lombok Post, Radar Surabaya, NusantaraNews, FloresSastra,

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post

Ruang dan Waktu Sekali Lagi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co