24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Dewa Siwa dan Anaknya: Sains tentang Terapung dan Tenggelam

Wayan Purne by Wayan Purne
February 2, 2018
in Esai

Ilustrasi: Angga

 

PADA satu malam purnama di pengujung musim panas, zaman dahulu, Dewa Siwa sedang bermeditasi di bawah pohon beringin. Tiba-tiba, putranya Kumara menghampirinya.

“Ayah, Kumara ingin main peta umpet,” kata Kumara.

Siwa tetap bergeming dan masih kusuk dengan meditasinya. Kumara menggoyang-goyang tubuh ayahnya, “Ayah, ayo temani Kumara main peta umpet!”

Siwa tetap saja kusuk dalam miditasinya tanpa menghiraukan putranya.

Kumara tidak kehabisan akal membangunkan ayahnya dari kekhusukan meditasi. Ia mengambil bulu burung merak kesayangannya. Bulu merak itu dimain-mainkan di telinga dan hidung ayahnya.

Tiba-tiba, angin malam purnama semakin berhembus kencang. Dinginnya malam semakin menyelimuti mimpi-mimpi binatang yang tertidur lelap. Siwa terbangun dari meditasinya yang belum sempurna. “Kumara sayang, apa yang kamu lakukan? Kamu sudah janji kalau setiap malam purnama tidak akan mengajak Ayah bermain. Sebab, Ayah harus bermeditasi,” tegur lembut Siwa kepada putranya.

“Maaf, Ayah, Kumara lupa kalau malam ini adalah malam purnama,” sesal Kumara yang duduk di pangkuan ayahnya. “Tetap saja Kumara sudah melanggar kesepakatan yang sudah disepakati,” Dewa Siwa menghela nafas sedih.

“Ya, Ayah, Kumara sudah tiga kali melanggar kesepakatan. Kumara siap mejalani kehidupan di bumi,” jawab Kumara penuh tanggungjawab.

“Baiklah, anakku sayang. Kumara akan terlahir sebagai Darma dan bisa kembali jika bertemu seorang kakek yang memiliki telur burung merak.” ucap Siwa.

Di bumi, bertahun-tahun kemudian. Suatu siang, di pinggir hutan, angin sepoi-sepoi menyejukkan rumah seorang kakek. Ia tinggal sendirian dan ditemani sebutir telur burung merak kesayangannya. Ia suka mendongeng kepada anak-anak yang mengunjunginya.

“Darma, bisa tolong Ibu sebentar? Bawa makanan ini pada kakek di gubuk pinggir hutan itu!” pinta ibunya.

“Ibu, benar kakek itu suka mendongeng?” tanya Darma. Ia memang selalu mendengar kisah kakek itu dari teman-temannya.

“Ya Darma, kakek itu suka mendongeng, tetapi kakek itu punya permintaan. Jika permintaannya tidak bisa diselesaikan, kakek itu tidak akan mau mendongeng.” jawab ibunya yang merahasiakan permintaan-permintaan aneh kakek itu.

“Ya Bu, Darma pergi mengantarkan makanan ini pada kakek itu,” ucap Darma. Ia pun pergi penuh rasa penasaran. Penasaran akan dongeng yang akan diceritakan oleh kakek.

Sampailah Darma di depan pintu rumah kakek itu. Ia mengetuk pintu rumah kakek itu. Tok-tok-tok.

“Kek, Darma bawa makanan dari ibu.” katanya.

Tiba-tiba, pintu terbuka sendiri. Ia tidak melihat ada kakek di dalam rumah itu. Namun, ia terpana melihat sebutir telur bercahaya di cawan emas.

“Darma mau memiliki telur itu?” suara kakek mengagetkan Darma dari keterpanaannya.

“Kek, telur apa itu? Telur itu kok bisa bercahaya?” tanya Darma keheranan.

“Ini adalah telur burung merak. Jika ingin memilikinya, Darma harus memandikannya di air yang bisa menenggelamkan dan mengapungkan telur burung merak ini.” jawab kakek.

Darma pun mencari air yang dimaksudkan oleh kakek itu. Ia membawa air sumur, tetapi hanya bisa menenggelamkan telur itu. Ia juga membawa air kembang tujuh rupa, air susu, air sungai, dan air danau, tetapi hasilnya tetap sama. Ia mulai putus asa menyelesaikan tantangan kakek itu.

Dalam lamunan keputusasaan, Darma tersontak oleh suara: “Darma, mengapa kau cepat putus asa? Bukankah airku belum kau coba?”

Darma kebingungan mencari suber suara itu. “Siapa kau sebenarnya?” tanya Darma yang masih kebingungan mencari sumber suara misterius itu.

“Aku Dewa Laut. Dewa yang menguasai luasnya laut samudra yang ada di bumi ini,” ucap Dewa Laut.

Darma berputar mengarahkan pandangannya pada sumber suara. Ia terkesima. Ternyata, ia baru menyadari sedang berhadapan dengan pemandangan laut yang indah. “Mengapa aku lupa? Aku belum menggunakan air laut ini. Apa lagi ibu membuat garam dari air laut ini?” pikir Darma.

Darma bergegas pulang membawa air laut itu. “Ibu, di mana garamnya? Darma mau pakai menyelesaikan tantangan kakek itu.” ucap Darma pada ibunya.

“Mengapa Darma menginginkan garam? Untuk apa garam ini?” tanya ibunya sambil menyerahkan garam.

“Nanti Darma ceritakan kepada ibu. Darma sedang buru-buru.” Darma pun pergi membawa air laut itu dan garam ke rumah kakek.

“Darma, tunggu Ibu! Ibu juga mau ikut ke rumah kakek itu,” pinta ibunya. Mereka pun pergi ke rumah kakek itu.

“Masih mau coba lagi atau sudah menyerah? Kakek sudah tidak sabar ingin melihat hasil perjuanganmu,” ucap kakek yang sedang duduk bersila memangku cawan emas berisi telur burung merak.

“Tidak kakek, Darma belum menyerah. Darma sudah membawa air laut dan garam untuk  memandikan telur itu,” jawab Darma penuh keyakinan.

“Silahkan lakukan proses pemandiannya sekarang!” pinta kakek itu. Dengan pelan-pelan, Darma memasukkan air laut itu ke dalam kendi pemandian telur burung merak itu. Lalu, perlahan-lahan Darma memasukkan telur itu ke dalam kendi pemandian. Ternyata, telur itu masih tenggelam. Darma mulai bingung. Ia percaya telur itu tetap saja tidak mau mengapung.

“Pasti ada yang kurang? Oh, aku belum memasukkan garam dalam kendi itu,” gumam Darma. Ia memasukkan garam dan mengaduknya dengan pelan. Dengan perlahan-lahan, telur itu naik ke permukaan air laut dalam kendi itu. Telur burung merak kesayangan kakek itu mengapung. Tiba-tiba, sekelebat cahaya keluar dari telur mengapung itu. Cahaya itu masuk ke dalam tubuh Darma. Seketika itu, Darma berubah menjadi Kumara putra Sang Dewa Siwa.

“Apa yang terjadi pada diriku? Apakah aku sedang bermimpi?” keluh Kumara yang seolah-olah baru tersadar dari mimpinya.

“Tidak, putraku. Kumara baru saja menyelesaikan tugasmu di bumi,” jawab kakek itu.

“Mengapa Kumara berada di gubuk ini? Kakek ini siapa? Ibu ini juga siapa?” tanya Kumara yang masih kebingungan.

Tiba-tiba, kakek itu berubah menjadi Dewa Siwa dan ibu itu berubah menjadi Dewi Uma. Seketika itulah, Kumara sadar sudah menyelesaikan tugas dari ayahnya. Kumara pun pergi bersama ibu dan ayahnya ke Khayangan.

Jadi, begitulah Dewa Siwa memperlihatkan kekuatan air. Jika daya angkat air lebih besar dari daya tekan benda, beda itu pun akan mengapung. Jika daya angkat air lebih kecil dari daya tekan benda, benda itu pun akan tenggelam. Ternyata daya angkat air garam lebih besar dari telur, telur pun mengapung. (T)

Tags: ceritadongengPendidikanPengetahuan
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Buku, Gaya Hidup, dan Keterasingan…

Next Post

Achmad Hidayat Alsair# Lelaki Penantang, Rencana Malam Kencan

Wayan Purne

Wayan Purne

Lulusan Undiksha Singaraja. Suka membaca. Kini tinggal di sebuah desa di kawasan Buleleng timur menjadi pendidik di sebuah sekolah yang tak konvensional.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post

Achmad Hidayat Alsair# Lelaki Penantang, Rencana Malam Kencan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co