8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita dari Sragen: “Ngampung”, Perempuan-perempuan Memburu Sisa Panen

Made Wirya by Made Wirya
February 10, 2018
in Khas
Cerita dari Sragen:  “Ngampung”, Perempuan-perempuan Memburu Sisa Panen

Perempuan-perempuan ngampung, memburu sisa panen, di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah.

SAYA sangat suka jika disuruh liputan ke persawahan. Selain bisa jalan-jalan menikmati udara segar, juga bisa merawat ketakjuban saya pada alam sekaligus manusia yang kadang tak terduga cara hidupnya.

Musim panen di awal tahun 2018 ini saya jalan-jalan ke Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah. Meski beberapa kali saya melihat sawah, terutama ketika pulang kampung ke Bali, namun sawah di Desa Karanganyar sungguh membuat saya tergetar. Terutama ketika puluhan buruh tani memotong batang padi di lahan yang terhampar, menguning.

Beberapa di antaranya tampak dengan sukacita memanggul tumpukan padi menuju ke alat perontok. Di atas terpal plastik 4 x 4 meter yang digelar di dekat pematang, dua alat perontok padi dioperasikan oleh 4 buruh tani. Mereka bekerja giat tanpa keluh.

Yang lebih menarik, setelah puluhan buruh tani menyelesaikan panen separuh luas lahan, belasan perempuan masuk ke persawahan. Mereka membawa kantong plastik bekas pupuk terjun ke hamparan sawah tanpa ragu. Para perempuan  berusia 45 – 65 tahun itu dengan teliti menyisir lahan, “memanen” padi yang sudah dipanen. Artinya, padi di swah itu bisa disebut sebagai sisa panen..

Salah satunya kemudian saya tahu bernama Wagiyem. Umurnya 65 tahun. Dengan langkah terseok karena kakinya terbenam lumpur, Wagiyem memungut malai padi dengan daki hitam karena sebagian terendam lumpur. Dibersihkannya lumpur dari bulir padi, sebelum dimasukkan ke kantong plastik yang digendongnya. Sesekali dia mendapatkan malai yang masih menempel di batang padi.

Setelah menyisir hampir tiga-perempat luas lahan, nenek dua cucu itu mulai kelelahan. Wagiyem beristirahat sejenak di pematang. Diusap keringat yang meleleh di keningnya, kemudian memeriksa kantong plastik yang baru terisi seperempat. “Sudah puluhan tahun saya ngampung,” ujar nenek 4 cucu ini.

Ngampung adalah istilah untuk kegiatan memungut padi sisa panen. Kalau di Bali, kegiatan itu biasa disebut munuh atau ngunuh.

Dalam sehari gabah yang diperoleh Wagiyem dari hasil ngampung tidak menentu, kadang 3 atau 4 kilogram. Bahkan pernah dalam sehari hanya dapat satu kilogram saja. Gabah tersebut ditampung di rumahnya, ketika sudah terkumpul dalam jumlah yang memadai, dibawanya ke penggilingan padi. “Hanya untuk dikonsumsi sendiri, itupun masih kurang. Buat makan sekeluarga, ada suami anak dan cucu-cucu,” katanya.

Karena sudah tidak muda lagi, Wagiyem tidak segesit dulu. Lebih-lebih akhir-akhir ini lututnya sering nyeri karena pengapuran.

Ada satu perempuan lagi. Namanya Suminah. Umurnya tidak jauh beda dengan Wagiyem, sudah ngampung bersama sejak masih muda. Mereka sama-sama tidak punya lahan sejengkal pun, menjadi buruh tani dan ngampung, adalah pilihan yang tidak bisa ditawarnya. “Kami tidak punya sawah dan ladang. Suami-suami kami juga sama, menjadi buruh tani juga,” katanya.

Hasil rontokan gabah yang diperolehnya, rata-rata 4 kg dalam sehari. Setelah dijemur dan digiling, Suminah memperoleh 2 hingga 3 kg beras. Lumayan banyak jika bisa tiap hari ada panen. Tapi musim panen hanya sebulan, selebihnya dia kembali menjadi buruh tani. “Saya yang cari uang, karena bapaknya sudah 15 tahun ini sakit, tidak bisa jalan. Kata dokter, tulangnya keropos dan lututnya harus dioperasi,” ujarnya.

Nasib baik masih berteman dengan Painem (50), karena masih gesit dan ada banyak sisa gabah yang tercecer, hari ini  mendapatkan 6 kg gabah. Dia berangkat dari rumahnya, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan pukul 06.00, setelah menyiapkan sarapan buat keluarganya.

Biasanya Painem dan teman-temannya pulang sebelum pukul 16.00, dengan mengayuh sepeda. Dalam setiap musim panen, nenek 6 cucu ini masih kuat berburu sisa  panen di 4 lokasi berbeda. Sehari tidak kurang dari 1,5 hektar lahan yang disisirnya. “Alhamdulillah masih kuat jalan. Jika lelah ya istirahat dulu, menikmati bekal yang saya bawa dari rumah. Jika sudah tidak capai, melanjutkan ngampung lagi,” paparnya.

Ketika panen usai, mereka kembali  menjadi buruh tani, menjual tenaga kepada  petani pemilik lahan untuk menebar benih, menanam padi, dan menyiangi rumput. Tenaga mereka dihargai mulai dari Rp. 35 ribu hingga Rp 50 ribu. “Jika mulaimya jam 6.00 dan selesai jam 12, kami dapat Rp. 35 ribu. Tapi jika sampai sore ya Rp. 50 ribu. Lumayan,” ungkap Painem.

Jika musim tanam tiba, ada saja pemilik sawah yang membutuhkan tenaga mereka. Lebih-lebih aklhir-akhir ini relatif susah mencari  buruh tani. Anak-anak muda lebih banyak yang kerja ke kota, seperti Jakarta dan Surabaya. Bahkan tidak sedikit yang kerja di luar Jawa.

Kebanyakan hasil panen padi di daerah tersebut sudah diborong oleh tengkulak. Wardi (45), salah satu tengkulak, merasa tidak keberatan jika sisa panen di lahan yang sudah diborongnya diambil oleh mereka. “Ya ndak papa, kan mereka hanya mengambil sisa panen. Hitung-hitung membagi rejeki, toh jumlahnya tidak banyak,” akunya.

Antara para perempuan yang ngampung dan tengkulak saling kenal. Bahkan jika saat panen tiba, tidak jarang para tengkulak memberitahukan jadwal kapan panen dilakukan.

Itu mungkin namanya bagi-bagi rejeki di tengah kampung pertanian. Meski jumlah penghasilan tak sama, namun rasa bersaudara itu tak ada bedanya. (T)

Tags: Jawa TengahpadiPerempuanpertanian
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Film “Sekala-Niskala” Pulang ke Tanah Bali dan Retrospektif Kamila Andini

Next Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis
Pendidikan

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co