12 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita dari Sragen: “Ngampung”, Perempuan-perempuan Memburu Sisa Panen

Made Wirya by Made Wirya
February 10, 2018
in Khas
Cerita dari Sragen:  “Ngampung”, Perempuan-perempuan Memburu Sisa Panen

Perempuan-perempuan ngampung, memburu sisa panen, di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah.

SAYA sangat suka jika disuruh liputan ke persawahan. Selain bisa jalan-jalan menikmati udara segar, juga bisa merawat ketakjuban saya pada alam sekaligus manusia yang kadang tak terduga cara hidupnya.

Musim panen di awal tahun 2018 ini saya jalan-jalan ke Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah. Meski beberapa kali saya melihat sawah, terutama ketika pulang kampung ke Bali, namun sawah di Desa Karanganyar sungguh membuat saya tergetar. Terutama ketika puluhan buruh tani memotong batang padi di lahan yang terhampar, menguning.

Beberapa di antaranya tampak dengan sukacita memanggul tumpukan padi menuju ke alat perontok. Di atas terpal plastik 4 x 4 meter yang digelar di dekat pematang, dua alat perontok padi dioperasikan oleh 4 buruh tani. Mereka bekerja giat tanpa keluh.

Yang lebih menarik, setelah puluhan buruh tani menyelesaikan panen separuh luas lahan, belasan perempuan masuk ke persawahan. Mereka membawa kantong plastik bekas pupuk terjun ke hamparan sawah tanpa ragu. Para perempuan  berusia 45 – 65 tahun itu dengan teliti menyisir lahan, “memanen” padi yang sudah dipanen. Artinya, padi di swah itu bisa disebut sebagai sisa panen..

Salah satunya kemudian saya tahu bernama Wagiyem. Umurnya 65 tahun. Dengan langkah terseok karena kakinya terbenam lumpur, Wagiyem memungut malai padi dengan daki hitam karena sebagian terendam lumpur. Dibersihkannya lumpur dari bulir padi, sebelum dimasukkan ke kantong plastik yang digendongnya. Sesekali dia mendapatkan malai yang masih menempel di batang padi.

Setelah menyisir hampir tiga-perempat luas lahan, nenek dua cucu itu mulai kelelahan. Wagiyem beristirahat sejenak di pematang. Diusap keringat yang meleleh di keningnya, kemudian memeriksa kantong plastik yang baru terisi seperempat. “Sudah puluhan tahun saya ngampung,” ujar nenek 4 cucu ini.

Ngampung adalah istilah untuk kegiatan memungut padi sisa panen. Kalau di Bali, kegiatan itu biasa disebut munuh atau ngunuh.

Dalam sehari gabah yang diperoleh Wagiyem dari hasil ngampung tidak menentu, kadang 3 atau 4 kilogram. Bahkan pernah dalam sehari hanya dapat satu kilogram saja. Gabah tersebut ditampung di rumahnya, ketika sudah terkumpul dalam jumlah yang memadai, dibawanya ke penggilingan padi. “Hanya untuk dikonsumsi sendiri, itupun masih kurang. Buat makan sekeluarga, ada suami anak dan cucu-cucu,” katanya.

Karena sudah tidak muda lagi, Wagiyem tidak segesit dulu. Lebih-lebih akhir-akhir ini lututnya sering nyeri karena pengapuran.

Ada satu perempuan lagi. Namanya Suminah. Umurnya tidak jauh beda dengan Wagiyem, sudah ngampung bersama sejak masih muda. Mereka sama-sama tidak punya lahan sejengkal pun, menjadi buruh tani dan ngampung, adalah pilihan yang tidak bisa ditawarnya. “Kami tidak punya sawah dan ladang. Suami-suami kami juga sama, menjadi buruh tani juga,” katanya.

Hasil rontokan gabah yang diperolehnya, rata-rata 4 kg dalam sehari. Setelah dijemur dan digiling, Suminah memperoleh 2 hingga 3 kg beras. Lumayan banyak jika bisa tiap hari ada panen. Tapi musim panen hanya sebulan, selebihnya dia kembali menjadi buruh tani. “Saya yang cari uang, karena bapaknya sudah 15 tahun ini sakit, tidak bisa jalan. Kata dokter, tulangnya keropos dan lututnya harus dioperasi,” ujarnya.

Nasib baik masih berteman dengan Painem (50), karena masih gesit dan ada banyak sisa gabah yang tercecer, hari ini  mendapatkan 6 kg gabah. Dia berangkat dari rumahnya, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan pukul 06.00, setelah menyiapkan sarapan buat keluarganya.

Biasanya Painem dan teman-temannya pulang sebelum pukul 16.00, dengan mengayuh sepeda. Dalam setiap musim panen, nenek 6 cucu ini masih kuat berburu sisa  panen di 4 lokasi berbeda. Sehari tidak kurang dari 1,5 hektar lahan yang disisirnya. “Alhamdulillah masih kuat jalan. Jika lelah ya istirahat dulu, menikmati bekal yang saya bawa dari rumah. Jika sudah tidak capai, melanjutkan ngampung lagi,” paparnya.

Ketika panen usai, mereka kembali  menjadi buruh tani, menjual tenaga kepada  petani pemilik lahan untuk menebar benih, menanam padi, dan menyiangi rumput. Tenaga mereka dihargai mulai dari Rp. 35 ribu hingga Rp 50 ribu. “Jika mulaimya jam 6.00 dan selesai jam 12, kami dapat Rp. 35 ribu. Tapi jika sampai sore ya Rp. 50 ribu. Lumayan,” ungkap Painem.

Jika musim tanam tiba, ada saja pemilik sawah yang membutuhkan tenaga mereka. Lebih-lebih aklhir-akhir ini relatif susah mencari  buruh tani. Anak-anak muda lebih banyak yang kerja ke kota, seperti Jakarta dan Surabaya. Bahkan tidak sedikit yang kerja di luar Jawa.

Kebanyakan hasil panen padi di daerah tersebut sudah diborong oleh tengkulak. Wardi (45), salah satu tengkulak, merasa tidak keberatan jika sisa panen di lahan yang sudah diborongnya diambil oleh mereka. “Ya ndak papa, kan mereka hanya mengambil sisa panen. Hitung-hitung membagi rejeki, toh jumlahnya tidak banyak,” akunya.

Antara para perempuan yang ngampung dan tengkulak saling kenal. Bahkan jika saat panen tiba, tidak jarang para tengkulak memberitahukan jadwal kapan panen dilakukan.

Itu mungkin namanya bagi-bagi rejeki di tengah kampung pertanian. Meski jumlah penghasilan tak sama, namun rasa bersaudara itu tak ada bedanya. (T)

Tags: Jawa TengahpadiPerempuanpertanian
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Film “Sekala-Niskala” Pulang ke Tanah Bali dan Retrospektif Kamila Andini

Next Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails
Next Post
Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Esai

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

by Angga Wijaya
June 11, 2026
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional
Lingkungan

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng
Tualang

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
Tempe dan Ekonomi yang Teriris
Esai

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
Fiksi

Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik

BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat...

by Chusmeru
June 11, 2026
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co