28 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita dari Sragen: “Ngampung”, Perempuan-perempuan Memburu Sisa Panen

Made Wirya by Made Wirya
February 10, 2018
in Khas
Cerita dari Sragen:  “Ngampung”, Perempuan-perempuan Memburu Sisa Panen

Perempuan-perempuan ngampung, memburu sisa panen, di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah.

SAYA sangat suka jika disuruh liputan ke persawahan. Selain bisa jalan-jalan menikmati udara segar, juga bisa merawat ketakjuban saya pada alam sekaligus manusia yang kadang tak terduga cara hidupnya.

Musim panen di awal tahun 2018 ini saya jalan-jalan ke Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah. Meski beberapa kali saya melihat sawah, terutama ketika pulang kampung ke Bali, namun sawah di Desa Karanganyar sungguh membuat saya tergetar. Terutama ketika puluhan buruh tani memotong batang padi di lahan yang terhampar, menguning.

Beberapa di antaranya tampak dengan sukacita memanggul tumpukan padi menuju ke alat perontok. Di atas terpal plastik 4 x 4 meter yang digelar di dekat pematang, dua alat perontok padi dioperasikan oleh 4 buruh tani. Mereka bekerja giat tanpa keluh.

Yang lebih menarik, setelah puluhan buruh tani menyelesaikan panen separuh luas lahan, belasan perempuan masuk ke persawahan. Mereka membawa kantong plastik bekas pupuk terjun ke hamparan sawah tanpa ragu. Para perempuan  berusia 45 – 65 tahun itu dengan teliti menyisir lahan, “memanen” padi yang sudah dipanen. Artinya, padi di swah itu bisa disebut sebagai sisa panen..

Salah satunya kemudian saya tahu bernama Wagiyem. Umurnya 65 tahun. Dengan langkah terseok karena kakinya terbenam lumpur, Wagiyem memungut malai padi dengan daki hitam karena sebagian terendam lumpur. Dibersihkannya lumpur dari bulir padi, sebelum dimasukkan ke kantong plastik yang digendongnya. Sesekali dia mendapatkan malai yang masih menempel di batang padi.

Setelah menyisir hampir tiga-perempat luas lahan, nenek dua cucu itu mulai kelelahan. Wagiyem beristirahat sejenak di pematang. Diusap keringat yang meleleh di keningnya, kemudian memeriksa kantong plastik yang baru terisi seperempat. “Sudah puluhan tahun saya ngampung,” ujar nenek 4 cucu ini.

Ngampung adalah istilah untuk kegiatan memungut padi sisa panen. Kalau di Bali, kegiatan itu biasa disebut munuh atau ngunuh.

Dalam sehari gabah yang diperoleh Wagiyem dari hasil ngampung tidak menentu, kadang 3 atau 4 kilogram. Bahkan pernah dalam sehari hanya dapat satu kilogram saja. Gabah tersebut ditampung di rumahnya, ketika sudah terkumpul dalam jumlah yang memadai, dibawanya ke penggilingan padi. “Hanya untuk dikonsumsi sendiri, itupun masih kurang. Buat makan sekeluarga, ada suami anak dan cucu-cucu,” katanya.

Karena sudah tidak muda lagi, Wagiyem tidak segesit dulu. Lebih-lebih akhir-akhir ini lututnya sering nyeri karena pengapuran.

Ada satu perempuan lagi. Namanya Suminah. Umurnya tidak jauh beda dengan Wagiyem, sudah ngampung bersama sejak masih muda. Mereka sama-sama tidak punya lahan sejengkal pun, menjadi buruh tani dan ngampung, adalah pilihan yang tidak bisa ditawarnya. “Kami tidak punya sawah dan ladang. Suami-suami kami juga sama, menjadi buruh tani juga,” katanya.

Hasil rontokan gabah yang diperolehnya, rata-rata 4 kg dalam sehari. Setelah dijemur dan digiling, Suminah memperoleh 2 hingga 3 kg beras. Lumayan banyak jika bisa tiap hari ada panen. Tapi musim panen hanya sebulan, selebihnya dia kembali menjadi buruh tani. “Saya yang cari uang, karena bapaknya sudah 15 tahun ini sakit, tidak bisa jalan. Kata dokter, tulangnya keropos dan lututnya harus dioperasi,” ujarnya.

Nasib baik masih berteman dengan Painem (50), karena masih gesit dan ada banyak sisa gabah yang tercecer, hari ini  mendapatkan 6 kg gabah. Dia berangkat dari rumahnya, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan pukul 06.00, setelah menyiapkan sarapan buat keluarganya.

Biasanya Painem dan teman-temannya pulang sebelum pukul 16.00, dengan mengayuh sepeda. Dalam setiap musim panen, nenek 6 cucu ini masih kuat berburu sisa  panen di 4 lokasi berbeda. Sehari tidak kurang dari 1,5 hektar lahan yang disisirnya. “Alhamdulillah masih kuat jalan. Jika lelah ya istirahat dulu, menikmati bekal yang saya bawa dari rumah. Jika sudah tidak capai, melanjutkan ngampung lagi,” paparnya.

Ketika panen usai, mereka kembali  menjadi buruh tani, menjual tenaga kepada  petani pemilik lahan untuk menebar benih, menanam padi, dan menyiangi rumput. Tenaga mereka dihargai mulai dari Rp. 35 ribu hingga Rp 50 ribu. “Jika mulaimya jam 6.00 dan selesai jam 12, kami dapat Rp. 35 ribu. Tapi jika sampai sore ya Rp. 50 ribu. Lumayan,” ungkap Painem.

Jika musim tanam tiba, ada saja pemilik sawah yang membutuhkan tenaga mereka. Lebih-lebih aklhir-akhir ini relatif susah mencari  buruh tani. Anak-anak muda lebih banyak yang kerja ke kota, seperti Jakarta dan Surabaya. Bahkan tidak sedikit yang kerja di luar Jawa.

Kebanyakan hasil panen padi di daerah tersebut sudah diborong oleh tengkulak. Wardi (45), salah satu tengkulak, merasa tidak keberatan jika sisa panen di lahan yang sudah diborongnya diambil oleh mereka. “Ya ndak papa, kan mereka hanya mengambil sisa panen. Hitung-hitung membagi rejeki, toh jumlahnya tidak banyak,” akunya.

Antara para perempuan yang ngampung dan tengkulak saling kenal. Bahkan jika saat panen tiba, tidak jarang para tengkulak memberitahukan jadwal kapan panen dilakukan.

Itu mungkin namanya bagi-bagi rejeki di tengah kampung pertanian. Meski jumlah penghasilan tak sama, namun rasa bersaudara itu tak ada bedanya. (T)

Tags: Jawa TengahpadiPerempuanpertanian
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Film “Sekala-Niskala” Pulang ke Tanah Bali dan Retrospektif Kamila Andini

Next Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede
Esai

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

by Dharma Yuda
August 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co