29 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita dari Sragen: “Ngampung”, Perempuan-perempuan Memburu Sisa Panen

Made Wirya by Made Wirya
February 10, 2018
in Khas
Cerita dari Sragen:  “Ngampung”, Perempuan-perempuan Memburu Sisa Panen

Perempuan-perempuan ngampung, memburu sisa panen, di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah.

SAYA sangat suka jika disuruh liputan ke persawahan. Selain bisa jalan-jalan menikmati udara segar, juga bisa merawat ketakjuban saya pada alam sekaligus manusia yang kadang tak terduga cara hidupnya.

Musim panen di awal tahun 2018 ini saya jalan-jalan ke Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah. Meski beberapa kali saya melihat sawah, terutama ketika pulang kampung ke Bali, namun sawah di Desa Karanganyar sungguh membuat saya tergetar. Terutama ketika puluhan buruh tani memotong batang padi di lahan yang terhampar, menguning.

Beberapa di antaranya tampak dengan sukacita memanggul tumpukan padi menuju ke alat perontok. Di atas terpal plastik 4 x 4 meter yang digelar di dekat pematang, dua alat perontok padi dioperasikan oleh 4 buruh tani. Mereka bekerja giat tanpa keluh.

Yang lebih menarik, setelah puluhan buruh tani menyelesaikan panen separuh luas lahan, belasan perempuan masuk ke persawahan. Mereka membawa kantong plastik bekas pupuk terjun ke hamparan sawah tanpa ragu. Para perempuan  berusia 45 – 65 tahun itu dengan teliti menyisir lahan, “memanen” padi yang sudah dipanen. Artinya, padi di swah itu bisa disebut sebagai sisa panen..

Salah satunya kemudian saya tahu bernama Wagiyem. Umurnya 65 tahun. Dengan langkah terseok karena kakinya terbenam lumpur, Wagiyem memungut malai padi dengan daki hitam karena sebagian terendam lumpur. Dibersihkannya lumpur dari bulir padi, sebelum dimasukkan ke kantong plastik yang digendongnya. Sesekali dia mendapatkan malai yang masih menempel di batang padi.

Setelah menyisir hampir tiga-perempat luas lahan, nenek dua cucu itu mulai kelelahan. Wagiyem beristirahat sejenak di pematang. Diusap keringat yang meleleh di keningnya, kemudian memeriksa kantong plastik yang baru terisi seperempat. “Sudah puluhan tahun saya ngampung,” ujar nenek 4 cucu ini.

Ngampung adalah istilah untuk kegiatan memungut padi sisa panen. Kalau di Bali, kegiatan itu biasa disebut munuh atau ngunuh.

Dalam sehari gabah yang diperoleh Wagiyem dari hasil ngampung tidak menentu, kadang 3 atau 4 kilogram. Bahkan pernah dalam sehari hanya dapat satu kilogram saja. Gabah tersebut ditampung di rumahnya, ketika sudah terkumpul dalam jumlah yang memadai, dibawanya ke penggilingan padi. “Hanya untuk dikonsumsi sendiri, itupun masih kurang. Buat makan sekeluarga, ada suami anak dan cucu-cucu,” katanya.

Karena sudah tidak muda lagi, Wagiyem tidak segesit dulu. Lebih-lebih akhir-akhir ini lututnya sering nyeri karena pengapuran.

Ada satu perempuan lagi. Namanya Suminah. Umurnya tidak jauh beda dengan Wagiyem, sudah ngampung bersama sejak masih muda. Mereka sama-sama tidak punya lahan sejengkal pun, menjadi buruh tani dan ngampung, adalah pilihan yang tidak bisa ditawarnya. “Kami tidak punya sawah dan ladang. Suami-suami kami juga sama, menjadi buruh tani juga,” katanya.

Hasil rontokan gabah yang diperolehnya, rata-rata 4 kg dalam sehari. Setelah dijemur dan digiling, Suminah memperoleh 2 hingga 3 kg beras. Lumayan banyak jika bisa tiap hari ada panen. Tapi musim panen hanya sebulan, selebihnya dia kembali menjadi buruh tani. “Saya yang cari uang, karena bapaknya sudah 15 tahun ini sakit, tidak bisa jalan. Kata dokter, tulangnya keropos dan lututnya harus dioperasi,” ujarnya.

Nasib baik masih berteman dengan Painem (50), karena masih gesit dan ada banyak sisa gabah yang tercecer, hari ini  mendapatkan 6 kg gabah. Dia berangkat dari rumahnya, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan pukul 06.00, setelah menyiapkan sarapan buat keluarganya.

Biasanya Painem dan teman-temannya pulang sebelum pukul 16.00, dengan mengayuh sepeda. Dalam setiap musim panen, nenek 6 cucu ini masih kuat berburu sisa  panen di 4 lokasi berbeda. Sehari tidak kurang dari 1,5 hektar lahan yang disisirnya. “Alhamdulillah masih kuat jalan. Jika lelah ya istirahat dulu, menikmati bekal yang saya bawa dari rumah. Jika sudah tidak capai, melanjutkan ngampung lagi,” paparnya.

Ketika panen usai, mereka kembali  menjadi buruh tani, menjual tenaga kepada  petani pemilik lahan untuk menebar benih, menanam padi, dan menyiangi rumput. Tenaga mereka dihargai mulai dari Rp. 35 ribu hingga Rp 50 ribu. “Jika mulaimya jam 6.00 dan selesai jam 12, kami dapat Rp. 35 ribu. Tapi jika sampai sore ya Rp. 50 ribu. Lumayan,” ungkap Painem.

Jika musim tanam tiba, ada saja pemilik sawah yang membutuhkan tenaga mereka. Lebih-lebih aklhir-akhir ini relatif susah mencari  buruh tani. Anak-anak muda lebih banyak yang kerja ke kota, seperti Jakarta dan Surabaya. Bahkan tidak sedikit yang kerja di luar Jawa.

Kebanyakan hasil panen padi di daerah tersebut sudah diborong oleh tengkulak. Wardi (45), salah satu tengkulak, merasa tidak keberatan jika sisa panen di lahan yang sudah diborongnya diambil oleh mereka. “Ya ndak papa, kan mereka hanya mengambil sisa panen. Hitung-hitung membagi rejeki, toh jumlahnya tidak banyak,” akunya.

Antara para perempuan yang ngampung dan tengkulak saling kenal. Bahkan jika saat panen tiba, tidak jarang para tengkulak memberitahukan jadwal kapan panen dilakukan.

Itu mungkin namanya bagi-bagi rejeki di tengah kampung pertanian. Meski jumlah penghasilan tak sama, namun rasa bersaudara itu tak ada bedanya. (T)

Tags: Jawa TengahpadiPerempuanpertanian
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Film “Sekala-Niskala” Pulang ke Tanah Bali dan Retrospektif Kamila Andini

Next Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Pasar Membeli Harga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026
Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co