13 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

Bella Paring Gusti by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
in Cerpen
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

Ilustrasi tatkala.co | Canva

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….”

Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hujan yang menderu. Pria itu bahkan lupa sudah berapa kali sehari ia memutarnya. Indranya sudah kebal. Lagu itu hanya meliuk-liuk hampa di udara untuk kemudian menubruk gendang telinganya, memantul-mantul kecil, lantas terlempar kembali ke luar kepalanya.

Mata pria itu masih menatap nanar tempias hujan tepat di atas genangan air yang berada di aspal, sementara asap nikotin menguar dari bibirnya yang pasrah. Ia menyandarkan kepalanya yang terasa pening di sana entah sudah berapa jam. Bokongnya seolah telah menebal, barangkali kapalan saking lamanya.

Tak pelak semua ini ia lakukan demi Ann, kekasihnya, yang baru dua hari lalu memberi ultimatum mengenai keputusannya untuk menyudahi hubungan dengan Garu.

Lagi-lagi Garu menyesap batang rokok itu dalam-dalam, lalu mengepulkan asapnya dengan wajah kuyu dan tatapan kosong. Seharusnya barang favoritnya itu bakal berhasil melipur segala kegundahan hatinya, namun kali ini gagal total. Efek menyenangkan nikotin itu tak pernah berhasil menyingkirkan pikirannya mengenai Ann yang cantik―sudah―tidak menjadi―pacarnya lagi.

Garu menggaruk rambut gondrongnya dengan gelisah. Ia masih tak terima jika gadis cantik, pujaan hatinya, primadonanya, dewinya, memutuskan hubungan dengannya. Padahal sudah banyak pengorbanan yang ia lakukan demi menyenangkan hati perempuan dambaan hatinya itu. Tetapi, rupanya hal tersebut masih saja kurang di mata Ann.

Motor yang lewat kemudian membuat genangan air di depan Garu menyembur ke pakaiannya yang telah kuyup. Garu bergumam kesal, memaki-maki, dan merutuki pengendara motor itu sekalian melampiaskan seluruh emosinya sebab sudah selama dua hari ia duduk di depan teras rumah Ann, namun tak ada seorangpun yang mengacuhkannya. Apalagi sekadar mempersilakannya masuk rumah agar dapat bertemu dengan Ann. Oh, seandainya ia bisa berjumpa dengan perempuan itu, ia berjanji akan memeluknya erat dan tak akan melepasnya. Ia sungguh tak sanggup kehilangan Ann sampai berpikir demikian membuatnya hampir gila seperti sekarang.

Hari pertama, Garu datang sambil membawa seikat bunga mawar crimson kesukaan Ann. Ia berdiri tepat di depan pintu rumah Ann dari pagi sampai sore; dari kepanasan sampai menggigil. Tapi, tak ada satu pun orang rumah yang menyambutnya, lebih-lebih Ann yang melihatnya saja tidak sudi. Pesannya yang mengatakan permintaan maaf secara tulus sekaligus permohonan untuk balikan tidak digubris sama sekali oleh gadis itu.

Jika kamu meninggalkanku, Sayang, tolong tinggalkan morfin di depan pintuku. Karena untuk melupakanmu akan membutuhkan banyak obat. Untuk menyadari apa yang dulu kumiliki, tetapi sekarang tidak, aku perlu memeluk zat adiktif lagi.

Hari kedua, mawar itu telah layu. Sebagai gantinya, ia membawakan sekotak cokelat mahal yang merupakan selera Ann yang juga mahal agar permintaan maafnya diterima. Garu bahkan tak peduli jika ia harus mengemis kepada temannya untuk meminjam uang, padahal utangnya yang kemarin-kemarin masih bejibun dan belum terlunaskan. Namun, Ann tetap tak menanggapinya. Menyaksikan sosoknya yang melongok demi melihatnya saja tidak. Balkon terbuka di lantai tiga tampak sunyi secara misterius; balkon kamar Ann masih saja kosong secara sia-sia tanpa kemunculan sosok cantik itu.

Aku tidak akan pernah menjadi favorit ibumu. Ayahmu bahkan tidak bisa menatap mataku. Tapi, jika aku jadi mereka, aku akan melakukan hal yang sama; melarang anakku berpacaran dengan pria merepotkan sepertiku.

Beberapa orang yang lewat sebenarnya sudah memperingatkannya, bahwa keluarga Nugroho―keluarga Ann yang sangat mulia―tak akan mungkin merespons atau mengindahkan tindakan negosiasinya. Garu pun sejujurnya tengah mempertimbangkan nasihat tersebut mengingat siapa dirinya dan siapa keluarga Nugroho. Mengingat jarak mereka sudah seperti langit dan bumi.

Namun, sekali lagi, jika harus mengorbankan apa pun, ia akan melakukannya. Demi Ann yang sangat ia cintai.

Masalahnya tak mudah menambat hati perempuan cantik itu. Segala hal sudah ia lampaui demi menarik perhatian Ann, mulai dari mengikuti kelas yang sama, organisasi yang sama, hingga peminatan yang sama meski harga yang dibayar cukup mahal. Dan, walau sudah berhasil menjadi pacarnya, Ann sesekali menunjukkan bahwa dirinya tak begitu cinta pada Garu. Hal itu membuat Garu resah setiap hari sampai tak bisa tidur nyenyak. Ia ketakutan jika suatu hari harus kelepasan Ann di dalam hidupnya.

Bagi Garu, Ann lebih dari kata cantik dan seksi. Ann adalah perempuan tercantik dalam lingkungan sosial yang sebenarnya tak mampu ia raih. Ann merupakan prestise, suatu wujud kemewahan di tengah pergaulannya, kebanggaannya yang sudah setara dengan apa pun kemewahan dunia yang tak dapat dibelinya. Atau, barangkali, segala hal luhur yang tak dapat ia gapai.

Garu mengusap peluhnya yang telah bercampur air hujan. Sebagai lelaki, ia menyukai guyuran hujan deras yang sanggup menyembunyikan air matanya ini. Ia sedang menimbang-nimbang, apa lagi yang akan ia lakukan demi mempertahankan Ann-nya. Garu menguras otak sampai mengerahkan setiap selnya hanya demi mendapatkan Ann kembali.

Masih terasa mimpi bahwa ia dapat bertemu dengan Ann pada suatu hari, lalu lanjut tergila-gila hingga detik ini. Bahkan nyaris mendekati obsesi. Kini pria itu memandangi jalan di depannya seraya mengabsen seluruh usahanya untuk Ann selama mereka bersama. Garu si yatim piatu yang hidupnya sehari-hari bagai elang yang mengangkasa; bebas, liar, dan hanya bergairah untuk memangsa tak habis pikir memiliki kesempatan untuk mendapatkan Ann, satu-satunya kesempatan terhormat yang hanya datang sekali seumur hidup. Tentu saja Garu tak menyia-nyiakannya.

Garu mulai berdesas-desus ke teman pengkolannya saat memutuskan untuk mengincar Ann, dan temannya itu mulai memberi petuah hal-hal yang lantas Garu lakukan. Dari datang langsung dan mendaftar kelas kursus yang diikuti oleh Ann menggunakan uang utang hasil curian temannya, giat merayu Ann dengan caranya sendiri yang membuat gadis cantik itu mengernyit geli lalu memutuskan untuk keluar kursus, hingga membawa masalahnya ini kepada dukun tersohor di sudut kampungnya. Tak hanya itu, sewaktu Ann berhasil menjadi kekasihnya, Garu berusaha mengklaim “kepemilikan tetap” dengan menjebak Ann di sebuah hotel murahan dan memaksanya melakukan persetubuhan. Alhasil, Garu mendapatkan keperawanan Ann yang amat berharga sekaligus menjadikan hubungannya kandas pula.

Ann mengumumkan kekecewaannya berikut keputusannya sehari setelah kejadian itu. Tubuh Garu langsung lingsut tanpa daya, padahal segala hal sudah ia lakukan demi Ann. Ia telah berhasil merangkak jauh lebih tinggi dari tempatnya sekarang, berhasil mendapatkan Ann dalam versi seutuhnya, dan kini ia malah meratapi nasibnya yang mengemis pengampunan dari Ann dan seluruh keluarga Nugroho.

Jadi, ingatlah semua pengorbanan yang aku lakukan untuk membuatmu tetap di sisiku dan mencegahmu keluar dari pintu.

Hari telah lingsir menuju bakda magrib, namun intensitas hujan tak turun juga. Hujan justru kian lebat menerjang tubuh ringkih Garu seperti amarah Ann yang ia rasakan. Sebuah raungan sirene ambulans yang mendekat kemudian membangkitkan kesadaran Garu. Ia melongok ke jalan dan mendapati sejumlah mobil polisi pun mengepungnya.

Garu lekas berdiri dan mengangkat kedua tangan tanda menyerahkan diri. Apa gunanya ia melanjutkan hidup apabila Ann tak lagi jatuh dalam pelukannya?

Tetapi alih-alih menangkap Garu, beberapa polisi itu malah menggeruduk kediaman keluarga Nugroho dan mulai membentangkan garis kuning di area tersebut. Pintu rumah akhirnya terbuka lebar, namun bukan untuk menoleransi kelakuan Garu. Dari dalam, Garu dapat menangkap ibu Ann tergugu histeris tatkala menyambut sejumlah orang turun dari ambulans dan menyurukkan brankar urgensi beroda. Hingga sosok yang berada di balik kain putih itu dibawa jeritan ambulans, hingga massa meriung di sekitarnya, Garu masih menatap nanar terlampau kosong. Ia memeras otaknya sekali lagi; bagaimana caranya mengembalikan Ann yang cantik dalam hidupnya? [T]

Penulis: Bella Paring Gusti
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

Bella Paring Gusti

Bella Paring Gusti

Penulis lepas yang lahir di Bumi Bung Karno, Blitar. Ia gemar meramu novel, cerpen, dan esai, serta sudah mempublikasikan karya-karyanya di sejumlah platform daring dan media sastra online. Juga menggunakan nama pena: Glory Bella.

Related Posts

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
0
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

Read moreDetails

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
0
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

Read moreDetails

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

by Dody Widianto
May 22, 2026
0
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

Read moreDetails

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti
Cerpen

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan
Puisi

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

by IRZI
June 13, 2026
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Budaya

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

by tatkala
June 13, 2026
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word
Ulas Rupa

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi
Bahasa

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

by I Made Sudiana
June 13, 2026
‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
Ulas Musik

‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang...

by Ahmad Sihabudin
June 13, 2026
Bung Karno dalam Puisi   
Esai

Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026
Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa
Pendidikan

Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada...

by tatkala
June 12, 2026
OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali
Pendidikan

OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
June 12, 2026
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?
Bahasa

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Esai

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

by Angga Wijaya
June 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co