6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ke Singapura Sambil Merenungi Bali, Lagi, Lagi, dan Lagi

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 28, 2025
in Tualang
Ke Singapura Sambil Merenungi Bali, Lagi, Lagi, dan Lagi

Pemandangan di Singapura

TEPAT 20 Desember 2025, saya melakukan perjalanan ke tiga negara dengan pintu masuk Singapura. Seperti biasa, dari Changi Airport saja sudah menjadi daya tarik pengunjung. Sebut saja Jewel Waterfall dan ikon menarik lainnya. Tapi, Singapura bukan hanya tentang itu, Singapura menawarkan pelayanan yang prima.

Untuk imigrasi clearance buat para pengunjung dikerjakan kurang dari 5 menit, hanya scan passport, foto wajah, dan keluar. Petugas hanya mengawasi dari kejauhan. Tidak ada barisan layaknya mau ngantre sembako atau upacara bendera sebagaimana di negara… ah, sudahlah.

(Sebagai operator wisata dan sesekali bepergian, saya bisa merasakan bagaimana kejenuhan pengunjung jika hatus mengantre layaknya antrean upacara Agustusan.)

Dan ini, baru keluar bandara, kereta tanpa awak setiap 2 menit tiba untuk mengantarkan pelancong ke stasiun menuju kereta tempat tujuan masing-masing. Tanpa perlu mengeret koper dan di-scam pengemudi—seperti beberapa tamu saya yang kena scam (tipu) dari Ngurah Rai Airport ke Desa Les, Tejakula, Buleleng, harus bayar Rp. 2.500.000. Hal seperti ini jamak terjadi di Indonesia, tapi tidak di Singapura. Catat itu!

Singapura

Tetapi, kenyamanan dan keamanan itu memang punya harganya sendiri. Sesampainya di tempat menginap, saya mengiyakan bagaimana mahalnya hidup di Singapura. Air mineral saja hargnya 2 Dolar Singapura, kurang lebih Rp. 30.000 Rupiah. Kalau di Desa Les suda bisa untuk membeli ayam goreng lalapan dan masih sisa. Tapi, sekali lagi, begitulah, kenyamanannya memang sebanding dengan harganya.

***

Saya teringat 17 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2009, untuk pertama kalinya saya pergi ke luar negeri. Singapura, negara tetangga yang lebih kecil dari  Pulau Bali itu, adalah tempat tujuan saya. Saya mengunjungi wilayah bekas jajahan Inggris itu untuk pertama kalinya saat magang di salah satu perusahaan di daerah Novena. 6 bulan bukan waktu yang lama sekaligus bukan waktu yang singkat juga.

Dengan mengantongi bayaran 350 Dolar Singapura waktu itu, butuh daya juang dan kreatifitas mumpuni untuk bisa hidup di negara yang dikenal dengan harga kebutuhan bidup (makan dan minum) yang relatif mahal itu. Jalan kaki kurang lebih 8 kilometer dan naik kereta 15 menit adalah menu harian yang harus saya lahap saban hari. Intinya, saya memaksimalkan bayaran itu untuk hidup, selebihnya, waktu itu, saya menikmati Singapura dengan gratisan.

Pohon besar di Singapura

Di kala libur atau selepas training, misalnya, saya bisa bermain atau sekadar relax di taman; bermain ke pantai atau sekadar duduk sambil menikmati air mancur dari mulut Merlion dengan gratis dan dengan latar gedung penuh warna-warni adalah kenikmatan yang disediakan oleh negara ini kepada setiap pengunjung. Beberapa kali setelahnya saya berkunjung ke Singapura yang terlihat semakin maju dan lebih tertata lagi.

Semua tempat umum bak fasilitas bintang lima dan, ini yang penting, gratis. Di masing-masing taman ada fasilitas olahraga. Ketika hujan dan Anda lupa membawa payung, di Singapura Anda bisa jalan sepanjang emperan yang disediakan dan tidak akan kebasahan.

Jika anggaran wisata Anda sedikit, Anda tak perlu khawatir, banyak tempat ikonik di Singapura yang bisa dikunjungi secara cum-cuma, seperti menikmati suasana dengan lampu warna-warni di kawasan Merlion Park, berkunjung ke Clarke Quay, Marina Bay Sand, Garden by the Bay A, Sentosa Islands, sampai Singapore Universal Studio. Semuanya gratis tiket masuk. Semua jengkal tempat-tempat di Singapura seperti dipenuhi dengan etalase seni yang unik dan informatif.

Singapura

Setidaknya itu yang membuat saya—bahkan mungkin Anda—tetap akan melihat Singapura sebagai sebuah negara yang 100 langkah lebih maju, mendahului pencapaian 100 tahun haluan negara tetangganya—yang masih sibuk dengan urusan korupsi, pengangguran, dan masalah krusial lainnya. Apalagi  Bali, kalau masih saja tidak ada perbaikan fasilitas dan terutama pola pikir tentang pariwisata, jangan harap bisa seperti Singapura atau bermimpi utuk menyainginya. Cuih!

***

Dua hari keliling Singapura, dari Pantai East Coast sampai Sembawang, dari Little India hingga China Town, dari Pasir Ris sampai Harbour Front, saya sadar sejatinya Singapura juga sangat multi etnik. Ada Melayu, ada Eropa, Asia kebanyakan, dan juga India. Dengan karakteristik itu, ekosiatem dan pemerintahnya lah yang memegang kendali penuh. Hukum benar-benar ditegakkan di sini. Masih teringat bagaimana dulu teman saya kena denda buang putung tokok sembarangan di East Coast Park dan harus bayar denda langsung di mesin ATM. Hehe. Itu nyata, tidak hanya imbauan.

Singapura

Singapura tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia, tentu saja. Bukan saja karena beda luas negara, tapi cukup karena Indonesia bagi saya merupakan negara yang terlalu rumit. Tapi dengan Bali, secara ukuran daratan, barangkali masih sangat bisa dibandingkan—meski Bali bukan negara. Pembanding yang saya maksud adalah keduanya sama-sama tujuan banyak orang. Setidaknya, untuk urusan sampah, banjir, serta jalur transportasi—yang kalau tidak dikelola dengan baik dan benar bisa berakibat pada menurunnya kunjungan wisatawan—kita bisa berkiblat pada Singapura.

Terlepas dari banyaknya faktor yang menyebabkan turun-naiknya jumlah orang (wisatawan) ke Bali, jika kita hanya dengan mengandalkan narasi seni-budaya, sopan dan santun, saya rasa tidak akan banyak membantu jika ruang, kenyamanan, dan kepastian waktu yang sangat diperhitungkan oleh pengunjung tidak pernah terwujud di pulau kita tercinta.

Masalah niskala mungkin bisa dengan banten persembahan, tapi masalah skala memang harus dengan aksi dan pembuktian. Bukan hanya doa dan kepasrahan saja.

Singapura

Ah… Saya lanjut perjalanan ke Malaysia dan Thailand dulu. Ternyata, aspal di Singapura pun tidak ada yang berlubang. Sampah ada, tapi tidak banyak. Terus siapa yang salah? Entah lah. Lain kali kita bicarakan.[T]

Penulis dan Foto-foto: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: balicatatan perjalananSingapura
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Sepi? –Mari Pahami Fakta di Balik Narasi dan Tantangan Pariwisata Modern

Next Post

Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post
Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co