2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ke Singapura Sambil Merenungi Bali, Lagi, Lagi, dan Lagi

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 28, 2025
in Tualang
Ke Singapura Sambil Merenungi Bali, Lagi, Lagi, dan Lagi

Pemandangan di Singapura

TEPAT 20 Desember 2025, saya melakukan perjalanan ke tiga negara dengan pintu masuk Singapura. Seperti biasa, dari Changi Airport saja sudah menjadi daya tarik pengunjung. Sebut saja Jewel Waterfall dan ikon menarik lainnya. Tapi, Singapura bukan hanya tentang itu, Singapura menawarkan pelayanan yang prima.

Untuk imigrasi clearance buat para pengunjung dikerjakan kurang dari 5 menit, hanya scan passport, foto wajah, dan keluar. Petugas hanya mengawasi dari kejauhan. Tidak ada barisan layaknya mau ngantre sembako atau upacara bendera sebagaimana di negara… ah, sudahlah.

(Sebagai operator wisata dan sesekali bepergian, saya bisa merasakan bagaimana kejenuhan pengunjung jika hatus mengantre layaknya antrean upacara Agustusan.)

Dan ini, baru keluar bandara, kereta tanpa awak setiap 2 menit tiba untuk mengantarkan pelancong ke stasiun menuju kereta tempat tujuan masing-masing. Tanpa perlu mengeret koper dan di-scam pengemudi—seperti beberapa tamu saya yang kena scam (tipu) dari Ngurah Rai Airport ke Desa Les, Tejakula, Buleleng, harus bayar Rp. 2.500.000. Hal seperti ini jamak terjadi di Indonesia, tapi tidak di Singapura. Catat itu!

Singapura

Tetapi, kenyamanan dan keamanan itu memang punya harganya sendiri. Sesampainya di tempat menginap, saya mengiyakan bagaimana mahalnya hidup di Singapura. Air mineral saja hargnya 2 Dolar Singapura, kurang lebih Rp. 30.000 Rupiah. Kalau di Desa Les suda bisa untuk membeli ayam goreng lalapan dan masih sisa. Tapi, sekali lagi, begitulah, kenyamanannya memang sebanding dengan harganya.

***

Saya teringat 17 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2009, untuk pertama kalinya saya pergi ke luar negeri. Singapura, negara tetangga yang lebih kecil dari  Pulau Bali itu, adalah tempat tujuan saya. Saya mengunjungi wilayah bekas jajahan Inggris itu untuk pertama kalinya saat magang di salah satu perusahaan di daerah Novena. 6 bulan bukan waktu yang lama sekaligus bukan waktu yang singkat juga.

Dengan mengantongi bayaran 350 Dolar Singapura waktu itu, butuh daya juang dan kreatifitas mumpuni untuk bisa hidup di negara yang dikenal dengan harga kebutuhan bidup (makan dan minum) yang relatif mahal itu. Jalan kaki kurang lebih 8 kilometer dan naik kereta 15 menit adalah menu harian yang harus saya lahap saban hari. Intinya, saya memaksimalkan bayaran itu untuk hidup, selebihnya, waktu itu, saya menikmati Singapura dengan gratisan.

Pohon besar di Singapura

Di kala libur atau selepas training, misalnya, saya bisa bermain atau sekadar relax di taman; bermain ke pantai atau sekadar duduk sambil menikmati air mancur dari mulut Merlion dengan gratis dan dengan latar gedung penuh warna-warni adalah kenikmatan yang disediakan oleh negara ini kepada setiap pengunjung. Beberapa kali setelahnya saya berkunjung ke Singapura yang terlihat semakin maju dan lebih tertata lagi.

Semua tempat umum bak fasilitas bintang lima dan, ini yang penting, gratis. Di masing-masing taman ada fasilitas olahraga. Ketika hujan dan Anda lupa membawa payung, di Singapura Anda bisa jalan sepanjang emperan yang disediakan dan tidak akan kebasahan.

Jika anggaran wisata Anda sedikit, Anda tak perlu khawatir, banyak tempat ikonik di Singapura yang bisa dikunjungi secara cum-cuma, seperti menikmati suasana dengan lampu warna-warni di kawasan Merlion Park, berkunjung ke Clarke Quay, Marina Bay Sand, Garden by the Bay A, Sentosa Islands, sampai Singapore Universal Studio. Semuanya gratis tiket masuk. Semua jengkal tempat-tempat di Singapura seperti dipenuhi dengan etalase seni yang unik dan informatif.

Singapura

Setidaknya itu yang membuat saya—bahkan mungkin Anda—tetap akan melihat Singapura sebagai sebuah negara yang 100 langkah lebih maju, mendahului pencapaian 100 tahun haluan negara tetangganya—yang masih sibuk dengan urusan korupsi, pengangguran, dan masalah krusial lainnya. Apalagi  Bali, kalau masih saja tidak ada perbaikan fasilitas dan terutama pola pikir tentang pariwisata, jangan harap bisa seperti Singapura atau bermimpi utuk menyainginya. Cuih!

***

Dua hari keliling Singapura, dari Pantai East Coast sampai Sembawang, dari Little India hingga China Town, dari Pasir Ris sampai Harbour Front, saya sadar sejatinya Singapura juga sangat multi etnik. Ada Melayu, ada Eropa, Asia kebanyakan, dan juga India. Dengan karakteristik itu, ekosiatem dan pemerintahnya lah yang memegang kendali penuh. Hukum benar-benar ditegakkan di sini. Masih teringat bagaimana dulu teman saya kena denda buang putung tokok sembarangan di East Coast Park dan harus bayar denda langsung di mesin ATM. Hehe. Itu nyata, tidak hanya imbauan.

Singapura

Singapura tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia, tentu saja. Bukan saja karena beda luas negara, tapi cukup karena Indonesia bagi saya merupakan negara yang terlalu rumit. Tapi dengan Bali, secara ukuran daratan, barangkali masih sangat bisa dibandingkan—meski Bali bukan negara. Pembanding yang saya maksud adalah keduanya sama-sama tujuan banyak orang. Setidaknya, untuk urusan sampah, banjir, serta jalur transportasi—yang kalau tidak dikelola dengan baik dan benar bisa berakibat pada menurunnya kunjungan wisatawan—kita bisa berkiblat pada Singapura.

Terlepas dari banyaknya faktor yang menyebabkan turun-naiknya jumlah orang (wisatawan) ke Bali, jika kita hanya dengan mengandalkan narasi seni-budaya, sopan dan santun, saya rasa tidak akan banyak membantu jika ruang, kenyamanan, dan kepastian waktu yang sangat diperhitungkan oleh pengunjung tidak pernah terwujud di pulau kita tercinta.

Masalah niskala mungkin bisa dengan banten persembahan, tapi masalah skala memang harus dengan aksi dan pembuktian. Bukan hanya doa dan kepasrahan saja.

Singapura

Ah… Saya lanjut perjalanan ke Malaysia dan Thailand dulu. Ternyata, aspal di Singapura pun tidak ada yang berlubang. Sampah ada, tapi tidak banyak. Terus siapa yang salah? Entah lah. Lain kali kita bicarakan.[T]

Penulis dan Foto-foto: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: balicatatan perjalananSingapura
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Sepi? –Mari Pahami Fakta di Balik Narasi dan Tantangan Pariwisata Modern

Next Post

Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co