23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ke Singapura Sambil Merenungi Bali, Lagi, Lagi, dan Lagi

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 28, 2025
in Tualang
Ke Singapura Sambil Merenungi Bali, Lagi, Lagi, dan Lagi

Pemandangan di Singapura

TEPAT 20 Desember 2025, saya melakukan perjalanan ke tiga negara dengan pintu masuk Singapura. Seperti biasa, dari Changi Airport saja sudah menjadi daya tarik pengunjung. Sebut saja Jewel Waterfall dan ikon menarik lainnya. Tapi, Singapura bukan hanya tentang itu, Singapura menawarkan pelayanan yang prima.

Untuk imigrasi clearance buat para pengunjung dikerjakan kurang dari 5 menit, hanya scan passport, foto wajah, dan keluar. Petugas hanya mengawasi dari kejauhan. Tidak ada barisan layaknya mau ngantre sembako atau upacara bendera sebagaimana di negara… ah, sudahlah.

(Sebagai operator wisata dan sesekali bepergian, saya bisa merasakan bagaimana kejenuhan pengunjung jika hatus mengantre layaknya antrean upacara Agustusan.)

Dan ini, baru keluar bandara, kereta tanpa awak setiap 2 menit tiba untuk mengantarkan pelancong ke stasiun menuju kereta tempat tujuan masing-masing. Tanpa perlu mengeret koper dan di-scam pengemudi—seperti beberapa tamu saya yang kena scam (tipu) dari Ngurah Rai Airport ke Desa Les, Tejakula, Buleleng, harus bayar Rp. 2.500.000. Hal seperti ini jamak terjadi di Indonesia, tapi tidak di Singapura. Catat itu!

Singapura

Tetapi, kenyamanan dan keamanan itu memang punya harganya sendiri. Sesampainya di tempat menginap, saya mengiyakan bagaimana mahalnya hidup di Singapura. Air mineral saja hargnya 2 Dolar Singapura, kurang lebih Rp. 30.000 Rupiah. Kalau di Desa Les suda bisa untuk membeli ayam goreng lalapan dan masih sisa. Tapi, sekali lagi, begitulah, kenyamanannya memang sebanding dengan harganya.

***

Saya teringat 17 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2009, untuk pertama kalinya saya pergi ke luar negeri. Singapura, negara tetangga yang lebih kecil dari  Pulau Bali itu, adalah tempat tujuan saya. Saya mengunjungi wilayah bekas jajahan Inggris itu untuk pertama kalinya saat magang di salah satu perusahaan di daerah Novena. 6 bulan bukan waktu yang lama sekaligus bukan waktu yang singkat juga.

Dengan mengantongi bayaran 350 Dolar Singapura waktu itu, butuh daya juang dan kreatifitas mumpuni untuk bisa hidup di negara yang dikenal dengan harga kebutuhan bidup (makan dan minum) yang relatif mahal itu. Jalan kaki kurang lebih 8 kilometer dan naik kereta 15 menit adalah menu harian yang harus saya lahap saban hari. Intinya, saya memaksimalkan bayaran itu untuk hidup, selebihnya, waktu itu, saya menikmati Singapura dengan gratisan.

Pohon besar di Singapura

Di kala libur atau selepas training, misalnya, saya bisa bermain atau sekadar relax di taman; bermain ke pantai atau sekadar duduk sambil menikmati air mancur dari mulut Merlion dengan gratis dan dengan latar gedung penuh warna-warni adalah kenikmatan yang disediakan oleh negara ini kepada setiap pengunjung. Beberapa kali setelahnya saya berkunjung ke Singapura yang terlihat semakin maju dan lebih tertata lagi.

Semua tempat umum bak fasilitas bintang lima dan, ini yang penting, gratis. Di masing-masing taman ada fasilitas olahraga. Ketika hujan dan Anda lupa membawa payung, di Singapura Anda bisa jalan sepanjang emperan yang disediakan dan tidak akan kebasahan.

Jika anggaran wisata Anda sedikit, Anda tak perlu khawatir, banyak tempat ikonik di Singapura yang bisa dikunjungi secara cum-cuma, seperti menikmati suasana dengan lampu warna-warni di kawasan Merlion Park, berkunjung ke Clarke Quay, Marina Bay Sand, Garden by the Bay A, Sentosa Islands, sampai Singapore Universal Studio. Semuanya gratis tiket masuk. Semua jengkal tempat-tempat di Singapura seperti dipenuhi dengan etalase seni yang unik dan informatif.

Singapura

Setidaknya itu yang membuat saya—bahkan mungkin Anda—tetap akan melihat Singapura sebagai sebuah negara yang 100 langkah lebih maju, mendahului pencapaian 100 tahun haluan negara tetangganya—yang masih sibuk dengan urusan korupsi, pengangguran, dan masalah krusial lainnya. Apalagi  Bali, kalau masih saja tidak ada perbaikan fasilitas dan terutama pola pikir tentang pariwisata, jangan harap bisa seperti Singapura atau bermimpi utuk menyainginya. Cuih!

***

Dua hari keliling Singapura, dari Pantai East Coast sampai Sembawang, dari Little India hingga China Town, dari Pasir Ris sampai Harbour Front, saya sadar sejatinya Singapura juga sangat multi etnik. Ada Melayu, ada Eropa, Asia kebanyakan, dan juga India. Dengan karakteristik itu, ekosiatem dan pemerintahnya lah yang memegang kendali penuh. Hukum benar-benar ditegakkan di sini. Masih teringat bagaimana dulu teman saya kena denda buang putung tokok sembarangan di East Coast Park dan harus bayar denda langsung di mesin ATM. Hehe. Itu nyata, tidak hanya imbauan.

Singapura

Singapura tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia, tentu saja. Bukan saja karena beda luas negara, tapi cukup karena Indonesia bagi saya merupakan negara yang terlalu rumit. Tapi dengan Bali, secara ukuran daratan, barangkali masih sangat bisa dibandingkan—meski Bali bukan negara. Pembanding yang saya maksud adalah keduanya sama-sama tujuan banyak orang. Setidaknya, untuk urusan sampah, banjir, serta jalur transportasi—yang kalau tidak dikelola dengan baik dan benar bisa berakibat pada menurunnya kunjungan wisatawan—kita bisa berkiblat pada Singapura.

Terlepas dari banyaknya faktor yang menyebabkan turun-naiknya jumlah orang (wisatawan) ke Bali, jika kita hanya dengan mengandalkan narasi seni-budaya, sopan dan santun, saya rasa tidak akan banyak membantu jika ruang, kenyamanan, dan kepastian waktu yang sangat diperhitungkan oleh pengunjung tidak pernah terwujud di pulau kita tercinta.

Masalah niskala mungkin bisa dengan banten persembahan, tapi masalah skala memang harus dengan aksi dan pembuktian. Bukan hanya doa dan kepasrahan saja.

Singapura

Ah… Saya lanjut perjalanan ke Malaysia dan Thailand dulu. Ternyata, aspal di Singapura pun tidak ada yang berlubang. Sampah ada, tapi tidak banyak. Terus siapa yang salah? Entah lah. Lain kali kita bicarakan.[T]

Penulis dan Foto-foto: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: balicatatan perjalananSingapura
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Sepi? –Mari Pahami Fakta di Balik Narasi dan Tantangan Pariwisata Modern

Next Post

Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co