12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ke Singapura Sambil Merenungi Bali, Lagi, Lagi, dan Lagi

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 28, 2025
in Tualang
Ke Singapura Sambil Merenungi Bali, Lagi, Lagi, dan Lagi

Pemandangan di Singapura

TEPAT 20 Desember 2025, saya melakukan perjalanan ke tiga negara dengan pintu masuk Singapura. Seperti biasa, dari Changi Airport saja sudah menjadi daya tarik pengunjung. Sebut saja Jewel Waterfall dan ikon menarik lainnya. Tapi, Singapura bukan hanya tentang itu, Singapura menawarkan pelayanan yang prima.

Untuk imigrasi clearance buat para pengunjung dikerjakan kurang dari 5 menit, hanya scan passport, foto wajah, dan keluar. Petugas hanya mengawasi dari kejauhan. Tidak ada barisan layaknya mau ngantre sembako atau upacara bendera sebagaimana di negara… ah, sudahlah.

(Sebagai operator wisata dan sesekali bepergian, saya bisa merasakan bagaimana kejenuhan pengunjung jika hatus mengantre layaknya antrean upacara Agustusan.)

Dan ini, baru keluar bandara, kereta tanpa awak setiap 2 menit tiba untuk mengantarkan pelancong ke stasiun menuju kereta tempat tujuan masing-masing. Tanpa perlu mengeret koper dan di-scam pengemudi—seperti beberapa tamu saya yang kena scam (tipu) dari Ngurah Rai Airport ke Desa Les, Tejakula, Buleleng, harus bayar Rp. 2.500.000. Hal seperti ini jamak terjadi di Indonesia, tapi tidak di Singapura. Catat itu!

Singapura

Tetapi, kenyamanan dan keamanan itu memang punya harganya sendiri. Sesampainya di tempat menginap, saya mengiyakan bagaimana mahalnya hidup di Singapura. Air mineral saja hargnya 2 Dolar Singapura, kurang lebih Rp. 30.000 Rupiah. Kalau di Desa Les suda bisa untuk membeli ayam goreng lalapan dan masih sisa. Tapi, sekali lagi, begitulah, kenyamanannya memang sebanding dengan harganya.

***

Saya teringat 17 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2009, untuk pertama kalinya saya pergi ke luar negeri. Singapura, negara tetangga yang lebih kecil dari  Pulau Bali itu, adalah tempat tujuan saya. Saya mengunjungi wilayah bekas jajahan Inggris itu untuk pertama kalinya saat magang di salah satu perusahaan di daerah Novena. 6 bulan bukan waktu yang lama sekaligus bukan waktu yang singkat juga.

Dengan mengantongi bayaran 350 Dolar Singapura waktu itu, butuh daya juang dan kreatifitas mumpuni untuk bisa hidup di negara yang dikenal dengan harga kebutuhan bidup (makan dan minum) yang relatif mahal itu. Jalan kaki kurang lebih 8 kilometer dan naik kereta 15 menit adalah menu harian yang harus saya lahap saban hari. Intinya, saya memaksimalkan bayaran itu untuk hidup, selebihnya, waktu itu, saya menikmati Singapura dengan gratisan.

Pohon besar di Singapura

Di kala libur atau selepas training, misalnya, saya bisa bermain atau sekadar relax di taman; bermain ke pantai atau sekadar duduk sambil menikmati air mancur dari mulut Merlion dengan gratis dan dengan latar gedung penuh warna-warni adalah kenikmatan yang disediakan oleh negara ini kepada setiap pengunjung. Beberapa kali setelahnya saya berkunjung ke Singapura yang terlihat semakin maju dan lebih tertata lagi.

Semua tempat umum bak fasilitas bintang lima dan, ini yang penting, gratis. Di masing-masing taman ada fasilitas olahraga. Ketika hujan dan Anda lupa membawa payung, di Singapura Anda bisa jalan sepanjang emperan yang disediakan dan tidak akan kebasahan.

Jika anggaran wisata Anda sedikit, Anda tak perlu khawatir, banyak tempat ikonik di Singapura yang bisa dikunjungi secara cum-cuma, seperti menikmati suasana dengan lampu warna-warni di kawasan Merlion Park, berkunjung ke Clarke Quay, Marina Bay Sand, Garden by the Bay A, Sentosa Islands, sampai Singapore Universal Studio. Semuanya gratis tiket masuk. Semua jengkal tempat-tempat di Singapura seperti dipenuhi dengan etalase seni yang unik dan informatif.

Singapura

Setidaknya itu yang membuat saya—bahkan mungkin Anda—tetap akan melihat Singapura sebagai sebuah negara yang 100 langkah lebih maju, mendahului pencapaian 100 tahun haluan negara tetangganya—yang masih sibuk dengan urusan korupsi, pengangguran, dan masalah krusial lainnya. Apalagi  Bali, kalau masih saja tidak ada perbaikan fasilitas dan terutama pola pikir tentang pariwisata, jangan harap bisa seperti Singapura atau bermimpi utuk menyainginya. Cuih!

***

Dua hari keliling Singapura, dari Pantai East Coast sampai Sembawang, dari Little India hingga China Town, dari Pasir Ris sampai Harbour Front, saya sadar sejatinya Singapura juga sangat multi etnik. Ada Melayu, ada Eropa, Asia kebanyakan, dan juga India. Dengan karakteristik itu, ekosiatem dan pemerintahnya lah yang memegang kendali penuh. Hukum benar-benar ditegakkan di sini. Masih teringat bagaimana dulu teman saya kena denda buang putung tokok sembarangan di East Coast Park dan harus bayar denda langsung di mesin ATM. Hehe. Itu nyata, tidak hanya imbauan.

Singapura

Singapura tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia, tentu saja. Bukan saja karena beda luas negara, tapi cukup karena Indonesia bagi saya merupakan negara yang terlalu rumit. Tapi dengan Bali, secara ukuran daratan, barangkali masih sangat bisa dibandingkan—meski Bali bukan negara. Pembanding yang saya maksud adalah keduanya sama-sama tujuan banyak orang. Setidaknya, untuk urusan sampah, banjir, serta jalur transportasi—yang kalau tidak dikelola dengan baik dan benar bisa berakibat pada menurunnya kunjungan wisatawan—kita bisa berkiblat pada Singapura.

Terlepas dari banyaknya faktor yang menyebabkan turun-naiknya jumlah orang (wisatawan) ke Bali, jika kita hanya dengan mengandalkan narasi seni-budaya, sopan dan santun, saya rasa tidak akan banyak membantu jika ruang, kenyamanan, dan kepastian waktu yang sangat diperhitungkan oleh pengunjung tidak pernah terwujud di pulau kita tercinta.

Masalah niskala mungkin bisa dengan banten persembahan, tapi masalah skala memang harus dengan aksi dan pembuktian. Bukan hanya doa dan kepasrahan saja.

Singapura

Ah… Saya lanjut perjalanan ke Malaysia dan Thailand dulu. Ternyata, aspal di Singapura pun tidak ada yang berlubang. Sampah ada, tapi tidak banyak. Terus siapa yang salah? Entah lah. Lain kali kita bicarakan.[T]

Penulis dan Foto-foto: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: balicatatan perjalananSingapura
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Sepi? –Mari Pahami Fakta di Balik Narasi dan Tantangan Pariwisata Modern

Next Post

Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails
Next Post
Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Antara Jas dan Batik: Sebuah Pertanyaan untuk Identitas Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co