6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjelajahi Subak Sembung: Serunya Jogging di Tengah Sawah Denpasar

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
November 25, 2025
in Tualang
Menjelajahi Subak Sembung: Serunya Jogging di Tengah Sawah Denpasar

Jalur jooging di Subak Sembung, Denpasar Utara

PAGI yang cerah di Denpasar menghadirkan suasana yang tak biasa di Ekowisata Subak Sembung. Di tengah hiruk pikuk kota, tempat ini menjadi ruang hijau yang menawarkan kesegaran sekaligus ketenangan. Tempat ini terletak di Jalan Ahmad Yani Utara, Peguyangan, Denpasar Utara. Hamparan sawah terbentang luas, berpadu dengan jalur jogging yang membelah di tengahnya, menghadirkan pemandangan yang jarang ditemui di wilayah perkotaan. Kawasan ini bukan sekadar tempat berolahraga, tetapi juga menjadi simbol bagaiman sistem pertanian tradisional Bali tetap bertahan di tengah arus modernisasi.

Siapa sangka, yang awalnya mengira tempat ini akan sepi, justru malah sebaliknya. Sejak pagi hari, kawasan Subak Sembung sudah ramai dikunjungi masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, atau sekadar menikmati udara pagi. Tak sedikit pula keluarga yang menghabiskan waktu bersama, menjadikan area ini alternatif wisata murah meriah di tengah Denpasar. Tempat ini memiliki dua area parkir yang cukup luas di setiap sisinya. Parkiran pos satu sebenarnya tampak lebih besar dibandingkan di parkiran lainnya. Dengan hanya membayar dua ribu untuk parkir, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh keindahan dan fasilitas yang ada tanpa dipungut biaya tambahan.

Sawah dan jalur jogging di Subak Sembung | Foto: Suwini

Begitu melangkah ke dalam, hamparan sawah menyambut dengan warna hijau yang menyejukkan mata. Di tengah-tengahnya terbentang jalur jogging yang cukup panjang dan lebar. Jalur tersebut sudah berpaving rapi, membuat siapa pun nyaman untuk berjalan, berlari, atau sekadar berkeliling sambil menikmati udara segar. Sekali putaran saja sudah cukup membuat tubuh berkeringat, namun pemandangan sekitar membuat lelah terasa menyenangkan.

Menariknya, walau di tengah sawah, suasana kawasan ini justru ramai. Banyak yang tak menyangka bahwa tempat seperti ini bisa menjadi salah satu titik favorit masyarakat Denpasar untuk berolahraga, karena biasanya mereka lebih memilih area seperti Lapangan Renon atau Puputan. Tapi, tak dapat dipungkiri, karena Subak Sembung sendiri menghadirkan alternatif yang berbeda, yaitu alami, hijau, dan tenang.

Sepanjang jalur, terbentang sawah-sawah yang benar-benar hijau. Tanaman padi tumbuh subur, diselingi dengan berbagai jenis tanaman lain seperti jeruk bali, jambu, sayur-sayuran, umbi-umbian, hingga berbagai bunga seperti bunga pacar dan gumitir yang menambah warna di tengah hamparan hijau. Di beberapa titik juga terdapat papan informasi mengenai sistem subak yang merupakan warisan budaya Bali. Melalui papan tersebut, pengunjung dapat memahami bagaimana air dialirkan secara merata, sekaligus bagaimana sistem tersebut menjaga keseimbangan ekosistem sekitar.

Sawah dan jalur jogging di Subak Sembung | Foto: Suwini

Namun, daya tarik utama Subak Sembung tidak berhenti di situ. Di sepanjang jalur jogging, warga setempat ikut berpartisipasi dengan menjajakan hasil bumi mereka yang sangat segar dan berkualitas. Beragam sayur segar, buah-buahan, umbi-umbian, serta minuman tradisional seperti jamu atau loloh dijual dengan harga terjangkau. Para pedagang melayani dengan senyum ramah, menambah kehangatan di tengah udara pagi yang sejuk. Suasana terasa hidup, bukan hanya karena aktivitas olahraga, tetapi juga karena interaksi sosial yang tumbuh alami di antara warga dan pengunjung.

Selain jalur olahraga, kawasan ini juga memiliki beberapa titik wisata keluarga. Salah satunya Taman Kelinci, yang sudah pasti menjadi tempat favorit bagi anak-anak. Dengan membayar masuk hanya dua ribu rupiah, pengunjung sudah dapat memberi makan dan berinteraksi langsung bersama kelinci. Penjaga taman kelinci juga akan memberikan makanan kelinci berupa sayur kangkung yang cukup banyak untuk pakan kelinci sebelum masuk.

Bu Wiras | Foto: Suwini

Penjaga taman ini sangat ramah, Bu Wiras namanya. Ia juga menjelaskan bahwa Ekowisata Subak Sembung biasanya paling ramai pada hari Sabtu dan Minggu. “Biasanya memang Sabtu dan Minggu yang rame di sini, dari pagi pasti udah ada yang olahraga,” ujarnya sambil tersenyum hangat. Beliau juga mengaku bahwa sudah ada di Taman Kelinci pada pukul 07.00 pagi. Bu Wiras ini merupakan warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari lokasi.

Setiap hari ia menjaga taman, menyambut pengunjung dengan ramah, dan memastikan semua kelinci tetap sehat dan terawatt. Di dalam taman, beberapa ekor kelinci berlarian untuk menyambut makanan mereka yang dibawa oleh pengunjung membuat anak-anak tertawa kegirangan. Suasana terasa sederhana, namun penuh kebahagiaan.

Tak hanya taman kelinci, tersedia pula kolam pancing, area camping, dan fasilitas lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keluarga atau komunitas. Fasilitas-fasilitas ini menunjukkan bahwa Subak Sembung bukan hanya tempat olahraga, tetapu juga ruang rekreasi yang multifungsi dengan menyatukan edukasi, ekowisata, dan hiburan dalam satu kawasan. Tak jauh dari area utama, aroma makanan menggoda setiap pengunjung.

Pak Nengah Subawa | Foto: Suwini

Di sepanjang jalan keluar menuju parkiran, deretan pedagang menjajakan aneka kuliner seperti soto, bubur ayam, jajan bali, minuman segar, dan masih banyak lagi. Salah satunya adalah Pak Nengah Subawa, pedagang yang berjualan di sekitar lokasi. Pak Nengah sendiri menjajakan rujak yang bumbunya di buat oleh dirinya sendiri dan beberapa jenis minuman, seperti es teh, pop ice, dan lain-lainnya. “Saya di sini dari jam tujuh pagi sampe nanti sore,” jawabnya dengan senyum hangat ketika ditanya jamnya beroperasi.

Ia juga bercerita bahwa tinggal di Penatih dan cucunya juga ikut berjualan di sekitar lokasi, hanya saja cucu Pak Nengah berjualan soto. Kehadiran para pedagang seperti Pak Nengah memperkuat kesan bahwa ekowisata ini bukan hanya milik alam, tetapi juga milik masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari kawasan tersebut.

Tak perlu merasa khawatir soal fasilitas. Jalur yang sudah tertata, area parkir yang luas, dan keberadaan warga yang ramah membuat pengunjung merasa nyaman. Semua elemen di Subak Sembung saling terhubung secara harmoni, antara alam, manusia, maupun budaya lokal. Meski berada di tengah kota, tempat ini mampu menghadirkan sensasi berwisata layaknya di pedesaan yang asri. Wisata ini jelas adalah salah satu tempat yang recomended dan worth it karena murah, bersih, dan menenangkan.

Di tengah padatnya pembangunan dan gaya hidup cepat di Denpasar, Ekowisata Subak Sembung hadir sebagai pengingat bahwa keseimbangan antara alam dan manusia tetap bisa dijaga. Subak Sembung bukan hanya tempat untuk berlari, tetapi juga tempat untuk berhenti sejenak, menghirup udara segar, melihat langit luas, dan mengingat bahwa di balik hiruk pikuk kota, selalu ada ruang dari alam untuk bernapas. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarolahragaPariwisatapariwisata balisubakSubak Sembung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru Hebat, Indonesia Kuat: Dari Slogan Tahunan Menuju Transformasi Pendidikan Berkelanjutan

Next Post

‘Closer to Believing’: Cinta Membuat Hidup ini Abadi

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post
‘Closer to Believing’: Cinta Membuat Hidup ini Abadi

'Closer to Believing': Cinta Membuat Hidup ini Abadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co