24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjelajahi Subak Sembung: Serunya Jogging di Tengah Sawah Denpasar

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
November 25, 2025
in Tualang
Menjelajahi Subak Sembung: Serunya Jogging di Tengah Sawah Denpasar

Jalur jooging di Subak Sembung, Denpasar Utara

PAGI yang cerah di Denpasar menghadirkan suasana yang tak biasa di Ekowisata Subak Sembung. Di tengah hiruk pikuk kota, tempat ini menjadi ruang hijau yang menawarkan kesegaran sekaligus ketenangan. Tempat ini terletak di Jalan Ahmad Yani Utara, Peguyangan, Denpasar Utara. Hamparan sawah terbentang luas, berpadu dengan jalur jogging yang membelah di tengahnya, menghadirkan pemandangan yang jarang ditemui di wilayah perkotaan. Kawasan ini bukan sekadar tempat berolahraga, tetapi juga menjadi simbol bagaiman sistem pertanian tradisional Bali tetap bertahan di tengah arus modernisasi.

Siapa sangka, yang awalnya mengira tempat ini akan sepi, justru malah sebaliknya. Sejak pagi hari, kawasan Subak Sembung sudah ramai dikunjungi masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, atau sekadar menikmati udara pagi. Tak sedikit pula keluarga yang menghabiskan waktu bersama, menjadikan area ini alternatif wisata murah meriah di tengah Denpasar. Tempat ini memiliki dua area parkir yang cukup luas di setiap sisinya. Parkiran pos satu sebenarnya tampak lebih besar dibandingkan di parkiran lainnya. Dengan hanya membayar dua ribu untuk parkir, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh keindahan dan fasilitas yang ada tanpa dipungut biaya tambahan.

Sawah dan jalur jogging di Subak Sembung | Foto: Suwini

Begitu melangkah ke dalam, hamparan sawah menyambut dengan warna hijau yang menyejukkan mata. Di tengah-tengahnya terbentang jalur jogging yang cukup panjang dan lebar. Jalur tersebut sudah berpaving rapi, membuat siapa pun nyaman untuk berjalan, berlari, atau sekadar berkeliling sambil menikmati udara segar. Sekali putaran saja sudah cukup membuat tubuh berkeringat, namun pemandangan sekitar membuat lelah terasa menyenangkan.

Menariknya, walau di tengah sawah, suasana kawasan ini justru ramai. Banyak yang tak menyangka bahwa tempat seperti ini bisa menjadi salah satu titik favorit masyarakat Denpasar untuk berolahraga, karena biasanya mereka lebih memilih area seperti Lapangan Renon atau Puputan. Tapi, tak dapat dipungkiri, karena Subak Sembung sendiri menghadirkan alternatif yang berbeda, yaitu alami, hijau, dan tenang.

Sepanjang jalur, terbentang sawah-sawah yang benar-benar hijau. Tanaman padi tumbuh subur, diselingi dengan berbagai jenis tanaman lain seperti jeruk bali, jambu, sayur-sayuran, umbi-umbian, hingga berbagai bunga seperti bunga pacar dan gumitir yang menambah warna di tengah hamparan hijau. Di beberapa titik juga terdapat papan informasi mengenai sistem subak yang merupakan warisan budaya Bali. Melalui papan tersebut, pengunjung dapat memahami bagaimana air dialirkan secara merata, sekaligus bagaimana sistem tersebut menjaga keseimbangan ekosistem sekitar.

Sawah dan jalur jogging di Subak Sembung | Foto: Suwini

Namun, daya tarik utama Subak Sembung tidak berhenti di situ. Di sepanjang jalur jogging, warga setempat ikut berpartisipasi dengan menjajakan hasil bumi mereka yang sangat segar dan berkualitas. Beragam sayur segar, buah-buahan, umbi-umbian, serta minuman tradisional seperti jamu atau loloh dijual dengan harga terjangkau. Para pedagang melayani dengan senyum ramah, menambah kehangatan di tengah udara pagi yang sejuk. Suasana terasa hidup, bukan hanya karena aktivitas olahraga, tetapi juga karena interaksi sosial yang tumbuh alami di antara warga dan pengunjung.

Selain jalur olahraga, kawasan ini juga memiliki beberapa titik wisata keluarga. Salah satunya Taman Kelinci, yang sudah pasti menjadi tempat favorit bagi anak-anak. Dengan membayar masuk hanya dua ribu rupiah, pengunjung sudah dapat memberi makan dan berinteraksi langsung bersama kelinci. Penjaga taman kelinci juga akan memberikan makanan kelinci berupa sayur kangkung yang cukup banyak untuk pakan kelinci sebelum masuk.

Bu Wiras | Foto: Suwini

Penjaga taman ini sangat ramah, Bu Wiras namanya. Ia juga menjelaskan bahwa Ekowisata Subak Sembung biasanya paling ramai pada hari Sabtu dan Minggu. “Biasanya memang Sabtu dan Minggu yang rame di sini, dari pagi pasti udah ada yang olahraga,” ujarnya sambil tersenyum hangat. Beliau juga mengaku bahwa sudah ada di Taman Kelinci pada pukul 07.00 pagi. Bu Wiras ini merupakan warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari lokasi.

Setiap hari ia menjaga taman, menyambut pengunjung dengan ramah, dan memastikan semua kelinci tetap sehat dan terawatt. Di dalam taman, beberapa ekor kelinci berlarian untuk menyambut makanan mereka yang dibawa oleh pengunjung membuat anak-anak tertawa kegirangan. Suasana terasa sederhana, namun penuh kebahagiaan.

Tak hanya taman kelinci, tersedia pula kolam pancing, area camping, dan fasilitas lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keluarga atau komunitas. Fasilitas-fasilitas ini menunjukkan bahwa Subak Sembung bukan hanya tempat olahraga, tetapu juga ruang rekreasi yang multifungsi dengan menyatukan edukasi, ekowisata, dan hiburan dalam satu kawasan. Tak jauh dari area utama, aroma makanan menggoda setiap pengunjung.

Pak Nengah Subawa | Foto: Suwini

Di sepanjang jalan keluar menuju parkiran, deretan pedagang menjajakan aneka kuliner seperti soto, bubur ayam, jajan bali, minuman segar, dan masih banyak lagi. Salah satunya adalah Pak Nengah Subawa, pedagang yang berjualan di sekitar lokasi. Pak Nengah sendiri menjajakan rujak yang bumbunya di buat oleh dirinya sendiri dan beberapa jenis minuman, seperti es teh, pop ice, dan lain-lainnya. “Saya di sini dari jam tujuh pagi sampe nanti sore,” jawabnya dengan senyum hangat ketika ditanya jamnya beroperasi.

Ia juga bercerita bahwa tinggal di Penatih dan cucunya juga ikut berjualan di sekitar lokasi, hanya saja cucu Pak Nengah berjualan soto. Kehadiran para pedagang seperti Pak Nengah memperkuat kesan bahwa ekowisata ini bukan hanya milik alam, tetapi juga milik masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari kawasan tersebut.

Tak perlu merasa khawatir soal fasilitas. Jalur yang sudah tertata, area parkir yang luas, dan keberadaan warga yang ramah membuat pengunjung merasa nyaman. Semua elemen di Subak Sembung saling terhubung secara harmoni, antara alam, manusia, maupun budaya lokal. Meski berada di tengah kota, tempat ini mampu menghadirkan sensasi berwisata layaknya di pedesaan yang asri. Wisata ini jelas adalah salah satu tempat yang recomended dan worth it karena murah, bersih, dan menenangkan.

Di tengah padatnya pembangunan dan gaya hidup cepat di Denpasar, Ekowisata Subak Sembung hadir sebagai pengingat bahwa keseimbangan antara alam dan manusia tetap bisa dijaga. Subak Sembung bukan hanya tempat untuk berlari, tetapi juga tempat untuk berhenti sejenak, menghirup udara segar, melihat langit luas, dan mengingat bahwa di balik hiruk pikuk kota, selalu ada ruang dari alam untuk bernapas. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarolahragaPariwisatapariwisata balisubakSubak Sembung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru Hebat, Indonesia Kuat: Dari Slogan Tahunan Menuju Transformasi Pendidikan Berkelanjutan

Next Post

‘Closer to Believing’: Cinta Membuat Hidup ini Abadi

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails
Next Post
‘Closer to Believing’: Cinta Membuat Hidup ini Abadi

'Closer to Believing': Cinta Membuat Hidup ini Abadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co