12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Closer to Believing’: Cinta Membuat Hidup ini Abadi

Nyoman Sukaya Sukawati by Nyoman Sukaya Sukawati
November 25, 2025
in Ulas Musik
‘Closer to Believing’: Cinta Membuat Hidup ini Abadi

Closer to Believing: Emerson, Lake & Palmer | Sumber gambar Youtube

SEBENARNYA, C’est la Vie sudah menghantui saya sejak tadi malam, tapi saya memilih untuk menulis Closer to Believing, karya indah dan puitis lainnya dari Emerson, Lake & Palmer (ELP). Lagu ini memiliki daya yang beda di antara diskografi ELP yang kaya.

Ketika membuka kembali lembaran-lembaran rock progresif, seketika kita akan terhanyut dalam pusaran sonik tanpa peta, tempat momen-momen terindah mengalir dari ingatan masa silam. Catatan ringan ini sekadar untuk menyalurkan imajinasi yang tiba-tiba meluap, sekaligus merayakan kembali keagungan sebuah genre yang tak pernah usang oleh waktu.

Closer to Believing, suara lembut yang berasal dari masa yang jauh, dirilis pada 1977. Penulis dan penyanyi lagu ini, Greg Lake, mengatakan ini sebagai salah satu lagu favoritnya dan ia tak mudah untuk menuliskannya. “Kami benar-benar membutuhkan waktu tiga bulan penuh, tanpa jeda, untuk menyelesaikan satu lagu ini,” katanya. Rupanya ia mau mempertahankan spirit puitis lagu ini yang memaksanya memainkan warna musik yang berbeda dari biasanya yang kental dengan rock-prog. Hasilnya, sebuah lagu ikonik dan menjadi abadi dalam waktu yang panjang.

Lagu ini menghanyutkan. Sebuah balada lembut dari serangkaian puisi yang diiringi orkestra. Greg Lake menyanyi seperti bisikan angin di tengah suara ombak landai yang menyisakan gema haru di dinding pendengaran kita. Dia tampak intim, seolah-seolah percakapan ringan, tapi sebenarnya ajakan serius: “Taruhlah hatimu di atas meja. Dan dalam mimpi-mimpi yang berkecamuk. Ingatlah siapa dirimu di bumi”.

Dia kemudian menegaskan keyakinan dari gagasannya itu melalui chorus yang penuh makna: “Aku butuh diriku. Kau butuh dirimu. Kami butuh kita”.

Liriknya sepenuhnya puitis. Ini puisi yang dinyanyikan dan memiliki efek sentuh yang dalam. Setiap diksi ditulis dengan efektif dan simbolis, menciptakan nuansa makna yang luas meski pesan utamanya adalah “pemberontakan” terhadap aturan dan kaidah lama, seperti tradisi, adat, agama yang dilembagakan, yang rigid dan mengungkung, yang menutup kita dalam menemukan nilai hidup sendiri.

Ideologi-ideologi tradisional selalu bekerja secara politik dan mengikat pikiran bawah sadar kita. Ia memengaruhi dari satu jiwa ke jiwa lain, kita tidak dapat menyentuhnya, kita tidak dapat melihatnya, tetapi kita dapat merasakannya, dan itu selalu mencerminkan peristiwa-peristiwa dalam hidup kita di dunia. Ideologi politik telah mendatangkan banyak kerusakan seperti peperangan, penindasan, ketidakadilan, kehidupan yang teralienasi, golongan sosial yang terstratifikasi.

Banyak penyanyi telah menyuarakan hal ini dengan caranya sendiri, melalui protes terbuka maupun secara halus dalam lagu. Dan ELP melalui Closer to Believing mengatakan bahwa “ideologi tradisional” tersebut ibarat “Tulisan di dinding/ Yang menyala begitu terang/ Itu membutakan kita semua”. Dinding selalu menjebak, memblok cakrawala pandangan, dan kita tidak dapat mengelak.

Karena itulah, dengan lirih dia berkata, “So don’t let the curtain fall”, biarkan panggung ideologi lama itu mengakhiri ceritanya, dan kini sudah waktunya “ideologi” baru terbit, yakni cinta, sebagai kebenaran universal yang akan memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hidup dan memahami makna hidup.

Luke percaya bahwa setiap orang harus menjadi dirinya sendiri berdasarkan cinta, dan bahwa cinta adalah sesuatu yang secara alami mengikat setiap jiwa. Hanya cinta yang dapat menjawab kebutuhan kita untuk terhubung dan percaya antara satu dengan lainnya dengan apa adanya.

George Harrison pernah mengatakan cinta adalah hal yang spiritual. Semua cinta adalah bagian dari cinta universal. “Ketika Anda mencintai, Tuhan dalam dirinyalah yang Anda lihat. Satu-satunya cinta yang utuh adalah untuk Tuhan”.

Konsep cinta sebagai “ideologi” kehidupan yang disuarakan melalui musik telah berkembag pada abad ke-20. Tahun 1960-an, gerakan hippie dan counterculture di Barat telah menyuarakan cinta dan kebebasan sebagai alternatif dari nilai-nilai dan sistem yang ada.

The Beatles, Bob Dylan, Joni Mitchell dan lainnya juga menggunakan musik untuk menyampaikan pesan cinta, kebebasan dan keharmonisan.
Mereka percaya bahwa cinta dan kebebasan sebagai kunci mencapai kebahagiaan dan keharmonisan di bumi. Bob Dylan bahkan memenangkan Nobel pada 2016 atas kontribusinya dalam menciptakan lirik dan musik dengan ekspresi sastra dan penuh pesan cinta.

Closer to Believing bukan sekadar lagu tapi juga undangan untuk merenungkan makna cinta dan keyakinan dalam hidup. Dalam setiap nada dan liriknya, ELP mengajak kita melepaskan diri dari belenggu ideologi lama dan menemukan kebenaran universal melalui cinta. Mungkin ini saatnya kita semua menjadi lebih dekat untuk percaya pada cinta, pada diri sendiri, dan pada kehidupan yang lebih harmonis.

“We want us to live forever”, dan cinta membuat hidup ini abadi. Jejak keindahannya tidak akan pernah hilang. Cinta adalah kekuatan yang tak terhentikan, pencipta sekaligus penjaga harmoni. Karena itu, setiap detik waktu kita adalah soal menghayati cinta, sebelum semuanya semakin jauh dan terlambat. [T]

Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
‘Changes’: Penghormatan Kepada Pangeran Kegelapan
‘Bright Eyes’: Antara Matahari Senja dan Datangnya Kematian
Tags: Emersonlagumusikmusik barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjelajahi Subak Sembung: Serunya Jogging di Tengah Sawah Denpasar

Next Post

Super-Ageing: Masa Depan di Mana Kita Menua Sendiri dalam Hiruk-Pikuk Dunia Postmodern

Nyoman Sukaya Sukawati

Nyoman Sukaya Sukawati

lahir 9 Februari 1960. Ia mulai aktif menulis puisi sejak 1980-an di rubrik sastra surat kabar Bali Post Minggu asuhan Umbu Landu Paranggi. Dia pernah bergiat di dunia kewartawanan. Pada 2007 bukunya berjudul Mencari Surga di Bom Bali diterbitkan berkat bantuan program Widya Pataka Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Bali bekerja sama dengan Arti Foundation, Denpasar.

Related Posts

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails

Melepas Dunia, Mengetuk Langit

by Ahmad Sihabudin
June 27, 2026
0
Melepas Dunia, Mengetuk Langit

DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s...

Read moreDetails

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
0
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

Read moreDetails
Next Post
Tat Twam Asi: Pelajaran Empati untuk Memahami Fenomenologi Depresi Manusia

Super-Ageing: Masa Depan di Mana Kita Menua Sendiri dalam Hiruk-Pikuk Dunia Postmodern

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co