2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjelajahi Subak Sembung: Serunya Jogging di Tengah Sawah Denpasar

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
November 25, 2025
in Tualang
Menjelajahi Subak Sembung: Serunya Jogging di Tengah Sawah Denpasar

Jalur jooging di Subak Sembung, Denpasar Utara

PAGI yang cerah di Denpasar menghadirkan suasana yang tak biasa di Ekowisata Subak Sembung. Di tengah hiruk pikuk kota, tempat ini menjadi ruang hijau yang menawarkan kesegaran sekaligus ketenangan. Tempat ini terletak di Jalan Ahmad Yani Utara, Peguyangan, Denpasar Utara. Hamparan sawah terbentang luas, berpadu dengan jalur jogging yang membelah di tengahnya, menghadirkan pemandangan yang jarang ditemui di wilayah perkotaan. Kawasan ini bukan sekadar tempat berolahraga, tetapi juga menjadi simbol bagaiman sistem pertanian tradisional Bali tetap bertahan di tengah arus modernisasi.

Siapa sangka, yang awalnya mengira tempat ini akan sepi, justru malah sebaliknya. Sejak pagi hari, kawasan Subak Sembung sudah ramai dikunjungi masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, atau sekadar menikmati udara pagi. Tak sedikit pula keluarga yang menghabiskan waktu bersama, menjadikan area ini alternatif wisata murah meriah di tengah Denpasar. Tempat ini memiliki dua area parkir yang cukup luas di setiap sisinya. Parkiran pos satu sebenarnya tampak lebih besar dibandingkan di parkiran lainnya. Dengan hanya membayar dua ribu untuk parkir, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh keindahan dan fasilitas yang ada tanpa dipungut biaya tambahan.

Sawah dan jalur jogging di Subak Sembung | Foto: Suwini

Begitu melangkah ke dalam, hamparan sawah menyambut dengan warna hijau yang menyejukkan mata. Di tengah-tengahnya terbentang jalur jogging yang cukup panjang dan lebar. Jalur tersebut sudah berpaving rapi, membuat siapa pun nyaman untuk berjalan, berlari, atau sekadar berkeliling sambil menikmati udara segar. Sekali putaran saja sudah cukup membuat tubuh berkeringat, namun pemandangan sekitar membuat lelah terasa menyenangkan.

Menariknya, walau di tengah sawah, suasana kawasan ini justru ramai. Banyak yang tak menyangka bahwa tempat seperti ini bisa menjadi salah satu titik favorit masyarakat Denpasar untuk berolahraga, karena biasanya mereka lebih memilih area seperti Lapangan Renon atau Puputan. Tapi, tak dapat dipungkiri, karena Subak Sembung sendiri menghadirkan alternatif yang berbeda, yaitu alami, hijau, dan tenang.

Sepanjang jalur, terbentang sawah-sawah yang benar-benar hijau. Tanaman padi tumbuh subur, diselingi dengan berbagai jenis tanaman lain seperti jeruk bali, jambu, sayur-sayuran, umbi-umbian, hingga berbagai bunga seperti bunga pacar dan gumitir yang menambah warna di tengah hamparan hijau. Di beberapa titik juga terdapat papan informasi mengenai sistem subak yang merupakan warisan budaya Bali. Melalui papan tersebut, pengunjung dapat memahami bagaimana air dialirkan secara merata, sekaligus bagaimana sistem tersebut menjaga keseimbangan ekosistem sekitar.

Sawah dan jalur jogging di Subak Sembung | Foto: Suwini

Namun, daya tarik utama Subak Sembung tidak berhenti di situ. Di sepanjang jalur jogging, warga setempat ikut berpartisipasi dengan menjajakan hasil bumi mereka yang sangat segar dan berkualitas. Beragam sayur segar, buah-buahan, umbi-umbian, serta minuman tradisional seperti jamu atau loloh dijual dengan harga terjangkau. Para pedagang melayani dengan senyum ramah, menambah kehangatan di tengah udara pagi yang sejuk. Suasana terasa hidup, bukan hanya karena aktivitas olahraga, tetapi juga karena interaksi sosial yang tumbuh alami di antara warga dan pengunjung.

Selain jalur olahraga, kawasan ini juga memiliki beberapa titik wisata keluarga. Salah satunya Taman Kelinci, yang sudah pasti menjadi tempat favorit bagi anak-anak. Dengan membayar masuk hanya dua ribu rupiah, pengunjung sudah dapat memberi makan dan berinteraksi langsung bersama kelinci. Penjaga taman kelinci juga akan memberikan makanan kelinci berupa sayur kangkung yang cukup banyak untuk pakan kelinci sebelum masuk.

Bu Wiras | Foto: Suwini

Penjaga taman ini sangat ramah, Bu Wiras namanya. Ia juga menjelaskan bahwa Ekowisata Subak Sembung biasanya paling ramai pada hari Sabtu dan Minggu. “Biasanya memang Sabtu dan Minggu yang rame di sini, dari pagi pasti udah ada yang olahraga,” ujarnya sambil tersenyum hangat. Beliau juga mengaku bahwa sudah ada di Taman Kelinci pada pukul 07.00 pagi. Bu Wiras ini merupakan warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari lokasi.

Setiap hari ia menjaga taman, menyambut pengunjung dengan ramah, dan memastikan semua kelinci tetap sehat dan terawatt. Di dalam taman, beberapa ekor kelinci berlarian untuk menyambut makanan mereka yang dibawa oleh pengunjung membuat anak-anak tertawa kegirangan. Suasana terasa sederhana, namun penuh kebahagiaan.

Tak hanya taman kelinci, tersedia pula kolam pancing, area camping, dan fasilitas lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keluarga atau komunitas. Fasilitas-fasilitas ini menunjukkan bahwa Subak Sembung bukan hanya tempat olahraga, tetapu juga ruang rekreasi yang multifungsi dengan menyatukan edukasi, ekowisata, dan hiburan dalam satu kawasan. Tak jauh dari area utama, aroma makanan menggoda setiap pengunjung.

Pak Nengah Subawa | Foto: Suwini

Di sepanjang jalan keluar menuju parkiran, deretan pedagang menjajakan aneka kuliner seperti soto, bubur ayam, jajan bali, minuman segar, dan masih banyak lagi. Salah satunya adalah Pak Nengah Subawa, pedagang yang berjualan di sekitar lokasi. Pak Nengah sendiri menjajakan rujak yang bumbunya di buat oleh dirinya sendiri dan beberapa jenis minuman, seperti es teh, pop ice, dan lain-lainnya. “Saya di sini dari jam tujuh pagi sampe nanti sore,” jawabnya dengan senyum hangat ketika ditanya jamnya beroperasi.

Ia juga bercerita bahwa tinggal di Penatih dan cucunya juga ikut berjualan di sekitar lokasi, hanya saja cucu Pak Nengah berjualan soto. Kehadiran para pedagang seperti Pak Nengah memperkuat kesan bahwa ekowisata ini bukan hanya milik alam, tetapi juga milik masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari kawasan tersebut.

Tak perlu merasa khawatir soal fasilitas. Jalur yang sudah tertata, area parkir yang luas, dan keberadaan warga yang ramah membuat pengunjung merasa nyaman. Semua elemen di Subak Sembung saling terhubung secara harmoni, antara alam, manusia, maupun budaya lokal. Meski berada di tengah kota, tempat ini mampu menghadirkan sensasi berwisata layaknya di pedesaan yang asri. Wisata ini jelas adalah salah satu tempat yang recomended dan worth it karena murah, bersih, dan menenangkan.

Di tengah padatnya pembangunan dan gaya hidup cepat di Denpasar, Ekowisata Subak Sembung hadir sebagai pengingat bahwa keseimbangan antara alam dan manusia tetap bisa dijaga. Subak Sembung bukan hanya tempat untuk berlari, tetapi juga tempat untuk berhenti sejenak, menghirup udara segar, melihat langit luas, dan mengingat bahwa di balik hiruk pikuk kota, selalu ada ruang dari alam untuk bernapas. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarolahragaPariwisatapariwisata balisubakSubak Sembung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru Hebat, Indonesia Kuat: Dari Slogan Tahunan Menuju Transformasi Pendidikan Berkelanjutan

Next Post

‘Closer to Believing’: Cinta Membuat Hidup ini Abadi

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
‘Closer to Believing’: Cinta Membuat Hidup ini Abadi

'Closer to Believing': Cinta Membuat Hidup ini Abadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co