23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjelajahi Subak Sembung: Serunya Jogging di Tengah Sawah Denpasar

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
November 25, 2025
in Tualang
Menjelajahi Subak Sembung: Serunya Jogging di Tengah Sawah Denpasar

Jalur jooging di Subak Sembung, Denpasar Utara

PAGI yang cerah di Denpasar menghadirkan suasana yang tak biasa di Ekowisata Subak Sembung. Di tengah hiruk pikuk kota, tempat ini menjadi ruang hijau yang menawarkan kesegaran sekaligus ketenangan. Tempat ini terletak di Jalan Ahmad Yani Utara, Peguyangan, Denpasar Utara. Hamparan sawah terbentang luas, berpadu dengan jalur jogging yang membelah di tengahnya, menghadirkan pemandangan yang jarang ditemui di wilayah perkotaan. Kawasan ini bukan sekadar tempat berolahraga, tetapi juga menjadi simbol bagaiman sistem pertanian tradisional Bali tetap bertahan di tengah arus modernisasi.

Siapa sangka, yang awalnya mengira tempat ini akan sepi, justru malah sebaliknya. Sejak pagi hari, kawasan Subak Sembung sudah ramai dikunjungi masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, atau sekadar menikmati udara pagi. Tak sedikit pula keluarga yang menghabiskan waktu bersama, menjadikan area ini alternatif wisata murah meriah di tengah Denpasar. Tempat ini memiliki dua area parkir yang cukup luas di setiap sisinya. Parkiran pos satu sebenarnya tampak lebih besar dibandingkan di parkiran lainnya. Dengan hanya membayar dua ribu untuk parkir, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh keindahan dan fasilitas yang ada tanpa dipungut biaya tambahan.

Sawah dan jalur jogging di Subak Sembung | Foto: Suwini

Begitu melangkah ke dalam, hamparan sawah menyambut dengan warna hijau yang menyejukkan mata. Di tengah-tengahnya terbentang jalur jogging yang cukup panjang dan lebar. Jalur tersebut sudah berpaving rapi, membuat siapa pun nyaman untuk berjalan, berlari, atau sekadar berkeliling sambil menikmati udara segar. Sekali putaran saja sudah cukup membuat tubuh berkeringat, namun pemandangan sekitar membuat lelah terasa menyenangkan.

Menariknya, walau di tengah sawah, suasana kawasan ini justru ramai. Banyak yang tak menyangka bahwa tempat seperti ini bisa menjadi salah satu titik favorit masyarakat Denpasar untuk berolahraga, karena biasanya mereka lebih memilih area seperti Lapangan Renon atau Puputan. Tapi, tak dapat dipungkiri, karena Subak Sembung sendiri menghadirkan alternatif yang berbeda, yaitu alami, hijau, dan tenang.

Sepanjang jalur, terbentang sawah-sawah yang benar-benar hijau. Tanaman padi tumbuh subur, diselingi dengan berbagai jenis tanaman lain seperti jeruk bali, jambu, sayur-sayuran, umbi-umbian, hingga berbagai bunga seperti bunga pacar dan gumitir yang menambah warna di tengah hamparan hijau. Di beberapa titik juga terdapat papan informasi mengenai sistem subak yang merupakan warisan budaya Bali. Melalui papan tersebut, pengunjung dapat memahami bagaimana air dialirkan secara merata, sekaligus bagaimana sistem tersebut menjaga keseimbangan ekosistem sekitar.

Sawah dan jalur jogging di Subak Sembung | Foto: Suwini

Namun, daya tarik utama Subak Sembung tidak berhenti di situ. Di sepanjang jalur jogging, warga setempat ikut berpartisipasi dengan menjajakan hasil bumi mereka yang sangat segar dan berkualitas. Beragam sayur segar, buah-buahan, umbi-umbian, serta minuman tradisional seperti jamu atau loloh dijual dengan harga terjangkau. Para pedagang melayani dengan senyum ramah, menambah kehangatan di tengah udara pagi yang sejuk. Suasana terasa hidup, bukan hanya karena aktivitas olahraga, tetapi juga karena interaksi sosial yang tumbuh alami di antara warga dan pengunjung.

Selain jalur olahraga, kawasan ini juga memiliki beberapa titik wisata keluarga. Salah satunya Taman Kelinci, yang sudah pasti menjadi tempat favorit bagi anak-anak. Dengan membayar masuk hanya dua ribu rupiah, pengunjung sudah dapat memberi makan dan berinteraksi langsung bersama kelinci. Penjaga taman kelinci juga akan memberikan makanan kelinci berupa sayur kangkung yang cukup banyak untuk pakan kelinci sebelum masuk.

Bu Wiras | Foto: Suwini

Penjaga taman ini sangat ramah, Bu Wiras namanya. Ia juga menjelaskan bahwa Ekowisata Subak Sembung biasanya paling ramai pada hari Sabtu dan Minggu. “Biasanya memang Sabtu dan Minggu yang rame di sini, dari pagi pasti udah ada yang olahraga,” ujarnya sambil tersenyum hangat. Beliau juga mengaku bahwa sudah ada di Taman Kelinci pada pukul 07.00 pagi. Bu Wiras ini merupakan warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari lokasi.

Setiap hari ia menjaga taman, menyambut pengunjung dengan ramah, dan memastikan semua kelinci tetap sehat dan terawatt. Di dalam taman, beberapa ekor kelinci berlarian untuk menyambut makanan mereka yang dibawa oleh pengunjung membuat anak-anak tertawa kegirangan. Suasana terasa sederhana, namun penuh kebahagiaan.

Tak hanya taman kelinci, tersedia pula kolam pancing, area camping, dan fasilitas lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keluarga atau komunitas. Fasilitas-fasilitas ini menunjukkan bahwa Subak Sembung bukan hanya tempat olahraga, tetapu juga ruang rekreasi yang multifungsi dengan menyatukan edukasi, ekowisata, dan hiburan dalam satu kawasan. Tak jauh dari area utama, aroma makanan menggoda setiap pengunjung.

Pak Nengah Subawa | Foto: Suwini

Di sepanjang jalan keluar menuju parkiran, deretan pedagang menjajakan aneka kuliner seperti soto, bubur ayam, jajan bali, minuman segar, dan masih banyak lagi. Salah satunya adalah Pak Nengah Subawa, pedagang yang berjualan di sekitar lokasi. Pak Nengah sendiri menjajakan rujak yang bumbunya di buat oleh dirinya sendiri dan beberapa jenis minuman, seperti es teh, pop ice, dan lain-lainnya. “Saya di sini dari jam tujuh pagi sampe nanti sore,” jawabnya dengan senyum hangat ketika ditanya jamnya beroperasi.

Ia juga bercerita bahwa tinggal di Penatih dan cucunya juga ikut berjualan di sekitar lokasi, hanya saja cucu Pak Nengah berjualan soto. Kehadiran para pedagang seperti Pak Nengah memperkuat kesan bahwa ekowisata ini bukan hanya milik alam, tetapi juga milik masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari kawasan tersebut.

Tak perlu merasa khawatir soal fasilitas. Jalur yang sudah tertata, area parkir yang luas, dan keberadaan warga yang ramah membuat pengunjung merasa nyaman. Semua elemen di Subak Sembung saling terhubung secara harmoni, antara alam, manusia, maupun budaya lokal. Meski berada di tengah kota, tempat ini mampu menghadirkan sensasi berwisata layaknya di pedesaan yang asri. Wisata ini jelas adalah salah satu tempat yang recomended dan worth it karena murah, bersih, dan menenangkan.

Di tengah padatnya pembangunan dan gaya hidup cepat di Denpasar, Ekowisata Subak Sembung hadir sebagai pengingat bahwa keseimbangan antara alam dan manusia tetap bisa dijaga. Subak Sembung bukan hanya tempat untuk berlari, tetapi juga tempat untuk berhenti sejenak, menghirup udara segar, melihat langit luas, dan mengingat bahwa di balik hiruk pikuk kota, selalu ada ruang dari alam untuk bernapas. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarolahragaPariwisatapariwisata balisubakSubak Sembung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru Hebat, Indonesia Kuat: Dari Slogan Tahunan Menuju Transformasi Pendidikan Berkelanjutan

Next Post

‘Closer to Believing’: Cinta Membuat Hidup ini Abadi

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
‘Closer to Believing’: Cinta Membuat Hidup ini Abadi

'Closer to Believing': Cinta Membuat Hidup ini Abadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co