6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Agus Yulianto by Agus Yulianto
November 14, 2025
in Tualang
Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Gili Ketapang

KALI ini aku nekat jalan-jalan sekaligus menemani Ibu bersama rombongan para pedagang pasar.  Perjalananku kali ini bisa dibilang cukup jauh, tepatnya menuju Kota Malang. Ada beberapa destinasi wisata yang akan kami kunjungi. Perjalanan menuju Malang memakan waktu hampir sembilan jam, berangkat dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Perjalanan menuju tempat wisata menghabiskan biaya kurang lebih Rp. 650.000,- itu sudah termasuk makan dan kunjungan ke tempat wisata.

Tour ke Malangmenemani Ibu bersama rombongan para pedagang pasar

Perjalanan dengan menaiki bus pariwisata terasa sangat mengesankan hingga membuatku sulit tidur. Sepanjang jalan aku tidak bisa memejamkan mata karena dudukku tepat di atas roda bus, sehingga setiap guncangan terasa sangat jelas.

Minggu, 21 September 2025

Pagi pun tiba. Kami sudah sampai di Pelabuhan Ketapang. Untuk menuju destinasi wisata Pulau Gili Ketapang, kami harus menyeberang menggunakan kapal khusus wisatawan. Lama perjalanan sekitar dua jam. Sambil menikmati suasana laut di atas kapal, aku mencoba menenangkan diri meski hati terasa dag-dig-dug. Air laut begitu tenang, sesekali percikannya mengenai wajahku.

Sepanjang perjalanan, mataku dimanjakan pemandangan kapal-kapal pengangkut pasir, batu bara, dan beberapa kapal nelayan yang lalu lalang. Perut terasa seperti dikocok-kocok karena ombak kecil menggoyang kapal. Dari kejauhan, tempak sebuah pulau kecil yang terlihat tenang dan tersembunyi, seolah menyimpan keindahan alam yang belum banyak terjamah.

Akhirnya kami sampai tujuan. Kapal menepi, tali dilemparkan ke tepi pantai untuk menahan posisi kapal. Satu per satu penumpang turun dengan panduan para pemandu wisata. Aku pun akhirnya menapakkan kaki di Pulau Gili Ketapang, pulau kecil yang katanya jauh dari hiruk pikuk kota. Namun, pemandangannya sungguh memukau.

Kami disambut dengan hidangan khas laut yang menggugah selera, terutama olahan ikan segar. Usai makan, kami berkumpul di bibir pantai. Hamparan pasir putih, deburan ombak, dan air laut yang begitu jernih hingga terlihat jelas terumbu karangnya. Meski matahari terik, panasnya tak begitu terasa karena dihembus angin laut yang sejuk.

Selamat datang di destinasi wisata Gili Katapang

Para pengunjung bisa menikmati berbagai kegiatan seperti snorkeling, naik banana boat, atau sekadar berswafoto di tepi pantai. Suasananya tenang dan hangat-sangat tepat untuk melepas penat dari rutinitas. Berlibur di Pulau Gili Ketapang terasa berbeda dibanding pantai-pantai lain yang kukunjungi.

Penduduk di sana ramah dengan logat khas daerah Probolinggo. Mereka berbicara dengan intonasi cepat sehingga kadang sulit kupahami. Pulau kecil ini menyimpan kekayaan alam yang indah di sepanjang pantainya. Aku juga sempat mencicipi bakso khas Gili Ketapang. Baru kali ini aku menemukan bakso dengan campuran sayur-sayuran seperti kubis, kecambah, hingga lontong. Ada pula tambahan bakwan yang dipotong kecil-kecil dan tahu kempong yang gurih.

Ternyata, ketika aku nekat melakukan perjalanan ini, tak ada yang sia-sia. Banyak hal yang kudapatkan-bukan hanya pengalaman berwisata, tetapi juga pelajaran tentang kehidupan sosial masyarakat di pulau kecil nan indah itu.

***

Setelah puas menikmati Gili Ketapang, perjalanan The Nekad Traveller pun berlanjut menuju Baloga, kawasan wisata daerah Batu, Malang. Di tempat peristirahatan untuk makan siang, cuacanya terasa sangat panas. Usai makan dan salat, aku segera bergegas naik ke bus. Duduk sambil berusaha memejamkan mata, aku mencoba melawan kantuk yang rasanya sudah tak tertahankan.

Menyeberang ke Gili Ketapang

Welcome di Gili Kepatang

Bus kembali melaju menuju tujuan berikutnya. Sepanjang perjalanan, mata ini disuguhi pemandangan jalanan yang tidak terlalu ramai, hanya sesekali tampak kendaraan besar dan rombongan wisatawan lain yang juga menikmati liburannya.

Ketika bus memasuki jalan tol, aku tiba-tiba dibangunkan oleh Ibu. Ia memberitahuku bahwa di luar sedang turun hujan deras disertai kabut tebal. Aku lihat dari balik kaca jendela bus. Malang yang semula panas kini berubah sejuk, diselimuti hujan deras-seperti derasnya menahan rindu, batinku. Para pengendara tampak berhati-hati, melajukan kendaraan mereka dengan perlahan. Aku mencoba menikmati suasana itu sambil melanjutkan tidur, meski tetap sulit terlelap karena guncangan bus.

Setelah keluar dari tol, hujan masih mengguyur deras. Jalan menuju destinasi berikutnya naik turun khas daerah pegunungan. Beberapa saat kemudian, hujan pun reda. Udara menjadi segar, dan akhirnya kami sampai di tempat wisata yang dituju: Baloga.

Jujur, ini adalah kali pertama aku berkunjung ke baloga. Sekilas, wahana wisatanya mirip dengan beberapa tempat wisata edukasi yang pernah aku datangi di Jawa Tengah. Baloga sendiri merupakan singkatan dari Batu Love Garden. Awalnya aku sempat berpikir, apakah tempat ini berkaitan dengan batu-batu? Ternyata tidak. “Batu” adalah nama daerah pegunungan di Malang, tempat Baloga berada.

Baloga merupakan wisata Agriculture Edutainment berbasis pendidikan, sangat cocok bagi anak-anal maupun pelajar yang ingin belajar tentang dunia perkebunan dan pertanian.

Begitu memasuki pintu utama, mata langsung dimanjakan oleh pemandangan bunga-bunga warna-warni yang indah dan eksotik-sangat pas untuk berfoto. Area pertama tampak seperti taman bunga yang di desain modern dan menawan. Selain taman, ada juga Learning Center, tempat pengunjung dapat belajar membuat es krim, mengolah cokelat, hingga mengenal tanaman atsiri di Omah Atsiri.

Berpose di Gili Ketapang

Tak hanya itu, Baloga juga menyediakan berbagai wahana seru seperti Flying Dragon Coaster, Arena Lebah Terbang, Walang Green House, dan masih banyak lagi yang menarik untuk dijelajahi. Sebagai penutup, terdapat pula pertunjukan Parade Show dan Welcome Dance yang meriah, menambah kesan hangat dan menyenangkan selama berkunjung ke Baloga.

Perjalanan panjang hari itu benar-benar melelahkan, tetapi juga sangat berkesan. Aku belajar bahwa setiap perjalanan selalu membawa cerita dan pengalaman baru. Dari Gili Ketapang yang tenang dan eksotis hingga Baloga yang penuh warna dan pengetahuan, semuanya meninggalkan jejak indah di hati.

Menjadi The Nekad Traveller ternyata bukan hanya tentang berani melangkah ke tempat baru, tetapi juga berani menikmati setiap detik perjalanan-dengan segala kejutan, kelelahan, dan kebahagiaannya. [T]

Penulis: Agus Yulianto
Editor:Adnyana Ole

Tags: Gili KetapangJawa TimurKota MalangMalangPariwisatawisatawisata bahari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Richard Feynman, Fisika dan Puisi

Next Post

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Agus Yulianto

Agus Yulianto

Suka menulis cerpen, cernak, puisi dan esai. Seorang guru swasta di SMK Wikarya Karanganyar, lahir di Karanganyar, 27 Juli 1987. Debutnya dalam kancah sastra dimulai pada tahun 2009. Ia mulai secara serius menekuni dunia kepenulisan dengan aktif di beberapa komunitas maupun organisasi kepenulisan. S

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co