23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Agus Yulianto by Agus Yulianto
November 14, 2025
in Tualang
Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Gili Ketapang

KALI ini aku nekat jalan-jalan sekaligus menemani Ibu bersama rombongan para pedagang pasar.  Perjalananku kali ini bisa dibilang cukup jauh, tepatnya menuju Kota Malang. Ada beberapa destinasi wisata yang akan kami kunjungi. Perjalanan menuju Malang memakan waktu hampir sembilan jam, berangkat dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Perjalanan menuju tempat wisata menghabiskan biaya kurang lebih Rp. 650.000,- itu sudah termasuk makan dan kunjungan ke tempat wisata.

Tour ke Malangmenemani Ibu bersama rombongan para pedagang pasar

Perjalanan dengan menaiki bus pariwisata terasa sangat mengesankan hingga membuatku sulit tidur. Sepanjang jalan aku tidak bisa memejamkan mata karena dudukku tepat di atas roda bus, sehingga setiap guncangan terasa sangat jelas.

Minggu, 21 September 2025

Pagi pun tiba. Kami sudah sampai di Pelabuhan Ketapang. Untuk menuju destinasi wisata Pulau Gili Ketapang, kami harus menyeberang menggunakan kapal khusus wisatawan. Lama perjalanan sekitar dua jam. Sambil menikmati suasana laut di atas kapal, aku mencoba menenangkan diri meski hati terasa dag-dig-dug. Air laut begitu tenang, sesekali percikannya mengenai wajahku.

Sepanjang perjalanan, mataku dimanjakan pemandangan kapal-kapal pengangkut pasir, batu bara, dan beberapa kapal nelayan yang lalu lalang. Perut terasa seperti dikocok-kocok karena ombak kecil menggoyang kapal. Dari kejauhan, tempak sebuah pulau kecil yang terlihat tenang dan tersembunyi, seolah menyimpan keindahan alam yang belum banyak terjamah.

Akhirnya kami sampai tujuan. Kapal menepi, tali dilemparkan ke tepi pantai untuk menahan posisi kapal. Satu per satu penumpang turun dengan panduan para pemandu wisata. Aku pun akhirnya menapakkan kaki di Pulau Gili Ketapang, pulau kecil yang katanya jauh dari hiruk pikuk kota. Namun, pemandangannya sungguh memukau.

Kami disambut dengan hidangan khas laut yang menggugah selera, terutama olahan ikan segar. Usai makan, kami berkumpul di bibir pantai. Hamparan pasir putih, deburan ombak, dan air laut yang begitu jernih hingga terlihat jelas terumbu karangnya. Meski matahari terik, panasnya tak begitu terasa karena dihembus angin laut yang sejuk.

Selamat datang di destinasi wisata Gili Katapang

Para pengunjung bisa menikmati berbagai kegiatan seperti snorkeling, naik banana boat, atau sekadar berswafoto di tepi pantai. Suasananya tenang dan hangat-sangat tepat untuk melepas penat dari rutinitas. Berlibur di Pulau Gili Ketapang terasa berbeda dibanding pantai-pantai lain yang kukunjungi.

Penduduk di sana ramah dengan logat khas daerah Probolinggo. Mereka berbicara dengan intonasi cepat sehingga kadang sulit kupahami. Pulau kecil ini menyimpan kekayaan alam yang indah di sepanjang pantainya. Aku juga sempat mencicipi bakso khas Gili Ketapang. Baru kali ini aku menemukan bakso dengan campuran sayur-sayuran seperti kubis, kecambah, hingga lontong. Ada pula tambahan bakwan yang dipotong kecil-kecil dan tahu kempong yang gurih.

Ternyata, ketika aku nekat melakukan perjalanan ini, tak ada yang sia-sia. Banyak hal yang kudapatkan-bukan hanya pengalaman berwisata, tetapi juga pelajaran tentang kehidupan sosial masyarakat di pulau kecil nan indah itu.

***

Setelah puas menikmati Gili Ketapang, perjalanan The Nekad Traveller pun berlanjut menuju Baloga, kawasan wisata daerah Batu, Malang. Di tempat peristirahatan untuk makan siang, cuacanya terasa sangat panas. Usai makan dan salat, aku segera bergegas naik ke bus. Duduk sambil berusaha memejamkan mata, aku mencoba melawan kantuk yang rasanya sudah tak tertahankan.

Menyeberang ke Gili Ketapang

Welcome di Gili Kepatang

Bus kembali melaju menuju tujuan berikutnya. Sepanjang perjalanan, mata ini disuguhi pemandangan jalanan yang tidak terlalu ramai, hanya sesekali tampak kendaraan besar dan rombongan wisatawan lain yang juga menikmati liburannya.

Ketika bus memasuki jalan tol, aku tiba-tiba dibangunkan oleh Ibu. Ia memberitahuku bahwa di luar sedang turun hujan deras disertai kabut tebal. Aku lihat dari balik kaca jendela bus. Malang yang semula panas kini berubah sejuk, diselimuti hujan deras-seperti derasnya menahan rindu, batinku. Para pengendara tampak berhati-hati, melajukan kendaraan mereka dengan perlahan. Aku mencoba menikmati suasana itu sambil melanjutkan tidur, meski tetap sulit terlelap karena guncangan bus.

Setelah keluar dari tol, hujan masih mengguyur deras. Jalan menuju destinasi berikutnya naik turun khas daerah pegunungan. Beberapa saat kemudian, hujan pun reda. Udara menjadi segar, dan akhirnya kami sampai di tempat wisata yang dituju: Baloga.

Jujur, ini adalah kali pertama aku berkunjung ke baloga. Sekilas, wahana wisatanya mirip dengan beberapa tempat wisata edukasi yang pernah aku datangi di Jawa Tengah. Baloga sendiri merupakan singkatan dari Batu Love Garden. Awalnya aku sempat berpikir, apakah tempat ini berkaitan dengan batu-batu? Ternyata tidak. “Batu” adalah nama daerah pegunungan di Malang, tempat Baloga berada.

Baloga merupakan wisata Agriculture Edutainment berbasis pendidikan, sangat cocok bagi anak-anal maupun pelajar yang ingin belajar tentang dunia perkebunan dan pertanian.

Begitu memasuki pintu utama, mata langsung dimanjakan oleh pemandangan bunga-bunga warna-warni yang indah dan eksotik-sangat pas untuk berfoto. Area pertama tampak seperti taman bunga yang di desain modern dan menawan. Selain taman, ada juga Learning Center, tempat pengunjung dapat belajar membuat es krim, mengolah cokelat, hingga mengenal tanaman atsiri di Omah Atsiri.

Berpose di Gili Ketapang

Tak hanya itu, Baloga juga menyediakan berbagai wahana seru seperti Flying Dragon Coaster, Arena Lebah Terbang, Walang Green House, dan masih banyak lagi yang menarik untuk dijelajahi. Sebagai penutup, terdapat pula pertunjukan Parade Show dan Welcome Dance yang meriah, menambah kesan hangat dan menyenangkan selama berkunjung ke Baloga.

Perjalanan panjang hari itu benar-benar melelahkan, tetapi juga sangat berkesan. Aku belajar bahwa setiap perjalanan selalu membawa cerita dan pengalaman baru. Dari Gili Ketapang yang tenang dan eksotis hingga Baloga yang penuh warna dan pengetahuan, semuanya meninggalkan jejak indah di hati.

Menjadi The Nekad Traveller ternyata bukan hanya tentang berani melangkah ke tempat baru, tetapi juga berani menikmati setiap detik perjalanan-dengan segala kejutan, kelelahan, dan kebahagiaannya. [T]

Penulis: Agus Yulianto
Editor:Adnyana Ole

Tags: Gili KetapangJawa TimurKota MalangMalangPariwisatawisatawisata bahari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Richard Feynman, Fisika dan Puisi

Next Post

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Agus Yulianto

Agus Yulianto

Suka menulis cerpen, cernak, puisi dan esai. Seorang guru swasta di SMK Wikarya Karanganyar, lahir di Karanganyar, 27 Juli 1987. Debutnya dalam kancah sastra dimulai pada tahun 2009. Ia mulai secara serius menekuni dunia kepenulisan dengan aktif di beberapa komunitas maupun organisasi kepenulisan. S

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co