23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Agus Yulianto by Agus Yulianto
November 14, 2025
in Tualang
Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Gili Ketapang

KALI ini aku nekat jalan-jalan sekaligus menemani Ibu bersama rombongan para pedagang pasar.  Perjalananku kali ini bisa dibilang cukup jauh, tepatnya menuju Kota Malang. Ada beberapa destinasi wisata yang akan kami kunjungi. Perjalanan menuju Malang memakan waktu hampir sembilan jam, berangkat dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Perjalanan menuju tempat wisata menghabiskan biaya kurang lebih Rp. 650.000,- itu sudah termasuk makan dan kunjungan ke tempat wisata.

Tour ke Malangmenemani Ibu bersama rombongan para pedagang pasar

Perjalanan dengan menaiki bus pariwisata terasa sangat mengesankan hingga membuatku sulit tidur. Sepanjang jalan aku tidak bisa memejamkan mata karena dudukku tepat di atas roda bus, sehingga setiap guncangan terasa sangat jelas.

Minggu, 21 September 2025

Pagi pun tiba. Kami sudah sampai di Pelabuhan Ketapang. Untuk menuju destinasi wisata Pulau Gili Ketapang, kami harus menyeberang menggunakan kapal khusus wisatawan. Lama perjalanan sekitar dua jam. Sambil menikmati suasana laut di atas kapal, aku mencoba menenangkan diri meski hati terasa dag-dig-dug. Air laut begitu tenang, sesekali percikannya mengenai wajahku.

Sepanjang perjalanan, mataku dimanjakan pemandangan kapal-kapal pengangkut pasir, batu bara, dan beberapa kapal nelayan yang lalu lalang. Perut terasa seperti dikocok-kocok karena ombak kecil menggoyang kapal. Dari kejauhan, tempak sebuah pulau kecil yang terlihat tenang dan tersembunyi, seolah menyimpan keindahan alam yang belum banyak terjamah.

Akhirnya kami sampai tujuan. Kapal menepi, tali dilemparkan ke tepi pantai untuk menahan posisi kapal. Satu per satu penumpang turun dengan panduan para pemandu wisata. Aku pun akhirnya menapakkan kaki di Pulau Gili Ketapang, pulau kecil yang katanya jauh dari hiruk pikuk kota. Namun, pemandangannya sungguh memukau.

Kami disambut dengan hidangan khas laut yang menggugah selera, terutama olahan ikan segar. Usai makan, kami berkumpul di bibir pantai. Hamparan pasir putih, deburan ombak, dan air laut yang begitu jernih hingga terlihat jelas terumbu karangnya. Meski matahari terik, panasnya tak begitu terasa karena dihembus angin laut yang sejuk.

Selamat datang di destinasi wisata Gili Katapang

Para pengunjung bisa menikmati berbagai kegiatan seperti snorkeling, naik banana boat, atau sekadar berswafoto di tepi pantai. Suasananya tenang dan hangat-sangat tepat untuk melepas penat dari rutinitas. Berlibur di Pulau Gili Ketapang terasa berbeda dibanding pantai-pantai lain yang kukunjungi.

Penduduk di sana ramah dengan logat khas daerah Probolinggo. Mereka berbicara dengan intonasi cepat sehingga kadang sulit kupahami. Pulau kecil ini menyimpan kekayaan alam yang indah di sepanjang pantainya. Aku juga sempat mencicipi bakso khas Gili Ketapang. Baru kali ini aku menemukan bakso dengan campuran sayur-sayuran seperti kubis, kecambah, hingga lontong. Ada pula tambahan bakwan yang dipotong kecil-kecil dan tahu kempong yang gurih.

Ternyata, ketika aku nekat melakukan perjalanan ini, tak ada yang sia-sia. Banyak hal yang kudapatkan-bukan hanya pengalaman berwisata, tetapi juga pelajaran tentang kehidupan sosial masyarakat di pulau kecil nan indah itu.

***

Setelah puas menikmati Gili Ketapang, perjalanan The Nekad Traveller pun berlanjut menuju Baloga, kawasan wisata daerah Batu, Malang. Di tempat peristirahatan untuk makan siang, cuacanya terasa sangat panas. Usai makan dan salat, aku segera bergegas naik ke bus. Duduk sambil berusaha memejamkan mata, aku mencoba melawan kantuk yang rasanya sudah tak tertahankan.

Menyeberang ke Gili Ketapang

Welcome di Gili Kepatang

Bus kembali melaju menuju tujuan berikutnya. Sepanjang perjalanan, mata ini disuguhi pemandangan jalanan yang tidak terlalu ramai, hanya sesekali tampak kendaraan besar dan rombongan wisatawan lain yang juga menikmati liburannya.

Ketika bus memasuki jalan tol, aku tiba-tiba dibangunkan oleh Ibu. Ia memberitahuku bahwa di luar sedang turun hujan deras disertai kabut tebal. Aku lihat dari balik kaca jendela bus. Malang yang semula panas kini berubah sejuk, diselimuti hujan deras-seperti derasnya menahan rindu, batinku. Para pengendara tampak berhati-hati, melajukan kendaraan mereka dengan perlahan. Aku mencoba menikmati suasana itu sambil melanjutkan tidur, meski tetap sulit terlelap karena guncangan bus.

Setelah keluar dari tol, hujan masih mengguyur deras. Jalan menuju destinasi berikutnya naik turun khas daerah pegunungan. Beberapa saat kemudian, hujan pun reda. Udara menjadi segar, dan akhirnya kami sampai di tempat wisata yang dituju: Baloga.

Jujur, ini adalah kali pertama aku berkunjung ke baloga. Sekilas, wahana wisatanya mirip dengan beberapa tempat wisata edukasi yang pernah aku datangi di Jawa Tengah. Baloga sendiri merupakan singkatan dari Batu Love Garden. Awalnya aku sempat berpikir, apakah tempat ini berkaitan dengan batu-batu? Ternyata tidak. “Batu” adalah nama daerah pegunungan di Malang, tempat Baloga berada.

Baloga merupakan wisata Agriculture Edutainment berbasis pendidikan, sangat cocok bagi anak-anal maupun pelajar yang ingin belajar tentang dunia perkebunan dan pertanian.

Begitu memasuki pintu utama, mata langsung dimanjakan oleh pemandangan bunga-bunga warna-warni yang indah dan eksotik-sangat pas untuk berfoto. Area pertama tampak seperti taman bunga yang di desain modern dan menawan. Selain taman, ada juga Learning Center, tempat pengunjung dapat belajar membuat es krim, mengolah cokelat, hingga mengenal tanaman atsiri di Omah Atsiri.

Berpose di Gili Ketapang

Tak hanya itu, Baloga juga menyediakan berbagai wahana seru seperti Flying Dragon Coaster, Arena Lebah Terbang, Walang Green House, dan masih banyak lagi yang menarik untuk dijelajahi. Sebagai penutup, terdapat pula pertunjukan Parade Show dan Welcome Dance yang meriah, menambah kesan hangat dan menyenangkan selama berkunjung ke Baloga.

Perjalanan panjang hari itu benar-benar melelahkan, tetapi juga sangat berkesan. Aku belajar bahwa setiap perjalanan selalu membawa cerita dan pengalaman baru. Dari Gili Ketapang yang tenang dan eksotis hingga Baloga yang penuh warna dan pengetahuan, semuanya meninggalkan jejak indah di hati.

Menjadi The Nekad Traveller ternyata bukan hanya tentang berani melangkah ke tempat baru, tetapi juga berani menikmati setiap detik perjalanan-dengan segala kejutan, kelelahan, dan kebahagiaannya. [T]

Penulis: Agus Yulianto
Editor:Adnyana Ole

Tags: Gili KetapangJawa TimurKota MalangMalangPariwisatawisatawisata bahari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Richard Feynman, Fisika dan Puisi

Next Post

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Agus Yulianto

Agus Yulianto

Suka menulis cerpen, cernak, puisi dan esai. Seorang guru swasta di SMK Wikarya Karanganyar, lahir di Karanganyar, 27 Juli 1987. Debutnya dalam kancah sastra dimulai pada tahun 2009. Ia mulai secara serius menekuni dunia kepenulisan dengan aktif di beberapa komunitas maupun organisasi kepenulisan. S

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co