2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Agus Yulianto by Agus Yulianto
November 14, 2025
in Tualang
Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Gili Ketapang

KALI ini aku nekat jalan-jalan sekaligus menemani Ibu bersama rombongan para pedagang pasar.  Perjalananku kali ini bisa dibilang cukup jauh, tepatnya menuju Kota Malang. Ada beberapa destinasi wisata yang akan kami kunjungi. Perjalanan menuju Malang memakan waktu hampir sembilan jam, berangkat dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Perjalanan menuju tempat wisata menghabiskan biaya kurang lebih Rp. 650.000,- itu sudah termasuk makan dan kunjungan ke tempat wisata.

Tour ke Malangmenemani Ibu bersama rombongan para pedagang pasar

Perjalanan dengan menaiki bus pariwisata terasa sangat mengesankan hingga membuatku sulit tidur. Sepanjang jalan aku tidak bisa memejamkan mata karena dudukku tepat di atas roda bus, sehingga setiap guncangan terasa sangat jelas.

Minggu, 21 September 2025

Pagi pun tiba. Kami sudah sampai di Pelabuhan Ketapang. Untuk menuju destinasi wisata Pulau Gili Ketapang, kami harus menyeberang menggunakan kapal khusus wisatawan. Lama perjalanan sekitar dua jam. Sambil menikmati suasana laut di atas kapal, aku mencoba menenangkan diri meski hati terasa dag-dig-dug. Air laut begitu tenang, sesekali percikannya mengenai wajahku.

Sepanjang perjalanan, mataku dimanjakan pemandangan kapal-kapal pengangkut pasir, batu bara, dan beberapa kapal nelayan yang lalu lalang. Perut terasa seperti dikocok-kocok karena ombak kecil menggoyang kapal. Dari kejauhan, tempak sebuah pulau kecil yang terlihat tenang dan tersembunyi, seolah menyimpan keindahan alam yang belum banyak terjamah.

Akhirnya kami sampai tujuan. Kapal menepi, tali dilemparkan ke tepi pantai untuk menahan posisi kapal. Satu per satu penumpang turun dengan panduan para pemandu wisata. Aku pun akhirnya menapakkan kaki di Pulau Gili Ketapang, pulau kecil yang katanya jauh dari hiruk pikuk kota. Namun, pemandangannya sungguh memukau.

Kami disambut dengan hidangan khas laut yang menggugah selera, terutama olahan ikan segar. Usai makan, kami berkumpul di bibir pantai. Hamparan pasir putih, deburan ombak, dan air laut yang begitu jernih hingga terlihat jelas terumbu karangnya. Meski matahari terik, panasnya tak begitu terasa karena dihembus angin laut yang sejuk.

Selamat datang di destinasi wisata Gili Katapang

Para pengunjung bisa menikmati berbagai kegiatan seperti snorkeling, naik banana boat, atau sekadar berswafoto di tepi pantai. Suasananya tenang dan hangat-sangat tepat untuk melepas penat dari rutinitas. Berlibur di Pulau Gili Ketapang terasa berbeda dibanding pantai-pantai lain yang kukunjungi.

Penduduk di sana ramah dengan logat khas daerah Probolinggo. Mereka berbicara dengan intonasi cepat sehingga kadang sulit kupahami. Pulau kecil ini menyimpan kekayaan alam yang indah di sepanjang pantainya. Aku juga sempat mencicipi bakso khas Gili Ketapang. Baru kali ini aku menemukan bakso dengan campuran sayur-sayuran seperti kubis, kecambah, hingga lontong. Ada pula tambahan bakwan yang dipotong kecil-kecil dan tahu kempong yang gurih.

Ternyata, ketika aku nekat melakukan perjalanan ini, tak ada yang sia-sia. Banyak hal yang kudapatkan-bukan hanya pengalaman berwisata, tetapi juga pelajaran tentang kehidupan sosial masyarakat di pulau kecil nan indah itu.

***

Setelah puas menikmati Gili Ketapang, perjalanan The Nekad Traveller pun berlanjut menuju Baloga, kawasan wisata daerah Batu, Malang. Di tempat peristirahatan untuk makan siang, cuacanya terasa sangat panas. Usai makan dan salat, aku segera bergegas naik ke bus. Duduk sambil berusaha memejamkan mata, aku mencoba melawan kantuk yang rasanya sudah tak tertahankan.

Menyeberang ke Gili Ketapang

Welcome di Gili Kepatang

Bus kembali melaju menuju tujuan berikutnya. Sepanjang perjalanan, mata ini disuguhi pemandangan jalanan yang tidak terlalu ramai, hanya sesekali tampak kendaraan besar dan rombongan wisatawan lain yang juga menikmati liburannya.

Ketika bus memasuki jalan tol, aku tiba-tiba dibangunkan oleh Ibu. Ia memberitahuku bahwa di luar sedang turun hujan deras disertai kabut tebal. Aku lihat dari balik kaca jendela bus. Malang yang semula panas kini berubah sejuk, diselimuti hujan deras-seperti derasnya menahan rindu, batinku. Para pengendara tampak berhati-hati, melajukan kendaraan mereka dengan perlahan. Aku mencoba menikmati suasana itu sambil melanjutkan tidur, meski tetap sulit terlelap karena guncangan bus.

Setelah keluar dari tol, hujan masih mengguyur deras. Jalan menuju destinasi berikutnya naik turun khas daerah pegunungan. Beberapa saat kemudian, hujan pun reda. Udara menjadi segar, dan akhirnya kami sampai di tempat wisata yang dituju: Baloga.

Jujur, ini adalah kali pertama aku berkunjung ke baloga. Sekilas, wahana wisatanya mirip dengan beberapa tempat wisata edukasi yang pernah aku datangi di Jawa Tengah. Baloga sendiri merupakan singkatan dari Batu Love Garden. Awalnya aku sempat berpikir, apakah tempat ini berkaitan dengan batu-batu? Ternyata tidak. “Batu” adalah nama daerah pegunungan di Malang, tempat Baloga berada.

Baloga merupakan wisata Agriculture Edutainment berbasis pendidikan, sangat cocok bagi anak-anal maupun pelajar yang ingin belajar tentang dunia perkebunan dan pertanian.

Begitu memasuki pintu utama, mata langsung dimanjakan oleh pemandangan bunga-bunga warna-warni yang indah dan eksotik-sangat pas untuk berfoto. Area pertama tampak seperti taman bunga yang di desain modern dan menawan. Selain taman, ada juga Learning Center, tempat pengunjung dapat belajar membuat es krim, mengolah cokelat, hingga mengenal tanaman atsiri di Omah Atsiri.

Berpose di Gili Ketapang

Tak hanya itu, Baloga juga menyediakan berbagai wahana seru seperti Flying Dragon Coaster, Arena Lebah Terbang, Walang Green House, dan masih banyak lagi yang menarik untuk dijelajahi. Sebagai penutup, terdapat pula pertunjukan Parade Show dan Welcome Dance yang meriah, menambah kesan hangat dan menyenangkan selama berkunjung ke Baloga.

Perjalanan panjang hari itu benar-benar melelahkan, tetapi juga sangat berkesan. Aku belajar bahwa setiap perjalanan selalu membawa cerita dan pengalaman baru. Dari Gili Ketapang yang tenang dan eksotis hingga Baloga yang penuh warna dan pengetahuan, semuanya meninggalkan jejak indah di hati.

Menjadi The Nekad Traveller ternyata bukan hanya tentang berani melangkah ke tempat baru, tetapi juga berani menikmati setiap detik perjalanan-dengan segala kejutan, kelelahan, dan kebahagiaannya. [T]

Penulis: Agus Yulianto
Editor:Adnyana Ole

Tags: Gili KetapangJawa TimurKota MalangMalangPariwisatawisatawisata bahari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Richard Feynman, Fisika dan Puisi

Next Post

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Agus Yulianto

Agus Yulianto

Suka menulis cerpen, cernak, puisi dan esai. Seorang guru swasta di SMK Wikarya Karanganyar, lahir di Karanganyar, 27 Juli 1987. Debutnya dalam kancah sastra dimulai pada tahun 2009. Ia mulai secara serius menekuni dunia kepenulisan dengan aktif di beberapa komunitas maupun organisasi kepenulisan. S

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co