2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
November 14, 2025
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea


TERIAKAN lantang dan pukulan ke kepala seakan mewarnai setiap menit dalam pendampingan Gangga dengan ASD-nya. Tidak peduli kapan, di mana, dan sedang apa—selalu Gangga seperti itu, seakan selalu dilanda kecemasan yang hanya dirinya sendiri dapat menerjemahkannya. Bagi kami sebagai orang tua, suara itu tidak hanya nyaring di telinga, tetapi juga mengguncang hati. Ada rasa ingin menghentikan, tetapi juga ada kesadaran untuk tidak memadamkan nyala api yang justru sedang berusaha berbicara dalam bahasanya sendiri.

Secara empirik, perilaku seperti memukul kepala atau berteriak keras pada individu dengan autisme sering dikaitkan dengan dysregulasi sensorik—ketika sistem saraf mereka terlalu sensitif terhadap rangsangan dari luar atau dalam dirinya. Dalam dunia autisme, ini dikenal sebagai self-stimulatory behavior (stimming) atau self-injurious behavior (SIB). Otak anak dengan ASD sering kali memiliki koneksi yang berbeda dalam memproses rasa sakit, suara, cahaya, dan emosi. Jadi, pukulan ke kepala bisa menjadi cara Gangga untuk menyusun ulang keseimbangan sensoriknya sendiri, bukan sekadar tindakan destruktif.

Secara fisiologis, tubuh manusia memiliki sistem pengatur rasa tenang melalui saraf vagus, yang menghubungkan otak dengan organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru. Ketika Gangga digaruk lembut di bagian kepala, wajah, lengan atau punggung, tubuhnya mungkin sedang menerima stimulasi taktil yang menenangkan. Garukan lembut di kulit dapat mengaktifkan reseptor sentuhan halus (C-tactile fibers), yang memberi sinyal ke otak untuk melepaskan oksitosin—hormon kasih sayang dan rasa aman. Maka tidak heran, ketika Gangga digaruk, ia tenang.

Dalam diam dan garukan itu, sesungguhnya sedang terjadi komunikasi yang lebih dalam dari sekadar bahasa verbal: tubuh yang berbicara kepada jiwa. Namun, memahami ini secara sains saja tidak cukup. Sebagai orang tua, kita juga perlu ruang kebijaksanaan—karena tidak semua hal dapat dijelaskan dengan data, dan tidak semua kesabaran bisa diukur oleh teori. Maka, penting bagi kita untuk menapaki jalan keseimbangan antara pengetahuan dan kebijaksanaan, antara akal dan jiwa.

Sebelum mengutip pandangan dari berbagai agama, perlu saya tegaskan satu hal yang amat penting. Saya tidak menempatkan kutipan-kutipan lintas agama ini dalam posisi membandingkan, apalagi menilai. Agama adalah wilayah suci yang sensitif di negeri ini. Namun, di balik sensitivitas itu, semua ajaran agama besar dunia sesungguhnya memiliki satu benang merah yang sama—yakni kasih sayang, kesabaran, dan penerimaan terhadap penderitaan dengan hati yang terang. Karena itu, kutipan-kutipan berikut saya hadirkan bukan untuk membedakan keyakinan, melainkan untuk menemukan jembatan kebijaksanaan di antara semua keyakinan, agar setiap orang tua yang diuji seperti kami bisa merasakan bahwa Tuhan selalu hadir, dalam bahasa apapun nama-Nya disebut.

Dalam Islam, Allah berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Ayat ini tidak sekadar menjanjikan kemudahan, melainkan mengajarkan kesadaran bahwa kesulitan dan kemudahan adalah dua sisi dari satu perjalanan. Dalam setiap jeritan dan tingkah laku Gangga, mungkin tersimpan jalan menuju pemahaman baru tentang cinta yang tanpa syarat.

Dalam Katolik Kristen, tertulis:

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.” (1 Korintus 13:4)

Ayat ini menjadi cermin bagi orang tua untuk mengasihi tanpa batas waktu, tanpa menuntut perubahan secepat yang kita inginkan, dan tanpa kehilangan kelembutan meski setiap hari diuji.

Dalam Hindu, Bhagavad Gita mengajarkan:

“Yogaḥ karmasu kauśalam” — Kesempurnaan adalah ketika seseorang melakukan tugasnya dengan kesadaran penuh. (Bhagavad Gita 2:50)

Mendampingi anak seperti Gangga adalah sebuah karma yoga—tugas hidup yang dijalani bukan untuk hasil, tetapi untuk kesadaran.

Dalam Buddha Dhamma, Sang Buddha bersabda:

“Hanya cinta kasih yang dapat mengalahkan kebencian; ini adalah hukum abadi.” (Dhammapada, 5).

Jeritan dan tingkah laku Gangga bukanlah kebencian; ia adalah panggilan cinta yang butuh dijawab dengan ketenangan batin dan cinta kasih tanpa syarat.

Dalam ajaran Konghucu, Nabi Kongzi berkata:

“Ren zhe ai ren.” — Orang yang berperikemanusiaan mencintai sesama manusia. (Lunyu XII:22)

Cinta yang sejati, kata Kongzi, bukanlah reaksi, tetapi pilihan sadar untuk tetap mencintai meski sulit. Maka, mencintai Gangga adalah latihan tertinggi dari ren itu sendiri—melatih kemanusiaan agar makin lembut dan bijak.

Dan dalam ajaran Khonghucu yang hidup berdampingan dengan Taoisme, kita mengenal konsep “Wu Wei” — kebijaksanaan untuk tidak memaksa aliran kehidupan. Membiarkan sesuatu mengalir sebagaimana mestinya bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan mengalir dalam kesadaran. Seperti air yang tetap jernih meski harus melewati batu-batu keras.

Akhirnya, bagi kami, mendampingi Gangga adalah latihan spiritual paling nyata. Di dalam setiap jeritan dan tindak-tanduk perilakunya, Tuhan berbicara tanpa kata. Di dalam tangannya yang menepuk-nepuk kepala, Tuhan sedang mengajari kami untuk tidak menilai penderitaan dari tampak luarnya. Dan di dalam garukan lembut di lengan dan punggungnya, Tuhan memberi ruang istirahat bagi jiwa kami—bahwa cinta itu, bahkan tanpa suara, bisa tetap berbicara.

DAFTAR PUSTAKA

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed.). American Psychiatric Publishing.

Bagby, R. M., Parker, J. D. A., & Taylor, G. J. (2020). Alexithymia and Autism Spectrum Disorder: A Review of Neural, Clinical, and Developmental Perspectives. Journal of Autism and Developmental Disorders, 50(1), 1–12.

Bhagavad Gita. (2008). Bhagavad Gita: With Introduction and Commentary (E. Easwaran, Trans.). Nilgiri Press. (Kutipan ayat 2:50).

Buddharakkhita, A. (Trans.). (1985). The Dhammapada. Buddhist Publication Society. (Kutipan Dhammapada ayat 5).

Confucius. (1998). The Analects (D. C. Lau, Trans.). Penguin Classics. (Kutipan Lunyu XII:22).

Fujino, H., & Horiuchi, T. (2021). Self-Injurious Behavior in Individuals with Autism Spectrum Disorder: A Review of the Neurobiological and Sensory Processing Factors. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 127, 162–173.

Keltner, D., & Haidt, J. (2001). Social Functions of Emotions in Autism: The Role of Touch and Oxytocin. In Review of General Psychology, 5(3), 284–290.

McGlone, F., Wessberg, J., & Olausson, H. (2014). Affective Touch and the Neurophysiology of CT Afferents. Nature Reviews Neuroscience, 15(5), 297–305.
(Dasar ilmiah stimulasi lembut/garukan yang menenangkan).

Porges, S. W. (2011). The Polyvagal Theory: Neurophysiological Foundations of Emotions, Attachment, Communication, and Self-Regulation. W. W. Norton.
(Penjelasan tentang saraf vagus dan ketenangan fisiologis).

Qur’an. (n.d.). Surat Al-Insyirah: Ayat 6. (Kutipan: “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”)

The Holy Bible, New International Version. (2011). 1 Corinthians 13:4.
(Kutipan: “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.”)

Wong, C., Odom, S. L., Hume, K., et al. (2015). Evidence-Based Practices for Children, Youth, and Young Adults with Autism Spectrum Disorder. Journal of Autism and Developmental Disorders, 45(7), 1951–1966.

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

Tags: kebijaksanaanPendidikansains
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Next Post

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co