24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
November 14, 2025
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea


TERIAKAN lantang dan pukulan ke kepala seakan mewarnai setiap menit dalam pendampingan Gangga dengan ASD-nya. Tidak peduli kapan, di mana, dan sedang apa—selalu Gangga seperti itu, seakan selalu dilanda kecemasan yang hanya dirinya sendiri dapat menerjemahkannya. Bagi kami sebagai orang tua, suara itu tidak hanya nyaring di telinga, tetapi juga mengguncang hati. Ada rasa ingin menghentikan, tetapi juga ada kesadaran untuk tidak memadamkan nyala api yang justru sedang berusaha berbicara dalam bahasanya sendiri.

Secara empirik, perilaku seperti memukul kepala atau berteriak keras pada individu dengan autisme sering dikaitkan dengan dysregulasi sensorik—ketika sistem saraf mereka terlalu sensitif terhadap rangsangan dari luar atau dalam dirinya. Dalam dunia autisme, ini dikenal sebagai self-stimulatory behavior (stimming) atau self-injurious behavior (SIB). Otak anak dengan ASD sering kali memiliki koneksi yang berbeda dalam memproses rasa sakit, suara, cahaya, dan emosi. Jadi, pukulan ke kepala bisa menjadi cara Gangga untuk menyusun ulang keseimbangan sensoriknya sendiri, bukan sekadar tindakan destruktif.

Secara fisiologis, tubuh manusia memiliki sistem pengatur rasa tenang melalui saraf vagus, yang menghubungkan otak dengan organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru. Ketika Gangga digaruk lembut di bagian kepala, wajah, lengan atau punggung, tubuhnya mungkin sedang menerima stimulasi taktil yang menenangkan. Garukan lembut di kulit dapat mengaktifkan reseptor sentuhan halus (C-tactile fibers), yang memberi sinyal ke otak untuk melepaskan oksitosin—hormon kasih sayang dan rasa aman. Maka tidak heran, ketika Gangga digaruk, ia tenang.

Dalam diam dan garukan itu, sesungguhnya sedang terjadi komunikasi yang lebih dalam dari sekadar bahasa verbal: tubuh yang berbicara kepada jiwa. Namun, memahami ini secara sains saja tidak cukup. Sebagai orang tua, kita juga perlu ruang kebijaksanaan—karena tidak semua hal dapat dijelaskan dengan data, dan tidak semua kesabaran bisa diukur oleh teori. Maka, penting bagi kita untuk menapaki jalan keseimbangan antara pengetahuan dan kebijaksanaan, antara akal dan jiwa.

Sebelum mengutip pandangan dari berbagai agama, perlu saya tegaskan satu hal yang amat penting. Saya tidak menempatkan kutipan-kutipan lintas agama ini dalam posisi membandingkan, apalagi menilai. Agama adalah wilayah suci yang sensitif di negeri ini. Namun, di balik sensitivitas itu, semua ajaran agama besar dunia sesungguhnya memiliki satu benang merah yang sama—yakni kasih sayang, kesabaran, dan penerimaan terhadap penderitaan dengan hati yang terang. Karena itu, kutipan-kutipan berikut saya hadirkan bukan untuk membedakan keyakinan, melainkan untuk menemukan jembatan kebijaksanaan di antara semua keyakinan, agar setiap orang tua yang diuji seperti kami bisa merasakan bahwa Tuhan selalu hadir, dalam bahasa apapun nama-Nya disebut.

Dalam Islam, Allah berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Ayat ini tidak sekadar menjanjikan kemudahan, melainkan mengajarkan kesadaran bahwa kesulitan dan kemudahan adalah dua sisi dari satu perjalanan. Dalam setiap jeritan dan tingkah laku Gangga, mungkin tersimpan jalan menuju pemahaman baru tentang cinta yang tanpa syarat.

Dalam Katolik Kristen, tertulis:

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.” (1 Korintus 13:4)

Ayat ini menjadi cermin bagi orang tua untuk mengasihi tanpa batas waktu, tanpa menuntut perubahan secepat yang kita inginkan, dan tanpa kehilangan kelembutan meski setiap hari diuji.

Dalam Hindu, Bhagavad Gita mengajarkan:

“Yogaḥ karmasu kauśalam” — Kesempurnaan adalah ketika seseorang melakukan tugasnya dengan kesadaran penuh. (Bhagavad Gita 2:50)

Mendampingi anak seperti Gangga adalah sebuah karma yoga—tugas hidup yang dijalani bukan untuk hasil, tetapi untuk kesadaran.

Dalam Buddha Dhamma, Sang Buddha bersabda:

“Hanya cinta kasih yang dapat mengalahkan kebencian; ini adalah hukum abadi.” (Dhammapada, 5).

Jeritan dan tingkah laku Gangga bukanlah kebencian; ia adalah panggilan cinta yang butuh dijawab dengan ketenangan batin dan cinta kasih tanpa syarat.

Dalam ajaran Konghucu, Nabi Kongzi berkata:

“Ren zhe ai ren.” — Orang yang berperikemanusiaan mencintai sesama manusia. (Lunyu XII:22)

Cinta yang sejati, kata Kongzi, bukanlah reaksi, tetapi pilihan sadar untuk tetap mencintai meski sulit. Maka, mencintai Gangga adalah latihan tertinggi dari ren itu sendiri—melatih kemanusiaan agar makin lembut dan bijak.

Dan dalam ajaran Khonghucu yang hidup berdampingan dengan Taoisme, kita mengenal konsep “Wu Wei” — kebijaksanaan untuk tidak memaksa aliran kehidupan. Membiarkan sesuatu mengalir sebagaimana mestinya bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan mengalir dalam kesadaran. Seperti air yang tetap jernih meski harus melewati batu-batu keras.

Akhirnya, bagi kami, mendampingi Gangga adalah latihan spiritual paling nyata. Di dalam setiap jeritan dan tindak-tanduk perilakunya, Tuhan berbicara tanpa kata. Di dalam tangannya yang menepuk-nepuk kepala, Tuhan sedang mengajari kami untuk tidak menilai penderitaan dari tampak luarnya. Dan di dalam garukan lembut di lengan dan punggungnya, Tuhan memberi ruang istirahat bagi jiwa kami—bahwa cinta itu, bahkan tanpa suara, bisa tetap berbicara.

DAFTAR PUSTAKA

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed.). American Psychiatric Publishing.

Bagby, R. M., Parker, J. D. A., & Taylor, G. J. (2020). Alexithymia and Autism Spectrum Disorder: A Review of Neural, Clinical, and Developmental Perspectives. Journal of Autism and Developmental Disorders, 50(1), 1–12.

Bhagavad Gita. (2008). Bhagavad Gita: With Introduction and Commentary (E. Easwaran, Trans.). Nilgiri Press. (Kutipan ayat 2:50).

Buddharakkhita, A. (Trans.). (1985). The Dhammapada. Buddhist Publication Society. (Kutipan Dhammapada ayat 5).

Confucius. (1998). The Analects (D. C. Lau, Trans.). Penguin Classics. (Kutipan Lunyu XII:22).

Fujino, H., & Horiuchi, T. (2021). Self-Injurious Behavior in Individuals with Autism Spectrum Disorder: A Review of the Neurobiological and Sensory Processing Factors. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 127, 162–173.

Keltner, D., & Haidt, J. (2001). Social Functions of Emotions in Autism: The Role of Touch and Oxytocin. In Review of General Psychology, 5(3), 284–290.

McGlone, F., Wessberg, J., & Olausson, H. (2014). Affective Touch and the Neurophysiology of CT Afferents. Nature Reviews Neuroscience, 15(5), 297–305.
(Dasar ilmiah stimulasi lembut/garukan yang menenangkan).

Porges, S. W. (2011). The Polyvagal Theory: Neurophysiological Foundations of Emotions, Attachment, Communication, and Self-Regulation. W. W. Norton.
(Penjelasan tentang saraf vagus dan ketenangan fisiologis).

Qur’an. (n.d.). Surat Al-Insyirah: Ayat 6. (Kutipan: “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”)

The Holy Bible, New International Version. (2011). 1 Corinthians 13:4.
(Kutipan: “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.”)

Wong, C., Odom, S. L., Hume, K., et al. (2015). Evidence-Based Practices for Children, Youth, and Young Adults with Autism Spectrum Disorder. Journal of Autism and Developmental Disorders, 45(7), 1951–1966.

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

Tags: kebijaksanaanPendidikansains
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Next Post

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co