12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
November 14, 2025
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea


TERIAKAN lantang dan pukulan ke kepala seakan mewarnai setiap menit dalam pendampingan Gangga dengan ASD-nya. Tidak peduli kapan, di mana, dan sedang apa—selalu Gangga seperti itu, seakan selalu dilanda kecemasan yang hanya dirinya sendiri dapat menerjemahkannya. Bagi kami sebagai orang tua, suara itu tidak hanya nyaring di telinga, tetapi juga mengguncang hati. Ada rasa ingin menghentikan, tetapi juga ada kesadaran untuk tidak memadamkan nyala api yang justru sedang berusaha berbicara dalam bahasanya sendiri.

Secara empirik, perilaku seperti memukul kepala atau berteriak keras pada individu dengan autisme sering dikaitkan dengan dysregulasi sensorik—ketika sistem saraf mereka terlalu sensitif terhadap rangsangan dari luar atau dalam dirinya. Dalam dunia autisme, ini dikenal sebagai self-stimulatory behavior (stimming) atau self-injurious behavior (SIB). Otak anak dengan ASD sering kali memiliki koneksi yang berbeda dalam memproses rasa sakit, suara, cahaya, dan emosi. Jadi, pukulan ke kepala bisa menjadi cara Gangga untuk menyusun ulang keseimbangan sensoriknya sendiri, bukan sekadar tindakan destruktif.

Secara fisiologis, tubuh manusia memiliki sistem pengatur rasa tenang melalui saraf vagus, yang menghubungkan otak dengan organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru. Ketika Gangga digaruk lembut di bagian kepala, wajah, lengan atau punggung, tubuhnya mungkin sedang menerima stimulasi taktil yang menenangkan. Garukan lembut di kulit dapat mengaktifkan reseptor sentuhan halus (C-tactile fibers), yang memberi sinyal ke otak untuk melepaskan oksitosin—hormon kasih sayang dan rasa aman. Maka tidak heran, ketika Gangga digaruk, ia tenang.

Dalam diam dan garukan itu, sesungguhnya sedang terjadi komunikasi yang lebih dalam dari sekadar bahasa verbal: tubuh yang berbicara kepada jiwa. Namun, memahami ini secara sains saja tidak cukup. Sebagai orang tua, kita juga perlu ruang kebijaksanaan—karena tidak semua hal dapat dijelaskan dengan data, dan tidak semua kesabaran bisa diukur oleh teori. Maka, penting bagi kita untuk menapaki jalan keseimbangan antara pengetahuan dan kebijaksanaan, antara akal dan jiwa.

Sebelum mengutip pandangan dari berbagai agama, perlu saya tegaskan satu hal yang amat penting. Saya tidak menempatkan kutipan-kutipan lintas agama ini dalam posisi membandingkan, apalagi menilai. Agama adalah wilayah suci yang sensitif di negeri ini. Namun, di balik sensitivitas itu, semua ajaran agama besar dunia sesungguhnya memiliki satu benang merah yang sama—yakni kasih sayang, kesabaran, dan penerimaan terhadap penderitaan dengan hati yang terang. Karena itu, kutipan-kutipan berikut saya hadirkan bukan untuk membedakan keyakinan, melainkan untuk menemukan jembatan kebijaksanaan di antara semua keyakinan, agar setiap orang tua yang diuji seperti kami bisa merasakan bahwa Tuhan selalu hadir, dalam bahasa apapun nama-Nya disebut.

Dalam Islam, Allah berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Ayat ini tidak sekadar menjanjikan kemudahan, melainkan mengajarkan kesadaran bahwa kesulitan dan kemudahan adalah dua sisi dari satu perjalanan. Dalam setiap jeritan dan tingkah laku Gangga, mungkin tersimpan jalan menuju pemahaman baru tentang cinta yang tanpa syarat.

Dalam Katolik Kristen, tertulis:

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.” (1 Korintus 13:4)

Ayat ini menjadi cermin bagi orang tua untuk mengasihi tanpa batas waktu, tanpa menuntut perubahan secepat yang kita inginkan, dan tanpa kehilangan kelembutan meski setiap hari diuji.

Dalam Hindu, Bhagavad Gita mengajarkan:

“Yogaḥ karmasu kauśalam” — Kesempurnaan adalah ketika seseorang melakukan tugasnya dengan kesadaran penuh. (Bhagavad Gita 2:50)

Mendampingi anak seperti Gangga adalah sebuah karma yoga—tugas hidup yang dijalani bukan untuk hasil, tetapi untuk kesadaran.

Dalam Buddha Dhamma, Sang Buddha bersabda:

“Hanya cinta kasih yang dapat mengalahkan kebencian; ini adalah hukum abadi.” (Dhammapada, 5).

Jeritan dan tingkah laku Gangga bukanlah kebencian; ia adalah panggilan cinta yang butuh dijawab dengan ketenangan batin dan cinta kasih tanpa syarat.

Dalam ajaran Konghucu, Nabi Kongzi berkata:

“Ren zhe ai ren.” — Orang yang berperikemanusiaan mencintai sesama manusia. (Lunyu XII:22)

Cinta yang sejati, kata Kongzi, bukanlah reaksi, tetapi pilihan sadar untuk tetap mencintai meski sulit. Maka, mencintai Gangga adalah latihan tertinggi dari ren itu sendiri—melatih kemanusiaan agar makin lembut dan bijak.

Dan dalam ajaran Khonghucu yang hidup berdampingan dengan Taoisme, kita mengenal konsep “Wu Wei” — kebijaksanaan untuk tidak memaksa aliran kehidupan. Membiarkan sesuatu mengalir sebagaimana mestinya bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan mengalir dalam kesadaran. Seperti air yang tetap jernih meski harus melewati batu-batu keras.

Akhirnya, bagi kami, mendampingi Gangga adalah latihan spiritual paling nyata. Di dalam setiap jeritan dan tindak-tanduk perilakunya, Tuhan berbicara tanpa kata. Di dalam tangannya yang menepuk-nepuk kepala, Tuhan sedang mengajari kami untuk tidak menilai penderitaan dari tampak luarnya. Dan di dalam garukan lembut di lengan dan punggungnya, Tuhan memberi ruang istirahat bagi jiwa kami—bahwa cinta itu, bahkan tanpa suara, bisa tetap berbicara.

DAFTAR PUSTAKA

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed.). American Psychiatric Publishing.

Bagby, R. M., Parker, J. D. A., & Taylor, G. J. (2020). Alexithymia and Autism Spectrum Disorder: A Review of Neural, Clinical, and Developmental Perspectives. Journal of Autism and Developmental Disorders, 50(1), 1–12.

Bhagavad Gita. (2008). Bhagavad Gita: With Introduction and Commentary (E. Easwaran, Trans.). Nilgiri Press. (Kutipan ayat 2:50).

Buddharakkhita, A. (Trans.). (1985). The Dhammapada. Buddhist Publication Society. (Kutipan Dhammapada ayat 5).

Confucius. (1998). The Analects (D. C. Lau, Trans.). Penguin Classics. (Kutipan Lunyu XII:22).

Fujino, H., & Horiuchi, T. (2021). Self-Injurious Behavior in Individuals with Autism Spectrum Disorder: A Review of the Neurobiological and Sensory Processing Factors. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 127, 162–173.

Keltner, D., & Haidt, J. (2001). Social Functions of Emotions in Autism: The Role of Touch and Oxytocin. In Review of General Psychology, 5(3), 284–290.

McGlone, F., Wessberg, J., & Olausson, H. (2014). Affective Touch and the Neurophysiology of CT Afferents. Nature Reviews Neuroscience, 15(5), 297–305.
(Dasar ilmiah stimulasi lembut/garukan yang menenangkan).

Porges, S. W. (2011). The Polyvagal Theory: Neurophysiological Foundations of Emotions, Attachment, Communication, and Self-Regulation. W. W. Norton.
(Penjelasan tentang saraf vagus dan ketenangan fisiologis).

Qur’an. (n.d.). Surat Al-Insyirah: Ayat 6. (Kutipan: “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”)

The Holy Bible, New International Version. (2011). 1 Corinthians 13:4.
(Kutipan: “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.”)

Wong, C., Odom, S. L., Hume, K., et al. (2015). Evidence-Based Practices for Children, Youth, and Young Adults with Autism Spectrum Disorder. Journal of Autism and Developmental Disorders, 45(7), 1951–1966.

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

Tags: kebijaksanaanPendidikansains
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Next Post

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co