26 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

tatkala by tatkala
September 22, 2025
in Panggung
6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Dengan suasana hangat di Dharma Negara Alaya, Denpasar, Minikino Film Week (MFW) 11 menutup perjalanan delapan harinya. Sejak 12 hingga 19 September 2025, festival menghadirkan 312 film pendek dari 59 negara, ditonton oleh total 6.083 penonton, kemudian ditutup dengan pengumuman para pemenang serta harapan untuk bertemu kembali tahun depan.

Dibuka dengan Layar Laptop dari Glasgow

Festival ini tidak menggelar kemewahan karpet merah, melainkan dengan menampilkan sebuah mejantara laptop di layar. Seniman audio visual dan pembuat film asal Glasgow, Holly Márie Parnell, menghadirkan Desktop Compositions—potongan suara, gambar, arsip pribadi, dan detak emosional zaman kini dirajut menjadi pertunjukan audio visual yang intim sekaligus gelisah.

Karya ini berhasil dihadirkan berkat Bali–Glasgow Filmmaker Exchange, kolaborasi yang didukung British Council’s Connections Through Culture, menegaskan identitas Minikino Film Week sebagai ruang festival yang lintas disiplin, lintas batas, dan lintas generasi.

Shorts Up: Harapan dari Bibit Filmmaker

Energi para pembuat film muda Asia Tenggara, khususnya Indonesia, berdenyut melalui Shorts Up. Program ini kembali membuktikan bahwa ide sederhana bisa menjadi langkah besar ketika diberi ruang.

  • Gentle Hands Project (Manguni House, Angelia Leanartha & Garry Christian Djawoto) menerima MTN Award Goes to JAFF Market, tiket emas menuju Yogyakarta untuk mengamati ekosistem pasar film.
  • Audience Award, pilihan penonton Shorts Up x MTN di 7th Short Film Market, membawa dukungan Rp 2.250.000 dari Minikino Studio.
  • Dukungan pribadi Rp 2.000.000 dari sutradara-produser Hong Kong Eric Tsang untuk Ready, Set, Go (Monday Club Studio, Kathleen Tio & Aaron Pratama) menegaskan bahwa ruang pitching festival juga adalah tempat lahirnya peluang nyata.
The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Education: Belajar dengan Film Pendek

Selama seminggu, sekolah-sekolah dan komunitas di Bali datang bergantian seperti gelombang. Mereka tidak hanya menonton, tapi juga berdiskusi, bertanya, bahkan menantang para pembuat film yang hadir. Di ruang kelas hingga ruang publik, film pendek sekali lagi membuktikan dirinya sebagai medium yang tajam sekaligus ramah: bisa menyentuh anak-anak, remaja, hingga orang tua yang mendampingi.

MTN IkonInspirasi: Dialog yang Membekas

Hari terakhir festival juga menjadi istimewa dengan hadirnya MTN IkonInspirasi at MFW11. Auditorium Teater Taksu dipenuhi pelajar, mahasiswa, hingga penonton umum yang ingin mendengar langsung cerita dari tiga figur berbeda dunia:

  • Beng Rahadian, ilustrator dan kurator seni, menekankan pentingnya jejaring lintas disiplin.
  • Amar Haikal, filmmaker muda pemenang film pendek terbaik nasional MFW9, berbicara dengan semangat yang dekat dengan audiens muda: tentang menjaga api, berkolaborasi, dan berani mewujudkan ide.
  • I Made Suarbawa (Made Birus), aktivis film pendek, mengingatkan bahwa ekosistem komunitas adalah pondasi sinema Indonesia.

Acara ini dibuka oleh Irini Dewi Wanti, SS.MSP., Direktur Bina SDM, Lembaga dan Pranata Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI, yang menegaskan bahwa MTN IkonInspirasi merupakan bagian dari strategi nasional Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia.

International Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Dialog dua arah ini ditutup dengan tepuk tangan panjang, meninggalkan kesan kuat: inspirasi bisa datang dari layar kecil, dari ruang diskusi, dan dari keberanian untuk berbagi.

South East Asia Network: Menghubungkan Sebuah Kawasan

MFW11 memperkuat posisi Bali sebagai titik temu jaringan film pendek Asia Tenggara. Melalui South East Asia Network, festival menghadirkan program film dari berbagai negara di kawasan, termasuk kolaborasi legendaris S-Express yang telah berjalan lebih dari 23 tahun—menegaskan pentingnya lintasan cerita dan perspektif regional yang terus relevan di tengah perubahan sosial budaya.

Selain pemutaran film, festival juga menghadirkan panel South East Asia Connections, yang membedah lanskap sinema Asia Tenggara yang dinamis. Diskusi ini mengangkat peran kolaborasi, dukungan finansial, dan jaringan kuratorial dalam membangun ekosistem film yang semakin hidup.

Dipandu oleh Fransiska Prihadi (Direktur Program MFW11), panel ini menghadirkan Ben Thompson (VP of Shorts Programming, Tribeca Film Festival, AS), King Catoy (Project Lead EngageMedia, mentor Tech Tales Youth), dan Prima Sirivasuntra (Koordinator Purin Film Fund, produser muda Thailand). Para pembicara berbagi wawasan praktis sekaligus visi kolektif, mengundang pembuat film untuk membuka pintu, menciptakan koneksi, dan memperkuat komunitas film di Asia Tenggara.

Short Film Market: Etika Sirkulasi Sebagai Fokus Bahasan

Dalam rangkaian 7th Short Film Market, MFW11 menjadi tuan rumah Short Film Conference Roundtable: Circulation Ethics – Power & Representation. Forum ini mempertemukan festival, programmer, dan filmmaker dari berbagai negara untuk membicarakan bagaimana film pendek beredar, siapa yang memegang kendali, dan risiko salah representasi ketika karya dari Global South memasuki sirkuit global yang didominasi Utara.

The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Percakapan mengalir dari isu kendali dan persetujuan saat filmmaker mengirimkan karyanya, hingga dilema kuratorial antara kebebasan artistik dan tanggung jawab etis. Diskusi juga menyoroti pentingnya mempersiapkan audiens agar film diterima sesuai konteks, risiko pemutaran di luar kerangka awal, serta peluang membayangkan model sirkulasi alternatif yang memberi filmmaker lebih banyak agensi.

Roundtable ini menegaskan peran Short Film Market bukan semata ruang industri, tetapi juga forum kritis untuk membicarakan masa depan sirkulasi film pendek dalam konteks global.

Angka-Angka, Tapi Juga Wajah-Wajah

MFW11 mencatat 6.083 penonton selama festival, ditambah 1.435 penonton pra-festival melalui aktivasi edukasi. Ada 187 tamu terakreditasi, termasuk 55 internasional dari 21 negara. Di balik angka ini ada wajah-wajah: penonton yang terhanyut, relawan yang berlari ke sana-sini, dan pembuat film yang menemukan penonton pertamanya di Bali.

Di panggung penutupan, Direktur Festival Edo Wulia berbicara dengan nada jujur dan personal. Ia mengakui bahwa tahun ini merupakan perjalanan yang berat, namun rasa syukur tetap hadir karena festival bisa berlangsung berkat kerja bersama. “Festival ini tidak dibawa oleh satu orang, melainkan oleh semua: filmmaker, penonton, relawan, dan sahabat. Semoga doa baik tetap tinggal di hati dan pikiran kita, membawa kita maju bersama,” ujarnya.

The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Direktur Program Fransiska Prihadi menekankan bahwa setiap film yang diputar adalah jendela kecil untuk melihat dunia dari sudut pandang berbeda, membuka ruang dialog, dan menumbuhkan empati. Sementara itu, Ketua Yayasan Kino Media I Made Suarbawa mengingatkan bahwa Minikino Film Week bukan sekadar festival tahunan, melainkan bagian dari perjalanan panjang membangun ekosistem film pendek Indonesia. “Kami percaya pada kekuatan komunitas, dan dari sinilah lahir regenerasi sineas yang akan terus tumbuh,” tambahnya.

Para Pemenang MFW11

International Competition

  • Best Fiction Short: Blue Heart – Samuel Suffren (Haiti/Prancis)
  • Best Documentary Short: Their Eyes – Nicolas Gourault (Prancis)
  • Best Animation Short: S the Wolf – Sameh Alaa (Prancis/Mesir)
  • Best Audio Visual Experimental Short: Durian, Durian – Nelson Yeo (Singapura)
  • Best Children Short: A King Without a Crown (Un Roi sans couronne) – Olivier Bayu Gandrille (Prancis)
  • Youth Jury Award: Monsoon Blue (夏夢迴) – Jay Hiu-kit Wong & Ellis Ka-yin Chan (China)
  • Programmer’s Choice Award: Blitzmusik – Martin Amiot (Kanada)
  • Best Short Film of the Year 2025: Montsouris Park – Guil Sela (Prancis)
     “Komedi yang tampak ringan ini perlahan membuka lapisan yang lebih dalam. Dengan latar mikrokosmos, film ini menyentuh isu kelas, komunikasi, dan peran sosial. Kita awalnya terhibur, lalu diarahkan untuk merenung. Sebuah karya yang menawan sekaligus menantang.”
     — Ben Thompson, Mary Stephen, dan Rudolph Dethu, Juri International Competition MFW11

National Competition

  • Best National Competition 2025: When the Blues Goes Marching In (Pengais Mimpi) – Beny Kristia
     “Film pemenang ini berdenyut dengan kemarahan muda, urgensi, dan tekad membara. Meski menyingkap represi lintas generasi, film ini menolak keputusasaan. Sebuah seruan untuk terus berjuang demi keadilan di mana pun.”
     — Matt Lloyd, Shoko Takegasa, dan Ladya Cheryl, Juri National Competition MFW11

  • Special Mention: My Therapist Said, I Am Full of Sadness – Monica Vanesa Tedja
     “Film ini mengulik jurang generasi dan prasangka tak terucap. Dengan penyutradaraan terukur, film ini menunjukkan bahwa pengasingan diri mungkin perlu, tapi tidak selalu membawa kebahagiaan.”
     — Matt Lloyd, Shoko Takegasa, dan Ladya Cheryl, Juri National Competition MFW11

Begadang Filmmaking Competition 2025

  • Winner: Imam and His 9 Friends – Deru Ibnu Ghifari (Lampung)
     “Film ini tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis, tetapi juga berhasil menyentuh emosi. Singkat, padat, namun membekas lama setelah layar gelap.”
     — Syakir Mardhatillah, bersama Juri Nasional & Honorary Jury Begadang 9 Tahun, MFW11

Menatap ke Depan

Festival ditutup dengan pemutaran film pemenang utama, sekaligus pengumuman bahwa edisi tahun depan Minikino Film Week 12 akan berlangsung pada 11–18 September 2026. Pendaftaran film dibuka mulai 1 Desember 2025 hingga 28 April 2026—sebuah undangan bagi pembuat film dari seluruh dunia untuk kembali menghadirkan karya mereka ke Bali, Indonesia. [T]

Reporter/Penulis: Son/Rilis
Editor: Adnyana Ole

Tags: film pendekMinikinoMinikino Film WeekMinikino Film Week 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos

Next Post

Melihat Luka dan Trauma Pascabanjir di Wanasari, Denpasar | UPMI Bali Serahkan Bantuan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Luka dan Trauma Pascabanjir di Wanasari, Denpasar | UPMI Bali Serahkan Bantuan

Melihat Luka dan Trauma Pascabanjir di Wanasari, Denpasar | UPMI Bali Serahkan Bantuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Monyet Cerdik dan Babi Hutan | Dongeng dari Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co