26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi Bagus Didapat dari Tema yang Dekat: Resep Menulis Puisi ala Oka Rusmini

Son Lomri by Son Lomri
August 12, 2025
in Khas
Puisi Bagus Didapat dari Tema yang Dekat: Resep Menulis Puisi ala Oka Rusmini

Oka Rusmini saat menjadi narasumber di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

ADA tubuh di dalam puisi. Sehingga ia tidak bisa sembarang dibuat-buat. Puisi mesti dibuat dengan teknik, dengan jujur, dengan keseriusan—dalam memilih kata, menghidupkan kata.

Setidaknya, itulah yang disampaikan Oka Rusmini di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi, yang diselenggarakan Yayasan Mahima Indonesia serangkaian Singaraja Literary Festival (SLF) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI yang bertempat di Ruang Niti Sastra, Fakultas Basaha dan Seni Undiksha, Minggu, 10 Agustus 2025.

Oka Rusmini adalah sastrawan perempuan Bali yang lahir di Jakarta 11 Juli 1967. Ia pernah berproses di Sanggar Minum Kopi (SMK) di Denpasar, dengan Guru Umbu Landu Paranggi.

Oka Rusmini aktif menulis puisi, cerpen, novel, drama dan cerita anak.  Buku karyanya antara lain: Tarian Bumi (2000), Kenanga (2003), Tempurung (2010), Sagra (2001), Patiwangi (2003), Saiban (2014), Men Coblong (2019), Koplak (2019), Jerum (2020), Pandora (2018), dan Warna Kita (2007).

Karya-karya itu telah membawanya mendapat banyak penghargaan, seperti Bali Jani Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali (2019), Ikon Berprestasi Indonesia dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (2017), Kusala Sastra Khatulistiwa (2014), dan South East Asian  (S.E.A) Write Award dari Pemerintah Thailand (2012).

Oka Rusmini saat menjadi narasumber di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

Dia juga banyak diundang dalam forum sastra nasional dan internasional, antara lain di Belanda, Italia, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura.

Ketika kelas Asah Bakat Penulisan Puisi itu berlangsung, Oka Rusmini menjelaskan bahwa hal terpenting sebelum menulis puisi adalah lebih dulu membaca puisi-puisi dari penyair lain.

Buku puisi yang menyabet penghargaan, misalnya, bisa menjadi referensi yang bagus untuk membangun pengetahuan dalam proses belajar.

“Mengenal puisi dari penyair lain itu perlu. Misalnya, kemarin, di penganugerahan Kusala Sastra Khatulistiwa, ada puisi Esha Tegar Putra, yang judulnya Hantu Padang, bisa dibaca,” kata Oka Rusmini. “Itu buku kumpulan puisi bagus.”

Belajar dari karya-karya penyair lain yang menyabet Kusala Sastra Khatulistiwa itu bisa menjadi salah satu rujukan. Tentu, selain juga mempelajari puisi-puisi era Chairil Anwar atau ke bawahnya, atau puisi-puisi lain dari penyair luar seperti Pablo Nerruda.

“Membaca itu sangat penting. Bahkan saya percaya, hutang teks, harus dibayar dengan teks—dengan karya kita sendiri setelah membaca itu!” lanjut Oka Rusmini.

Pserta Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

Kemudian, mempelajari dasar-dasar menulis puisi juga tidak boleh luput dari bidikan seorang pembelajar, alias pemula. Ya, ada tubuh dalam puisi, yang harus diketahui bagian-bagiannya.

Meliputi apa saja tubuh puisi itu? Pertama, puisi itu apa dan unsur-unsur puisi apa saja, itu harus dipelajari. Harus tahu. Barulah kemudian teknik-teknik menuliskannya seperti apa.

Menurut Oka, puisi itu “karya sastra berbahasa padat.”

Puisi menggunakan bahasa yang dipadatkan untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran secara efektif dan estetis.

“Puisi menyampaikan imajinasi dan emosi penulis dengan cara yang unik dan mendalam melalui pilihan kata yang estetis,” lanjutnya.

Sementara untuk unsur intrinsik dalam puisi itu meliputi tema dan isi. Oka Rusmini menjelaskan, tema merupakan inti pesan, sedangkan isi menggambarkan keseluruhan makna puisi.

Kemudian nada dan diksi. Jika nada menunjukkan suasana hati si penyair, maka diksi adalah pemilihan kata dalam puisi yang harus diperhitungkan pula oleh si penyair.

“Kemudian fungsi majas dalam puisi, itu dapat memperindah puisi. Sedang irama, akan memberi alunan dan keselarasan bunyi pada puisi,” kata Oka Rusmini.

Beberapa peserta mendapat buku Oka Rusmini di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

Ia juga menekankan tentang keberadaan rima dan bait rima sebagai pengulangan bunyi, sangat penting untuk dihadirkan. Termasuk posisi bait sebagai bagian dari baris-baris puisi.

Sampai di situ, Oka Rusmini menjelaskan tentang jenis-jenis puisi berdasarkan bentuk dan isinya, itu ada empat; puisi berdasarkan bentuk, puisi naratif, puisi liris, dan puisi deskriptif.

Puisi berdasarkan bentuk dapat dibedakan antara puisi lama dengan aturan ketat dan puisi modern yang lebih bebas bentuknya.

“Puisi naratif bercerita dengan alur dan tokoh, mirip seperti cerita yang disampaikan dalam bentuk puisi,” jelasnya.

Sedang pada puisi liris mengekspresikan perasaan dan emosi penyair secara mendalam dan personal. Dan puisi deskriptif menggambarkan objek, suasana, atau pemandangan secara rinci melalui kata-kata puitis—yang dibuat oleh si penyair.

Teknik Dasar Menulis Puisi

Sebelum praktik menulis puisi, Oka Rusmini lebih dulu menjelaskan tentang teknik dasar menulis puisi setelah hal-hal elementer sudah disampaikan.

“Pertama, yaitumenentukan tema dan pesan puisi. Tema yang jelas memberi puisi fokus dan arah agar pesan tersampaikan dengan baik kepada pembaca,” jelas Oka Rusmini.

Bagaiaman tema-tema yang harus dipilih, adalah tema yang dikuasai. Jangan menulis Paris jika tak pernah pergi ke sana. Memilih tema mesti dekat dengan kehidupan. Bentuknya bisa apa saja, misalnya tema kesehatan mental. Di puisi, tema adalah kunci kemenangan di lomba apa pun.

“Menulis Paris, tapi pikniknya di google. Itu tidak akan membuat puisi jadi sangat meresap. Menulis puisi harus benar-benar dengan perasaan, harus dengan apa yang dekat dengan kita, juga yang kita kuasai,” kata Oka Rusmini.

Kemudian tentang pesan dalam puisi, pesan yang ingin disampaikan (harus) memberikan makna mendalam dan emosi kepada pembaca.

Nadia, peserta Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi, bertanya kepada Oka Rusmini | Foto: Dok. SLF 2025

Selanjutnya ada penggunaan diksi dan majas. Ini juga bagian yang tidak boleh dilewatkan oleh (calon) penyair. Karena, pemilihan kata yang tepat, mampu memperkuat pesan dan emosi dalam puisi secara efektif.

Sementara majas memiliki peran sebagai gaya bahasa untuk memperindah dan memperkaya makna pada puisi, agar lebih menyentuh si pembaca hingga ke tulang sum-sum mereka.

Tidak hanya sampai di situ, cara menulis puisi juga masih berlanjut dengan yang dasar-dasar. Karena masih ada menyusun rima, irama, dan bait. Itu harus dikuasai.

Tapi, mengapa menyusun rima, irama, dan bait dalam puisi harus dikuasai? “Karena rima yang teratur memberikan keselarasan dan keindahan pada puisi, sehingga mudah diingat dan menarik perhatian pembaca,” jelas Oka Rusmini.

Irama yang konsisten menciptakan aliran suara yang harmonis, membuat puisi enak didengar dan dinikmati. Kemudian pembagian bait yang tepat membantu mengorganisasi ide dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam puisi.

Mari Menulis Puisi

Selanjutnya, ini yang paling penting, Oka Rusmini membeberkan langkah-langkah kreatifnya dalam menulis puisi.

Ide dalam menulis puisi itu bisa saja didapatkan dari pengalaman pribadi atau juga dari pengalaman orang lain.

“Puisi terinspirasi dari pengalaman hidup bisa memicu kreativitas dan makna mendalam,” Kata Oka Rusmini.

Selebihnya, pula bisa didapatkan dari kekuatan alam. Alam bisa menjadi sumber inspirasi, karena alam memberikan keindahan dan ketenangan sebagai sumber inspirasi puisi yang kuat.

“Selain itu, juga bisa berangkat dari emosi dan imajinasi sendiri, yang dapat membangkitkan puisi bisa menyentuh si pembaca,” lanjut Oka Rusmini.

Sampai di situ, materi selangkah lebih tinggi, yaitu membuat kerangka puisi.

Membuat kerangka puisi bisa dilakukan pertama dengan merumuskan lebih dulu ide puisi dan menentukan struktur puisi. Kerangka awal memudahkan pengumpulan dan pengorganisasian ide utama puisi secara sistematis.

Oka Rusmini foto bersama pihak penyelenggara dan peserta seusai acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

“Draf membantu menetapkan pola bait, rima, dan alur puisi sebelum penulisan lengkap,” lanjut Oka Rusmini.

Setelah puisi sudah menjadi sebuah draf, jangan lupa melakukan revisian. Mulai dari perbaikan penggunaan kata, memperhalus irama puisi, dan memastikan kembali bahwa pesan tersampaikan ke pada pembaca.

Kemudian Nadia, seorang peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha itu, bertanya di sesi tanya-jawab. “Untuk sebuah draf yang sudah jungkir balik revisian, bagaimana cara membedakan puisi yang bisa dikatakan sudah selesai dan puisi yang masih perlu direvisi?

Lantas Oka Rusmini menjawab, bahwa menulis puisi itu, “Harus memahami konsep yang hendak dibuat. Apa yang sedang digarap itu, apakah pesan yang hendak disampaikan sudah terasa?” Kalau dirasa masih belum, maka ia harus terus direvisi. Sampai kita yakin sudah matang atau belum.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

JS Khairen, Membaca Adalah Bahan Bakar Menulis
Boy Candra, Tidak Ada Writers Block dalam Menulis, yang Ada Hanya Malas
Cerpen, Seberapapun Fiksinya Tetap Harus Logis | Dari MTN Asah Bakat Penulisan Cerpen Bersama Juli Sastrawan
Tags: Manajemen Talenta NasionalOka RusminiSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menonton Ucok Homicide yang Tetap Setia pada Dentuman Hip-hop di Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Strategi Apik Warga Baduy Dalam: Pergeseran Interaksi dari Menghindari Menjadi Menjemput Tamu [1]

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Strategi Apik Warga Baduy Dalam: Pergeseran Interaksi dari Menghindari Menjadi Menjemput Tamu [1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co