6 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi Bagus Didapat dari Tema yang Dekat: Resep Menulis Puisi ala Oka Rusmini

Son Lomri by Son Lomri
August 12, 2025
in Khas
Puisi Bagus Didapat dari Tema yang Dekat: Resep Menulis Puisi ala Oka Rusmini

Oka Rusmini saat menjadi narasumber di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

ADA tubuh di dalam puisi. Sehingga ia tidak bisa sembarang dibuat-buat. Puisi mesti dibuat dengan teknik, dengan jujur, dengan keseriusan—dalam memilih kata, menghidupkan kata.

Setidaknya, itulah yang disampaikan Oka Rusmini di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi, yang diselenggarakan Yayasan Mahima Indonesia serangkaian Singaraja Literary Festival (SLF) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI yang bertempat di Ruang Niti Sastra, Fakultas Basaha dan Seni Undiksha, Minggu, 10 Agustus 2025.

Oka Rusmini adalah sastrawan perempuan Bali yang lahir di Jakarta 11 Juli 1967. Ia pernah berproses di Sanggar Minum Kopi (SMK) di Denpasar, dengan Guru Umbu Landu Paranggi.

Oka Rusmini aktif menulis puisi, cerpen, novel, drama dan cerita anak.  Buku karyanya antara lain: Tarian Bumi (2000), Kenanga (2003), Tempurung (2010), Sagra (2001), Patiwangi (2003), Saiban (2014), Men Coblong (2019), Koplak (2019), Jerum (2020), Pandora (2018), dan Warna Kita (2007).

Karya-karya itu telah membawanya mendapat banyak penghargaan, seperti Bali Jani Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali (2019), Ikon Berprestasi Indonesia dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (2017), Kusala Sastra Khatulistiwa (2014), dan South East Asian  (S.E.A) Write Award dari Pemerintah Thailand (2012).

Oka Rusmini saat menjadi narasumber di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

Dia juga banyak diundang dalam forum sastra nasional dan internasional, antara lain di Belanda, Italia, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura.

Ketika kelas Asah Bakat Penulisan Puisi itu berlangsung, Oka Rusmini menjelaskan bahwa hal terpenting sebelum menulis puisi adalah lebih dulu membaca puisi-puisi dari penyair lain.

Buku puisi yang menyabet penghargaan, misalnya, bisa menjadi referensi yang bagus untuk membangun pengetahuan dalam proses belajar.

“Mengenal puisi dari penyair lain itu perlu. Misalnya, kemarin, di penganugerahan Kusala Sastra Khatulistiwa, ada puisi Esha Tegar Putra, yang judulnya Hantu Padang, bisa dibaca,” kata Oka Rusmini. “Itu buku kumpulan puisi bagus.”

Belajar dari karya-karya penyair lain yang menyabet Kusala Sastra Khatulistiwa itu bisa menjadi salah satu rujukan. Tentu, selain juga mempelajari puisi-puisi era Chairil Anwar atau ke bawahnya, atau puisi-puisi lain dari penyair luar seperti Pablo Nerruda.

“Membaca itu sangat penting. Bahkan saya percaya, hutang teks, harus dibayar dengan teks—dengan karya kita sendiri setelah membaca itu!” lanjut Oka Rusmini.

Pserta Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

Kemudian, mempelajari dasar-dasar menulis puisi juga tidak boleh luput dari bidikan seorang pembelajar, alias pemula. Ya, ada tubuh dalam puisi, yang harus diketahui bagian-bagiannya.

Meliputi apa saja tubuh puisi itu? Pertama, puisi itu apa dan unsur-unsur puisi apa saja, itu harus dipelajari. Harus tahu. Barulah kemudian teknik-teknik menuliskannya seperti apa.

Menurut Oka, puisi itu “karya sastra berbahasa padat.”

Puisi menggunakan bahasa yang dipadatkan untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran secara efektif dan estetis.

“Puisi menyampaikan imajinasi dan emosi penulis dengan cara yang unik dan mendalam melalui pilihan kata yang estetis,” lanjutnya.

Sementara untuk unsur intrinsik dalam puisi itu meliputi tema dan isi. Oka Rusmini menjelaskan, tema merupakan inti pesan, sedangkan isi menggambarkan keseluruhan makna puisi.

Kemudian nada dan diksi. Jika nada menunjukkan suasana hati si penyair, maka diksi adalah pemilihan kata dalam puisi yang harus diperhitungkan pula oleh si penyair.

“Kemudian fungsi majas dalam puisi, itu dapat memperindah puisi. Sedang irama, akan memberi alunan dan keselarasan bunyi pada puisi,” kata Oka Rusmini.

Beberapa peserta mendapat buku Oka Rusmini di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

Ia juga menekankan tentang keberadaan rima dan bait rima sebagai pengulangan bunyi, sangat penting untuk dihadirkan. Termasuk posisi bait sebagai bagian dari baris-baris puisi.

Sampai di situ, Oka Rusmini menjelaskan tentang jenis-jenis puisi berdasarkan bentuk dan isinya, itu ada empat; puisi berdasarkan bentuk, puisi naratif, puisi liris, dan puisi deskriptif.

Puisi berdasarkan bentuk dapat dibedakan antara puisi lama dengan aturan ketat dan puisi modern yang lebih bebas bentuknya.

“Puisi naratif bercerita dengan alur dan tokoh, mirip seperti cerita yang disampaikan dalam bentuk puisi,” jelasnya.

Sedang pada puisi liris mengekspresikan perasaan dan emosi penyair secara mendalam dan personal. Dan puisi deskriptif menggambarkan objek, suasana, atau pemandangan secara rinci melalui kata-kata puitis—yang dibuat oleh si penyair.

Teknik Dasar Menulis Puisi

Sebelum praktik menulis puisi, Oka Rusmini lebih dulu menjelaskan tentang teknik dasar menulis puisi setelah hal-hal elementer sudah disampaikan.

“Pertama, yaitumenentukan tema dan pesan puisi. Tema yang jelas memberi puisi fokus dan arah agar pesan tersampaikan dengan baik kepada pembaca,” jelas Oka Rusmini.

Bagaiaman tema-tema yang harus dipilih, adalah tema yang dikuasai. Jangan menulis Paris jika tak pernah pergi ke sana. Memilih tema mesti dekat dengan kehidupan. Bentuknya bisa apa saja, misalnya tema kesehatan mental. Di puisi, tema adalah kunci kemenangan di lomba apa pun.

“Menulis Paris, tapi pikniknya di google. Itu tidak akan membuat puisi jadi sangat meresap. Menulis puisi harus benar-benar dengan perasaan, harus dengan apa yang dekat dengan kita, juga yang kita kuasai,” kata Oka Rusmini.

Kemudian tentang pesan dalam puisi, pesan yang ingin disampaikan (harus) memberikan makna mendalam dan emosi kepada pembaca.

Nadia, peserta Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi, bertanya kepada Oka Rusmini | Foto: Dok. SLF 2025

Selanjutnya ada penggunaan diksi dan majas. Ini juga bagian yang tidak boleh dilewatkan oleh (calon) penyair. Karena, pemilihan kata yang tepat, mampu memperkuat pesan dan emosi dalam puisi secara efektif.

Sementara majas memiliki peran sebagai gaya bahasa untuk memperindah dan memperkaya makna pada puisi, agar lebih menyentuh si pembaca hingga ke tulang sum-sum mereka.

Tidak hanya sampai di situ, cara menulis puisi juga masih berlanjut dengan yang dasar-dasar. Karena masih ada menyusun rima, irama, dan bait. Itu harus dikuasai.

Tapi, mengapa menyusun rima, irama, dan bait dalam puisi harus dikuasai? “Karena rima yang teratur memberikan keselarasan dan keindahan pada puisi, sehingga mudah diingat dan menarik perhatian pembaca,” jelas Oka Rusmini.

Irama yang konsisten menciptakan aliran suara yang harmonis, membuat puisi enak didengar dan dinikmati. Kemudian pembagian bait yang tepat membantu mengorganisasi ide dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam puisi.

Mari Menulis Puisi

Selanjutnya, ini yang paling penting, Oka Rusmini membeberkan langkah-langkah kreatifnya dalam menulis puisi.

Ide dalam menulis puisi itu bisa saja didapatkan dari pengalaman pribadi atau juga dari pengalaman orang lain.

“Puisi terinspirasi dari pengalaman hidup bisa memicu kreativitas dan makna mendalam,” Kata Oka Rusmini.

Selebihnya, pula bisa didapatkan dari kekuatan alam. Alam bisa menjadi sumber inspirasi, karena alam memberikan keindahan dan ketenangan sebagai sumber inspirasi puisi yang kuat.

“Selain itu, juga bisa berangkat dari emosi dan imajinasi sendiri, yang dapat membangkitkan puisi bisa menyentuh si pembaca,” lanjut Oka Rusmini.

Sampai di situ, materi selangkah lebih tinggi, yaitu membuat kerangka puisi.

Membuat kerangka puisi bisa dilakukan pertama dengan merumuskan lebih dulu ide puisi dan menentukan struktur puisi. Kerangka awal memudahkan pengumpulan dan pengorganisasian ide utama puisi secara sistematis.

Oka Rusmini foto bersama pihak penyelenggara dan peserta seusai acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

“Draf membantu menetapkan pola bait, rima, dan alur puisi sebelum penulisan lengkap,” lanjut Oka Rusmini.

Setelah puisi sudah menjadi sebuah draf, jangan lupa melakukan revisian. Mulai dari perbaikan penggunaan kata, memperhalus irama puisi, dan memastikan kembali bahwa pesan tersampaikan ke pada pembaca.

Kemudian Nadia, seorang peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha itu, bertanya di sesi tanya-jawab. “Untuk sebuah draf yang sudah jungkir balik revisian, bagaimana cara membedakan puisi yang bisa dikatakan sudah selesai dan puisi yang masih perlu direvisi?

Lantas Oka Rusmini menjawab, bahwa menulis puisi itu, “Harus memahami konsep yang hendak dibuat. Apa yang sedang digarap itu, apakah pesan yang hendak disampaikan sudah terasa?” Kalau dirasa masih belum, maka ia harus terus direvisi. Sampai kita yakin sudah matang atau belum.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

JS Khairen, Membaca Adalah Bahan Bakar Menulis
Boy Candra, Tidak Ada Writers Block dalam Menulis, yang Ada Hanya Malas
Cerpen, Seberapapun Fiksinya Tetap Harus Logis | Dari MTN Asah Bakat Penulisan Cerpen Bersama Juli Sastrawan
Tags: Manajemen Talenta NasionalOka RusminiSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menonton Ucok Homicide yang Tetap Setia pada Dentuman Hip-hop di Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Strategi Apik Warga Baduy Dalam: Pergeseran Interaksi dari Menghindari Menjadi Menjemput Tamu [1]

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Strategi Apik Warga Baduy Dalam: Pergeseran Interaksi dari Menghindari Menjadi Menjemput Tamu [1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co