6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi Bagus Didapat dari Tema yang Dekat: Resep Menulis Puisi ala Oka Rusmini

Son Lomri by Son Lomri
August 12, 2025
in Khas
Puisi Bagus Didapat dari Tema yang Dekat: Resep Menulis Puisi ala Oka Rusmini

Oka Rusmini saat menjadi narasumber di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

ADA tubuh di dalam puisi. Sehingga ia tidak bisa sembarang dibuat-buat. Puisi mesti dibuat dengan teknik, dengan jujur, dengan keseriusan—dalam memilih kata, menghidupkan kata.

Setidaknya, itulah yang disampaikan Oka Rusmini di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi, yang diselenggarakan Yayasan Mahima Indonesia serangkaian Singaraja Literary Festival (SLF) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI yang bertempat di Ruang Niti Sastra, Fakultas Basaha dan Seni Undiksha, Minggu, 10 Agustus 2025.

Oka Rusmini adalah sastrawan perempuan Bali yang lahir di Jakarta 11 Juli 1967. Ia pernah berproses di Sanggar Minum Kopi (SMK) di Denpasar, dengan Guru Umbu Landu Paranggi.

Oka Rusmini aktif menulis puisi, cerpen, novel, drama dan cerita anak.  Buku karyanya antara lain: Tarian Bumi (2000), Kenanga (2003), Tempurung (2010), Sagra (2001), Patiwangi (2003), Saiban (2014), Men Coblong (2019), Koplak (2019), Jerum (2020), Pandora (2018), dan Warna Kita (2007).

Karya-karya itu telah membawanya mendapat banyak penghargaan, seperti Bali Jani Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali (2019), Ikon Berprestasi Indonesia dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (2017), Kusala Sastra Khatulistiwa (2014), dan South East Asian  (S.E.A) Write Award dari Pemerintah Thailand (2012).

Oka Rusmini saat menjadi narasumber di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

Dia juga banyak diundang dalam forum sastra nasional dan internasional, antara lain di Belanda, Italia, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura.

Ketika kelas Asah Bakat Penulisan Puisi itu berlangsung, Oka Rusmini menjelaskan bahwa hal terpenting sebelum menulis puisi adalah lebih dulu membaca puisi-puisi dari penyair lain.

Buku puisi yang menyabet penghargaan, misalnya, bisa menjadi referensi yang bagus untuk membangun pengetahuan dalam proses belajar.

“Mengenal puisi dari penyair lain itu perlu. Misalnya, kemarin, di penganugerahan Kusala Sastra Khatulistiwa, ada puisi Esha Tegar Putra, yang judulnya Hantu Padang, bisa dibaca,” kata Oka Rusmini. “Itu buku kumpulan puisi bagus.”

Belajar dari karya-karya penyair lain yang menyabet Kusala Sastra Khatulistiwa itu bisa menjadi salah satu rujukan. Tentu, selain juga mempelajari puisi-puisi era Chairil Anwar atau ke bawahnya, atau puisi-puisi lain dari penyair luar seperti Pablo Nerruda.

“Membaca itu sangat penting. Bahkan saya percaya, hutang teks, harus dibayar dengan teks—dengan karya kita sendiri setelah membaca itu!” lanjut Oka Rusmini.

Pserta Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

Kemudian, mempelajari dasar-dasar menulis puisi juga tidak boleh luput dari bidikan seorang pembelajar, alias pemula. Ya, ada tubuh dalam puisi, yang harus diketahui bagian-bagiannya.

Meliputi apa saja tubuh puisi itu? Pertama, puisi itu apa dan unsur-unsur puisi apa saja, itu harus dipelajari. Harus tahu. Barulah kemudian teknik-teknik menuliskannya seperti apa.

Menurut Oka, puisi itu “karya sastra berbahasa padat.”

Puisi menggunakan bahasa yang dipadatkan untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran secara efektif dan estetis.

“Puisi menyampaikan imajinasi dan emosi penulis dengan cara yang unik dan mendalam melalui pilihan kata yang estetis,” lanjutnya.

Sementara untuk unsur intrinsik dalam puisi itu meliputi tema dan isi. Oka Rusmini menjelaskan, tema merupakan inti pesan, sedangkan isi menggambarkan keseluruhan makna puisi.

Kemudian nada dan diksi. Jika nada menunjukkan suasana hati si penyair, maka diksi adalah pemilihan kata dalam puisi yang harus diperhitungkan pula oleh si penyair.

“Kemudian fungsi majas dalam puisi, itu dapat memperindah puisi. Sedang irama, akan memberi alunan dan keselarasan bunyi pada puisi,” kata Oka Rusmini.

Beberapa peserta mendapat buku Oka Rusmini di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

Ia juga menekankan tentang keberadaan rima dan bait rima sebagai pengulangan bunyi, sangat penting untuk dihadirkan. Termasuk posisi bait sebagai bagian dari baris-baris puisi.

Sampai di situ, Oka Rusmini menjelaskan tentang jenis-jenis puisi berdasarkan bentuk dan isinya, itu ada empat; puisi berdasarkan bentuk, puisi naratif, puisi liris, dan puisi deskriptif.

Puisi berdasarkan bentuk dapat dibedakan antara puisi lama dengan aturan ketat dan puisi modern yang lebih bebas bentuknya.

“Puisi naratif bercerita dengan alur dan tokoh, mirip seperti cerita yang disampaikan dalam bentuk puisi,” jelasnya.

Sedang pada puisi liris mengekspresikan perasaan dan emosi penyair secara mendalam dan personal. Dan puisi deskriptif menggambarkan objek, suasana, atau pemandangan secara rinci melalui kata-kata puitis—yang dibuat oleh si penyair.

Teknik Dasar Menulis Puisi

Sebelum praktik menulis puisi, Oka Rusmini lebih dulu menjelaskan tentang teknik dasar menulis puisi setelah hal-hal elementer sudah disampaikan.

“Pertama, yaitumenentukan tema dan pesan puisi. Tema yang jelas memberi puisi fokus dan arah agar pesan tersampaikan dengan baik kepada pembaca,” jelas Oka Rusmini.

Bagaiaman tema-tema yang harus dipilih, adalah tema yang dikuasai. Jangan menulis Paris jika tak pernah pergi ke sana. Memilih tema mesti dekat dengan kehidupan. Bentuknya bisa apa saja, misalnya tema kesehatan mental. Di puisi, tema adalah kunci kemenangan di lomba apa pun.

“Menulis Paris, tapi pikniknya di google. Itu tidak akan membuat puisi jadi sangat meresap. Menulis puisi harus benar-benar dengan perasaan, harus dengan apa yang dekat dengan kita, juga yang kita kuasai,” kata Oka Rusmini.

Kemudian tentang pesan dalam puisi, pesan yang ingin disampaikan (harus) memberikan makna mendalam dan emosi kepada pembaca.

Nadia, peserta Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi, bertanya kepada Oka Rusmini | Foto: Dok. SLF 2025

Selanjutnya ada penggunaan diksi dan majas. Ini juga bagian yang tidak boleh dilewatkan oleh (calon) penyair. Karena, pemilihan kata yang tepat, mampu memperkuat pesan dan emosi dalam puisi secara efektif.

Sementara majas memiliki peran sebagai gaya bahasa untuk memperindah dan memperkaya makna pada puisi, agar lebih menyentuh si pembaca hingga ke tulang sum-sum mereka.

Tidak hanya sampai di situ, cara menulis puisi juga masih berlanjut dengan yang dasar-dasar. Karena masih ada menyusun rima, irama, dan bait. Itu harus dikuasai.

Tapi, mengapa menyusun rima, irama, dan bait dalam puisi harus dikuasai? “Karena rima yang teratur memberikan keselarasan dan keindahan pada puisi, sehingga mudah diingat dan menarik perhatian pembaca,” jelas Oka Rusmini.

Irama yang konsisten menciptakan aliran suara yang harmonis, membuat puisi enak didengar dan dinikmati. Kemudian pembagian bait yang tepat membantu mengorganisasi ide dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam puisi.

Mari Menulis Puisi

Selanjutnya, ini yang paling penting, Oka Rusmini membeberkan langkah-langkah kreatifnya dalam menulis puisi.

Ide dalam menulis puisi itu bisa saja didapatkan dari pengalaman pribadi atau juga dari pengalaman orang lain.

“Puisi terinspirasi dari pengalaman hidup bisa memicu kreativitas dan makna mendalam,” Kata Oka Rusmini.

Selebihnya, pula bisa didapatkan dari kekuatan alam. Alam bisa menjadi sumber inspirasi, karena alam memberikan keindahan dan ketenangan sebagai sumber inspirasi puisi yang kuat.

“Selain itu, juga bisa berangkat dari emosi dan imajinasi sendiri, yang dapat membangkitkan puisi bisa menyentuh si pembaca,” lanjut Oka Rusmini.

Sampai di situ, materi selangkah lebih tinggi, yaitu membuat kerangka puisi.

Membuat kerangka puisi bisa dilakukan pertama dengan merumuskan lebih dulu ide puisi dan menentukan struktur puisi. Kerangka awal memudahkan pengumpulan dan pengorganisasian ide utama puisi secara sistematis.

Oka Rusmini foto bersama pihak penyelenggara dan peserta seusai acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Asah Bakat Penulisan Puisi | Foto: Dok. SLF 2025

“Draf membantu menetapkan pola bait, rima, dan alur puisi sebelum penulisan lengkap,” lanjut Oka Rusmini.

Setelah puisi sudah menjadi sebuah draf, jangan lupa melakukan revisian. Mulai dari perbaikan penggunaan kata, memperhalus irama puisi, dan memastikan kembali bahwa pesan tersampaikan ke pada pembaca.

Kemudian Nadia, seorang peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha itu, bertanya di sesi tanya-jawab. “Untuk sebuah draf yang sudah jungkir balik revisian, bagaimana cara membedakan puisi yang bisa dikatakan sudah selesai dan puisi yang masih perlu direvisi?

Lantas Oka Rusmini menjawab, bahwa menulis puisi itu, “Harus memahami konsep yang hendak dibuat. Apa yang sedang digarap itu, apakah pesan yang hendak disampaikan sudah terasa?” Kalau dirasa masih belum, maka ia harus terus direvisi. Sampai kita yakin sudah matang atau belum.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

JS Khairen, Membaca Adalah Bahan Bakar Menulis
Boy Candra, Tidak Ada Writers Block dalam Menulis, yang Ada Hanya Malas
Cerpen, Seberapapun Fiksinya Tetap Harus Logis | Dari MTN Asah Bakat Penulisan Cerpen Bersama Juli Sastrawan
Tags: Manajemen Talenta NasionalOka RusminiSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menonton Ucok Homicide yang Tetap Setia pada Dentuman Hip-hop di Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Strategi Apik Warga Baduy Dalam: Pergeseran Interaksi dari Menghindari Menjadi Menjemput Tamu [1]

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Strategi Apik Warga Baduy Dalam: Pergeseran Interaksi dari Menghindari Menjadi Menjemput Tamu [1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co