2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Boy Candra, Tidak Ada Writers Block dalam Menulis, yang Ada Hanya Malas

Son Lomri by Son Lomri
August 11, 2025
in Khas
Boy Candra, Tidak Ada Writers Block dalam Menulis, yang Ada Hanya Malas

Boy Candra saat menjadi pembicara di Manajemen Talenta Nasional | Foto: Dok. SLF 2025

“SAYA Boy Candra. Saya penulis buku yang menolak pindah ke pulau Jawa, dan tetap hidup di Padang. Untuk membuktikan bahwa seniman tidak hanya bisa sukses di Pulau Jawa!”

Itu yang dikatakan Boy Candra dalam acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Ikon Inspirasi bersama penulis JS Khairen yang diselenggarakan Yayasan Mahima Indonesia serangkaian Singaraja Literary Festival (SLF) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI yang bertempat di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha, Minggu, 10 Agustus 2025.

Boy Candra adalah penulis terkenal di bidang sastra populer (teenlet). Dia lahir di Sumatra Barat, 21 November 1989. Ia berdarah Minang dan memulai kariernya pada tahun 2013.

Beberapa karya novelnya, seperti Sebuah Usaha Untuk Melupakan (2016), Cinta Paling Rumit (2018), Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini (2024), Jatuh dan Cinta (2018), Tulus Untuk Orang Yang Salah (2022), Trauma (2020), dan Malik dan Elsa (2017). Buku-bukunya selalu laris di pasaran.

Dari kiri ke kanan: JS. Khairen, Ari Dwijayanthi (moderator), dan Boy Candra pada acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Ikon Inspirasi | Foto: Dok. SLF 2025

Seribu peserta yang hadir di acara itu, juga mengenalnya sebagai penulis yang sering memunculkan karya-karya terbarunya setiap tahun.

Boy Candra termasuk penulis yang produktif, memang. Sudah 31 buku dia telurkan selama 12 tahun berkarier. Satu novel sudah dialihwahanakan ke film, yang berjudul Malik dan Elsa—yang menambah kepopulerannya.

“Setiap tahun, saya bisa membuat 3 sampai 5 naskah novel,” kata Boy Candra. “Saya menulis buku novel sejak 2013 dan tidak pernah kosong setahun pun.”

Perkenalannya dengan dunia sastra dimulai dari rasa kesepian. Terbayangkan jika ia kesepian pasti akan menuls. Dia tinggal di satu daerah agak jauh dari kota. Ibunya meninggal ketika ia berumur empat tahun.

Di Kampungnya di Sumatera, dulu waktu ia masih kecil,  lanjut Boy Candra, belum ada televisi. Tak ada hiburan. Dia tinggal di rumah buatan Ayahnya. Rumah itu dekat sawah, dan dia hidup dikelilingi banyak sawah.

Kemudian apa yang membuat Boy Candra terus menulis dan setiap tahun selalu menerbitkan novel? Karena dia ingin dikenang oleh sejarah. Dianggap bagian dari sejarah.

Seribu peserta acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Ikon Inspirasi | Foto: Dok. SLF 2025

Di dunia cerita, di awal-awal sebelum dia memulai diri sebagai penulis, sewaktu kecil, Boy Candra sering membaca komik Petruk karya Tatang S. sebagai hiburannya, ya, pengganti televisi tadi.

Komik itu bergenre horor. Antara lain ada cerita tentang Budak Setan, Lele Jin Cipinang, Jin Bahlul,  dan Kuntilanak ditusuk paku berubah jadi cantik—seksi putih langsat. Lalu dinikahin Petruk, adalah bagian cerita yang mengenang bagi Boy Candra hingga sekarang.

Dari cerita masa kecilnya tentang komik itu, Boy Candra masih ingat betul bahwa dirinya sewaktu dulu sempat terobsesi ingin menikam kuntilanak.

“Tapi belakangan, setelah saya jadi penulis, saya sadar satu hal, ternyata cerita bisa sekuat itu kepada manusia. Bisa dikenang sangat panjang,” kata Boy Candra.

Merekam Padang dengan Novel

Boy Candra mengakui jika cerita memiliki kekuatannya sendiri. Komik Petruk karya Tatang S. itu salah satu contohnya.

Cerita yang melekat juga ada pada dongeng Malin Kundang. Itu cerita rakyat orang-orang Sumatra. Yang menceritakan seorang anak durhaka—tidak mengakui ibunya sebagai orang tua ketika sukses, adalah tindakan amoral. Yang mengharuskan tokoh Malin Kundang dikutuk jadi batu. Dongeng itu kemudian diabadikan oleh seniman di ISI Padang, dibuatkan replikanya, agar Malin Kundang dijadikan sebagai contoh yang buruk.

“Nah, itu juga bagian dari kekuatan cerita. Bagaimana satu cerita, itu bisa lengket sama orang,” lanjut Boy Candra.

Selain cerita sebagai sesuatu yang hidup dan bisa disentuh banyak orang melalui tulisan atau dongeng secara lisan ke patung, Boy Candra juga percaya bahwa hal demikian sebagai cara untuk merekam sesuatu.

Boy Candra saat menjadi pembicara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Ikon Inspirasi | Foto: Dok. SLF 2025

Dulu, sastrawan agung seperti Buya Hamka, AA. Navis, Marah Rusli, merekam eranya dengan cara menulis. Fenomena-fenomena sosial di masa hidupnya bisa terlacak melalui karyanya itu. Yang kemudian menjadi satu arsip penting bagi ingatan kolektif.

Melihat para sastrawan besar itu merekam fenomena sosial di masanya dan menggunakan Sumatra sebagai latar tempat, Boy Candra juga melakukan hal sama, tetapi yang lebih kekinian.

Pada novel terbarunya yang berjudul Ikhlas Penuh Luka (2023), Boy Candra merekam peristiwa yang terjadi di Padang dengan latar tahun 2023.

“Saya nulis novel baru, Ikhlas Penuh Luka, itu Padang 2023. Jadi, emang fenomena—yang terjadi di Padang, saya rekam jadi satu cerita utuh dalam novel,” kata Boy Candra.

Di antara seribu peserta di depannya, Boy berharap mereka juga bisa melakukan rekaman yang sama terhadap wilayahnya masing-masing. Karena itu penting sebagai generasi pewaris tanah lahir, harus punya narasi yang kuat.

“Kita harus kasih tahu ke generasi setelah kita. Kalau ada satu era, Singaraja itu seperti ini. Padang itu seperti ini. Itu juga bermula, ketika saya menelusuri senior-senior di atas saya, itu banyak yang putus. Jadi, banyak seniman itu tidak menuliskan gagasannya. Akhirnya hilang,” lanjut Boy Candra.

Boy Candra juga hendak membuktikan bahwa, untuk jadi seniman hari ini, atau jadi penulis hari ini, tidak harus ke Jakarta.

Sekarang sudah ada internet. Bisa melalui media sosial sebagai jembatan orang di daerah, memberi tahu tentang keberadaan. “Kalau saya itu ada. Dan kami punya suara kami sendiri,” lanjut Boy Candra untuk memberi jeda agar para peserta bisa bertanya.

Writers Block Itu Tidak Ada

Di sela jeda itu, moderator menyilakan para peserta bertanya apa saja, yang membuat mereka penasaran tentang salah satu narasumber.

Tentu, Padma, salah satu peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, bertanya tentang bagaimana cara untuk mengatasi writers block saat menulis? Karena dia tahu, Boy Candra adalah penulis yang produktif.

Salah seorang peserta bertanya kepada Boy Candra di acara Manajemen Talenta Nasional (MTN) Ikon Inspirasi | Foto: Dok. SLF 2025

Lantas, Boy Candra menjawab bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya writers block, atau hambatan saat menulis itu. Yang ada hanya malas menulis.

“Karena beberapa kemungkinan saat kita mengalami kondisi seperti writers block, itu biasanya saat tubuh kita capek. Atau sudah habis energi. Solusinya, ya, istirahat. Karena ketika kondisi tubuh sedang capek, otak jadi tidak maksimal dalam bekerja,” kata Boy Candra.

Sampai di situ, ia juga menjelaskan bahwa bagi seorang penulis, kegiatannya ya menulis di samping membaca. Sehingga tidak ada istilah writes block, karena sudah memantapkan diri bekerja di dunia teks.

Sebab itulah hari-hari Boy Candra adalah membaca. Menulis. Bahkan, kemanapun dia pergi, di tasnya, selalu ada buku untuk dibaca dan membawa laptop untuk bekerja. Jadi, setiap hari adalah menulis. Setiap hari adalah bekerja.

“Kalau ada yang namanya writers block atau hambatan tidak menulis sampai satu bulan, misalnya. Itu bukan writers block, itu adalah kemalasan namanya. Hehe,” ujarnya.

Boy Candra kemudian memberikan wejangan kepada para peserta, bahwa menulis harus punya jam kerja dan tenggat waktu, atau deadline. Karena menulis adalah kerja. Harus profesional. Tidak boleh malas. Hehe.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Cerpen, Seberapapun Fiksinya Tetap Harus Logis | Dari MTN Asah Bakat Penulisan Cerpen Bersama Juli Sastrawan
Dari Halaman Buku ke Denyut Kota: Percakapan Patjarmerah, SLF, dan UWRF di Singaraja Literary Festival 2025
Tanpa Rencana, Marah-Marah Melulu, dan Seni Menerima Diri di Singaraja Literary Festival 2025
Ketika Pohon-Pohon Tumbang Berbicara: Puisi Aan Mansyur dan Suara Penyembuhan di Singaraja Literary Festival 2025
Tags: Boy CandraManajemen Talenta NasionalSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berkunjung ke Rumah H.O.S Tjokroaminoto

Next Post

JS Khairen, Membaca Adalah Bahan Bakar Menulis

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
JS Khairen, Membaca Adalah Bahan Bakar Menulis

JS Khairen, Membaca Adalah Bahan Bakar Menulis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co