17 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Strategi Apik Warga Baduy Dalam: Pergeseran Interaksi dari Menghindari Menjadi Menjemput Tamu [1]

Asep Kurnia by Asep Kurnia
August 12, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

MENURUT pengakuan mereka, sejak lahir suku Baduy sudah terbagi menjadi dua kelompok, yaitu yang dinamakan Baduy Luar dan yang menamakan Urang Tangtu, Urang Jero atau suku Baduy Dalam. Menurut risalahnya, kedua kelompok ini memiliki perbedaan yang mencolok dalam menatalaksanakan hukum adat, namun juga memiliki persamaan dalam melaksanakan Pikukuh Karuhun atau sering disebut Amanat Leluhur kesukuan mereka.

Baduy Luar menolak pandangan bahwa mereka merupakan warga pecahan dari Baduy Dalam yang dikeluarkan karena kena hukuman akibat melanggar hukum adat.Setelah saya konfirmasi dari ciri-ciri khusus melalui observasi, wawancara dan riset, memang benar bahwa kelompok Baduy Luar bukan berasal dari warga Baduy Dalam yang keluar atau dikeluarkan karena melanggar larangan, pantangan dan pamali hukum adat—walau tidak menampik bahwa banyak warga Baduy Luar  berasal dari warga Baduy Dalam yang sengaja keluar atau dikeluarkan dan menetap atau berpindah jadi warga Baduy Luar.

Bukti autentik yang tak terbantahkan bahwa kelompok Baduy Luar dan Baduy Dalam itu sudah ada sejak kesukuan mereka lahir adalah diabadikannya kedua kelompok itu dalam nama Lembaga Adat “Tangtu Tilu Jaro Tujuh”, di mana yang dimaksud Tangtu Tilu itu adalah tokoh kelompok Baduy Dalam dan Jaro Tujuh itu adalah tokoh adat dari Baduy Luar.

Catatan penting: bahwa perpindahan warga Baduy Dalam menjadi warga Baduy Luar itu diakibatkan oleh berbagai alasan dan faktor, bukan hanya semata-mata  dihukum/dikeluarkan  karena melanggar aturan hukum adat Baduy Dalam. (Baca artikel: Hijrahnya Warga Baduy Dalam Ke Baduy Luar.)

Dari berbagai litelatur suku Baduy yang sudah terbit dan diakui secara akademik dan menjadi rujukan ilmiah, terungkap bahwa Baduy Luar memiliki perbedaan yang tajam dengan Baduy Dalam, baik dikaji dari letak geografis, hukum adat yang dipakai maupun sosial ekonomi demografinya. Pada buku cetakan lama atau penulis sebut saja cetakan ORLA (orde lama) tidak banyak dibedah secara mendetail perbedaan maupun persamaan kedua kelompok tersebut.

Di buku cetakan lama para penulis lebih memaparkan perbedaan dan persamaan secara sekilas dan umum, mungkin karena observasi dan penggalian informasi ke-Baduy-an pada saat lampau tidak begitu mudah didapat. Keterbukaan informasi seperti saat itu masih belum menjadi rujukan yang sah dan mengikat, berbeda dengan sekarang. Itu saya sebut alasan-alasan mendasar mengapa buku tentang suku Baduy cetakan lama jarang dan tidak mendetail.

Alasan lain adalah bahwa Baduy pada saat lampau sering disebut atau dilabeli salah satu suku yang tertutup dan kaku, terpencil, mengasingkan diri dan kuat memegang aturan hukum adat atau Pikukuh Karuhun, sehingga sulit untuk dilacak secara akurat oleh para penulis maupun researcher.

Kerentanan Sosial Ekonomi Baduy Luar dengan Baduy Dalam

Oleh karena, pada saat lampau, mereka dilabeli suku yang tertutup dan menghindar dari pergaulan dengan masyarakat modern, beberapa aspek kehidupan mereka tidak terungkap secara lugas dan detail. Salah satu yang tertutup dan ditutup rapat-rapat adalah situasi dan kondisi taraf sosial ekenomi mereka yang sebenarnya, yang selalu dibungkus oleh semacam teori atau informasi sesat bahwa masyarakat Baduy Dalam itu sejahtera dan berswasembada pangan, memiliki cadangan padi yang melimpah sampai dikatakan memiliki cadangan untuk 45 tahun ke depan.

Kemudian, mereka juga dikatagorikan dan atau di-framing sebagai suku yang selalu menolak program dan bantuan-bantuan pemerintah, dengan alasan klasik bahwa mereka secara mandiri bisa memenuhi dan mencukupi segala kebutuhan hidupnya dari penghasilan alam mereka, serta tuduhan-tuduhan yang kurang tepat lainnya.

Stigma tersebut begitu lama diyakini dan dipercaya oleh masyarakat luar Baduy, sehingga sampai sekarang masyarakat Baduy Dalam masih dianggap masyarakat yang sejahtera, mandiri berswasembada pangan setara dengan saudara warga negara lainnya. Padahal, jika dilihat secara faktual saat ini, stigma tersebut sangat mudah terbantahkan, karena situasi dan kondisi sosial ekonomi mereka sesungguhnya berbanding terbalik dengan label atau stigma yang diberikan di atas.

Sampai saat ini, mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan penghasilan keuangan karena mereka masih dilarang berbisnis (berniaga/dagang) di wilayah perkampungannya, di area tanah ulayat mereka tidak ada area sawah, penanaman pohon bernilai ekonomis masih dilarang, beternak hewan kaki empat juga dilarang, hasil bumi hanya mengandalkan tanaman yang hidup atau tumbuh secara alami.

Mereka diwajibkan Ngahuma atau berladang setahun sekali dan hasil padinya khusus digunakan atau dipakai untuk ritual dan acara kegiatan adat, untuk makan sehari hari mereka harus beli beras dari luar Baduy. Sementara lahan untuk berladang semakin sempit dan kurang subur, akibatnya banyak sekali gagal panen. Kondisi riil ini tidak banyak terpantau dan dipantau atau lepas dari pandangan publik, pemerintah dan para pencermat dan pengamat suku Baduy.

Kondisi sosial ekonomi atau taraf kesejahteraan suku Baduy yang terbaca oleh publik lebih terwakili oleh kondisi masyarakat Baduy Luar yang memang sejak lama sudah meningkat taraf hidupnya berkat banyaknya dan atau seringnya berinteraksi dengan masyarakat luar Baduy serta para wisatawan yang berkunjung ke tanah Baduy ditambah bahwa warga Baduy Luar sudah dilonggarkan untuk melakukan bisnis, berniaga, atau berdagang.

Dengan intensitas kunjungan para wisatawan yang tinggi dan warga Baduy Luar sudah dizinkan atau diperbolehkan berdagang terutama di kampung kampung  jalur wisata, maka transaksi bisnis menjadi meningkat, sirkulasi serta perputaran keuangan pun meningkat dan alhasil penghasilan/pendapatan warga Baduy Luar pun akhirnya meningkat, ujungnya tingkat kesejahteraan pun meningkat secara signifikan. Namun, warga Baduy Luar lainnya yang tidak terlewati jalur wisata taraf kesejahteraannya masih tertinggal jauh seperti warga Baduy Dalam.

Itulah potret yang terpantau dan terekam oleh publik, padahal jika diselusuri secara akurat tingkat kesejahteraan warga Baduy Dalam sangat jauh dari kriteria warga Baduy Luar yang terdampak jalur wisata. Kalimat pendeknya ada kesenjangan tingkat sosial ekonomi yang cukup jauh antara warga Baduy Luar dengan warga Baduy Dalam (Asep Kurnia, 2025).

Masih Terjadi Penggalan, Pembelokan, dan Penyesatan Informasi

Pada tulisan-tulisan lain, telah saya paparkan berbagai situasi dan kondisi kekinian suku Baduy dengan tema-tema yang tentunya amat sangat berbeda dengan situasi dan kondisi masa lampau mereka yang tidak sempat terdokumentasikan secara utuh oleh para penulis pendahulu.

Tentang problematika, dilema, proses dinamisasi pada aspek tertentu, kekhawatiran tentang masa depan kesukuan Baduy, serta berbagai fenomena yang terjadi di suku Baduy adalah tulisan yang sengaja saya paparkan agar informasi dan berita kekinian suku Baduy bisa dibaca secara berkesinambungan—yang berfungsi sebagai pelurus informasi, penambah wawasan, dan pengetahuan baru (new knowledge) tentang seputar dan sekitar suku Baduy.

Kondisi dan situasi sosial ekonomi suku Baduy baik di Baduy Luar maupun di Baduy Dalam adalah bagian yang tak terpisahkan yang wajib saya paparkan dengan jelas, jernih, dan akurat untuk menyempurnakan informasi tentang Baduy agar lebih sahih dan measureable. Bicara dan membicarakan suku Baduy tidak akan utuh kalau tidak menjelaskan secara gamblang tentang siapa, bagaimana kelompok Baduy Luar dan Baduy Dalam.

Di luar baduy tidak banyak yang paham tentang siapa Baduy yang sebenanya. Walaupun banyak konten yang membahas tentang suku Baduy, tapi penafsiran tentang Baduy tetap menyisakan penggalan-penggalan dan bias atau terjadi penyesatan informasi karena kebanyakan konten tidak berdasarkan lacakan ilmiah dengan  narasumber yang primer, jenis dan kualitas informasinya lebih berdasarkan pada kejadian visualisasi sesaat, opini, atau atas dasar interest dan interpretasi pribadi.

Pemberitaan sekaligus interpretasi tentang situasi dan kondisi sosial ekonomi atau tingkat kesejahteraan masyarakat Baduy Dalam di 3 kampung, Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik, masih banyak yang “ngawur bin patojaiyah” (tidak sinkron) karena mereka tidak memahami secara riil.

Publik masih memandang bahwa tingkat kesejahteraan warga Baduy Dalam masih memadai atau sejajar dengan warga Baduy Luar maupun luar Baduy dan dianggap tidak bermasalah. Padahal, tingkat sosial ekonomi warga Baduy Dalam itu sangat tertinggal jauh dari saudara-saudaranya dan itu merupakan problematika yang sudah lama mereka rasakan namun tidak terungkap, sulit untuk dipecahkan bahkan kesenjangan itu sudah menjadi dilema kecemburuan sosial.

Bagaimana kecemburuan sosial itu terjadi dan apa solusi menanganinya, ikuti episode lanjutannya.[T]

Ditulis di Padepokan Sisi Leuit perbatasan Baduy, Agustus 2025

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Jaswanto

Baduy Perlu Menciptakan Budaya Baru Demi Keberlangsungan Masa Depan Kesukuannya
Efek Peran Ganda Pemimpin Adat di Baduy
Modifikasi dan Pembangunan Modern di Tanah Ulayat Baduy
Tags: Suku BaduySuku Baduy DalamSuku Baduy Luar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi Bagus Didapat dari Tema yang Dekat: Resep Menulis Puisi ala Oka Rusmini

Next Post

Israel Valera dan Kecak Drum: Sebuah Kolaborasi yang Apik

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

Read moreDetails

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
0
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

Read moreDetails

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Read moreDetails

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

Read moreDetails

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

Read moreDetails

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

Read moreDetails

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

by Angga Wijaya
July 15, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

Read moreDetails

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
0
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

Read moreDetails

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails
Next Post
Israel Valera dan Kecak Drum: Sebuah Kolaborasi yang Apik

Israel Valera dan Kecak Drum: Sebuah Kolaborasi yang Apik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif
Panggung

Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif

KEMAJUAN seni teater di Bali kembali menemukan panggungnya melalui Pawimba (Lomba) Teater Modern Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru
Khas

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi
Khas

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme
Khas

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia
Esai

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan
Ulas Buku

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

by I Made Sujaya
July 16, 2026
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010
Gaya

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

by tatkala
July 16, 2026
Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa
Panggung

Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

MENYAKSIKAN Lomba Musikalisasi Puisi dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 bukan sekadar menikmati pertunjukan musik. Di atas...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik
Panggung

Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik

INI bukan sekadar konser musik. "Sang Surya Sampun Metangi" hadir layaknya sebuah perjalanan yang dituturkan melalui lagu. Setiap tembang mengalir...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co