6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Alih Dewa di Deweke: Kearifan Lokal Bali dalam Perspektif Global

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
July 31, 2025
in Esai
Alih Dewa di Deweke: Kearifan Lokal Bali dalam Perspektif Global

Foto ilustrasi: tatkala.co

Pendahuluan: Meretas Jalan Menuju Tuhan yang Dekat

Dalam berbagai tradisi spiritual Nusantara, khususnya Bali, dikenal prinsip “alih dewa di deweke” — sebuah gagasan mendalam bahwa pencarian akan yang ilahi bukanlah perjalanan menjauhi dunia atau menuju entitas di luar, melainkan penyelaman batin ke dalam diri sendiri. Tuhan tidak berada di langit yang jauh, tetapi dalam kedalaman eksistensi.

Gagasan ini paralel dengan pemikiran Baruch Spinoza yang menyamakan Tuhan dengan alam semesta itu sendiri (Deus sive Natura). Di tengah maraknya formalisme agama yang bersifat seremonial dan eksternal, artikel ini mengajak pembaca menggali kembali spiritualitas yang otentik, nalar yang jernih, dan kesadaran yang menyatu, melalui dialog dengan filsafat Barat — Spinoza, Kierkegaard, Sartre, William James, Nietzsche, Schopenhauer — dan psikologi transpersonal.

Spinoza: Tuhan adalah Alam, Alam adalah Tuhan

Baruch Spinoza (1632–1677) menghapus batas antara yang ilahi dan duniawi. Dalam pandangannya, Tuhan bukan pengatur dari luar, melainkan substansi yang satu dengan segala realitas. Ia menolak konsep teisme tradisional dan mengajukan monisme: Tuhan adalah seluruh keberadaan.

Pokok gagasan Spinoza:

  • Tuhan adalah natura naturans — proses kreatif dalam alam itu sendiri.
  • Etika harus didasarkan pada rasionalitas dan kebebasan batin.
  • Kebahagiaan sejati lahir dari pemahaman akan keterhubungan dengan seluruh eksistensi.

Pandangannya membuka ruang bagi spiritualitas yang imanen dan non-dogmatis, sangat relevan dengan alih dewa di deweke — Tuhan hadir bukan dalam simbol, tetapi dalam realitas hidup sehari-hari.

Eksistensialisme: Kebebasan, Kegelisahan, dan Iman yang Personal

Eksistensialisme mengembalikan makna religiusitas ke pangkuan manusia. Søren Kierkegaard (1813–1855) mengkritik agama massa yang kehilangan keberanian eksistensial. Baginya, iman adalah leap of faith, bukan ritual massal tanpa refleksi.

Di sisi lain, Jean-Paul Sartre (1905–1980), seorang filsuf dan sastrawan, menekankan bahwa manusia bebas sepenuhnya, dan karena itu bertanggung jawab penuh atas makna hidupnya. Tuhan bukan premis, tetapi konsekuensi dari pilihan sadar dan otentik.

Relevansi di Indonesia dan Bali:

Banyak umat kehilangan kedalaman spiritual karena agama menjadi rutinitas simbolik. Eksistensialisme mengajak kita bertanya kembali: “Apa arti Tuhan bagiku secara pribadi?” — bukan sekadar mengulang dogma sosial.

Psikologi Transpersonal: Kesadaran dan Dimensi Ilahi dalam Jiwa

Aliran transpersonal dalam psikologi modern, dipelopori oleh Abraham Maslow, Stanislav Grof, dan Ken Wilber, menjembatani ilmu jiwa dan spiritualitas. Maslow menambahkan self-transcendence di atas self-actualization — menunjukkan bahwa puncak eksistensi adalah pengalaman menyatu dengan Yang Mahatinggi.

Kontribusi tokoh utama:

  • Maslow: Puncak pengalaman spiritual adalah kebutuhan manusiawi yang otentik.
  • Grof: Melalui holotropic breathwork dan eksplorasi kesadaran non-ordinari, Grof menunjukkan bahwa dimensi spiritual inheren dalam diri manusia.
  • Wilber: Memetakan spectrum of consciousness, menyatukan tradisi mistik Timur dan psikoanalisis Barat.

Semua tokoh ini menguatkan kembali bahwa spiritualitas tidak harus di luar, melainkan tumbuh dari kesadaran dalam.

William James: Spiritualitas sebagai Fakta Psikologis dan Praktis

William James (1842–1910), dalam karya klasiknya The Varieties of Religious Experience, membahas agama dari sudut pandang empiris dan introspektif. Ia menekankan bahwa pengalaman religius bersifat pribadi dan tidak bisa direduksi menjadi institusi.

Poin penting dari James:

  • Spiritualitas adalah direct experience, bukan produk otoritas agama.
  • Iman bisa rasional bila memberi manfaat praktis dan batiniah (pragmatism).
  • Agama yang otentik memunculkan transformasi karakter, bukan sekadar kepatuhan simbolik.

Dengan demikian, alih dewa di deweke bukan hanya tradisi lokal, tetapi beresonansi dengan pragmatic mysticism ala James.

Nietzsche dan Schopenhauer: Tuhan, Nilai, dan Penderitaan

Walau dikenal sebagai kritikus agama, baik Friedrich Nietzsche maupun Arthur Schopenhauer justru menyingkap sisi gelap dari kehilangan makna spiritual.

  • Nietzsche (1844–1900) menyatakan “Tuhan telah mati” — bukan sebagai klaim ateistik semata, tetapi sebagai peringatan bahwa modernitas telah kehilangan pusat nilai. Ia menawarkan “kehendak untuk berkuasa” sebagai dorongan kreatif menggantikan agama formal. Namun, dalam Thus Spoke Zarathustra, Nietzsche juga mengusulkan spiritualitas baru yang lahir dari kesadaran atas penderitaan dan keberanian untuk mencipta makna.
  • Schopenhauer (1788–1860) melihat dunia sebagai manifestasi dari kehendak buta, dan penderitaan sebagai dasar eksistensi. Solusinya bukan dogma, tapi compassion dan kontemplasi — nilai-nilai yang mirip dengan Buddhisme dan spiritualitas Timur.

Keduanya menunjukkan bahwa religiositas sejati harus melewati kesadaran akan penderitaan dan kehampaan simbolik — sehingga membuka pintu ke spiritualitas yang otentik.

Alih Dewa di Deweke: Sintesis Lokal-Universal

Prinsip “alih dewa di deweke” menegaskan bahwa Tuhan tidak eksklusif, tidak terbatas dalam dogma atau kitab suci manapun. Ia hadir dalam denyut alam, dalam keheningan batin, dalam tindakan kasih, dan dalam pelayanan kepada sesama.

Nilai ini selaras dengan prinsip Guruji Anand Krishna: “Serve the Almighty by Serving Society and Humanity.”

Alih dewa di deweke adalah refleksi lokal dari kesadaran spiritual universal. Ia menantang kita untuk melampaui seremonial kosong, dan menggali makna terdalam dari keyakinan (trust) sebagai pengalaman, bukan semata tradisi turun menurun tanpa nalar kritis.

Kesimpulan dan Refleksi: Menemukan Tuhan di Dalam, Menyapa Sesama di Luar

Seperti Spinoza yang menemukan Tuhan dalam tatanan alam, Kierkegaard dalam kesunyian iman, Maslow dalam pengalaman puncak, James dalam praktik kehidupan, Nietzsche dalam keberanian kreatif, dan Schopenhauer dalam welas asih — kita pun bisa menemukan Tuhan dalam diri (deweke), dalam kesadaran yang jernih dan hati yang penuh cinta.

Tuhan tidak jauh, dan tidak eksklusif. Ia hadir dalam tetes hujan, alisan sungai, hembusan angin, hamparan sawah, hijau pegunungan, jerit tangis penderitaan rakyat kecil yang dijerat kemiskinan struktural, dan panggilan nurani. Dari kesadaran inilah tumbuh tanggung jawab sosial. Melayani sesama adalah jalan spiritual tertinggi, sebab dalam wajah manusia lain — kita menyapa Yang Ilahi.

Alih dewa di deweke adalah revolusi sunyi: spiritualitas tanpa hiruk-pikuk, tetapi penuh daya ubah dan kasih sejati. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sreya atau Preya: Saatnya Memilih Jalan yang Memuliakan Ibu Bumi
Melampaui Logika: Memaknai Kembali Mistisisme dalam Cahaya Filsafat Timur, Kritik atas Bertrand Russell
Pertemuan Batin Rabindranath Tagore dan Ki Hajar Dewantara: Refleksi atas Dialog Budaya India-Indonesia
Membaca Pesan Kehidupan: Refleksi  atas Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin
“Perintis? Ah, Kita Semua Pewaris..! ” — Menelusuri Jejak Identitas Budaya di Balik Nama Keluarga, Darah, dan Warisan Psikologis
Tags: filsafatKetuhanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buda Kecapi Sastrasanga: Membaca Hari, Harmoni Bumi

Next Post

Kisah Dee Lestari Mengejar Lumba-lumba di Pantai Lovina — Catatan Proses Kreatif dari Singaraja Literary Festival 2025

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Kisah Dee Lestari Mengejar Lumba-lumba di Pantai Lovina — Catatan Proses Kreatif dari Singaraja Literary Festival 2025

Kisah Dee Lestari Mengejar Lumba-lumba di Pantai Lovina -- Catatan Proses Kreatif dari Singaraja Literary Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co