PADA komunitas-komunitas desa di Bali, adalah jamak seorang pria dipanggil dengan menyisipkan nama anaknya, misalnya Pan Karma. Karma bukan namanya, anaknyalah yang bernama Karma. Tak seorang pun menyebut namanya sendiri. Dan itu bukan karena orang lupa — tapi karena nama anaknyalah kini yang jadi penanda keberadaannya setelah ia tua. Di sisi lain desa, seorang perempuan … Continue reading “Perintis? Ah, Kita Semua Pewaris..! ” — Menelusuri Jejak Identitas Budaya di Balik Nama Keluarga, Darah, dan Warisan Psikologis
Copy and paste this URL into your WordPress site to embed
Copy and paste this code into your site to embed