14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Perintis? Ah, Kita Semua Pewaris..! ” — Menelusuri Jejak Identitas Budaya di Balik Nama Keluarga, Darah, dan Warisan Psikologis

I Made Indah Gunawan Saputra by I Made Indah Gunawan Saputra
July 21, 2025
in Esai
“Perintis? Ah, Kita Semua Pewaris..! ” — Menelusuri Jejak Identitas Budaya di Balik Nama Keluarga, Darah, dan Warisan Psikologis

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari Canva

PADA komunitas-komunitas desa di Bali, adalah jamak seorang pria dipanggil dengan menyisipkan nama anaknya, misalnya Pan Karma. Karma bukan namanya, anaknyalah yang bernama Karma.

Tak seorang pun menyebut namanya sendiri. Dan itu bukan karena orang lupa — tapi karena nama anaknyalah kini yang jadi penanda keberadaannya setelah ia tua.

Di sisi lain desa, seorang perempuan tua dikenal sebagai Men Luh, ibunya I Luh.

Orang-orang menyapanya dengan lembut, penuh hormat. Tapi tetap saja, ia lebih dikenal karena anaknya, bukan dirinya.

Dan rupanya, hal serupa tak hanya terjadi di Bali. Di banyak sudut budaya Indonesia, identitas pribadi larut dalam relasi darah dan silsilah.

Di Jawa, “Anaknya Bu Narti.”

Di Minang, “Keponakan Pak Datuk.”

Di Toraja, “Dari keluarga Rante Tondok.”

Nama pribadi menyusut, sementara nama keluarga membesar.

Ketika Nama Jadi Peta Sosial

Dalam budaya komunal dan agraris seperti yang tumbuh di desa-desa Nusantara, individu bukanlah pusat.

Yang utama adalah keluarga, komunitas, dan sejarah sosial. Maka, menyebut seseorang bukan sebagai “aku” tapi sebagai “anak siapa” atau “Keluarga siapa” Itu adalah cara masyarakat menjaga peta sosial tetap diingat dan dijaga.

Di desa-desa di Bali jamak orang tua bertanya pada yang lebih muda ; “Nyen ngelah nak cenik?”, “Kamu anaknya siapa?”

Maka dijawab :

“Panak ne Pak Made guru SD.”, “Anaknya Pak Made yang guru SD”. Atau“Cucune Jro Mangku Dalem uli Banjar Tengah.”, “Cucu Jro Mangku Dalem dari Banjar Tengah.

Di balik pernyataan itu, terselip sistem nilai, yaitu, siapa kamu, dari mana kamu berasal, dan harapan apa yang melekat padamu. Nama bukan hanya soal nama belaka, tapi soal posisi — dalam peta sosial, dalam struktur keluarga, dan dalam sejarah keluarga dan komunitas.

Warisan Tak Selalu Berupa Harta

Dalam pengamatan yang lebih dalam, nama bukan satu-satunya yang diwariskan. Sifat pun diwariskan, harapan diturunkan, luka disisipkan diam-diam ke generasi berikutnya.

Seorang anak bisa dicap “pemalu seperti ayahnya”. Atau “keras kepala seperti neneknya dulu.” Bahkan jejak itu masih bisa ditelusuri sampai kumpi dan buyut.

Dan tanpa sadar, seorang anak tumbuh dengan ‘naskah’ yang telah ditulis untuknya jauh sebelum ia bisa berkata ‘aku’.

Ia jadi pewaris — bukan hanya rumah dan ladang, tapi juga trauma yang belum selesai, ambisi yang tak tuntas, dan reputasi yang belum pulih.

Psikologi di Balik Nama

Dalam teori psikologi keluarga dari Bowen, ini disebut sebagai family projection process.

Sistem ini menjelaskan bagaimana orang tua — seringkali tanpa sadar — mentransfer harapan, ketakutan, dan masalah emosionalnya kepada anak.

Contohnya, seorang anak yang dipaksa menjadi dokter, karena kakeknya gagal jadi mahasiswa kedokteran. Atau, seorang kakak yang selalu dianggap “kurang berbakat”, karena adiknya lebih mirip ayahnya yang dulu juara kelas.

Identitas anak dibentuk bukan dari dalam dirinya, tapi dari bayangan tentang siapa dan bagaimana seharusnya dia menjadi.

Maka, dalam masyarakat yang penuh simbol dan tradisi, perjalanan menjadi diri sendiri sering dimulai dengan harus melepaskan cerita lama.

Antara Akar dan Sayap

Tentu, sistem seperti ini mempunya sisi indah dan positif, yakni menciptakan rasa aman, akar, dan kesinambungan.

Seorang anak menjadi tahu dan paham dari mana ia berasal. Ia merasa terhubung dengan leluhurnya, dengan kampung halamannya, dengan sejarahnya.

Namu, akar yang terlalu kuat juga bisa menjadi semacam rantai. Identitas komunal yang terlalu tebal bisa membelenggu.

“Aku ingin menjadi diriku sendiri”, Itulah pernyataan yang sering muncul — dan semakin relevan di tengah masyarakat modern yang mulai menggugat narasi lama.

Menulis Ulang Warisan

Mungkin, seperti kata para psikolog humanistik, setiap manusia pada akhirnya perlu menulis ulang ceritanya sendiri. Bukan untuk memutus warisan, tapi untuk memurnikannya. Juga, bukan untuk melupakan masa lalu, tapi untuk memahaminya dengan lebih baik.

Bahwa tidak semua cerita yang diwariskan harus dilanjutkan dengan apa adanya.

Kita bisa menghormati nama keluarga — tapi juga bisa memilih arah sendiri. Kita bisa mengenang ayah atau ibu — tanpa harus hidup sebagai ‘salinan’ dari mereka.

Dan pada titik itu, kita belajar bahwa identitas bukan hanya apa yang diwariskan, tapi juga apa yang kita bangun sendiri.

Dalam Nama, Tersimpan Dunia

Di balik nama-nama yang kita warisi — Pan Wayan, Men Luh, anaknya Pak Umar, cucunya Bu Narti — tersembunyi dunia rumit, dunia sosial, sistem nilai, dan beban psikologis yang jarang disadari.

Sebagai bangsa yang hidup dalam budaya relasi dan silsilah, ketika ada seorang anak yang berbeda — menempuh jalan tak biasa, memilih keyakinan sendiri, atau sekadar “tidak mirip siapa-siapa” — jangan buru-buru berkata:  “Nyen kaden numadi? Nak sing ada nu kekene di keluarge rage.”, “Siapa sih yang menitis (lahir kembali, reinkarnasi), sebab tak ada yang seperti ini di keluarga kita”. 

Kalimat seperti itu bukan sekadar sindiran. Itu beban tak kasat mata yang bisa membekas seumur hidup. Zaman berubah. Dunia makin kompleks. Hari ini, kita mungkin bukan perintis dalam arti tradisional. Tapi kita adalah generasi yang dituntut berdamai dengan warisan, sambil berani menulis ulang babak kehidupan berikutnya. [T]

Penulis: I Made Indah Gunawan Saputra
Editor: Adnyana Ole

PEDOMAN ORANG BALI DALAM BERTEMAN
Libur Orang Bali, Sebuah Renungan
Catatan Ringkas dari Seminar Lontar Asta Kosala Kosali Koleksi Museum Bali
Meramal  Wujud Arsitektur di Bali pada Masa yang Akan Datang
Menyaksikan Wujud Neoliberalisme Ekonomi melalui Perkembangan Arsitektur di Bali: Sebuah Autokritik
Arsitektur Regeneratif dan Pembangunan Kapitalistik : Menuliskan Bali dan Arsitektur Desa Potato Seminyak
Tags: KeluargaNamanama bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Topeng dan Manusia yang Bersembunyi di Baliknya — Dari Sajian Teater Selem Putih di Festival Seni Bali Jani 2025

Next Post

Membaca Pesan Kehidupan: Refleksi  atas Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin

I Made Indah Gunawan Saputra

I Made Indah Gunawan Saputra

Penulis adalah seorang wirausahawan asal Jembrana, Bali, tinggal di Kuta Selatan, Badung, Bali. Alumnus Program Studi Sosiologi, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Pesan Kehidupan: Refleksi  atas Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin

Membaca Pesan Kehidupan: Refleksi  atas Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co