4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Pesan Kehidupan: Refleksi  atas Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
July 22, 2025
in Esai
Membaca Pesan Kehidupan: Refleksi  atas Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin

Spanduk penolakan pembongkaran bangunan di Pantai Bingin | Foto diambil dari Balitopik.com

Pendahuluan: Hidup Tidak Pernah Tanpa Makna

Dalam tradisi spiritual yang mendalam — entah itu dalam ajaran Vedānta, Buddhisme, atau kebijaksanaan lokal Bali — kehidupan dipandang sebagai rangkaian pengalaman yang sarat pesan. Setiap kejadian, baik yang menyenangkan maupun mengguncang, menyimpan hikmah tersembunyi. Peristiwa pembongkaran 48 bangunan di Pantai Bingin, Pecatu, Bali, bukan sekadar tindakan hukum semata, tetapi bisa dilihat sebagai momentum reflektif yang sangat penting bagi kita semua. Apa yang sebenarnya sedang dikatakan oleh semesta lewat kejadian ini?

Refleksi Pertama: Kepupungan sebagai Cermin Kolektif

Masyarakat Bali mengenal istilah kepupungan — sebuah kesadaran yang datang terlambat. Bangunan-bangunan yang sudah lama berdiri dan beroperasi itu tiba-tiba menjadi sorotan. Di mana pengawasan sejak awal? Mengapa baru sekarang disadari bahwa zona tersebut dilanggar?

Fenomena ini mencerminkan betapa kadang kita, sebagai masyarakat dan pemerintah, tertidur dalam zona nyaman. Kita hanya bereaksi ketika situasi sudah darurat, bukan mencegah sejak dini. Dalam perspektif spiritual, ini bisa dianalogikan sebagai kesadaran yang masih tertutup oleh kabut ego, oleh kepentingan sesaat, atau bahkan oleh keserakahan yang tersembunyi di balik nama “pembangunan”.

Refleksi Kedua: Jangan Tebang Pilih, Jangan Buta Nurani

Pengalaman ini juga mengajak kita bertanya: Apakah hukum ditegakkan secara adil dan merata? Mengapa bangunan besar bisa berdiri begitu lama tanpa disentuh, sementara rumah rakyat kecil yang dibangun di gang sempit bisa langsung disidak Satpol PP?

Inilah saatnya kita menggugah nurani. Penegakan hukum harus berdasarkan kebenaran dan keadilan, bukan pada kekuatan modal atau koneksi. Spiritualitas mengajarkan bahwa keadilan adalah wujud nyata dari Dharma — hukum kosmis yang menjaga keseimbangan. Ketika kita melenceng dari Dharma, bencana sosial dan ekologis akan datang tanpa ampun.

Refleksi Ketiga: Pembongkaran sebagai Momen Pembersihan Jiwa

Pembongkaran ini bisa dibaca sebagai simbol pembersihan (cleansing), bukan hanya terhadap ruang fisik pantai, tetapi juga terhadap ruang kesadaran kita. Kita sedang diingatkan untuk menyucikan niat pembangunan, untuk mengingat bahwa tanah Bali bukan sekadar ruang investasi, tetapi tanah sakral yang memiliki jiwa.“Jika pembangunan tidak selaras dengan kesucian dan keutuhan Ibu Pertiwi, maka itu bukan kemajuan, tapi pengkhianatan terhadap hidup itu sendiri.”

Momentum ini harus menjadi awal dari gerakan yang lebih luas: membersihkan bukan hanya bangunan, tetapi juga pola pikir eksploitatif yang selama ini menguasai narasi pembangunan.

Refleksi Keempat: Spirit “Serve Mother Earth”

Saatnya kita menghidupkan kembali semangat Serve Mother Earth — melayani Ibu Bumi. Bali, sebagai pusat spiritualitas dunia, memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi contoh bagaimana pembangunan dijalankan dengan cinta, bukan dengan kerakusan.

Prinsip-prinsip Tri Hita Karana, yang seharusnya menjadi ruh pembangunan di Bali, perlu dihidupkan secara nyata: harmoni dengan Tuhan (Parhyangan), harmoni dengan sesama (Pawongan), dan harmoni dengan alam (Palemahan). Ketiganya tidak bisa hanya jadi jargon dalam dokumen RTRW atau brosur pariwisata, tapi harus menjadi darah dari setiap keputusan pembangunan.

Refleksi Kelima: Menata Ulang Kesadaran Kolektif

Kita perlu bergerak dari kesadaran individual menuju kesadaran kolektif. Menyadari bahwa menjaga Bali bukan tugas satu-dua pihak, tapi tanggung jawab bersama. Setiap warga, pejabat, pengusaha, dan pengunjung Bali harus menjadi penjaga yang sadar — menjaga agar tanah ini tetap suci, lestari, dan manusiawinya tetap terjaga.

Kesadaran ini hanya bisa dibangun jika refleksi menjadi budaya. Jika kita mulai membiasakan bertanya dalam hati: “Apakah tindakanku ini menyakiti bumi? Apakah ini untuk kebaikan semua makhluk?”

Penutup: Dari Refleksi Menuju Aksi

Refleksi tanpa aksi hanyalah romantisme spiritual. Maka, saat kita merenungi pembongkaran di Pantai Bingin, mari bertanya: apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk Bali? Bisa dimulai dari hal sederhana: tidak membuang sampah sembarangan, mendukung produk lokal, menolak proyek yang merusak lingkungan, menyuarakan keadilan tata ruang.

Spirit dari peristiwa ini bukan hanya untuk hari ini. Ia adalah panggilan panjang menuju Bali yang lebih sadar, lebih adil, dan lebih bijaksana. Panggilan untuk kembali pada Dharma, untuk bangun dari kepupungan, dan untuk mencintai Ibu Bumi — bukan hanya dengan doa, tetapi dengan pilihan hidup sehari-hari.

Catatan Penutup:

Jika kita gagal membaca pesan spiritual dari peristiwa ini, maka kita akan mengulang kesalahan yang sama. Tapi jika kita mampu mengolahnya menjadi kesadaran baru, maka Bingin akan menjadi saksi kebangkitan Bali yang sejati — dari tanah, dari jiwa, dari cinta. [T]

Penulis: Anak Agung Made Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bandara Internasional Bali Utara [BIBU]: Berkah atau Serapah?
“Perintis? Ah, Kita Semua Pewaris..! ” — Menelusuri Jejak Identitas Budaya di Balik Nama Keluarga, Darah, dan Warisan Psikologis
Bali, di Antara Pesona dan Luka
Tags: baliDesa Adat PecatuPantai Bingin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Perintis? Ah, Kita Semua Pewaris..! ” — Menelusuri Jejak Identitas Budaya di Balik Nama Keluarga, Darah, dan Warisan Psikologis

Next Post

Harapan Era Baru dan Kebahagiaan Palestina  Lewat Lagu “When the Ship Comes In”

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Harapan Era Baru dan Kebahagiaan Palestina  Lewat Lagu "When the Ship Comes In"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co