25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Pesan Kehidupan: Refleksi  atas Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
July 22, 2025
in Esai
Membaca Pesan Kehidupan: Refleksi  atas Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin

Spanduk penolakan pembongkaran bangunan di Pantai Bingin | Foto diambil dari Balitopik.com

Pendahuluan: Hidup Tidak Pernah Tanpa Makna

Dalam tradisi spiritual yang mendalam — entah itu dalam ajaran Vedānta, Buddhisme, atau kebijaksanaan lokal Bali — kehidupan dipandang sebagai rangkaian pengalaman yang sarat pesan. Setiap kejadian, baik yang menyenangkan maupun mengguncang, menyimpan hikmah tersembunyi. Peristiwa pembongkaran 48 bangunan di Pantai Bingin, Pecatu, Bali, bukan sekadar tindakan hukum semata, tetapi bisa dilihat sebagai momentum reflektif yang sangat penting bagi kita semua. Apa yang sebenarnya sedang dikatakan oleh semesta lewat kejadian ini?

Refleksi Pertama: Kepupungan sebagai Cermin Kolektif

Masyarakat Bali mengenal istilah kepupungan — sebuah kesadaran yang datang terlambat. Bangunan-bangunan yang sudah lama berdiri dan beroperasi itu tiba-tiba menjadi sorotan. Di mana pengawasan sejak awal? Mengapa baru sekarang disadari bahwa zona tersebut dilanggar?

Fenomena ini mencerminkan betapa kadang kita, sebagai masyarakat dan pemerintah, tertidur dalam zona nyaman. Kita hanya bereaksi ketika situasi sudah darurat, bukan mencegah sejak dini. Dalam perspektif spiritual, ini bisa dianalogikan sebagai kesadaran yang masih tertutup oleh kabut ego, oleh kepentingan sesaat, atau bahkan oleh keserakahan yang tersembunyi di balik nama “pembangunan”.

Refleksi Kedua: Jangan Tebang Pilih, Jangan Buta Nurani

Pengalaman ini juga mengajak kita bertanya: Apakah hukum ditegakkan secara adil dan merata? Mengapa bangunan besar bisa berdiri begitu lama tanpa disentuh, sementara rumah rakyat kecil yang dibangun di gang sempit bisa langsung disidak Satpol PP?

Inilah saatnya kita menggugah nurani. Penegakan hukum harus berdasarkan kebenaran dan keadilan, bukan pada kekuatan modal atau koneksi. Spiritualitas mengajarkan bahwa keadilan adalah wujud nyata dari Dharma — hukum kosmis yang menjaga keseimbangan. Ketika kita melenceng dari Dharma, bencana sosial dan ekologis akan datang tanpa ampun.

Refleksi Ketiga: Pembongkaran sebagai Momen Pembersihan Jiwa

Pembongkaran ini bisa dibaca sebagai simbol pembersihan (cleansing), bukan hanya terhadap ruang fisik pantai, tetapi juga terhadap ruang kesadaran kita. Kita sedang diingatkan untuk menyucikan niat pembangunan, untuk mengingat bahwa tanah Bali bukan sekadar ruang investasi, tetapi tanah sakral yang memiliki jiwa.“Jika pembangunan tidak selaras dengan kesucian dan keutuhan Ibu Pertiwi, maka itu bukan kemajuan, tapi pengkhianatan terhadap hidup itu sendiri.”

Momentum ini harus menjadi awal dari gerakan yang lebih luas: membersihkan bukan hanya bangunan, tetapi juga pola pikir eksploitatif yang selama ini menguasai narasi pembangunan.

Refleksi Keempat: Spirit “Serve Mother Earth”

Saatnya kita menghidupkan kembali semangat Serve Mother Earth — melayani Ibu Bumi. Bali, sebagai pusat spiritualitas dunia, memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi contoh bagaimana pembangunan dijalankan dengan cinta, bukan dengan kerakusan.

Prinsip-prinsip Tri Hita Karana, yang seharusnya menjadi ruh pembangunan di Bali, perlu dihidupkan secara nyata: harmoni dengan Tuhan (Parhyangan), harmoni dengan sesama (Pawongan), dan harmoni dengan alam (Palemahan). Ketiganya tidak bisa hanya jadi jargon dalam dokumen RTRW atau brosur pariwisata, tapi harus menjadi darah dari setiap keputusan pembangunan.

Refleksi Kelima: Menata Ulang Kesadaran Kolektif

Kita perlu bergerak dari kesadaran individual menuju kesadaran kolektif. Menyadari bahwa menjaga Bali bukan tugas satu-dua pihak, tapi tanggung jawab bersama. Setiap warga, pejabat, pengusaha, dan pengunjung Bali harus menjadi penjaga yang sadar — menjaga agar tanah ini tetap suci, lestari, dan manusiawinya tetap terjaga.

Kesadaran ini hanya bisa dibangun jika refleksi menjadi budaya. Jika kita mulai membiasakan bertanya dalam hati: “Apakah tindakanku ini menyakiti bumi? Apakah ini untuk kebaikan semua makhluk?”

Penutup: Dari Refleksi Menuju Aksi

Refleksi tanpa aksi hanyalah romantisme spiritual. Maka, saat kita merenungi pembongkaran di Pantai Bingin, mari bertanya: apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk Bali? Bisa dimulai dari hal sederhana: tidak membuang sampah sembarangan, mendukung produk lokal, menolak proyek yang merusak lingkungan, menyuarakan keadilan tata ruang.

Spirit dari peristiwa ini bukan hanya untuk hari ini. Ia adalah panggilan panjang menuju Bali yang lebih sadar, lebih adil, dan lebih bijaksana. Panggilan untuk kembali pada Dharma, untuk bangun dari kepupungan, dan untuk mencintai Ibu Bumi — bukan hanya dengan doa, tetapi dengan pilihan hidup sehari-hari.

Catatan Penutup:

Jika kita gagal membaca pesan spiritual dari peristiwa ini, maka kita akan mengulang kesalahan yang sama. Tapi jika kita mampu mengolahnya menjadi kesadaran baru, maka Bingin akan menjadi saksi kebangkitan Bali yang sejati — dari tanah, dari jiwa, dari cinta. [T]

Penulis: Anak Agung Made Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bandara Internasional Bali Utara [BIBU]: Berkah atau Serapah?
“Perintis? Ah, Kita Semua Pewaris..! ” — Menelusuri Jejak Identitas Budaya di Balik Nama Keluarga, Darah, dan Warisan Psikologis
Bali, di Antara Pesona dan Luka
Tags: baliDesa Adat PecatuPantai Bingin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Perintis? Ah, Kita Semua Pewaris..! ” — Menelusuri Jejak Identitas Budaya di Balik Nama Keluarga, Darah, dan Warisan Psikologis

Next Post

Harapan Era Baru dan Kebahagiaan Palestina  Lewat Lagu “When the Ship Comes In”

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Harapan Era Baru dan Kebahagiaan Palestina  Lewat Lagu "When the Ship Comes In"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co