4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harapan Era Baru dan Kebahagiaan Palestina  Lewat Lagu “When the Ship Comes In”

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
July 22, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

Kata-kata memenuhi kepalaku, dan jatuh ke lantai,
bahwa jika Tuhan ada di pihak kita,
dia akan menghentikan perang berikutnya.

-,Bob Dylan

PENINDASAN yang dilakukan bangsa Israel atas bangsa Palestina yang merdeka dan berdaulat, sebuah episode kelam manusia bersaudara keturunan Ibrahim AS. Motif peristiwa perang ini sulit dijelaskan oleh nalar orang beriman, karena ini sebuah agenda “jahat dan jahat” dari saudara kepada saudaranya.

Sejarah dan fakta konflik Israel dan Palestina telah terjadi sejak abad ke-20, sudah merentang di tiga abad yang berbeda. Kisah pilu Palestina di awali pada 29-31 Agustus 1897 saat Theodor Herzl memimpin Kongres Zionis Pertama. Mereka menyepakati langkah-langkah untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina yang saat itu dikuasai Turki Utsmani.

Sejak itu orang Arab Palestina mulai terusir dari tanah airnya, imigran Yahudi mulai berdatangan dengan membeli tanah-tanah secara paksa dan teror kepada rakyat palestina. Pendanaan kuat dari bankir-bankir Yahudi di Eropa menyokong gerakan ini.

Melalui dana itu, imigran Yahudi semakin banyak dan masif berdatangan ke Palestina dan membeli tanah-tanah warga Arab yang sudah berabad-abad tinggal lebih dulu di Palestina. Orang Yahudi menjadi tuan-tuan tanah di tanah air orang Palestina. 

Konflik sampai hari ini terus terjadi hingga pecah drama pembantaian rakyat Palestina, Palestina akhirnya melakukan perlawanan besar-besaran yang dipimpin oleh Hamas, namun tetap tidak seimbang. Israel melakukan serangan secara membabi buta, sejumlah rumah sakit bahkan dihancurkan, sehingga menyebabkan akses terhadap pelayanan kesehatan sangat sulit dijangkau.

Rakyat Palestina terpaksa pindah serta mengamankan diri ke daerah Rafah yang masih diserang dan dibombardir terus-menerus oleh Israel dengan keji. Sejumlah cara dilakukan oleh berbagai negara untuk menghentikan serangan Israel terhadap Palestina.

Tidak hanya PBB dan negara-negara yang berusaha menghentikan Israel, tetapi juga muncul gerakan BDS (Boycott, Divestment and Sanctions) dari masyarakat untuk memboikot merek-merek yang diketahui mendanai Israel. Afrika Selatan bahkan membawa kasus ini ke International Court of Justice (ICJ), tetapi tidak kunjung membuahkan hasil yang signifikan (https://law.ugm.ac.id/dialektika-4-kejahatan-perang-dan-kemanusiaan-oleh-israel-terhadap-palestina/).

Sejak berdiri negara Zionis Israel, atas dukungan Inggeris dan Amerika Serikat, konflik di Timur Tengah terus memanas dan berkobar sampai hari ini, banyak para Alim dan cerdik pandai mengatakan bahwa konflik ini tidak akan selesai, sampai akhir zaman nanti, Wallahualambissawab (hanya Allah SWT yang mengetahuinya). Kita manusia sebagai makhluk yang lemah tetap untuk terus mengikhtiarkan perdamaian, dan menghentikan penindasan, pembantaian terhadap bangsa Palestina ini.

​​​​​***

Bila kita potret perjuangan rakyat Palestina dengan lirik “When the Ship Comes In” lagu karya Bob Dylan seorang musisi berdarah Yahudi peraih Nobel 2016 bidang sastra,  mengekspresikan harapan akan datangnya masa depan yang lebih baik, setelah masa-masa sulit. Lagu ini sebenarnya sering ditafsirkan sebagai metafora untuk gerakan hak-hak sipil dan harapan akan perubahan sosial. Lagu saya gunakan sebagai spirit untuk terjadinya perubahan eskalasi peperangan, menjadi hidup damai dan tentram. Tujuan menuliskan ini juga harapan saya sebagai doa, untuk rakyat Palestina agar segera terbebas dari belenggu kekejaman zionis Israel, dan perubahan. 

Liriknya yang kuat dan optimis, serta musiknya yang khas folk, menjadikannya salah satu lagu yang paling dikenal dari Bob Dylan. Lagu ini menggunakan metafora kapal yang datang sebagai simbol perubahan dan harapan, khususnya dalam konteks perjuangan hak-hak sipil dan perlawanan terhadap penindasan.

Lagu “When the Ship Comes In” ditulis pada tahun 1963 dan dirilis dalam album “The Times They Are a-Changin”. Liriknya menggambarkan kemenangan atas kekuatan yang menindas dan datangnya era baru yang lebih adil. Liriknya secara jelas menyebutkan musuh yang kalah dan “mati”, yang bisa diinterpretasikan sebagai kekuatan penindas, ketidakadilan, atau sistem yang korup. “Musuh yang kalah dan mati” adalah zionis Israel dalam tulisan ini.

Lirik lagu ini saya paksakan sebagai harapan baru bagi rakyat Palestina. Saya sadari mungkin ini sangat keliru, di satu sisi saya merasakan spirit lagu ini bila kita simak dan maknai secara bebas adalah bagaimana perjuangan untuk menggulingkan seorang lalim tidak membuat seseorang menjadi “jahat”, tetapi sebuah ikhtiar yang mulia. Mungkin para fanatik lirik-lirik Bob Dylan akan mencibir kekeliruan ini, tetapi naskah ini saya anggap sebagai doa untuk datangnya harapan masa depan yang lebih baik.

Lagu ini bila kita maknai secara subyektif, ini jelas bukan pencarian spiritual sama sekali, seperti dikemukakan oleh para pengulas lagu ini. “When the Ship Comes In” lagu tentang perjuangan abadi antara mereka yang punya dan mereka yang tidak punya.

“Saat kapal datang”, frasa ini simbolisasi atau metafora untuk kedatangan masa depan yang lebih baik, atau momen kemenangan dan pembebasan dari kesulitan. Kapal dapat mewakili harapan, pembaruan, atau perubahan positif. Beberapa lirik dalam lagu ini yang dapat mewakili situasi kondisi rakyat Palestina.

Lirik lagu ini juga mengandung unsur perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan. Kata-kata seperti the hurricane “angin badai,” the sea will split “laut yang terbelah,” dan For the chains of the sea will have busted in the night “rantai yang putus” menunjukkan perjuangan dan pembebasan dari belenggu, ini merujuk pada orang-orang yang telah menderita atau tertindas, dan sekarang bersatu dalam harapan akan datangnya masa depan yang bahagia.

Lirik “and the sands will roll out a carpet of gold” dapat kita maknai the sands will be a-glowin (pasir akan menyala), sebagai gambaran visual yang cerah dan penuh harapan, menandakan akhir dari kegelapan dan awal dari sesuatu yang baru dan positif.

“That the whole wide world is ‘watchin’” (Dunia sedang menyaksikan ‘kekejaman’), sepadan dengan kalimat And the waters all around will start to rise dalam suatu ulasan lirik lagu ini (dan air di sekeliling akan mulai naik), dapat dimaknai gelombang perubahan yang tak terhindarkan, atau kekuatan alam yang mendukung harapan dan pembaruan. Saat ini mata dunia melihat jahat dan jahatnya zionis Israel, dan para sekutunya Amerika Serikat dan Inggeris yang selalu menggunakan hak vetonya di PBB. Negara Iran, China, Rusia, Korea Utara mulai breaksi secara keras atas kelaliman Zionis atas Palestina dalam pemberitaan.

“Oh, the fishes will laugh as they swim out of the path” (ikan-ikan akan tertawa saat berenang keluar dari jalurnya) dapat dimaknai And the old ones will be smiling (orang-orang tua akan tersenyum), menunjukkan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi semua generasi, termasuk mereka yang telah lama menderita.

“And the seagulls, they’ll be smiling”  (dan burung camar akan tersenyum) dapat dimaknai atau metaphora dari And the young ones will be singin (dan anak-anak muda akan bernyanyi), lirik ini melambangkan semangat optimis dan vitalitas generasi muda yang akan menyambut masa depan dengan sukacita.

Perjuangan rakyat Palestina terus bergelora untuk sampai pada pembebasan dari penindasan, dan belenggu masa lalu seperti disimbolkan dalam lirik  for the chains of the sea will have busted in the night (dan rantai akan putus). Dengan angin di belakang kita dan matahari di mata depan kita, gambaran tentang perjalanan perjuangan yang didukung oleh kekuatan alam dan harapan yang membara.

Menutup tulisan ini  dengan merenungi dan merasakan penderitaan rakyat Palestina, dua ayat janji Allah SWT dalam surat ke-94, Alam Nasroh atau Surat Al Insyirah, bahwa “sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,”.

Perjuangan Palestina telah menjadi salah satu konflik terpanjang dan paling rumit dalam sejarah dunia. Konflik ini telah menyebabkan penderitaan yang tak terhitung bagi rakyat Palestina, termasuk pembantaian, pemerkosaan, kehilangan nyawa, penghancuran rumah dan infrastruktur, serta berbagai pelanggaran hak asasi manusia. Semoga konflik kedua bangsa bersaudara dengan niat doa yang tulus apa pun, siapa pun latar belakang kepercayaan kita segera berakhir penindasan dan datangnya era baru yang lebih adil. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Demi Waktu yang Terus Berjalan, Aku Adalah Harimu
Citra Sebuah Kota Bukan Sekadar Jargon
Pulau dan Kepulauan di Nusantara: Nama, Identitas, dan Pengakuan
Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan
Tags: Bod DylanlaguPalestina
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Pesan Kehidupan: Refleksi  atas Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin

Next Post

Kebijakan “Publisher Rights”: Perusahaan Pers Harusnya Tak Lagi Berdarah Karena Punya Jatah

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?

Kebijakan “Publisher Rights”: Perusahaan Pers Harusnya Tak Lagi Berdarah Karena Punya Jatah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co