12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Citra Sebuah Kota Bukan Sekadar Jargon

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
June 25, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

“Hormati kerja mereka dengan tidak membuang sampah ke saluran,
Jangan giliran banjir selalu menyalahkan pemerintah”
(Ridwan Kamil)

Perkembangan kota-kota di Indonesia tidak selalu berjalan sesuai dengan karakter lingkungan sosial budaya masyarakat setempat, sebagaimana yang menjadi potensi dari suatu kota. Beberapa ahli telah menyuarakan bahwa perkembangan kota-kota di Indonesia telah melupakan dan kehilangan jatidiri kota sebagai identitas serta kearifan lingkungan sosial budaya mayarakat setempat.

Menurut Sugiono Soetomo (2013), bahwa hasil proses modernisasi perkotaan menciptakan wajah kota yang sebagian besar tidak tertata dan tidak memiliki identitas kedaerahan. Jejep Fahlul Alam, seorang budayawan dari Majalengka juga menggambarkan bahwa jatidiri suatu kota itu mutlak harus ada, untuk menjadi awal dan pegangan bagi pemerintahan kota dalam melaksanakan pembangunan, saat hari jadi Kota Majalengka (Warta Kiwari Jawa Barat, 7 Juni 2016).

Mengamati karakter dan beberapa ciri khas kota-kota di Jawa sebagian besar telah luntur atau bahkan hilang. Sekitar dua dekade yang lalu (periode 1995-2005), kota-kota di Tanah Air beramai-ramai mendengungkan jargon kotanya masing-masing. Sebutlah Bandung dengan Berhiber, Tasik Bersinar, Semarang Berseri, Yogyakarta Berhati Nyaman dan sebagainya. Pada umumnya, jargon tersebut adalah akronim dari sejumlah kondisi yang diharapkan dapat ditemui di kota tersebut, misal Bandung Bersih, Hijau, Berbunga (Berhiber), Yogyakarta Bersih, Sehat, Indah, Nyaman, Aman (Berhati Nyaman).

Ketika krisis ekonomi melanda dunia pada 1995, berbagai negara mulai menjadikan pariwisata sebagai sumber devisa baru. Maka tren pencitraan kota pun kemudian bergeser menjadi bernuansa lokal-global, seperti Bandung Emerging Creative City, Pekalongan World’s City of Batik, Solo the Spirit of Jawa, Surabaya the Sparkling City dan Yogya dengan Never Ending Asia. Kota Serang Banten dengan semboyan “Kota Serang Madani”.

Kedua tipe tren jargon tersebut sejatinya memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun brand (merek) atau identitas kota. Dengan identitas yang dimiliki, diharapkan orang dapat memberikan kesan (citra) positif terhadap kota tersebut, atau dengan kata lain setidaknya  mereka sedang melakukan pencitraan kota (city imaging).

Permasalahannya, pencitraan sebuah kota sering terjebak sekedar pada aktivitas yang sifatnya artifisial. Misal sekedar membuat jargon tetapi tidak relevan dengan karakteristik kota atau tidak mengintegrasikan jargon tersebut dengan master plan pembangunan kota, atau prinsip  pelayanan kepada masyarakat dan sebagainya.

Salah satu contoh kasus pencitraan kota (city branding) yang masih mencari bentuk dan model dapat ditemukan di kota Bandung. Bandung sebagai kota yang diberi label atau merek seperti kota Eropa yaitu Paris van Java di masa silam, yang kemudian mencanangkan Bandung Bersih Hijau Berbunga sebagai identitas  kotanya, justru bermasalah dengan lingkungan. Banjir yang mendera Bandung setiap hujan deras hampir menihilkan upaya pencitraan Bandung sebagai destinasi wisata kreatif dan bahkan sebagai destinasi wisata internasional. Sampah yang hampir dapat dengan mudah ditemukan di sungai-sungai di Bandung seperti tumpukan sampah di aliran sungai Cikapundung dan Soreang yang membelah kota Bandung, beberapa tahun yang lalu.

Dengan semboyan Kota Madani Serang, mencitrakan kota di mana di dalamnya sebuah masyarakat yang beradab yang mengacu pada nilai-nilai kebijakan bersama, dasar masyarakat madani adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup, menghindari diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecahan dan hidup dalam suatu persaudaraan.

Madani memiliki multi makna yaitu sebagai suatu masyarakat demokratis, menjunjung etika dan moralitas, transparans, toleran, berpotensi, aspiratif, bermotivasi, berpartisipasi, konsisten, mengakui emansipasi, dan hak asasi. Dapat dikatakan makna semboyan Kota Serang ini adalah semua hal yang positif tentang sebuah kota dan masyarakatnya dicerminkan, sangat ideal dan menantang kita semua untuk mewujudkannya.

***

Mencari identitas kota memang sebaiknya disarikan dari karakteristik kota itu sendiri, apalagi jika ingin membawa unsur wisata dan secara khusus wisata belanja sebagai ikon kotanya. Sekedar menyebut kotanya sebagai The Beauty of Asia seperti Semarang, namun tidak didukung oleh karakteristik kota yang relevan tentu saja menjadi absurd. Salah satu wilayah di Tanah Air yang identik sebagai ikon pusat belanja  selain Jakarta dan Bandung di Jawa adalah Bali.

Bali dikenal sebagai Pulau Dewata, identitas sebagai destinasi wisata budaya  sangat kental dengan kehidupan wisata di Bali. Salah satu prinsip hidup yang dijadikan pegangan masyarakat  Bali adalah  Tri Hita Karana, tiga penyebab terciptanya kebahagiaan, meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan Tuhan yang saling terkait satu sama lain, secara harmonis dan seimbang.

Menurut Kavaratzis (2004:66) dalam ilmu komunikasi studi tentang jargon, iklan, humas, dan sejenisnya itu adalah tahapan kedua dari proses pencitraan kota. Tahapan utama adalah justru pada pengelolaan ruang, perilaku, infrastruktur, dan struktur organisasi.

Bagaimana membuat brand Kota Serang yang dapat memberikan kenangan, ketika meninggalkan dan memberikan rasa bangga pada orang yang menetap di dalamnya. Hal tersebut dapat terwujud jika nilai sebuah kota dikemas menjadi brand yang hasilnya bisa memenuhi harapan masyarakatnya, sesuai dengan kondisi kota yang sebenarnya. Bukan penentuan atau pencapaian target seperti apa kota ini di mata publik, tapi lebih kepada apa yang dimiliki kota  sehingga publik perlu memberinya citra tertentu terhadap kota Serang. Semoga impian Serang Menjadi Kota Madani dapat kita sama-sama wujudkan. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Saat Malam Jatuh di Surabaya Barat
Proyek Kota dalam Teater 2025 — Yang Tidak Terhubung: Warga dan Kota
Memandang Kota Malang Lewat Jendela Bus, dan Memantau Lewat “Ngalam Command Center”
Tags: jargonKota
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Nasi Bungkus ke Buku Sastra, Kisah Jalanan I Wayan Suardika

Next Post

Belajar Tingwe dari Film “Rita Coba Rokok”—Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Kedai Umah Pradja, Singaraja

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Belajar Tingwe dari Film “Rita Coba Rokok”—Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Kedai Umah Pradja, Singaraja

Belajar Tingwe dari Film “Rita Coba Rokok”—Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Kedai Umah Pradja, Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co