14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bandara Internasional Bali Utara [BIBU]: Berkah atau Serapah?

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
July 12, 2025
in Esai
Bandara Internasional Bali Utara [BIBU]: Berkah atau Serapah?

Ilustrasi tatkala.co

BALI tak pernah benar-benar sunyi dari desir ambisi. Di balik harum dupa dan kidung pemujaan, ada mesin-mesin proyek yang diam-diam terus menggerus sunyi. Termasuk yang belakangan ini kembali bergaung seperti mantra yang dipaksakan: Bandara Internasional Bali Utara, atau singkatnya, BIBU.

Nama yang terdengar modern, berwawasan global, dan tentu saja menjanjikan. Tapi apakah benar ia berkah, atau justru serapah yang dibungkus janji? Bali, seperti seorang perempuan tua yang tetap menawan, kini kembali dirayu dengan gincu pembangunan. Tapi tubuhnya tak lagi muda. Tanahnya retak. Lautnya lelah. Langitnya kadang berawan meski musim sedang cerah.

Mimpi yang Ditalangi Utang

Katanya, bandara ini tidak akan menguras APBN. Tak keluar uang sepeser pun. Tapi kita tahu, dalam dunia modern, tak ada makan siang gratis. Yang tak dibayar tunai hari ini, akan ditagih besok lewat cicilan, lewat tanah yang harus digadaikan, lewat ruang hidup yang menyempit, lewat suara jangkrik yang tergantikan deru pesawat.

Dalam akuntansi spiritual Hindu, utang bukan sekadar angka. Ia adalah ṛṇa, utang moral kepada semesta, kepada leluhur, kepada tanah tempat kita berpijak. Dan jika utang ini gagal dibayar, bukan hanya anak-cucu yang menanggungnya, tapi seluruh garis karma Bali akan terikat di simpul dosa kolektif.

Bandara di Atas Laut, Ancaman di Atas Tanah

BIBU rencananya akan dibangun di atas reklamasi laut. Sebagian mungkin menganggap ini solusi cerdas agar tidak merusak daratan. Tapi sesungguhnya, justru fasilitas pendukung seperti jalan tol, kawasan perniagaan, depo logistik, terminal darat, dan kompleks properti yang akan mencaplok lahan hijau, sawah produktif, dan ruang adat di daratan.

Inilah ironi paling menyakitkan: yang disebut “kemajuan” justru meminggirkan alam dan spiritualitas Bali. Sawah dan hutan akan menjadi aspal dan beton. Pura dan jalur upacara akan terpotong proyek. Dan mata air akan tertutup konstruksi.

Ancaman Nyata: Serobot Ekosistem & Fragmentasi Budaya

Menurut Prof. Ir. Daniel Murdiyarso, Ph.D., peneliti senior CIFOR dan pakar ekologi lanskap:

“Pembangunan besar di daerah hijau yang belum terfragmentasi akan menciptakan ecological island yang melemahkan daya tahan kawasan terhadap bencana ekologis seperti banjir dan kekeringan.”

Demikian pula WALHI Bali memperingatkan bahwa proyek pendukung BIBU akan membelah jalur ekosistem dari pegunungan ke laut, menghancurkan biodiversitas, dan memperbesar risiko bencana ekologis di Bali Utara—daerah yang selama ini masih alami.

Nyoman Gelebet: Ruang Bali Adalah Ruang Suci

Ir. I Nyoman M. Gelebet, tokoh arsitektur Bali yang mewariskan tatanan Asta Kosala-Kosali, dengan tegas menolak pembangunan yang mencederai spiritualitas ruang. Ia pernah menyatakan:

“Ruang di Bali bukan sekadar ruang fungsional, melainkan ruang spiritual. Struktur tidak boleh merusak harmoni antara purusa dan bhuwana, manusia dan alam.”

Bagi Gelebet, membangun bandara yang memaksakan pola struktur modern ke dalam lanskap Bali sama dengan mengoyak struktur kosmologis Bali. Di mana tanah tidak boleh lebih tinggi dari gunung, dan pembangunan tidak boleh melangkahi pura. Di mata beliau, ini bukan sekadar salah tempat—tapi salah cara berpikir.

Prof. Ida Bagus Adnyana Manuaba: Bali Itu Jiwa, Bukan Zona Investasi

Prof. Ida Bagus Adnyana Manuaba, budayawan dan spiritualis, mengingatkan bahwa:

“Kita terlalu banyak bicara tentang Bali sebagai tempat investasi, terlalu sedikit tentang Bali sebagai tempat pelindungan jiwa.”

Ia menyuarakan kekhawatiran terhadap pembangunan besar yang membajak Bali atas nama kemajuan.

“Bali boleh modern, tapi tidak boleh kehilangan akar. Modernisasi tanpa spiritualisasi adalah pemakaman budaya.”

Bali Adalah Loka, Bukan Lokasi

Guruji Anand Krishna, tokoh spiritual dan penulis buku The Wisdom of Bali (2009), menulis:

“Bali bukan sekadar tempat. Ia adalah loka — ruang spiritual yang menghubungkan manusia dengan langit dan bumi. Pembangunan yang mengabaikan spirit ini hanya akan melahirkan tempat kosong tanpa jiwa.”

Ia menambahkan:

“Jika kita membangun tanpa kesadaran, kita sedang meruntuhkan pilar-pilar budaya kita sendiri. Bali tidak memerlukan lebih banyak bangunan. Bali memerlukan lebih banyak penghormatan terhadap nilai-nilai luhur dan kearifan lokal Bali”

Bagi beliau, pembangunan sejati lahir dari kesadaran, bukan dari kontrak dan kapital. Tanpa itu, kita hanya sedang mengelola kehancuran.

Ibu Kota Baru, Bukan Bandara Baru

Mengapa tidak memindahkan ibu kota provinsi Bali ke utara alih-alih membangun bandara? Singaraja punya sejarah sebagai pusat pemerintahan. Ini bukan ide baru, melainkan kembali ke akar. Pemindahan pusat pemerintahan jauh lebih bermakna dan berkelanjutan dibanding menghadirkan bandara yang akan membuka pintu bagi aliran kapital tak terkendali.

Ini bukan soal gedung, tapi soal arah pandang. Kita perlu menggeser paradigma dari betonisasi ke budhisasi – dari pembangunan fisik menuju pembangunan batin.

Tanah Ini Sudah Penuh Luka

Bali bukan tanah kosong. Ia penuh kisah, penuh roh, penuh upacara. Setiap jengkalnya adalah kitab hidup. Maka setiap proyek pembangunan harus dibaca dengan aksara suci, bukan kalkulasi. Tanah ini sudah penuh luka. Jangan tambahkan lagi.

BIBU mungkin menjanjikan berkat. Tapi jangan lupa: tak semua yang bersinar adalah pencerahan. Kadang, sinarnya justru berasal dari api yang membakar perlahan.

Pembangunan Bukan Soal Beton, Tapi Soal Budhi

Bali bukan pulau untuk dibangun. Ia pulau untuk direnungi. Ia adalah tempat orang belajar menghaturkan dupa dan doa, bukan mendirikan gedung dan parkiran pesawat. Jika kita masih bisa membedakan antara kemajuan dan kesombongan, maka kita masih punya harapan.

Dan jika harapan itu masih ada, mari kita jaga Bali dengan satu mantra yang paling sederhana: cukup.
Save Bali — atau lebih tepatnya:
Serve Bali, Ibu yang telah menyusui kita semua di sini. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bali, di Antara Pesona dan Luka
Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!
Mari Memandang Pencoretan Bandara Bali Utara dengan Perspektif Lain
Bali, Pulau Surga yang Lelah
Tags: balibandarabandara bali utarabuleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Problematika Desa Adat Baduy Menuju Desa Wisata — [Bagian 1]

Next Post

Film “1 Kakak 7 Ponakan” — Apakah Ini Pesan Tersirat untuk Generasi Sandwich?

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Film “1 Kakak 7 Ponakan” — Apakah Ini Pesan Tersirat untuk Generasi Sandwich?

Film "1 Kakak 7 Ponakan" -- Apakah Ini Pesan Tersirat untuk Generasi Sandwich?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co