23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bandara Internasional Bali Utara [BIBU]: Berkah atau Serapah?

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
July 12, 2025
in Esai
Bandara Internasional Bali Utara [BIBU]: Berkah atau Serapah?

Ilustrasi tatkala.co

BALI tak pernah benar-benar sunyi dari desir ambisi. Di balik harum dupa dan kidung pemujaan, ada mesin-mesin proyek yang diam-diam terus menggerus sunyi. Termasuk yang belakangan ini kembali bergaung seperti mantra yang dipaksakan: Bandara Internasional Bali Utara, atau singkatnya, BIBU.

Nama yang terdengar modern, berwawasan global, dan tentu saja menjanjikan. Tapi apakah benar ia berkah, atau justru serapah yang dibungkus janji? Bali, seperti seorang perempuan tua yang tetap menawan, kini kembali dirayu dengan gincu pembangunan. Tapi tubuhnya tak lagi muda. Tanahnya retak. Lautnya lelah. Langitnya kadang berawan meski musim sedang cerah.

Mimpi yang Ditalangi Utang

Katanya, bandara ini tidak akan menguras APBN. Tak keluar uang sepeser pun. Tapi kita tahu, dalam dunia modern, tak ada makan siang gratis. Yang tak dibayar tunai hari ini, akan ditagih besok lewat cicilan, lewat tanah yang harus digadaikan, lewat ruang hidup yang menyempit, lewat suara jangkrik yang tergantikan deru pesawat.

Dalam akuntansi spiritual Hindu, utang bukan sekadar angka. Ia adalah ṛṇa, utang moral kepada semesta, kepada leluhur, kepada tanah tempat kita berpijak. Dan jika utang ini gagal dibayar, bukan hanya anak-cucu yang menanggungnya, tapi seluruh garis karma Bali akan terikat di simpul dosa kolektif.

Bandara di Atas Laut, Ancaman di Atas Tanah

BIBU rencananya akan dibangun di atas reklamasi laut. Sebagian mungkin menganggap ini solusi cerdas agar tidak merusak daratan. Tapi sesungguhnya, justru fasilitas pendukung seperti jalan tol, kawasan perniagaan, depo logistik, terminal darat, dan kompleks properti yang akan mencaplok lahan hijau, sawah produktif, dan ruang adat di daratan.

Inilah ironi paling menyakitkan: yang disebut “kemajuan” justru meminggirkan alam dan spiritualitas Bali. Sawah dan hutan akan menjadi aspal dan beton. Pura dan jalur upacara akan terpotong proyek. Dan mata air akan tertutup konstruksi.

Ancaman Nyata: Serobot Ekosistem & Fragmentasi Budaya

Menurut Prof. Ir. Daniel Murdiyarso, Ph.D., peneliti senior CIFOR dan pakar ekologi lanskap:

“Pembangunan besar di daerah hijau yang belum terfragmentasi akan menciptakan ecological island yang melemahkan daya tahan kawasan terhadap bencana ekologis seperti banjir dan kekeringan.”

Demikian pula WALHI Bali memperingatkan bahwa proyek pendukung BIBU akan membelah jalur ekosistem dari pegunungan ke laut, menghancurkan biodiversitas, dan memperbesar risiko bencana ekologis di Bali Utara—daerah yang selama ini masih alami.

Nyoman Gelebet: Ruang Bali Adalah Ruang Suci

Ir. I Nyoman M. Gelebet, tokoh arsitektur Bali yang mewariskan tatanan Asta Kosala-Kosali, dengan tegas menolak pembangunan yang mencederai spiritualitas ruang. Ia pernah menyatakan:

“Ruang di Bali bukan sekadar ruang fungsional, melainkan ruang spiritual. Struktur tidak boleh merusak harmoni antara purusa dan bhuwana, manusia dan alam.”

Bagi Gelebet, membangun bandara yang memaksakan pola struktur modern ke dalam lanskap Bali sama dengan mengoyak struktur kosmologis Bali. Di mana tanah tidak boleh lebih tinggi dari gunung, dan pembangunan tidak boleh melangkahi pura. Di mata beliau, ini bukan sekadar salah tempat—tapi salah cara berpikir.

Prof. Ida Bagus Adnyana Manuaba: Bali Itu Jiwa, Bukan Zona Investasi

Prof. Ida Bagus Adnyana Manuaba, budayawan dan spiritualis, mengingatkan bahwa:

“Kita terlalu banyak bicara tentang Bali sebagai tempat investasi, terlalu sedikit tentang Bali sebagai tempat pelindungan jiwa.”

Ia menyuarakan kekhawatiran terhadap pembangunan besar yang membajak Bali atas nama kemajuan.

“Bali boleh modern, tapi tidak boleh kehilangan akar. Modernisasi tanpa spiritualisasi adalah pemakaman budaya.”

Bali Adalah Loka, Bukan Lokasi

Guruji Anand Krishna, tokoh spiritual dan penulis buku The Wisdom of Bali (2009), menulis:

“Bali bukan sekadar tempat. Ia adalah loka — ruang spiritual yang menghubungkan manusia dengan langit dan bumi. Pembangunan yang mengabaikan spirit ini hanya akan melahirkan tempat kosong tanpa jiwa.”

Ia menambahkan:

“Jika kita membangun tanpa kesadaran, kita sedang meruntuhkan pilar-pilar budaya kita sendiri. Bali tidak memerlukan lebih banyak bangunan. Bali memerlukan lebih banyak penghormatan terhadap nilai-nilai luhur dan kearifan lokal Bali”

Bagi beliau, pembangunan sejati lahir dari kesadaran, bukan dari kontrak dan kapital. Tanpa itu, kita hanya sedang mengelola kehancuran.

Ibu Kota Baru, Bukan Bandara Baru

Mengapa tidak memindahkan ibu kota provinsi Bali ke utara alih-alih membangun bandara? Singaraja punya sejarah sebagai pusat pemerintahan. Ini bukan ide baru, melainkan kembali ke akar. Pemindahan pusat pemerintahan jauh lebih bermakna dan berkelanjutan dibanding menghadirkan bandara yang akan membuka pintu bagi aliran kapital tak terkendali.

Ini bukan soal gedung, tapi soal arah pandang. Kita perlu menggeser paradigma dari betonisasi ke budhisasi – dari pembangunan fisik menuju pembangunan batin.

Tanah Ini Sudah Penuh Luka

Bali bukan tanah kosong. Ia penuh kisah, penuh roh, penuh upacara. Setiap jengkalnya adalah kitab hidup. Maka setiap proyek pembangunan harus dibaca dengan aksara suci, bukan kalkulasi. Tanah ini sudah penuh luka. Jangan tambahkan lagi.

BIBU mungkin menjanjikan berkat. Tapi jangan lupa: tak semua yang bersinar adalah pencerahan. Kadang, sinarnya justru berasal dari api yang membakar perlahan.

Pembangunan Bukan Soal Beton, Tapi Soal Budhi

Bali bukan pulau untuk dibangun. Ia pulau untuk direnungi. Ia adalah tempat orang belajar menghaturkan dupa dan doa, bukan mendirikan gedung dan parkiran pesawat. Jika kita masih bisa membedakan antara kemajuan dan kesombongan, maka kita masih punya harapan.

Dan jika harapan itu masih ada, mari kita jaga Bali dengan satu mantra yang paling sederhana: cukup.
Save Bali — atau lebih tepatnya:
Serve Bali, Ibu yang telah menyusui kita semua di sini. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bali, di Antara Pesona dan Luka
Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!
Mari Memandang Pencoretan Bandara Bali Utara dengan Perspektif Lain
Bali, Pulau Surga yang Lelah
Tags: balibandarabandara bali utarabuleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Problematika Desa Adat Baduy Menuju Desa Wisata — [Bagian 1]

Next Post

Film “1 Kakak 7 Ponakan” — Apakah Ini Pesan Tersirat untuk Generasi Sandwich?

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Film “1 Kakak 7 Ponakan” — Apakah Ini Pesan Tersirat untuk Generasi Sandwich?

Film "1 Kakak 7 Ponakan" -- Apakah Ini Pesan Tersirat untuk Generasi Sandwich?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co