2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bandara Internasional Bali Utara [BIBU]: Berkah atau Serapah?

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
July 12, 2025
in Esai
Bandara Internasional Bali Utara [BIBU]: Berkah atau Serapah?

Ilustrasi tatkala.co

BALI tak pernah benar-benar sunyi dari desir ambisi. Di balik harum dupa dan kidung pemujaan, ada mesin-mesin proyek yang diam-diam terus menggerus sunyi. Termasuk yang belakangan ini kembali bergaung seperti mantra yang dipaksakan: Bandara Internasional Bali Utara, atau singkatnya, BIBU.

Nama yang terdengar modern, berwawasan global, dan tentu saja menjanjikan. Tapi apakah benar ia berkah, atau justru serapah yang dibungkus janji? Bali, seperti seorang perempuan tua yang tetap menawan, kini kembali dirayu dengan gincu pembangunan. Tapi tubuhnya tak lagi muda. Tanahnya retak. Lautnya lelah. Langitnya kadang berawan meski musim sedang cerah.

Mimpi yang Ditalangi Utang

Katanya, bandara ini tidak akan menguras APBN. Tak keluar uang sepeser pun. Tapi kita tahu, dalam dunia modern, tak ada makan siang gratis. Yang tak dibayar tunai hari ini, akan ditagih besok lewat cicilan, lewat tanah yang harus digadaikan, lewat ruang hidup yang menyempit, lewat suara jangkrik yang tergantikan deru pesawat.

Dalam akuntansi spiritual Hindu, utang bukan sekadar angka. Ia adalah ṛṇa, utang moral kepada semesta, kepada leluhur, kepada tanah tempat kita berpijak. Dan jika utang ini gagal dibayar, bukan hanya anak-cucu yang menanggungnya, tapi seluruh garis karma Bali akan terikat di simpul dosa kolektif.

Bandara di Atas Laut, Ancaman di Atas Tanah

BIBU rencananya akan dibangun di atas reklamasi laut. Sebagian mungkin menganggap ini solusi cerdas agar tidak merusak daratan. Tapi sesungguhnya, justru fasilitas pendukung seperti jalan tol, kawasan perniagaan, depo logistik, terminal darat, dan kompleks properti yang akan mencaplok lahan hijau, sawah produktif, dan ruang adat di daratan.

Inilah ironi paling menyakitkan: yang disebut “kemajuan” justru meminggirkan alam dan spiritualitas Bali. Sawah dan hutan akan menjadi aspal dan beton. Pura dan jalur upacara akan terpotong proyek. Dan mata air akan tertutup konstruksi.

Ancaman Nyata: Serobot Ekosistem & Fragmentasi Budaya

Menurut Prof. Ir. Daniel Murdiyarso, Ph.D., peneliti senior CIFOR dan pakar ekologi lanskap:

“Pembangunan besar di daerah hijau yang belum terfragmentasi akan menciptakan ecological island yang melemahkan daya tahan kawasan terhadap bencana ekologis seperti banjir dan kekeringan.”

Demikian pula WALHI Bali memperingatkan bahwa proyek pendukung BIBU akan membelah jalur ekosistem dari pegunungan ke laut, menghancurkan biodiversitas, dan memperbesar risiko bencana ekologis di Bali Utara—daerah yang selama ini masih alami.

Nyoman Gelebet: Ruang Bali Adalah Ruang Suci

Ir. I Nyoman M. Gelebet, tokoh arsitektur Bali yang mewariskan tatanan Asta Kosala-Kosali, dengan tegas menolak pembangunan yang mencederai spiritualitas ruang. Ia pernah menyatakan:

“Ruang di Bali bukan sekadar ruang fungsional, melainkan ruang spiritual. Struktur tidak boleh merusak harmoni antara purusa dan bhuwana, manusia dan alam.”

Bagi Gelebet, membangun bandara yang memaksakan pola struktur modern ke dalam lanskap Bali sama dengan mengoyak struktur kosmologis Bali. Di mana tanah tidak boleh lebih tinggi dari gunung, dan pembangunan tidak boleh melangkahi pura. Di mata beliau, ini bukan sekadar salah tempat—tapi salah cara berpikir.

Prof. Ida Bagus Adnyana Manuaba: Bali Itu Jiwa, Bukan Zona Investasi

Prof. Ida Bagus Adnyana Manuaba, budayawan dan spiritualis, mengingatkan bahwa:

“Kita terlalu banyak bicara tentang Bali sebagai tempat investasi, terlalu sedikit tentang Bali sebagai tempat pelindungan jiwa.”

Ia menyuarakan kekhawatiran terhadap pembangunan besar yang membajak Bali atas nama kemajuan.

“Bali boleh modern, tapi tidak boleh kehilangan akar. Modernisasi tanpa spiritualisasi adalah pemakaman budaya.”

Bali Adalah Loka, Bukan Lokasi

Guruji Anand Krishna, tokoh spiritual dan penulis buku The Wisdom of Bali (2009), menulis:

“Bali bukan sekadar tempat. Ia adalah loka — ruang spiritual yang menghubungkan manusia dengan langit dan bumi. Pembangunan yang mengabaikan spirit ini hanya akan melahirkan tempat kosong tanpa jiwa.”

Ia menambahkan:

“Jika kita membangun tanpa kesadaran, kita sedang meruntuhkan pilar-pilar budaya kita sendiri. Bali tidak memerlukan lebih banyak bangunan. Bali memerlukan lebih banyak penghormatan terhadap nilai-nilai luhur dan kearifan lokal Bali”

Bagi beliau, pembangunan sejati lahir dari kesadaran, bukan dari kontrak dan kapital. Tanpa itu, kita hanya sedang mengelola kehancuran.

Ibu Kota Baru, Bukan Bandara Baru

Mengapa tidak memindahkan ibu kota provinsi Bali ke utara alih-alih membangun bandara? Singaraja punya sejarah sebagai pusat pemerintahan. Ini bukan ide baru, melainkan kembali ke akar. Pemindahan pusat pemerintahan jauh lebih bermakna dan berkelanjutan dibanding menghadirkan bandara yang akan membuka pintu bagi aliran kapital tak terkendali.

Ini bukan soal gedung, tapi soal arah pandang. Kita perlu menggeser paradigma dari betonisasi ke budhisasi – dari pembangunan fisik menuju pembangunan batin.

Tanah Ini Sudah Penuh Luka

Bali bukan tanah kosong. Ia penuh kisah, penuh roh, penuh upacara. Setiap jengkalnya adalah kitab hidup. Maka setiap proyek pembangunan harus dibaca dengan aksara suci, bukan kalkulasi. Tanah ini sudah penuh luka. Jangan tambahkan lagi.

BIBU mungkin menjanjikan berkat. Tapi jangan lupa: tak semua yang bersinar adalah pencerahan. Kadang, sinarnya justru berasal dari api yang membakar perlahan.

Pembangunan Bukan Soal Beton, Tapi Soal Budhi

Bali bukan pulau untuk dibangun. Ia pulau untuk direnungi. Ia adalah tempat orang belajar menghaturkan dupa dan doa, bukan mendirikan gedung dan parkiran pesawat. Jika kita masih bisa membedakan antara kemajuan dan kesombongan, maka kita masih punya harapan.

Dan jika harapan itu masih ada, mari kita jaga Bali dengan satu mantra yang paling sederhana: cukup.
Save Bali — atau lebih tepatnya:
Serve Bali, Ibu yang telah menyusui kita semua di sini. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Bali, di Antara Pesona dan Luka
Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!
Mari Memandang Pencoretan Bandara Bali Utara dengan Perspektif Lain
Bali, Pulau Surga yang Lelah
Tags: balibandarabandara bali utarabuleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Problematika Desa Adat Baduy Menuju Desa Wisata — [Bagian 1]

Next Post

Film “1 Kakak 7 Ponakan” — Apakah Ini Pesan Tersirat untuk Generasi Sandwich?

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Film “1 Kakak 7 Ponakan” — Apakah Ini Pesan Tersirat untuk Generasi Sandwich?

Film "1 Kakak 7 Ponakan" -- Apakah Ini Pesan Tersirat untuk Generasi Sandwich?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co