22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!

Dian Suryantini by Dian Suryantini
December 8, 2024
in Esai
Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!

Suasana debat antarsekolah di Pasar Intaran | Foto: Dian

HIRUK Pikuk Pasar Intaran di Desa Bengkala, Buleleng, mendadak jadi arena debat sengit. Tapi tunggu dulu, ini bukan debat politisi atau akademisi. Kali ini, panggungnya diambil alih anak-anak SMA dan SMK! Dengan percaya diri, mereka beradu argumen soal topik panas yang lagi ramai, yakni pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.

Argumen demi argumen dilontarkan dengan enteng saja. Ya, seenteng scroll TikTok, mungkin. Tapi sungguh, pemikiran mereka cukup logis dan mudah diterima—walau hanya pemikiran anak SMA/SMK yang menggebu seperti tokoh dalam Dilan 1990, tapi mereka cukup serius.

Dua tim dari SMAN Bali Mandara (tim pro) dan SMKN 1 Sawan (tim kontra) tampil membawa semangat muda, lengkap dengan data dan logika.

Tim SMAN Bali Mandara tampil layaknya investor yang sedang mempromosikan proyek besar. Mereka optimis bahwa bandara ini adalah langkah maju yang akan mengubah wajah Buleleng. Coba bayangkan, berapa banyak peluang kerja yang tercipta? Dari tukang parkir, petugas bandara, sampai barista di kafe terminal. Semua dapat bagian! Kalau dipikir-pikir, benar juga sih. Ya, tentu kalau bandara jadi. Diamini saja dulu.

Tak hanya soal lapangan kerja, mereka juga menyoroti potensi pemerataan ekonomi. Selama ini Bali Selatan selalu jadi pusat segalanya—turis, hotel, restoran. Bali Utara gimana? Dapat sisanya aja? Menurut mereka, bandara baru ini adalah kunci untuk menyebar wisatawan secara merata ke seluruh Bali. Buleleng punya pantai, air terjun, dan kebun cengkeh. Masa kalah sama Kuta yang cuma punya pasir? Iya, kan?

Tak lupa, tim ini juga membawa argumen soal modernisasi. Bandara itu simbol kemajuan. Kalau kita mau bersaing di tingkat global, fasilitas seperti ini wajib ada. Lagian, siapa tahu nanti ada artis Hollywood yang nyasar ke sini. Atau artis Korea landing di Buleleng. Penggemar K-Pop ya gak perlu jauh-jauh lagi ke Denpasar hanya untuk liat idola. Belum lagi jalannya macet. Telat deh.

“Kalau ada bandara berarti Buleleng nanti bisa lebih maju,” begitu kira-kira salah satu argumen yang disebutkan oleh tim SMAN Bali Mandara pada debat ringan yang tak ringan itu. Meski berada di posisi tim yang mendukung bandara, mungkinkah mereka benar-benar yakin itu akan terwujud? Entahlah. Ini hanya debat biasa. Jangan baper!

Namun, tim SMKN 1 Sawan tidak tinggal diam. Dengan gaya yang lebih serius tapi tetap santai, mereka langsung menyerang argumen lawan.

“Pembangunan bandara itu tidak semanis janji kampanye. Hutan-hutan akan habis, sawah-sawah akan berganti aspal, dan ekosistem rusak. Apakah ini harga yang mau kita bayar?” begitu kira-kira sekelumit yang saya dengar.

Sebagai tim kontra dengan isu pembangunan bandara ini, rasanya mudah saja bagi tim SMKN 1 Sawan meluncurkan serangan. Bertubi-tubi, membabi buta! Mereka juga menantang klaim soal lapangan kerja. “Memangnya tanpa bandara, masyarakat nggak bisa kerja? Buleleng punya banyak potensi. Buka usaha kecil-kecilan, misalnya,” serangan ditambah lagi.

Benar juga ini. Kalau kreatif, jual es kelapa di pantai atau jadi pemandu wisata air terjun juga bisa kok. Tidak harus menunggu ada bandara dulu baru bisa kerja.

Tak hanya itu, mereka juga memaparkan risiko sosial. Dari sudut pandang tim SMKN 1 Sawan. Buleleng ini tenang, damai. Kalau bandara dibangun, akan ada arus migrasi besar-besaran. Buleleng kita bisa berubah jadi Bali Selatan kedua, penuh macet dan gedung tinggi. “Apa itu yang kita mau?”

Meski masih pelajar, kedua tim membuktikan bahwa mereka serius. Data statistik, analisis dampak, hingga contoh kasus dari daerah lain dilontarkan dengan lancar. Salah satu momen puncak terjadi ketika tim pro dan kontra saling menantang dengan pertanyaan.

Penonton, termasuk pedagang pasar, ikut terpukau. “Kalau anak muda kayak gini, masa depan Buleleng cerah!” celetuk seorang ibu, pengunjung pasar. Saya sedikit kaget. Ibu yang sedari tadi duduk di belakang saya sambil scroll reels di Facebook ternyata memperhatikan juga. Luar biasa kemampuannya. Nonton reels sambil dengar debat.

Debat ini tidak memberikan jawaban langsung soal nasib bandara. Tapi satu hal yang pasti, generasi muda Buleleng siap berpikir kritis dan bersuara untuk masa depan daerah mereka.

Entah bandara itu jadi dibangun atau tidak, yang jelas semangat anak-anak ini patut diacungi jempol. Kalau mereka yang memimpin nanti, mungkin kita semua bisa berharap Buleleng tetap indah—dengan atau tanpa runway.[T]

Bandar Udara atau Bandar Tanah
Mari Memandang Pencoretan Bandara Bali Utara dengan Perspektif Lain
Janji Politik Pilkada Bali 2024: Pilih Bandara atau Jalur Kereta?

Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah
Tags: bandara bali utaradebatPasar IntaranSMAN Bali MandaraSMKN 1 Sawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali

Next Post

Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co