2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!

Dian Suryantini by Dian Suryantini
December 8, 2024
in Esai
Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!

Suasana debat antarsekolah di Pasar Intaran | Foto: Dian

HIRUK Pikuk Pasar Intaran di Desa Bengkala, Buleleng, mendadak jadi arena debat sengit. Tapi tunggu dulu, ini bukan debat politisi atau akademisi. Kali ini, panggungnya diambil alih anak-anak SMA dan SMK! Dengan percaya diri, mereka beradu argumen soal topik panas yang lagi ramai, yakni pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.

Argumen demi argumen dilontarkan dengan enteng saja. Ya, seenteng scroll TikTok, mungkin. Tapi sungguh, pemikiran mereka cukup logis dan mudah diterima—walau hanya pemikiran anak SMA/SMK yang menggebu seperti tokoh dalam Dilan 1990, tapi mereka cukup serius.

Dua tim dari SMAN Bali Mandara (tim pro) dan SMKN 1 Sawan (tim kontra) tampil membawa semangat muda, lengkap dengan data dan logika.

Tim SMAN Bali Mandara tampil layaknya investor yang sedang mempromosikan proyek besar. Mereka optimis bahwa bandara ini adalah langkah maju yang akan mengubah wajah Buleleng. Coba bayangkan, berapa banyak peluang kerja yang tercipta? Dari tukang parkir, petugas bandara, sampai barista di kafe terminal. Semua dapat bagian! Kalau dipikir-pikir, benar juga sih. Ya, tentu kalau bandara jadi. Diamini saja dulu.

Tak hanya soal lapangan kerja, mereka juga menyoroti potensi pemerataan ekonomi. Selama ini Bali Selatan selalu jadi pusat segalanya—turis, hotel, restoran. Bali Utara gimana? Dapat sisanya aja? Menurut mereka, bandara baru ini adalah kunci untuk menyebar wisatawan secara merata ke seluruh Bali. Buleleng punya pantai, air terjun, dan kebun cengkeh. Masa kalah sama Kuta yang cuma punya pasir? Iya, kan?

Tak lupa, tim ini juga membawa argumen soal modernisasi. Bandara itu simbol kemajuan. Kalau kita mau bersaing di tingkat global, fasilitas seperti ini wajib ada. Lagian, siapa tahu nanti ada artis Hollywood yang nyasar ke sini. Atau artis Korea landing di Buleleng. Penggemar K-Pop ya gak perlu jauh-jauh lagi ke Denpasar hanya untuk liat idola. Belum lagi jalannya macet. Telat deh.

“Kalau ada bandara berarti Buleleng nanti bisa lebih maju,” begitu kira-kira salah satu argumen yang disebutkan oleh tim SMAN Bali Mandara pada debat ringan yang tak ringan itu. Meski berada di posisi tim yang mendukung bandara, mungkinkah mereka benar-benar yakin itu akan terwujud? Entahlah. Ini hanya debat biasa. Jangan baper!

Namun, tim SMKN 1 Sawan tidak tinggal diam. Dengan gaya yang lebih serius tapi tetap santai, mereka langsung menyerang argumen lawan.

“Pembangunan bandara itu tidak semanis janji kampanye. Hutan-hutan akan habis, sawah-sawah akan berganti aspal, dan ekosistem rusak. Apakah ini harga yang mau kita bayar?” begitu kira-kira sekelumit yang saya dengar.

Sebagai tim kontra dengan isu pembangunan bandara ini, rasanya mudah saja bagi tim SMKN 1 Sawan meluncurkan serangan. Bertubi-tubi, membabi buta! Mereka juga menantang klaim soal lapangan kerja. “Memangnya tanpa bandara, masyarakat nggak bisa kerja? Buleleng punya banyak potensi. Buka usaha kecil-kecilan, misalnya,” serangan ditambah lagi.

Benar juga ini. Kalau kreatif, jual es kelapa di pantai atau jadi pemandu wisata air terjun juga bisa kok. Tidak harus menunggu ada bandara dulu baru bisa kerja.

Tak hanya itu, mereka juga memaparkan risiko sosial. Dari sudut pandang tim SMKN 1 Sawan. Buleleng ini tenang, damai. Kalau bandara dibangun, akan ada arus migrasi besar-besaran. Buleleng kita bisa berubah jadi Bali Selatan kedua, penuh macet dan gedung tinggi. “Apa itu yang kita mau?”

Meski masih pelajar, kedua tim membuktikan bahwa mereka serius. Data statistik, analisis dampak, hingga contoh kasus dari daerah lain dilontarkan dengan lancar. Salah satu momen puncak terjadi ketika tim pro dan kontra saling menantang dengan pertanyaan.

Penonton, termasuk pedagang pasar, ikut terpukau. “Kalau anak muda kayak gini, masa depan Buleleng cerah!” celetuk seorang ibu, pengunjung pasar. Saya sedikit kaget. Ibu yang sedari tadi duduk di belakang saya sambil scroll reels di Facebook ternyata memperhatikan juga. Luar biasa kemampuannya. Nonton reels sambil dengar debat.

Debat ini tidak memberikan jawaban langsung soal nasib bandara. Tapi satu hal yang pasti, generasi muda Buleleng siap berpikir kritis dan bersuara untuk masa depan daerah mereka.

Entah bandara itu jadi dibangun atau tidak, yang jelas semangat anak-anak ini patut diacungi jempol. Kalau mereka yang memimpin nanti, mungkin kita semua bisa berharap Buleleng tetap indah—dengan atau tanpa runway.[T]

Bandar Udara atau Bandar Tanah
Mari Memandang Pencoretan Bandara Bali Utara dengan Perspektif Lain
Janji Politik Pilkada Bali 2024: Pilih Bandara atau Jalur Kereta?

Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah
Tags: bandara bali utaradebatPasar IntaranSMAN Bali MandaraSMKN 1 Sawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali

Next Post

Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co