12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!

Dian Suryantini by Dian Suryantini
December 8, 2024
in Esai
Ini tentang Bandara Bali Utara: Bukan Debat Politisi atau Akademisi, Jangan Baper!

Suasana debat antarsekolah di Pasar Intaran | Foto: Dian

HIRUK Pikuk Pasar Intaran di Desa Bengkala, Buleleng, mendadak jadi arena debat sengit. Tapi tunggu dulu, ini bukan debat politisi atau akademisi. Kali ini, panggungnya diambil alih anak-anak SMA dan SMK! Dengan percaya diri, mereka beradu argumen soal topik panas yang lagi ramai, yakni pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.

Argumen demi argumen dilontarkan dengan enteng saja. Ya, seenteng scroll TikTok, mungkin. Tapi sungguh, pemikiran mereka cukup logis dan mudah diterima—walau hanya pemikiran anak SMA/SMK yang menggebu seperti tokoh dalam Dilan 1990, tapi mereka cukup serius.

Dua tim dari SMAN Bali Mandara (tim pro) dan SMKN 1 Sawan (tim kontra) tampil membawa semangat muda, lengkap dengan data dan logika.

Tim SMAN Bali Mandara tampil layaknya investor yang sedang mempromosikan proyek besar. Mereka optimis bahwa bandara ini adalah langkah maju yang akan mengubah wajah Buleleng. Coba bayangkan, berapa banyak peluang kerja yang tercipta? Dari tukang parkir, petugas bandara, sampai barista di kafe terminal. Semua dapat bagian! Kalau dipikir-pikir, benar juga sih. Ya, tentu kalau bandara jadi. Diamini saja dulu.

Tak hanya soal lapangan kerja, mereka juga menyoroti potensi pemerataan ekonomi. Selama ini Bali Selatan selalu jadi pusat segalanya—turis, hotel, restoran. Bali Utara gimana? Dapat sisanya aja? Menurut mereka, bandara baru ini adalah kunci untuk menyebar wisatawan secara merata ke seluruh Bali. Buleleng punya pantai, air terjun, dan kebun cengkeh. Masa kalah sama Kuta yang cuma punya pasir? Iya, kan?

Tak lupa, tim ini juga membawa argumen soal modernisasi. Bandara itu simbol kemajuan. Kalau kita mau bersaing di tingkat global, fasilitas seperti ini wajib ada. Lagian, siapa tahu nanti ada artis Hollywood yang nyasar ke sini. Atau artis Korea landing di Buleleng. Penggemar K-Pop ya gak perlu jauh-jauh lagi ke Denpasar hanya untuk liat idola. Belum lagi jalannya macet. Telat deh.

“Kalau ada bandara berarti Buleleng nanti bisa lebih maju,” begitu kira-kira salah satu argumen yang disebutkan oleh tim SMAN Bali Mandara pada debat ringan yang tak ringan itu. Meski berada di posisi tim yang mendukung bandara, mungkinkah mereka benar-benar yakin itu akan terwujud? Entahlah. Ini hanya debat biasa. Jangan baper!

Namun, tim SMKN 1 Sawan tidak tinggal diam. Dengan gaya yang lebih serius tapi tetap santai, mereka langsung menyerang argumen lawan.

“Pembangunan bandara itu tidak semanis janji kampanye. Hutan-hutan akan habis, sawah-sawah akan berganti aspal, dan ekosistem rusak. Apakah ini harga yang mau kita bayar?” begitu kira-kira sekelumit yang saya dengar.

Sebagai tim kontra dengan isu pembangunan bandara ini, rasanya mudah saja bagi tim SMKN 1 Sawan meluncurkan serangan. Bertubi-tubi, membabi buta! Mereka juga menantang klaim soal lapangan kerja. “Memangnya tanpa bandara, masyarakat nggak bisa kerja? Buleleng punya banyak potensi. Buka usaha kecil-kecilan, misalnya,” serangan ditambah lagi.

Benar juga ini. Kalau kreatif, jual es kelapa di pantai atau jadi pemandu wisata air terjun juga bisa kok. Tidak harus menunggu ada bandara dulu baru bisa kerja.

Tak hanya itu, mereka juga memaparkan risiko sosial. Dari sudut pandang tim SMKN 1 Sawan. Buleleng ini tenang, damai. Kalau bandara dibangun, akan ada arus migrasi besar-besaran. Buleleng kita bisa berubah jadi Bali Selatan kedua, penuh macet dan gedung tinggi. “Apa itu yang kita mau?”

Meski masih pelajar, kedua tim membuktikan bahwa mereka serius. Data statistik, analisis dampak, hingga contoh kasus dari daerah lain dilontarkan dengan lancar. Salah satu momen puncak terjadi ketika tim pro dan kontra saling menantang dengan pertanyaan.

Penonton, termasuk pedagang pasar, ikut terpukau. “Kalau anak muda kayak gini, masa depan Buleleng cerah!” celetuk seorang ibu, pengunjung pasar. Saya sedikit kaget. Ibu yang sedari tadi duduk di belakang saya sambil scroll reels di Facebook ternyata memperhatikan juga. Luar biasa kemampuannya. Nonton reels sambil dengar debat.

Debat ini tidak memberikan jawaban langsung soal nasib bandara. Tapi satu hal yang pasti, generasi muda Buleleng siap berpikir kritis dan bersuara untuk masa depan daerah mereka.

Entah bandara itu jadi dibangun atau tidak, yang jelas semangat anak-anak ini patut diacungi jempol. Kalau mereka yang memimpin nanti, mungkin kita semua bisa berharap Buleleng tetap indah—dengan atau tanpa runway.[T]

Bandar Udara atau Bandar Tanah
Mari Memandang Pencoretan Bandara Bali Utara dengan Perspektif Lain
Janji Politik Pilkada Bali 2024: Pilih Bandara atau Jalur Kereta?

Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah
Tags: bandara bali utaradebatPasar IntaranSMAN Bali MandaraSMKN 1 Sawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali

Next Post

Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co