13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PEDOMAN ORANG BALI DALAM BERTEMAN

Sugi Lanus by Sugi Lanus
July 20, 2025
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

—Catatan Harian Sugi Lanus, 20 Juli 2024

APAKAH orang Bali dan Nusantara (era Jawa Kuno) punya pedoman dalam pergaulan atau berteman?

Pedoman pergaulan atau pertemanan termuat secara rinci dalam kitab SARASAMUSCAYA. Kitab ini menjadi bacaan dan pedoman etika era Kerajaan Majapahit, khususnya menjadi bacaan para bangsawan dan para bhujangga (pendeta). Diperkirakan isi teks ajaran ini merupakan warisan dari periode keemasan Medang atau sekitar 5 abad sebelum berdiri Majapahit.

Kitab ini menganjurkan “setiap orang harus terjun ke dalam pergaulan”. Sebab dengan pergaulan yang tepat kita akan bisa mengembangkan diri kita sesuai dengan dharma dan swadharma. Pergaulan yang sehat membuat kemanusiaan kita bertumbuh. Sebaliknya, tanpa koridor atau pedoman dalam pergaulan yang tepat, maka pergaulan atau pertemanan akan membawa seseorang ke jurang adharma — dalam kenistaan atau kehancuran. Mengingat pergaulan mengandung resiko membawa seseorang dalam jurang adharma, kitab ini pun memberikan ajaran atau tuntunan dalam bergaul.

Di Bali kitab SARASAMUSCAYA diwarisi dalam bentuk lontar manuskrip/naskah yang ditulis di atas rontar. Pedoman bergaul dimuat dalam Sloka 300-314 dan pedoman menghindari pergaulan dengan orang dursila dimuat dalam Sloka 328-357.

Di bawah ini terjemahan dari Sloka 300-314 kitab suci SARASAMUSCAYA:

•⁠  ⁠Setiap orang harus terjun ke dalam pergaulan. Karena lewat pergaulanlah orang cepat memperoleh kepandaian dan menularkan kepandaian. Karena itu bersungguh-sungguhlah bergaul dengan orang pandai. Seperti halnya membuat minyak wangi dari bau bunga, maka bau bunga itu akan meresap kepada kain, air, minyak karena persentuhannya. (Sloka 300)

•⁠  ⁠Oleh karenanya, akan menjadi rendahlah budi seseorang jika ia bergaul dengan orang yang hina budi. Jika mereka bergaul dengan yang madya budi maka seperti itu pulalah budi mereka, sedang-sedang saja. Namun jika seseorang bergaul dengan orang yang utama budi, maka utama budilah yang akan diperolehnya. (Sloka 301)

•⁠  ⁠⁠Meskipun sedikit kepandaian seseorang, apabila bergaul dengan orang yang bijaksana maka kepandaian itu akan semakin bertambah, bagaikan setetes minyak yang jatuh di air, akan menyebar dan meluaskan minyak itu di dalam air. (Sloka 302)

•⁠  ⁠⁠Betapa pun kita punya keahlian dan kepandaian namun jika bergaul dengan orang yang tak punya dasar kebijakan, maka terpendamlah keahlian itu, tidak kelihatan manfaatnya. Tak beda dengan bayangan gajah pada cermin kecil, menjadi kecil pulalah bayangan gajah itu sebesar cerminnya. (Sloka 303)

•⁠  ⁠Janganlah kita sampai tidak mempunyai ilmu pengetahuan. Siapkan diri dan kejarlah ilmu, janganlah sampai terlibat pada perbuatan yang menimbulkan dosa. Tanpa punya ilmu orang akan menemui musuh dalam dirinya sendiri. (Sloka 304)

•⁠  ⁠Yang patut diusahakan dalam bergaul, bergaullah dengan para sadhu (orang yang berbudi utama dan pengatahuan suci). Kalau menjalin hubungan kekeluargaan jalin pulalah dengan sang sadhu. Begitu pula dalam berdebat, berdebatlah dengan sang sadhu karena akibatnya tak mungkin akan merendahkan budi. (Sloka 305).

•⁠  ⁠Adapun tingkah laku sang sadhu adalah tidak sombong waktu dipuji, tidak kecil hati kalau dicela, tidak mudah terpengaruh oleh rasa marah, tidak akan berkata-kata kasar, tetap teguh iman dan suci hatinya. (Sloka 306)

•⁠  ⁠Seorang sadhu tak akan memikirkan kesalahan orang lain, tidak akan mempercakapkan kejelekan orang, tak akan mengeluarkan kata-kata kasar dalam menanggapi celaan dan hinaan orang. Dalam hatinya yang dilihat hanyalah kebajikan dan perbuatan baik orang dan selalu berpikiran positif. Demikianlah perilaku orang sadhu yang juga disebut purusottama (yang memahami dan mencapai hakikat utama). (Sloka 307)

•⁠  ⁠Sang sadhu juga disebut upasama. Seperti halnya padi, ia merunduk karena beratnya buah. Atau seperti dahan kayu yang juga merunduk karena lebatnya buah. (Sloka 308).

•⁠  ⁠Orang sadhu tak akan menceritakan keburukan orang lain apalagi dibelakang orang tersebut, selalu berusaha untuk menolong orang-orang yang kesusahan, tidak diliputi kemarahan dan kebencian. Sangat pantaslah orang bijaksana itu untuk dihormati. (Sloka 309)

•⁠  ⁠Ada pun manusia berbudi seperti ini adalah mereka yang punya wibawa karena dipenuhi kebijaksanaan, terpelajar dan berpengetahuan, tidak sombong, berbudi lembut, tidak kasar dan tidak diliputi amarah, ia dihormati dan dituruti perintahnya. (Sloka 310)

•⁠  ⁠Kalau pun tidak mampu mengikuti tingkah laku sang sadhu seluruhnya, karena memang sangat berat dan banyak syaratnya, sebagian diikuti sudah baik. Sesuaikan dengan kemampuan diri sendiri, walau pun sedikit pastilah akan banyak menolong. (Sloka 311)

•⁠  ⁠Lagi pula bukan saja manusia dan makhluk hidup lain yang mencintai sang sadhu, bahkan sang hyang atma pun cinta kasih kepada sang sadhu. (Sloka 312).

•⁠  ⁠Orang yang berbuat bajik kepada orang lain, bukan karena hasrat akan pahala namun lebih sebagai kewajiban diri sang sadhu. Prilaku bajik yang jauh dari motif-motif pahala seperti ini merupakan tindakan cerdas, terpelajar dan bijaksana. Itulah sifat seorang maha purusa. (Sloka 313).

•⁠  ⁠Kesimpulannya usahakan dengan sebaiknya meniru  perbuatan orang sadhu itu dengan tekun dan teguh. Harta kekayaan tidak selayaknya dipegang teguh jika bertentangan dengan kebajikan, sebab ia dapat datang atau pergi dan sulit untuk dijaga. Lagi pula bukannya orang yang tidak berharta dinamakan miskin. Walau tanpa harta, jika kaya moralitas, bajik dan susila, inilah sesungguhnya yang dinamakan kaya. Meskipun ada orang yang kaya harta namun jahat, amoral dan asusila, mereka inilah yang disebut miskin.  (Sloka 314).

Kitab suci SARASAMUSCAYA selanjutnya dalam Sloka 328 sampai Sloka 357 menjelaskan bermacam kategori orang yang perlu dihindari dalam pergaulan. Diantaranya adalah orang suka berbohong, orang yang tergantung minuman beralkohol (termasuk yang mempromosikan atau mengajak-ajak orang lain sebagai minuman alkohol sebagai minuman harian), orang yang omongannya menyakitkan dan tidak punya pertimbangan rasa dalam berkata dan berbuat.

Sloka 328 sampai Sloka 357 memberikan berbagai metafora untuk menjelaskan bagaimana orang dursila atau manusia yang tidak punya rasa bersalah selayaknya dijauhi, wajib tidak didukung, dan dihindari atau dijauhi. Dijelaskan jika masyarakat dipimpin oleh orang dursila atau tidak punya kejujuran dan prilaku berbudi, maka masyarakat berada dalam jurang kehancuran, atau bisa jadi telah masuk jurang tetapi belum tersadar.

Sayangnya kitab suci SARASAMUSCAYA yang diwarisi di Bali ini, sebagai kitab tuntunan hidup di era sebelum diperkenalkannya sekolah modern, tidak lagi dijadikan panduan oleh para orang tua, guru-guru, serta pemimpin di Bali. Ketidakseriusan dalam mempelajari dan menyebarkan isi kitab ini adalah kerugian besar bagi Bali. [T]

Penulis: Sugi Lanus
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis SUGI LANUS

BALI DIRUSAK JADI KANDANG BEBEK
ORANG BALI AKAN LAHIR KEMBALI DI BALI?
MEDITASI [1] :  ORANG BALI MEMIKIRKAN PIKIRAN
Tags: baliorang balisarasamuscaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Avidya: Ketidaktahuan yang Dijalin dari Berbagai Kemungkinan —  Catatan Reflektif Pameran Avidya di Tat Art Space, Denpasar

Next Post

Koster Senang Karena Seniman Menggarap Karya Seni Berdasar Kearifan Lokal di Daerah Masing-masing

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Koster Senang Karena Seniman Menggarap Karya Seni Berdasar Kearifan Lokal di Daerah Masing-masing

Koster Senang Karena Seniman Menggarap Karya Seni Berdasar Kearifan Lokal di Daerah Masing-masing

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co