24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi Bikin Kapok, Alarm bagi Industri Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
July 19, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PENGALAMAN yang menyenangkan merupakan sesuatu yang didambakan wisatawan ketika mengunjungi satu destinasi. Namun tidak jarang wisatawan mengalami kedongkolan saat berada di destinasi wisata. Tentu saja ini akan membuat wisatawan kapok untuk kembali mengunjungi destinasi tersebut.

Biasanya wisatawan melakukan perjalanan tidak ujug-ujug. Sebelum mengunjungi destinasi wisata, orang akan melakukan perencanaan dan persiapan yang matang. Pilihan terhadap destinasi maupun objek wisata direncanakan berdasarkan pada banyak hal, seperti anggaran perjalanan, moda transportasi yang digunakan, akomodasi, tempat kuliner, jumlah peserta, apakah melakukan perjalanan secara mandiri atau melalui biro perjalanan, maupun barang bawaan selama berwisata.

Kedongkolan wisatawan dapat muncul kapan saja dan di mana saja. Kesiapan anggaran kerap menjadi alasan bagi wisatawan untuk berhati-hati dalam pengeluaran. Anggaran akan menentukan apakah wisatawan akan menggunakan pesawat, kereta api, atau kendaraan pribadi. Harga tiket pesawat yang mahal sempat membuat wisatawan kesal dan kapok, sehingga memilih menunda perjalanan atau menggunakan moda transportasi lain yang lebih murah.

Di mana wisatawan akan menginap juga ditentukan oleh anggaran perjalanan. Apakah menginap di hotel atau homestay. Informasi tentang akomodasi sering diperoleh melalui internet, lantaran pengusaha akomodasi melakukan promosi dan pemasaran secara digital. Kekecewaan yang berujung kapok dapat terjadi ketika fasilitas yang diberikan berbeda dengan yang dipromosikan.

Tempat kuliner acap mejadi sasaran kedongkolan wisatawan. Salah satu pengalaman yang menyenangkan bagi wisatawan memang menikmati kuliner khas daerah. Namun kadang wisatawan dibuat kapok untuk kembali menikmati kuliner itu, entah karena rasanya yang tidak sesuai ekspektasi maupun harga makanan yang terlalu mahal. Hal ini akan sangat dirasakan bagi wisatawan yang mengajak anggota keluarga dalam jumlah banyak.

Menikmati perjalanan wisata melalui biro perjalanan kadang menjadi pilihan bagi wisatawan, karena dianggap praktis, utamanya bagi wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi satu destinasi. Akan tetapi ketidakcermatan dalam memilih biro perjalanan juga dapat berujung kekecewaan. Ada saja yang membuat wisatawan kapok, lantaran apa yang diterima wisatawan tidak sesuai dengan paket wisata yang ditawarkan. Ini bisa terjadi pada biro perjalanan wisata yang abal-abal atau tidak tersertifikasi.

Destinasi yang Bikin Kapok

Keluhan setiap wisatawan tentang destinasi yang dikunjungi berbeda-beda. Ada wisatawan yang mengeluhkan fasilitas akomodasi, ada yang kecewa terhadap wahana wisata, ada yang tidak puas pada pelayanan pekerja wisata, ada pula yang kapok berkunjung karena lingkungan yang rusak di destinasi wisata. Semua keluhan, kekecewaan, dan ketidakpuasan yang bikin kapok wisatawan adalah alarm dalam industri pariwisata, peringatan keras bagi pengembangan pariwisata.

Tidak sedikit destinasi yang bikin kapok wisatawan, baik yang ada di Indonesia maupun mancanegara. Beberapa destinasi di Indonesia berpotensi membuat kapok wisatawan. Sebut saja Puncak Bogor, Bandung, Yogyakarta, Bali, Danau Toba, Labuhan Bajo, Raja Ampat, dan daerah lain yang pernah dikeluhkan wisatawan.

Puncak Bogor di Jawa Barat merupakan salah satu destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap libur panjang tiba. Namun alih-alih menikmati kenyamanan, wisatawan justru disuguhi kemacetan lalu lintas. Bagi yang mendambakan kenyamanan dalam berwisata, Puncak Bogor bisa bikin kapok. Meski kenyataannya setiap libur panjang Puncak Bogor selalu diburu wisatawan.

Nyaris sama dengan Puncak Bogor, Bandung juga kerap membuat kesal wisatawan. Kota yang konon disebut Paris Van Java ini tak lagi senyaman dulu. Berwisata ke Bandung pada libur panjang harus bersiap dengan kemacetan dan kesemerawutan lalu lintas di dalam kota. Kuliner Sunda mungkin bisa menyajikan kenikmatan, namun rasa lelah di jalanan akan sulit terobati.

Senada, Yogyakarta juga destinasi yang menyenangkan dan penuh kenangan bagi wisatawan. Namun Yogyakarta juga menyimpan banyak persoalan yang membuat kapok wisatawan. Selain kemacetan, Yogyakarta juga bermasalah dengan parkir liar maupun tarif parkir yang tak wajar, membuat kesal wisatawan. Belum lagi Jalan Malioboro yang legendaris diwarnai dengan pengamen yang membuat wisatawan dongkol; apalagi pengamen yang marah ketika tidak diberikan uang.

Bali sempat menjadi destinasi yang bikin kapok wisatawan. Bahkan Fodor’s Travel pernah menyarankan wisatawan untuk mempertimbangkan jika ingin berkunjung ke Pantai Kuta. Padatnya wisatawan domestik dan mancanegara membuat Pantai Kuta tak lagi nyaman untuk dikunjungi. Belum lagi persoalan sampah dan abrasi pantai membuat wisatawan kapok untuk berkunjung kembali.

Walau Bali tetap ramai dikunjungi wisatawan, namun bagi mereka yang mengejar kualitas berwisata, Bali mendapat alarm berbahaya. Kemacetan lalu lintas di Badung, Denpasar, Gianyar, dan Tabanan memasuki tahap parah. Belum lagi tindak kriminalitas yang melibatkan wisatawan membuat Bali tidak lagi aman dan nyaman. Bule yang mabuk dan ugal-ugalan di jalanan membuat was-was wisatawan lain yang menginginkan kenyamanan dan keamanan.

Raja Ampat di Papua Barat Daya sesungguhnya merupakan destinasi yang masih alami. Namun Raja Ampat juga didera masalah yang dapat membuat wisatawan kapok dan menjadi alarm berbahaya bagi industri pariwisata Tanah Air. Pungutan liar kepada wisatawan di Raja Ampat sempat meresahkan. Disusul kemudian kasus sejumlah warga yang mengusir wisatawan asing di Raja Ampat sebagai buntut pencabutan izin usaha pertambangan di wilayah itu. Hal ini tentu dapat memicu rasa kapok wisatawan.

Tren Anti Promosi Influencer

Animo wisatawan mengunjungi satu destinasi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain keunggulan yang dimiliki destinasi, promosi wisata terhadap destinasi juga mengundang wisatawan untuk berkunjung. Peran influencer atau kaum pemengaruh ini cukup besar dalam menumbuhkan keinginan orang untuk berwisata.

Meski begitu, saat terjadi masalah di sebuah destinasi, maka peran influencer akan terabaikan. Wisatawan yang terlanjur dongkol atas kualitas produk wisata di destinasi akan menganggap tayangan influencer di berbagai media sosial adalah omong kosong belaka. Apalagi kini muncul tren anti influencer yang dilakukan wisatawan.

Mengutip CEO jejaring sosial ASMALLWORD, Jan Luescher sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia (11/2/2025), para wisatawan mulai menghindari rekomendasi destinasi dari para influencer sebagai upaya menghindari tempat yang terlalu ramai. Wisatawan mencari perjalanan yang lebih bersifat personal dan berbeda dari rencana perjalanan yang dapat diprediksi dan penuh dengan foto yang dibentuk media sosial.

Tren ini sesungguhnya bersifat linier dengan pengalaman wisatawan ketika mengunjungi satu destinasi. Pekerjaan influencer hanya sia-sia saat memuji dan mengunggah foto-foto menarik tentang destinasi bila wisatawan justru dikecewakan dan dibuat kapok mengunjungi destinasi itu.

Bukan hanya di Indonesia, destinasi bermasalah juga dijumpai di beberapa negara. Venesia di Italia, Menara Eiffel di Prancis, Grand Canyon Amerika Serikat, Times Square di New York, Tembok Besar Cina, Santorini di Yunani, dan masih banyak destinasi lain yang bikin wisatawan kapok untuk berkunjung kembali lantaran padat, macet, kumuh, kerusakan lingkungan, dan tak lagi nyaman.

Destinasi yang bikin kapok adalah persoalan besar dalam pariwisata, alarm serius dalam industri pariwisata. Destinasi bikin kapok bukan hanya di kota-kota besar di Tanah Air. Banyak pula wisatawan yang kapok mengunjungi destinasi wisata di daerah karena masalah yang dianggap sepele, seperti parkir liar, toilet jorok, serta objek wisata yang tidak ramah anak dan penyandang disabilitas. Saatnya wisatawan diutamakan, waktunya alarm tanda bahaya diperhatikan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Micro Tourism”: Berwisata Demi Efisiensi
Promosi Produk Wisata Manipulatif, Bisa Saja
“Noctourism”: Berwisata Sambil Begadang
“Storynomics Tourism”: Tutur Cerita dalam Wisata
“Study Tour”, Bukan Remah-Remah dalam Pariwisata
“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata
Tags: destinasi wisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ancaman Video AI dalam Diseminasi Informasi Kesehatan

Next Post

Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

Kalau “Geguritan” bisa Dijadikan Novel, Bukankah Novel bisa Diadaptasi jadi “Geguritan”?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co