3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Study Tour”, Bukan Remah-Remah dalam Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
May 18, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KONTROVERSI seputar pelarangan study tour sempat ramai menjadi perbincangan. Beberapa pemerintah daerah dan sekolah melarang siswa, mulai dari TK hingga SMA untuk melakukan study tour ke luar kota.

Awalnya, pelarangan siswa berwisata ke luar daerah didasari atas banyaknya kecelakaan bus yang membawa rombongan siswa hingga menimbulkan banyak korban jiwa dan luka. Muncul rasa trauma berwisata dari para guru, siswa, dan orang tua siswa. Banyak usulan ditujukan kepada pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan pihak sekolah agar menghentikan kegiatan study tour.

Belakangan, imbauan untuk tidak melakukan perjalanan wisata siswa berombongan bernuansa efisiensi anggaran. Di tengah kesulitan ekonomi masayarakat serta efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kegiatan study tour ikut menjadi imbas untuk ditiadakan.

Tentu saja banyak pihak yang dirugikan dari pelarangan wisata pelajar ini. Sektor transportasi tentu saja yang paling terdampak. Hampir semua study tour akan menggunakan armada bus dari agen biro perjalanan di daerah. Mereka sangat menggantungkan usaha bisnisnya dari kegiatan berwisata para siswa ini. Bayangkan saja, satu sekolah di satu kota bisa memberangkatkan siswa dengan tiga hingga empat armada bus. Jika di satu kota ada sepuluh sekolah yang melakukan study tour tentu sangat menggiurkan dari sisi bisnis transportasi.

Sektor akomodasi merasakan betul imbas pelarangan study tour, baik hotel melati maupun berbintang. Kegiatan berwisata para siswa ini menyumbang lama tinggal dan tingkat hunian hotel, karena lama menginap siswa bisa berkisar dua sampai tiga malam. Jumlah peserta wisata pelajar ini juga lumayan banyak. Apalagi jika musim libur panjang sekolah.

Restoran, rumah makan, dan usaha cendera mata ikut merasakan dampak pula. Biro perjalanan wisata biasanya sudah berjejaring dengan rumah makan dan toko oleh-oleh saat membawa rombongan siswa. Sepinya kegiatan study tour akan berpengaruh terhadap bisnis mereka.

Pengelola objek wisata juga terpukul akibat kebijakan yang melarang siswa berwisata ke luar daerah. Hal itu dirasakan betul oleh para pengelola desa wisata yang kerap menjadi objek kunjungan para siswa. Apalagi banyak kegiatan siswa ke luar daerah dengan tinggal menginap di satu desa wisata.

Maka, pelarangan study tour bagi siswa akan berdampak pada ekosistem pariwisata daerah dan nasional. Kegiatan berwisata siswa bukan sekadar remah-remah dalam industri pariwisata Tanah Air. Study tour bukan serpihan kue pariwisata, namun justru penopang geliat perkembangan pariwisata nasional.

Nilai Edukasi

Berwisata bagi siswa tentunya bukan sekadar jalan-jalan ke luar daerah sambil mengunjungi objek wisata dan pulang membawa oleh-oleh. Sejatinya, study tour adalah kegiatan yang sarat dengan nilai edukasi. Siswa berwisata sambil belajar, juga belajar sambil berwisata.

Nilai edukasi ini yang perlu lebih ditekankan dalam study tour, sehingga ketika terjadi kasus kecelakaan rombongan siswa bukan lantas melarang seluruh kegiatan berwisata. Konsep study tour perlu ditinjau ulang, agar siswa dapat merasakan pembelajaran secara kontekstual dalam berwisata.

Pihak sekolah bersama biro perjalanan perlu mengkaji ulang objek-objek wisata yang akan dikunjungi para siswa. Jangan sampai, objek wisata yang dikunjungi sama sekali tidak terkait secara kontekstual dengan teori maupun materi yang dipelajari siswa di kelas. Konsep edukasi harus dikembalikan sebagai esensi study tour. Bukan justru berwisatanya yang mendapat porsi lebih besar.

Pengalaman baru adalah nilai posistif yang akan diperoleh siswa ketika melakukan perjalanan ke luar daerahnya. Secara sosial siswa akan memperoleh pelajaran yang bernilai edukatif setelah sekian lama hanya duduk di bangku sekolah. Pengalaman bisa berkaitan dengan perjalanan, teman baru, cerita baru, maupun budaya baru di objek wisata kunjungan.

Sejalan dengan pengalaman baru, siswa juga akan mendapat keterampilan baru dalam berwisata yang tidak diperolehnya selama di sekolah. Mengunjungi objek maupun desa wisata misalnya, siswa akan mendapat keterampilan baru tentang tarian tradisional, cara menanam padi, maupun keterampilan dalam mengolah makanan tradisional.

Memperluas wawasan dan cakrawala berpikir merupakan hal yang tidak boleh dianggap remeh dalam study tour. Siswa tidak hanya mengenal objek wisata maupun budaya di daerahnya sendiri.

Dengan berwisata, siswa akan memiliki wawasan bahwa Indonesia begitu luas dan beragam. Meski kini informasi bisa diperoleh dengan cepat melalui media sosial, namun siswa yang tak pernah mengunjungi langsung daerah lain akan menjadi katak dalam tempurung. Serba tahu, namun hanya “katanya”.

Pengalaman empiris berwisata tidak dapat tergantikan dengan pengalaman bermedia. Ada proses interaksi siswa dengan penduduk setempat, ada proses belajar siswa tentang budaya setempat. Dengan demikian, study tour adalah guru kedua setelah guru di kelas, yang akan mengajarkan siswa banyak hal bernilai edukatif.

Sumber Masalah

Study tour memang bukan remah-remah dalam industri pariwisata. Bukan serpihan, bukan recehan, bukan kepingan tak berharga. Apalagi kekinian pasar wisata didominasi oleh generasi Z dan Alpha. Artinya, pasar wisata Tanah Air sebagian besar adalah wisatawan dari kelompok usia pelajar dan mahasiswa. Oleh sebab itu, study tour merupakan ladang bisnis yang masih akan prospektif di masa depan.

Andai pun kerap terjadi kasus kecelakaan rombongan siswa yang berwisata, maka perlu ditelusuri sumber masalahnya. Bukan serta-merta langsung melarang study tour, yang jelas-jelas memberi kontribusi signifikan dalam industri pariwisata. Pelarangan justru akan memunculkan kegiatan study tour yang sembunyi-sembunyi tanpa melalui prosedur keamanan.

Dalam beberapa kasus, sengkarut pelaksanaan study tour dapat disebabkan oleh banyak faktor. Kelayakan armada dan kelalaian pengemudi sering dituding sebagai biang terjadinya kasus kecelakaan rombongan siswa. Untuk itu perlu ada ketegasan dari ASITA (asosiasi biro perjalanan wisata)  maupun pemerintah daerah terkait standard operational procedure (SOP) pelaksanaan study tour oleh biro perjalanan. Sertifikasi biro perjalanan merupakan syarat mutlak bagi mereka yang akan menangani study tour.

Meski banyak yang mengelak, faktor komisi atau cash back turut pula dalam sengkarut pelaksanaan study tour. Panitia pelaksana di sekolah berharap dapat komisi dari biro perjalanan. Hal ini akan berekses pada efisisensi dari biro perjalanan, yang selanjutnya akan berpengaruh pada kualitas pelayanan kepada siswa. Dan yang sangat tidak diharapkan, faktor komisi ini dapat memicu terabaikannya keselamatan dalam perjalanan.

Persaingan di antara biro perjalanan di daerah cukup ketat. Tidak jarang, terjadi monopoli pelaksanaan study tour oleh satu biro perjalanan di daerah. Hal ini akan memicu konflik bisnis perjalanan wisata di daerah. Jika tidak dibenahi dan tidak ada transparansi dalam program wisata siswa di daerah, maka sengkarut kasus study tour akan semakin rumit.

Mengembalikan hakikat dan marwah study tour harus segera dilakukan, di tengah polemik pelarangan berwisata bagi siswa. Pemerintah daerah dapat saja melakukan intervensi kepada sekolah dan biro perjalanan agar ada selektivitas dalam memilih objek kunjungan. Jangan sampai rombongan siswa diarahkan ke objek wisata tertentu yang jauh dari nilai edukatif, tetapi sekadar mengejar komisi bagi biro perjalanan.

Industri pariwisata Indonesia sedang diguncang banyak masalah. Efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, perilaku wisatawan yang tidak lagi bersahabat, dan kerusakan lingkungan dalam pariwisata. itu semua perlu diatasi oleh Kementerian Pariwisata. Namun masalah study tour jangan dianggap remeh. Karena ia bukan remah-remah dalam pariwisata. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata
Desa Wisata, Ujung Tombak yang Tumpul?
Waspada “Cancel Culture” di Sektor Pariwisata
Apa Kabar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas?
“Influencer” dan Promosi Pariwisata
Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia
Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Tags: ilmu pariwisataPariwisatastudy tour
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Adiós

Next Post

Mengkaji Puisi Picasso : Tekstualisasi Karya Rupa Pablo Picasso

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails
Next Post
Mengkaji Puisi Picasso : Tekstualisasi Karya Rupa Pablo Picasso

Mengkaji Puisi Picasso : Tekstualisasi Karya Rupa Pablo Picasso

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co