2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ironi Efisiensi dan Bangga Berwisata di Indonesia

Chusmeru by Chusmeru
March 8, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

EFISIENSI anggaran dijadikan jurus ampuh pada 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Banyak pos Kementerian dan Lembaga (K/L) yang dipangkas. Efisiensi anggaran pun menjadi kebijakan politis demi gengsi penguasa baru.

Jika dirunut, efisiensi anggaran tercetus setelah program kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) dengan mengusung isu Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata menemui banyak kendala dalam pelaksanaannya. Program MBG ternyata terseok-seok lantaran menyedot biaya banyak. Padahal program itu merupakan salah satu nilai jual politis yang sangat tinggi dalam kampanye Pilpres kemarin.

Maka, tidak ada pilihan lain kecuali harus memangkas anggaran K/L untuk memenuhi biaya MBG. Hal itu diakui sendiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah terpaksa menggunakan dana hasil efisiensi anggaran sebesar Rp 24 Triliun untuk mendukung program MBG. Pernyataan itu disampaikan Prabowo pada saat pidato Perayaan Hari Ulang Tahun ke-17 Partai Gerindra di Bogor, 15 Februari 2025 ( Kompas.com, 16/2/2025).

Kebijakan tersebut bukan tanpa ironi. Efisiensi anggaran mengakibatkan perubahan pola dan irama kerja pegawai. Beberapa instansi pemerintah membatasi aktivitas yang berkaitan dengan pengeluaran anggaran. Mulai dari tidak diperbolehkan untuk rapat di rumah makan hingga hemat dalam penggunaan listrik dan AC.

Ironinya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, masyarakat disuguhi tontonan yang kontradiktif. Acara retreat kepala daerah di Akademi Militer Magelang menelan biaya Rp 13 miliar. Jumlah yang tidak sedikit bagi rakyat yang ekonominya sedang terjepit.

Kebijakan Reaksioner

Di tengah ironi efisiensi anggaran, muncul gagasan kampanye dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan meluncurkan tagar #MudikYuk dan #LebarandiJakartaAja. Kampanye  itu untuk meningkatkan minat wisatawan melakukan perjalanan wisata selama libur Lebaran 2025.

Kampanye tersebut juga bertujuan mendorong pencapaian 1,08 miliar perjalanan nusantara yang ditargetkan pada tahun 2025. Hal ini  merupakan bagian dari kampanye besar #DiIndonesiaAja, dan program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI). Nantinya, melalui kampanye #MudikYuk, masyarakat diajak untuk menjelajahi destinasi wisata di Indonesia, terutama di sekitar kampung halaman mereka (Kumparan, 2/3/2025).

Kampanye Kemenpar sesungguhnya bukan sesuatu yang inovatif dan progresif. Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia justru menggambarkan kebijakan yang reaksioner terhadap kondisi perekonomian yang sedang lesu; ditambah lagi dengan efisiensi anggaran dari pemerintah.

Tagar #MudikYuk tidak berkorelasi terlalu signifikan dengan perkembangan pariwisata Tanah Air. Terkesan Kemenpar hanya mendompleng momentum Lebaran untuk mendorong masyarakat berwisata. Tidak muncul program yang jelas, bagaimana menggairahkan sektor pariwisata di tengah efisiensi anggaran.

Setiap Lebaran sebagian besar masyarakat Indonesia sudah pasti akan mudik. Selain pulang kampung, masyarakat juga akan berkunjung ke tempat-tempat wisata di daerah. Namun kegiatan berwisata itu sesungguhnya bagian dari kultur mudik, bukan terdorong oleh motif berwisata. Semestinya Kemenpar punya gagasan yang lebih bernas untuk menghidupkan sektor pariwisata.

Sektor Terdampak

Bangga Berwisata di Indonesia tidak cukup dengan tagar #MudikYuk. Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah akan berdampak serius terhadap sektor pariwisata. Masalah ini semestinya yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh dari Kemenpar.

Pariwisata adalah sebuah ekosistem yang menaungi banyak sektor usaha bisnis dan pelayanan. Ada sektor transportasi, akomodasi, objek dan daya tarik wisata, kuliner, industri kreatif, dan usaha kecil kerajinan. Semua sektor itu saling terkait dan saling pengaruh.

Efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah akan berdampak serius pada sektor pariwisata. Banyak kegiatan di K/L yang sangat berkaitan dengan sektor pariwisata. Sebut saja perjalanan dinas, kunjungan kerja, dan studi banding.

Sektor transportasi tentu saja akan terdampak. Berkurangnya perjalanan dinas pegawai pemerintahan akan mengurangi mobilitas. Karenanya, target  1,08 miliar perjalanan nusantara tahun 2025 diperkirakan sulit tercapai. Dampak efisiensi anggaran juga akan dirasakan biro perjalanan yang selama ini sering menangani kegiatan-kegiatan instansi pemerintah ke luar daerah.

Akomodasi menjadi sektor yang terdampak pula. Berkurangnya anggaran untuk kunjungan kerja maupun studi banding ke daerah lain akan berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel dan lama menginap. Kegiatan yang biasanya dapat dilakukan selama tiga atau empat hari, bisa dipangkas menjadi hanya satu atau dua hari saja.

Jika sektor akomodasi terdampak, maka sektor kuliner pun akan terdampak. Restoran dan rumah makan selama ini sangat diuntungkan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan instansi pemerintah. Banyak kegiatan rapat dinas yang dilakukan di restoran, rumah makan, dan kafe. Bisa jadi semua rapat akan dilakukan di kantor masing-masing.

Objek dan daya tarik wisata (ODTW) meski tidak terlalu terdampak serius, namun tetap saja akan merasakan imbas efisiensi anggaran. Biasanya kegiatan dinas sebuah instansi merupakan satu paket dengan mengunjungi objek-objek wisata, termasuk mengunjungi sentra-sentra kerajinan dan industri kecil. Padahal kegiatan seperti rapat dinas maupun seminar sering melibatkan banyak peserta.

Penurunan pendapatan diperkiran akan menimpa industri kreatif, event organizer (EO), kelompok kesenian, hingga artis nasional dan daerah. Banyak kegiatan meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE) yang melibatkan mereka. Kegiatan konferensi misalnya, akan melibatkan banyak pihak, mulai dari EO hingga artis.  Begitu pula dengan acara-acara seremonial yang acapkali melibatkan pelaku kesenian di daerah.

Oleh karena itu diperlukan kebijakan yang progresif dan inovatif dari Kemenpar. Jika tidak, maka industri pariwisata akan mengalami masa paceklik, hidup enggan mati pun tak mau. Meski sesungguhnya sektor pariwisata bukan hanya bergantung pada kegiatan K/L, namun nyatanya para pengusaha dan pelaku pariwisata mulai mengeluhkan kebijakan efisiensi anggaran pemerintahan Prabowo Subianto.

Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Arya Pering Arimbawa mengatakan sebagian hotel bergantung pada acara dan kunjungan kerja pemerintah. Dengan kebijakan efisiensi anggaran, mereka otomatis harus menekan biaya operasional, termasuk gaji pegawai (CNN Indonesia, 5/3/2025).

IHGMA menaungi sekitar 1.000 hotel dari Aceh hingga Papua. Mereka menggelar survei dengan sampel 315 hotel untuk mengetahui dampak efisiensi anggaran terhadap perhotelan.
Hasilnya, pengusaha-pengusaha hotel bintang tiga mengaku pendapatan mereka turun hingga 100 persen. Senada, hotel bintang empat terdampak dengan pendapatan menurun sampai 60 persen. Terutama pada bintang empat yang melaporkan potensi kerugian lebih dari Rp3 miliar per hotel selama efisiensi dilakukan, per satu hotel, demikian kata Wakil Ketua Umum IHGMA Garna Sobhara Swara, seperti diberitakan CNN Indonenia.

Garna mengatakan kerugian itu merembet ke berbagai hal. Misalnya, hotel-hotel mengurangi pembelian pasokan dari ratusan suplier, mulai dari bahan makanan hingga  keperluan hotel. Jika tidak diantisipasi, kebijakan efisiensi anggaran Presiden Prabowo akan dapat berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor pariwisata. Tentu ini akan menjadi ironi di tengah kampanye Bangga Berwisata di Indonesia.

Efisiensi anggaran tampaknya nyaris identik dengan kebijakan mengencangkan ikat pinggang di zaman pemerintahan Soeharto. Penuh ironi. Masyarakat diminta untuk berhemat dan mengencangkan ikat pinggang, sementara para pejabat dan konglomerat semakin lebar lingkar pinggangnya. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Berwisata ke Rumah Jokowi: Ada Apa?
Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata
“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
Tags: Pariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Croptop, Yamaha Filano, Filter Selfie: Upaya-upaya Mengatasi Keterasingan

Next Post

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Antara Hitam dan Putih

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Vito Prasetyo  |  Antara Hitam dan Putih

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Antara Hitam dan Putih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co