12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata

Chusmeru by Chusmeru
February 2, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

APA yang terbayang di benak orang tentang Nasi Padang? Jawabnya adalah makanan khas yang lezat dari Sumatera Barat. Meski Nasi Padang banyak dijumpai di berbagai rumah makan Padang di seluruh Indonesia, nama Sumatera Barat tetap melekat dalam Nasi Padang.

Bukan hanya di Indonesia, bahkan Nasi Padang terkenal pula di berbagai belahan dunia. Nasi Padang kembali mendapat popularitasnya ketika Youtuber terkenal IShowSpeed berkunjung ke Indonesia. Dalam live streaming di Jakarta, IShowSpeed sempat makan Nasi Padang dengan menunjukkan mimik yang senang dan sangat menikmati.

Tidak hanya di Jakarta, ketika mengunjungi Yogya IShowSpeed juga menikmati kuliner khas jajanan Yogya, yaitu Bakpia. Perjalanan wisata Youtuber kondang dunia itu lebih semarak, ketika dia mencoba minum jamu beras kencur; minuman tradisional khas Yogya dan Jawa Tengah.

Kuliner memang acapkali menjadi tujuan perjalanan wisatawan. Beberapa negara memiliki kuliner khas yang menjadi ikon wisata suatu negara. Meski tujuan wisatawan mengunjungi objek wisata suatu negara atau daerah, kuliner kerap menjadi pelengkap dalam berwisata. Artinya, ya makan, ya wisata.

Bali merupakan destinasi wisata yang terkenal di dunia. Bahkan Bali merupakan destinasi yang paling komplet. Alam dan budaya menjadi pesona pariwisata Bali. Namun berkunjung ke Bali tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner khas Sate Lilit maupun Ayam Betutu.

Indonesia memiliki banyak ragam kuliner yang menyatu dalam aktivitas berwisata. Menu soto bisa dijumpai di berbagai kota dengan kekhasan masing-masing, seperti Soto Betawi, Soto Semarang, Soto Surabaya, hingga Soto Makassar. Begitu pun dengan kuliner sate, ada Sate Padang, Sate Madura, Sate Maranggi, Sate Klatak, sampai Sate Kere.

Bukan hanya di Indonesia, kuliner juga menjadi daya tarik di berbagai negara. Orang bukan hanya mengunjungi objek wisata yang ada di satu negara, melainkan juga berburu kuliner khas dan legendaris di negara tersebut. Baik kuliner yang lezat di lidah, maupun kuliner yang akstrem.

Thailand dikenal sebagai surganya wisata kuliner di kawasan Asia Tenggara. Wisatawan bukan hanya tertarik pada kuliner khas Thailand, seperti Tom Yam, Tom Kha Kai, Khao Pad. Banyak pula wisatawan yang mencari pengalaman menikmati kuliner ekstrem di Thailand, seperti Tumis Kecebong dan Kalajengking Goreng.

Mengunjungi Jepang dan Korea Selatan bukan hanya terpesona pada pemandangan alam yang indah serta budaya yang megah. Kuliner kedua negara juga melengkapi perjalanan wisata seseorang. Berkunjung ke Jepang tak lengkap jika tidak menyantap Ramen, Sushi, Takoyaki, maupun Sashimi. Sedangkan ke Korea Selatan wajib mencicipi Kimchi maupun Haemultang.

Italia menjadi negara dengan destinasi sejarah yang luar biasa. Koloseum dan Museum Vatikan menjadi objek wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Namun Italia juga memiliki kuliner yang mendunia seperti Pizza, Lasagna, dan Gelato.

Faktor Penting Kuliner

Kuliner, baik makanan maupun minuman; merupakan produk budaya suatu negara atau daerah. Makanan dan minuman seringkali menjadi identitas masyarakatnya. Bahan baku dan proses pembuatannya sangat khas. Meski demikian, tidak semua kuliner daerah dapat menjadi daya tarik wisata suatu negara maupun daerah.

Paling tidak ada empat faktor penting agar kuliner dapat menjadi daya tarik wisata. Pertama, rasa makanan dan minuman. Pedas, asin, manis, pahit, dan asam adalah rasa yang mewarnai kuliner. Wisatawan kadang mempertimbangkan rasa itu ketika menikmati kuliner daerah. Sebab, ada wisatawan yang sensitif terhadap rasa tertentu. Jepang termasuk negara yang tidak menyukai makanan pedas. Begitu pula dengan Prancis, Jerman, Austria, dan Swiss.

Kedua, faktor tampilan makanan dan minuman dapat menggugah rasa penasaran wisatawan untuk mencobanya. Warna dan cara penyajian merupakan salah satu daya tarik kuliner. Makanan Korea Selatan digandrungi orang, salah satunya karena tampilan warnanya. Banyak makanan Korea Selatan yang dominan warna merah, hijau, kuning, cokelat, dan ungu.

Ketiga,faktor harga menjadi pertimbangan ketika seseorang hendak menikmati kuliner di destinasi wisata. Indonesia termasuk dalam negara dengan harga makanan dan minuman yang murah di dunia. Selain itu ada pula India, Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang menyajikan kuliner dengan harga terjangkau bagi wisatawan.

Keempat, higienitas menjadi faktor paling penting dalam kuliner suatu daerah. Kebersihan serta kesehatan makanan dan minuman perlu dipertimbangkan ketika hendak disuguhkan kepada wisatawan. Jangan sampai terjadi kasus wisatawan yang sakit atau keracunan setelah menyantap kuliner di destinasi wisata.

Promosi Koeksistensi

Dibandingkan dengan objek wisata, promosi kuliner daerah kurang begitu optimal. Padahal kuliner seringkali menjadi ikon wisata suatu daerah. Semestinya promosi pariwisata suatu daerah meliputi objek dan daya tarik wisata, termasuk kulinernya.

Promosi kuliner biasanya dilakukan secara konvensional melalui pameran, festival kuliner, maupun promosi lewat biro perjalanan. Promosi semacam ini sangat berarti dalam mengenalkan berbagai ragam kuliner di suatu negara.

Promosi secara kekinian perlu dilakukan pula dengan koeksistensi berbagai media. Wisatawan yang cenderung didominasi generasi Z dan milenial memerlukan sentuhan media digital lewat media sosial. Menggandeng komunitas yang sering berselancar di jagat maya diperlukan untuk review kuliner suatu daerah. Saat ini banyak bermunculan food vlogger yang rajin berburu kuliner berbagai daerah.

Media penyiaran seperti televisi juga terbukti efektif untuk promosi kuliner. Banyak stasiun televisi yang memiliki program reality show maupun petualangan kuliner. Acara semacam ini seringkali menjadi referensi bagi wisatawan untuk mengenal dan mencoba kuliner suatu daerah. Prinsipnya, promosi kuliner perlu dilakukan dengan berbagai metode agar dikenal oleh wisatawan.

Tepat kiranya, jika ada yang mengatakan makanan adalah jendela kebudayaan suatu bangsa. Lewat makanan, orang dapat belajar tentang sejarah, seni, adat, dan tradisi. Makanan menjadi media komunikasi antarbangsa di dunia.  [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali
Tags: kulinerPariwisatapariwisata kuliner
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah “Watugunung Runtuh” Mencair di Tangan Kokar Bali pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VII

Next Post

Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni

Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co