23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata

Chusmeru by Chusmeru
February 2, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

APA yang terbayang di benak orang tentang Nasi Padang? Jawabnya adalah makanan khas yang lezat dari Sumatera Barat. Meski Nasi Padang banyak dijumpai di berbagai rumah makan Padang di seluruh Indonesia, nama Sumatera Barat tetap melekat dalam Nasi Padang.

Bukan hanya di Indonesia, bahkan Nasi Padang terkenal pula di berbagai belahan dunia. Nasi Padang kembali mendapat popularitasnya ketika Youtuber terkenal IShowSpeed berkunjung ke Indonesia. Dalam live streaming di Jakarta, IShowSpeed sempat makan Nasi Padang dengan menunjukkan mimik yang senang dan sangat menikmati.

Tidak hanya di Jakarta, ketika mengunjungi Yogya IShowSpeed juga menikmati kuliner khas jajanan Yogya, yaitu Bakpia. Perjalanan wisata Youtuber kondang dunia itu lebih semarak, ketika dia mencoba minum jamu beras kencur; minuman tradisional khas Yogya dan Jawa Tengah.

Kuliner memang acapkali menjadi tujuan perjalanan wisatawan. Beberapa negara memiliki kuliner khas yang menjadi ikon wisata suatu negara. Meski tujuan wisatawan mengunjungi objek wisata suatu negara atau daerah, kuliner kerap menjadi pelengkap dalam berwisata. Artinya, ya makan, ya wisata.

Bali merupakan destinasi wisata yang terkenal di dunia. Bahkan Bali merupakan destinasi yang paling komplet. Alam dan budaya menjadi pesona pariwisata Bali. Namun berkunjung ke Bali tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner khas Sate Lilit maupun Ayam Betutu.

Indonesia memiliki banyak ragam kuliner yang menyatu dalam aktivitas berwisata. Menu soto bisa dijumpai di berbagai kota dengan kekhasan masing-masing, seperti Soto Betawi, Soto Semarang, Soto Surabaya, hingga Soto Makassar. Begitu pun dengan kuliner sate, ada Sate Padang, Sate Madura, Sate Maranggi, Sate Klatak, sampai Sate Kere.

Bukan hanya di Indonesia, kuliner juga menjadi daya tarik di berbagai negara. Orang bukan hanya mengunjungi objek wisata yang ada di satu negara, melainkan juga berburu kuliner khas dan legendaris di negara tersebut. Baik kuliner yang lezat di lidah, maupun kuliner yang akstrem.

Thailand dikenal sebagai surganya wisata kuliner di kawasan Asia Tenggara. Wisatawan bukan hanya tertarik pada kuliner khas Thailand, seperti Tom Yam, Tom Kha Kai, Khao Pad. Banyak pula wisatawan yang mencari pengalaman menikmati kuliner ekstrem di Thailand, seperti Tumis Kecebong dan Kalajengking Goreng.

Mengunjungi Jepang dan Korea Selatan bukan hanya terpesona pada pemandangan alam yang indah serta budaya yang megah. Kuliner kedua negara juga melengkapi perjalanan wisata seseorang. Berkunjung ke Jepang tak lengkap jika tidak menyantap Ramen, Sushi, Takoyaki, maupun Sashimi. Sedangkan ke Korea Selatan wajib mencicipi Kimchi maupun Haemultang.

Italia menjadi negara dengan destinasi sejarah yang luar biasa. Koloseum dan Museum Vatikan menjadi objek wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Namun Italia juga memiliki kuliner yang mendunia seperti Pizza, Lasagna, dan Gelato.

Faktor Penting Kuliner

Kuliner, baik makanan maupun minuman; merupakan produk budaya suatu negara atau daerah. Makanan dan minuman seringkali menjadi identitas masyarakatnya. Bahan baku dan proses pembuatannya sangat khas. Meski demikian, tidak semua kuliner daerah dapat menjadi daya tarik wisata suatu negara maupun daerah.

Paling tidak ada empat faktor penting agar kuliner dapat menjadi daya tarik wisata. Pertama, rasa makanan dan minuman. Pedas, asin, manis, pahit, dan asam adalah rasa yang mewarnai kuliner. Wisatawan kadang mempertimbangkan rasa itu ketika menikmati kuliner daerah. Sebab, ada wisatawan yang sensitif terhadap rasa tertentu. Jepang termasuk negara yang tidak menyukai makanan pedas. Begitu pula dengan Prancis, Jerman, Austria, dan Swiss.

Kedua, faktor tampilan makanan dan minuman dapat menggugah rasa penasaran wisatawan untuk mencobanya. Warna dan cara penyajian merupakan salah satu daya tarik kuliner. Makanan Korea Selatan digandrungi orang, salah satunya karena tampilan warnanya. Banyak makanan Korea Selatan yang dominan warna merah, hijau, kuning, cokelat, dan ungu.

Ketiga,faktor harga menjadi pertimbangan ketika seseorang hendak menikmati kuliner di destinasi wisata. Indonesia termasuk dalam negara dengan harga makanan dan minuman yang murah di dunia. Selain itu ada pula India, Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang menyajikan kuliner dengan harga terjangkau bagi wisatawan.

Keempat, higienitas menjadi faktor paling penting dalam kuliner suatu daerah. Kebersihan serta kesehatan makanan dan minuman perlu dipertimbangkan ketika hendak disuguhkan kepada wisatawan. Jangan sampai terjadi kasus wisatawan yang sakit atau keracunan setelah menyantap kuliner di destinasi wisata.

Promosi Koeksistensi

Dibandingkan dengan objek wisata, promosi kuliner daerah kurang begitu optimal. Padahal kuliner seringkali menjadi ikon wisata suatu daerah. Semestinya promosi pariwisata suatu daerah meliputi objek dan daya tarik wisata, termasuk kulinernya.

Promosi kuliner biasanya dilakukan secara konvensional melalui pameran, festival kuliner, maupun promosi lewat biro perjalanan. Promosi semacam ini sangat berarti dalam mengenalkan berbagai ragam kuliner di suatu negara.

Promosi secara kekinian perlu dilakukan pula dengan koeksistensi berbagai media. Wisatawan yang cenderung didominasi generasi Z dan milenial memerlukan sentuhan media digital lewat media sosial. Menggandeng komunitas yang sering berselancar di jagat maya diperlukan untuk review kuliner suatu daerah. Saat ini banyak bermunculan food vlogger yang rajin berburu kuliner berbagai daerah.

Media penyiaran seperti televisi juga terbukti efektif untuk promosi kuliner. Banyak stasiun televisi yang memiliki program reality show maupun petualangan kuliner. Acara semacam ini seringkali menjadi referensi bagi wisatawan untuk mengenal dan mencoba kuliner suatu daerah. Prinsipnya, promosi kuliner perlu dilakukan dengan berbagai metode agar dikenal oleh wisatawan.

Tepat kiranya, jika ada yang mengatakan makanan adalah jendela kebudayaan suatu bangsa. Lewat makanan, orang dapat belajar tentang sejarah, seni, adat, dan tradisi. Makanan menjadi media komunikasi antarbangsa di dunia.  [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali
Tags: kulinerPariwisatapariwisata kuliner
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah “Watugunung Runtuh” Mencair di Tangan Kokar Bali pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VII

Next Post

Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni

Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co