13 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliner sebagai Ikon Wisata: Ya Makan, Ya Wisata

Chusmeru by Chusmeru
February 2, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

APA yang terbayang di benak orang tentang Nasi Padang? Jawabnya adalah makanan khas yang lezat dari Sumatera Barat. Meski Nasi Padang banyak dijumpai di berbagai rumah makan Padang di seluruh Indonesia, nama Sumatera Barat tetap melekat dalam Nasi Padang.

Bukan hanya di Indonesia, bahkan Nasi Padang terkenal pula di berbagai belahan dunia. Nasi Padang kembali mendapat popularitasnya ketika Youtuber terkenal IShowSpeed berkunjung ke Indonesia. Dalam live streaming di Jakarta, IShowSpeed sempat makan Nasi Padang dengan menunjukkan mimik yang senang dan sangat menikmati.

Tidak hanya di Jakarta, ketika mengunjungi Yogya IShowSpeed juga menikmati kuliner khas jajanan Yogya, yaitu Bakpia. Perjalanan wisata Youtuber kondang dunia itu lebih semarak, ketika dia mencoba minum jamu beras kencur; minuman tradisional khas Yogya dan Jawa Tengah.

Kuliner memang acapkali menjadi tujuan perjalanan wisatawan. Beberapa negara memiliki kuliner khas yang menjadi ikon wisata suatu negara. Meski tujuan wisatawan mengunjungi objek wisata suatu negara atau daerah, kuliner kerap menjadi pelengkap dalam berwisata. Artinya, ya makan, ya wisata.

Bali merupakan destinasi wisata yang terkenal di dunia. Bahkan Bali merupakan destinasi yang paling komplet. Alam dan budaya menjadi pesona pariwisata Bali. Namun berkunjung ke Bali tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner khas Sate Lilit maupun Ayam Betutu.

Indonesia memiliki banyak ragam kuliner yang menyatu dalam aktivitas berwisata. Menu soto bisa dijumpai di berbagai kota dengan kekhasan masing-masing, seperti Soto Betawi, Soto Semarang, Soto Surabaya, hingga Soto Makassar. Begitu pun dengan kuliner sate, ada Sate Padang, Sate Madura, Sate Maranggi, Sate Klatak, sampai Sate Kere.

Bukan hanya di Indonesia, kuliner juga menjadi daya tarik di berbagai negara. Orang bukan hanya mengunjungi objek wisata yang ada di satu negara, melainkan juga berburu kuliner khas dan legendaris di negara tersebut. Baik kuliner yang lezat di lidah, maupun kuliner yang akstrem.

Thailand dikenal sebagai surganya wisata kuliner di kawasan Asia Tenggara. Wisatawan bukan hanya tertarik pada kuliner khas Thailand, seperti Tom Yam, Tom Kha Kai, Khao Pad. Banyak pula wisatawan yang mencari pengalaman menikmati kuliner ekstrem di Thailand, seperti Tumis Kecebong dan Kalajengking Goreng.

Mengunjungi Jepang dan Korea Selatan bukan hanya terpesona pada pemandangan alam yang indah serta budaya yang megah. Kuliner kedua negara juga melengkapi perjalanan wisata seseorang. Berkunjung ke Jepang tak lengkap jika tidak menyantap Ramen, Sushi, Takoyaki, maupun Sashimi. Sedangkan ke Korea Selatan wajib mencicipi Kimchi maupun Haemultang.

Italia menjadi negara dengan destinasi sejarah yang luar biasa. Koloseum dan Museum Vatikan menjadi objek wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan. Namun Italia juga memiliki kuliner yang mendunia seperti Pizza, Lasagna, dan Gelato.

Faktor Penting Kuliner

Kuliner, baik makanan maupun minuman; merupakan produk budaya suatu negara atau daerah. Makanan dan minuman seringkali menjadi identitas masyarakatnya. Bahan baku dan proses pembuatannya sangat khas. Meski demikian, tidak semua kuliner daerah dapat menjadi daya tarik wisata suatu negara maupun daerah.

Paling tidak ada empat faktor penting agar kuliner dapat menjadi daya tarik wisata. Pertama, rasa makanan dan minuman. Pedas, asin, manis, pahit, dan asam adalah rasa yang mewarnai kuliner. Wisatawan kadang mempertimbangkan rasa itu ketika menikmati kuliner daerah. Sebab, ada wisatawan yang sensitif terhadap rasa tertentu. Jepang termasuk negara yang tidak menyukai makanan pedas. Begitu pula dengan Prancis, Jerman, Austria, dan Swiss.

Kedua, faktor tampilan makanan dan minuman dapat menggugah rasa penasaran wisatawan untuk mencobanya. Warna dan cara penyajian merupakan salah satu daya tarik kuliner. Makanan Korea Selatan digandrungi orang, salah satunya karena tampilan warnanya. Banyak makanan Korea Selatan yang dominan warna merah, hijau, kuning, cokelat, dan ungu.

Ketiga,faktor harga menjadi pertimbangan ketika seseorang hendak menikmati kuliner di destinasi wisata. Indonesia termasuk dalam negara dengan harga makanan dan minuman yang murah di dunia. Selain itu ada pula India, Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang menyajikan kuliner dengan harga terjangkau bagi wisatawan.

Keempat, higienitas menjadi faktor paling penting dalam kuliner suatu daerah. Kebersihan serta kesehatan makanan dan minuman perlu dipertimbangkan ketika hendak disuguhkan kepada wisatawan. Jangan sampai terjadi kasus wisatawan yang sakit atau keracunan setelah menyantap kuliner di destinasi wisata.

Promosi Koeksistensi

Dibandingkan dengan objek wisata, promosi kuliner daerah kurang begitu optimal. Padahal kuliner seringkali menjadi ikon wisata suatu daerah. Semestinya promosi pariwisata suatu daerah meliputi objek dan daya tarik wisata, termasuk kulinernya.

Promosi kuliner biasanya dilakukan secara konvensional melalui pameran, festival kuliner, maupun promosi lewat biro perjalanan. Promosi semacam ini sangat berarti dalam mengenalkan berbagai ragam kuliner di suatu negara.

Promosi secara kekinian perlu dilakukan pula dengan koeksistensi berbagai media. Wisatawan yang cenderung didominasi generasi Z dan milenial memerlukan sentuhan media digital lewat media sosial. Menggandeng komunitas yang sering berselancar di jagat maya diperlukan untuk review kuliner suatu daerah. Saat ini banyak bermunculan food vlogger yang rajin berburu kuliner berbagai daerah.

Media penyiaran seperti televisi juga terbukti efektif untuk promosi kuliner. Banyak stasiun televisi yang memiliki program reality show maupun petualangan kuliner. Acara semacam ini seringkali menjadi referensi bagi wisatawan untuk mengenal dan mencoba kuliner suatu daerah. Prinsipnya, promosi kuliner perlu dilakukan dengan berbagai metode agar dikenal oleh wisatawan.

Tepat kiranya, jika ada yang mengatakan makanan adalah jendela kebudayaan suatu bangsa. Lewat makanan, orang dapat belajar tentang sejarah, seni, adat, dan tradisi. Makanan menjadi media komunikasi antarbangsa di dunia.  [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan
Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali
Tags: kulinerPariwisatapariwisata kuliner
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah “Watugunung Runtuh” Mencair di Tangan Kokar Bali pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VII

Next Post

Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Bung Karno dalam Puisi   

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
0
Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

Read moreDetails

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

Read moreDetails

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

by Angga Wijaya
June 11, 2026
0
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

Read moreDetails

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
0
Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

Read moreDetails

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

by Chandra Manikan
June 10, 2026
0
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

Read moreDetails

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
0
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

Read moreDetails

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
0
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

Read moreDetails
Next Post
Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni

Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan
Puisi

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

by IRZI
June 13, 2026
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Budaya

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

by tatkala
June 13, 2026
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word
Ulas Rupa

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi
Bahasa

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

by I Made Sudiana
June 13, 2026
‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
Ulas Musik

‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang...

by Ahmad Sihabudin
June 13, 2026
Bung Karno dalam Puisi   
Esai

Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026
Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa
Pendidikan

Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada...

by tatkala
June 12, 2026
OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali
Pendidikan

OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
June 12, 2026
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?
Bahasa

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Esai

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

by Angga Wijaya
June 11, 2026
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional
Lingkungan

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co