23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan

Chusmeru by Chusmeru
January 26, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK alasan orang melakukan perjalanan wisata. Salah satunya adalah alasan kenangan masa lalu. Orang mengunjungi suatu tempat, kota, atau objek wisata untuk mengenang peristiwa di masa lalunya.

Berwisata dengan alasan masa lalu dikenal dengan nostalgic tourism atau wisata nostalgia. Pariwisata nostalgia, adalah bentuk perjalanan yang berfokus pada pengalaman dan tempat yang mengingatkan seseorang pada masa lalu, baik itu masa kanak-kanak, periode tertentu dalam sejarah, atau budaya yang pernah ada.

Jenis pariwisata ini sering kali melibatkan kunjungan ke lokasi bersejarah, festival tradisional, atau tempat yang memiliki nilai sentimental. Nostalgic tourism bisa dianggap sebagai reduksi dan kanalisisasi kenangan, tetapi dengan nuansa tertentu.

Nostalgia memang acap kali  menyederhanakan pengalaman masa lalu, mengedepankan elemen positif dan mengabaikan aspek negatif. Dalam konteks pariwisata, ini bisa berarti bahwa tempat atau pengalaman tertentu diromantisasi untuk menarik pengunjung.

Sebagai bentuk kanalisasi kenangan, wisata nostalgia mengarahkan wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu yang diasosiasikan dengan kenangan tersebut. Artinya, orang akan memberikan makna baru bagi kenangan di masa lalu.

Banyak negara yang memiliki nilai wisata nostalgia. Amerika Serikat memiliki Virginia dan Route 66 yang banyak menarik wisatawan. Route 66 adalah jalan raya nasional di Amerika Serikat yang melintasi beberapa negara bagian, dan menjadi jalur utama bagi para migran. Jalan ini menjadi impian banyak orang untuk berkendara di sepanjang jalan raya yang bersejarah ini.

Italia dikenal sebagai negara yang memiliki objek wisata nostalgia masa lalu, seperti kota Florence dan Venice. Dua kota ini menawarkan kepada wisatawan pengalaman seni dan budaya yang mengingatkan pada masa lalu yang glamor.

Jepang juga dikenal sebagai destinasi nostalgic tourism. Kota seperti Kyoto dan Nara terekenal dengan kuil, taman yang indah, dan tradisi yang menggambarkan masa lalu. Wisatawan diajak untuk menikmati keindahan dan kemegahan Jepang di masa lalu.

Indonesia banyak memiliki kota yang menggambarkan suasana masa lalu, seperti Yogya, Bandung, Surabaya, dan beberapa kota di Bali. Jalan Malioboro di Yogya dan Jalan Braga di Bandung sering menjadi ikon nostalgia masa lalu. Sedangkan beberapa pura maupun puri di Bali banyak bercerita tentang sejarah dan budaya di masa lalu.

Kenangan bagi Semua  

Nostalgic tourism merupakan kegiatan berwisata yang bersifat lintas generasi. Setiap orang dari berbagai usia memiliki kenangan tertentu pada tempat maupun peristiwa. Oleh sebab itu wisata kenangan berlaku bagi semua orang, baik tua maupun muda, rakyat biasa maupun tokoh ternama.

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memiliki banyak kenangan di Indonesia. Dalam lawatannya ke Indonesia, Obama menyempatkan diri menengok rumah kenangan di Menteng, Jakarta Pusat. Selain itu Obama juga berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri 01 Menteng, di mana Obama sempat mengenyam pendidikan dasarnya.

Selebriti dunia Taylor Swift, Rihanna, dan Beyonce, sering melakukan perjalanan wisata kenangan. Mereka mengunjungi kota kelahiran dan kota-kota yang menyimpan kenangan. Kunjungan mereka lantas menginspirasi lagu-lagunya.

Artis-artis Indonesia pun kerap memamerkan perjalanan ke kampung halaman atau tempat-tempat yang memiliki kenangan. Bukan hanya kenangan masa kecil, para artis yang sudah kondang itu juga bercerita tentang masa-masa sulit dalam kehidupannya di suatu tempat.

Memang wisata kenangan selalu akan mereduksi masa lalu bagi seseorang. Mengunjungi Yogya dan menyusuri Jalan Malioboro punya makna nostalgia bagi orang yang pernah lama tinggal di Yogya; entah untuk kepentingan kuliah maupun bekerja.

Bandung juga menjadi kota yang memberikan kenangan bagi banyak orang. Selain berbagai objek wisata yang menarik di Bandung, Jalan Braga merupakan tempat yang sering dianggap menyimpan kenangan bagi mereka yang pernah tinggal di Kota Kembang itu.

Pengembangan

Mengunjungi tempat-tempat yang mengingatkan pada masa lalu dapat membangkitkan kenangan positif, memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan. Jika hendak dikemas sebagai paket wisata, maka pengembangannya harus memperhatikan faktor emosional tersebut.

Selanjutnya, pengembangan nostalgic tourism melibatkan berbagai upaya untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan memperkuat nilai budaya serta sejarah di suatu destinasi. Upaya yang dapat dilakukan adalah melestarikan bangunan bersejarah, situs budaya, dan tradisi lokal agar tetap terjaga.

Membuat dan menawarkan paket wisata kenangan dapat menjadi salah satu pilihan dalam pengembangan pariwisata di daerah. Paket wisata dapat berfokus pada pengalaman nostalgia, seperti tur sejarah, festival budaya, atau acara yang berkaitan dengan tradisi lokal suatu daerah. Ada kalanya orang mengunjungi suatu daerah karena memiliki kenangan dengan tradisi yang pernah disaksikan di masa lalu.

Mengembangkan paket wisata kenangan di daerah memerlukan kolaborasi dengan para seniman maupun budayawan. Sejarah suatu kota atau daerah oleh para seniman dapat dikemas menjadi menarik lewat pameran seni maupun festival budaya.

Berwisata sambil mengenang masa lalu menjadi sensasi tersendiri bagi wisatawan. Rekreasi, relaksasi, dan sentimen emosional akan mewarnai perjalanan wisata. Maka, sentuhan emosional akan menjadi penting dalam promosi nostalgic tourism ini. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali
Meraba Kecenderungan Pilihan Destinasi Wisata
Tags: kenangannostalgiaPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Molen Asnawi

Next Post

Saiban: Kerinduan yang Tak Terucap dan Tak Terungkap

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Saiban: Kerinduan yang Tak Terucap dan Tak Terungkap

Saiban: Kerinduan yang Tak Terucap dan Tak Terungkap

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co