14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Nostalgic Tourism” : Reduksi dan Kanalisasi Kenangan

Chusmeru by Chusmeru
January 26, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BANYAK alasan orang melakukan perjalanan wisata. Salah satunya adalah alasan kenangan masa lalu. Orang mengunjungi suatu tempat, kota, atau objek wisata untuk mengenang peristiwa di masa lalunya.

Berwisata dengan alasan masa lalu dikenal dengan nostalgic tourism atau wisata nostalgia. Pariwisata nostalgia, adalah bentuk perjalanan yang berfokus pada pengalaman dan tempat yang mengingatkan seseorang pada masa lalu, baik itu masa kanak-kanak, periode tertentu dalam sejarah, atau budaya yang pernah ada.

Jenis pariwisata ini sering kali melibatkan kunjungan ke lokasi bersejarah, festival tradisional, atau tempat yang memiliki nilai sentimental. Nostalgic tourism bisa dianggap sebagai reduksi dan kanalisisasi kenangan, tetapi dengan nuansa tertentu.

Nostalgia memang acap kali  menyederhanakan pengalaman masa lalu, mengedepankan elemen positif dan mengabaikan aspek negatif. Dalam konteks pariwisata, ini bisa berarti bahwa tempat atau pengalaman tertentu diromantisasi untuk menarik pengunjung.

Sebagai bentuk kanalisasi kenangan, wisata nostalgia mengarahkan wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu yang diasosiasikan dengan kenangan tersebut. Artinya, orang akan memberikan makna baru bagi kenangan di masa lalu.

Banyak negara yang memiliki nilai wisata nostalgia. Amerika Serikat memiliki Virginia dan Route 66 yang banyak menarik wisatawan. Route 66 adalah jalan raya nasional di Amerika Serikat yang melintasi beberapa negara bagian, dan menjadi jalur utama bagi para migran. Jalan ini menjadi impian banyak orang untuk berkendara di sepanjang jalan raya yang bersejarah ini.

Italia dikenal sebagai negara yang memiliki objek wisata nostalgia masa lalu, seperti kota Florence dan Venice. Dua kota ini menawarkan kepada wisatawan pengalaman seni dan budaya yang mengingatkan pada masa lalu yang glamor.

Jepang juga dikenal sebagai destinasi nostalgic tourism. Kota seperti Kyoto dan Nara terekenal dengan kuil, taman yang indah, dan tradisi yang menggambarkan masa lalu. Wisatawan diajak untuk menikmati keindahan dan kemegahan Jepang di masa lalu.

Indonesia banyak memiliki kota yang menggambarkan suasana masa lalu, seperti Yogya, Bandung, Surabaya, dan beberapa kota di Bali. Jalan Malioboro di Yogya dan Jalan Braga di Bandung sering menjadi ikon nostalgia masa lalu. Sedangkan beberapa pura maupun puri di Bali banyak bercerita tentang sejarah dan budaya di masa lalu.

Kenangan bagi Semua  

Nostalgic tourism merupakan kegiatan berwisata yang bersifat lintas generasi. Setiap orang dari berbagai usia memiliki kenangan tertentu pada tempat maupun peristiwa. Oleh sebab itu wisata kenangan berlaku bagi semua orang, baik tua maupun muda, rakyat biasa maupun tokoh ternama.

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memiliki banyak kenangan di Indonesia. Dalam lawatannya ke Indonesia, Obama menyempatkan diri menengok rumah kenangan di Menteng, Jakarta Pusat. Selain itu Obama juga berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri 01 Menteng, di mana Obama sempat mengenyam pendidikan dasarnya.

Selebriti dunia Taylor Swift, Rihanna, dan Beyonce, sering melakukan perjalanan wisata kenangan. Mereka mengunjungi kota kelahiran dan kota-kota yang menyimpan kenangan. Kunjungan mereka lantas menginspirasi lagu-lagunya.

Artis-artis Indonesia pun kerap memamerkan perjalanan ke kampung halaman atau tempat-tempat yang memiliki kenangan. Bukan hanya kenangan masa kecil, para artis yang sudah kondang itu juga bercerita tentang masa-masa sulit dalam kehidupannya di suatu tempat.

Memang wisata kenangan selalu akan mereduksi masa lalu bagi seseorang. Mengunjungi Yogya dan menyusuri Jalan Malioboro punya makna nostalgia bagi orang yang pernah lama tinggal di Yogya; entah untuk kepentingan kuliah maupun bekerja.

Bandung juga menjadi kota yang memberikan kenangan bagi banyak orang. Selain berbagai objek wisata yang menarik di Bandung, Jalan Braga merupakan tempat yang sering dianggap menyimpan kenangan bagi mereka yang pernah tinggal di Kota Kembang itu.

Pengembangan

Mengunjungi tempat-tempat yang mengingatkan pada masa lalu dapat membangkitkan kenangan positif, memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan. Jika hendak dikemas sebagai paket wisata, maka pengembangannya harus memperhatikan faktor emosional tersebut.

Selanjutnya, pengembangan nostalgic tourism melibatkan berbagai upaya untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan memperkuat nilai budaya serta sejarah di suatu destinasi. Upaya yang dapat dilakukan adalah melestarikan bangunan bersejarah, situs budaya, dan tradisi lokal agar tetap terjaga.

Membuat dan menawarkan paket wisata kenangan dapat menjadi salah satu pilihan dalam pengembangan pariwisata di daerah. Paket wisata dapat berfokus pada pengalaman nostalgia, seperti tur sejarah, festival budaya, atau acara yang berkaitan dengan tradisi lokal suatu daerah. Ada kalanya orang mengunjungi suatu daerah karena memiliki kenangan dengan tradisi yang pernah disaksikan di masa lalu.

Mengembangkan paket wisata kenangan di daerah memerlukan kolaborasi dengan para seniman maupun budayawan. Sejarah suatu kota atau daerah oleh para seniman dapat dikemas menjadi menarik lewat pameran seni maupun festival budaya.

Berwisata sambil mengenang masa lalu menjadi sensasi tersendiri bagi wisatawan. Rekreasi, relaksasi, dan sentimen emosional akan mewarnai perjalanan wisata. Maka, sentuhan emosional akan menjadi penting dalam promosi nostalgic tourism ini. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Bali Perlu Desain dan Terapi Kejut Pariwisata
“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali
Meraba Kecenderungan Pilihan Destinasi Wisata
Tags: kenangannostalgiaPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Molen Asnawi

Next Post

Saiban: Kerinduan yang Tak Terucap dan Tak Terungkap

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Saiban: Kerinduan yang Tak Terucap dan Tak Terungkap

Saiban: Kerinduan yang Tak Terucap dan Tak Terungkap

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co