12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meraba Kecenderungan Pilihan Destinasi Wisata

Chusmeru by Chusmeru
December 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PILIHAN berwisata di Indonesia begitu banyak. Objek dan daya tarik wisata tersebar dari Aceh hingga ke Papua. Moda transportasi pun memanjakan wisatawan untuk berkunjung dari satu destinasi ke destinasi lain.

Gairah berwisata juga mulai menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Kondisi perekonomian Indonesia yang tak menentu tidak menyurutkan minat orang untuk berwisata. Apalagi pemerintah memanjakannya dengan kebijakan hari libur nasional yang cukup banyak di tahun 2024 ini.

Meski demikian, persebaran wisatawan ternyata tidak merata di Tanah Air. Wisatawan domestik masih menumpuk di dua pulau, Jawa dan Bali. Begitu pun destinasi wisata yang dikunjungi juga belum menunjukkan persebaran yang berarti.

Berdasarkan data Survei GoodStats pada Agustus 2024, terdapat 10 kota yang favorit dikunjungi orang Indonesia untuk liburan. Yogyakarta menempati peringkat pertama dengan 71,2 persen orang ingin mengunjunginya. Orang akan meraba, mengapa Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota budaya itu menempati urutan pertama.

Peringkat kedua ditempati Denpasar dengan 70,4 persen. Angka ini barangkali dikarenakan Denpasar identik dengan Bali. Padahal jika dilihat dari sarana dan prasarana pariwisata, sebagian besar ada di Kabupaten Badung. Wisatawan lebih familiar dengan Denpasar ketimbang Badung.

Bandung, Jawa Barat menempati urutan ketiga dengan 52,4 persen. Kota Kembang ini menarik banyak orang untuk berkunjung. Orang juga akan meraba-raba, mengapa Bandung banyak dikunjungi wiasatawan, padahal kota Bandung kini berhadapan dengan kemacetan lalu lintas.

Bogor, Jawa Barat berada di urutan keempat dengan 34,1 persen orang ingin berkunjung. Bogor dikenal sebagai Kota Hujan. Bogor juga identik dengan Puncak, yang hingga kini masih memiliki daya pikat bagi wisatawan untuk menikmati liburan.

Kota Malang, jawa Timur di posisi kelima, menjadi kota favorit 20,5 persen orang Indonesia untuk berlibur di tahun 2024. Malang yang dikenal sebagai Kota Apel memiliki banyak objek dan daya tarik wisata. Salah satunya adalah kawasan Batu, Malang.

Jakarta menjadi kota yang masih ingin dikunjungi, meski hanya 15 persen. Kemacetan dan polusi yang melanda Jakarta tidak menyurutkan wisatawan domestik untuk berkunjung ke Jakarta. Sebagai kota bisnis, Jakarta masih memiliki daya pikat.

Sebagian besar kota yang dikunjungi wisatawan domestik tahun 2024 berada di Pulau jawa. Sedangkan di Luar jawa terdapat kota Mataram (9,1%), Banda Aceh (9%), Bukittinggi (8,6%), dan Manado (5,6%).

Alasan Berkunjung

Setiap wisatawan tentu memiliki alasan tersendiri untuk berkunjung ke suatu kota. Nama besar satu kota tidak memberi jaminan untuk dikunjungi wisatawan. Beberapa nama kota terkenal tidak masuk dalam 10 besar, seperti Semarang, Solo, Surabaya, Medan, Batam, Ambon, dan Makassar.

Berdasarkan data GoodStats, sebagian besar wisatawan menyatakan mengunjungi kota-kota favorit itu  karena banyak pilihan tempat wisata menarik (89%). Sepertinya saat ini wisatawan tidak hanya mengunjungi satu objek wisata ketika berkunjung ke satu kota. Oleh karenanya, kota yang menawarkan banyak pilihan objek wisata akan digemari wisatawan.

Keindahan alam yang menakjubkan menjadi alasan wisatawan berkunjung (74%). Tak heran jika kini banyak dijumpai beberapa daerah yang mengeksplorasi alam untuk dijadikan daya tarik wisata. Yogya, Bandung, dan Malang menyuguhkan keindahan alam kepada wisatawan. Begitu pun dengan Manado yang memiliki Taman Nasional Bunaken.

Tempat-tempat bersejarah diminati oleh wisatawan (53%). Sedangkan kuliner yang khas dan lezat juga menjadi alasan berkunjung (47%). Yogyakarta, Denpasar, Bandung, Malang, Jakarta, dan Bukittinggi memiliki banyak tempat bersejarah. Kuliner kota-kota tersebut juga khas dan unik.

Aksesibilitas dan amenitas menjadi pertimbangan bagi wisatawan ketika mengunjungi satu kota. Hal itu mencakup sarana dan prasarana pariwisata yang mendukung, kemudahan akses, dan transportasi umum yang memadai. Semua itu akan membuat wisatawan terkesan. Apalagi 15 persen wisatawan juga menjadikan pusat perbelanjaan sebagai salah satu alasan berkunjung.

Inovasi dan Rebranding

Membaca data GoodStats tentang kota-kota favorit untuk dikunjungi, dapat diraba kecenderungan pilihan destinasi oleh wisatawan. Banyaknya alternatif objek wisata di suatu kota, sarana dan prasarana yang mendukung, serta kuliner khas menjadi pertimbangan wisatawan.

Bukan berarti kota-kota yang tidak masuk dalam 10 besar kota favorit itu tidak menarik untuk dikunjungi. Diperlukan upaya serius untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan melalui inovasi produk wisatanya, baik berupa objek wisata maupun daya tarik wisatanya.

Kuliner sepertinya masalah yang sepele. Namun wisatawan kekinian ternyata menganggap kuliner sebagai faktor penting dalam berwisata. Oleh karenanya promosi terkait kuliner khas suatu daerah menjadi penting untuk dioptimalkan.

Branding kota juga merupakan hal penting untuk dicermati. Kota Solo, Jawa tengah misalnya; memiliki banyak pusat kuliner yang lezat dan murah. Keberadaan Kesultanan Mangkunegaran telah dikenal banyak orang. Namun Solo tidak masuk daftar 10 besar kota favorit wisatawan.

Selama ini Solo dikenal menjadi salah satu kota dengan biaya hidup yang murah. Namun hasil survei GoodStats, Solo lebih dikenal sebagai kota pilihan untuk menikmati masa tua atau pensiun (63,1%). Jika ingin menggaet wisatawan lebih banyak, maka Solo perlu melakukan rebranding agar tidak sekadar kota tujuan bagi orang-orang tua.

Kota Batam juga tidak masuk dalam 10 kota favorit dikunjungi wisatawan. Batam lebih dikenal sebagai kota bekerja. Padahal sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia, Batam memiliki keindahan kota yang cukup lengkap. Mulai dari destinasi wisata belanja, alam , pantai dan resort mewah.

Oleh karena itu perlu inovasi dan rebranding agar Batam bukan hanya menjadi destinasi bagi para pekerja. Promosi destinasi wisata perlu lebih masif. Event-event yang berskala nasional dan internasional perlu diadakan di destinasi wisata Batam.

Wisatawan saat ini memang ingin dimanjakan dengan berbagai fasilitas, objek, dan daya tarik wisata. Kota yang mampu memberikan banyak ekspektasi kepada wisatawan akan dikunjungi tidak cukup sekali. Boleh jadi berungkali, dengan mengajak orang yang berbeda. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata Ziarah Berharap Berkah
Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran

Tags: destinasi wisataobyek wisataPariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Batur Utara Aktivasi Lokakarya dan Pameran Arsip “Citralana Bebaturan”

Next Post

Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co