3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meraba Kecenderungan Pilihan Destinasi Wisata

Chusmeru by Chusmeru
December 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PILIHAN berwisata di Indonesia begitu banyak. Objek dan daya tarik wisata tersebar dari Aceh hingga ke Papua. Moda transportasi pun memanjakan wisatawan untuk berkunjung dari satu destinasi ke destinasi lain.

Gairah berwisata juga mulai menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Kondisi perekonomian Indonesia yang tak menentu tidak menyurutkan minat orang untuk berwisata. Apalagi pemerintah memanjakannya dengan kebijakan hari libur nasional yang cukup banyak di tahun 2024 ini.

Meski demikian, persebaran wisatawan ternyata tidak merata di Tanah Air. Wisatawan domestik masih menumpuk di dua pulau, Jawa dan Bali. Begitu pun destinasi wisata yang dikunjungi juga belum menunjukkan persebaran yang berarti.

Berdasarkan data Survei GoodStats pada Agustus 2024, terdapat 10 kota yang favorit dikunjungi orang Indonesia untuk liburan. Yogyakarta menempati peringkat pertama dengan 71,2 persen orang ingin mengunjunginya. Orang akan meraba, mengapa Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota budaya itu menempati urutan pertama.

Peringkat kedua ditempati Denpasar dengan 70,4 persen. Angka ini barangkali dikarenakan Denpasar identik dengan Bali. Padahal jika dilihat dari sarana dan prasarana pariwisata, sebagian besar ada di Kabupaten Badung. Wisatawan lebih familiar dengan Denpasar ketimbang Badung.

Bandung, Jawa Barat menempati urutan ketiga dengan 52,4 persen. Kota Kembang ini menarik banyak orang untuk berkunjung. Orang juga akan meraba-raba, mengapa Bandung banyak dikunjungi wiasatawan, padahal kota Bandung kini berhadapan dengan kemacetan lalu lintas.

Bogor, Jawa Barat berada di urutan keempat dengan 34,1 persen orang ingin berkunjung. Bogor dikenal sebagai Kota Hujan. Bogor juga identik dengan Puncak, yang hingga kini masih memiliki daya pikat bagi wisatawan untuk menikmati liburan.

Kota Malang, jawa Timur di posisi kelima, menjadi kota favorit 20,5 persen orang Indonesia untuk berlibur di tahun 2024. Malang yang dikenal sebagai Kota Apel memiliki banyak objek dan daya tarik wisata. Salah satunya adalah kawasan Batu, Malang.

Jakarta menjadi kota yang masih ingin dikunjungi, meski hanya 15 persen. Kemacetan dan polusi yang melanda Jakarta tidak menyurutkan wisatawan domestik untuk berkunjung ke Jakarta. Sebagai kota bisnis, Jakarta masih memiliki daya pikat.

Sebagian besar kota yang dikunjungi wisatawan domestik tahun 2024 berada di Pulau jawa. Sedangkan di Luar jawa terdapat kota Mataram (9,1%), Banda Aceh (9%), Bukittinggi (8,6%), dan Manado (5,6%).

Alasan Berkunjung

Setiap wisatawan tentu memiliki alasan tersendiri untuk berkunjung ke suatu kota. Nama besar satu kota tidak memberi jaminan untuk dikunjungi wisatawan. Beberapa nama kota terkenal tidak masuk dalam 10 besar, seperti Semarang, Solo, Surabaya, Medan, Batam, Ambon, dan Makassar.

Berdasarkan data GoodStats, sebagian besar wisatawan menyatakan mengunjungi kota-kota favorit itu  karena banyak pilihan tempat wisata menarik (89%). Sepertinya saat ini wisatawan tidak hanya mengunjungi satu objek wisata ketika berkunjung ke satu kota. Oleh karenanya, kota yang menawarkan banyak pilihan objek wisata akan digemari wisatawan.

Keindahan alam yang menakjubkan menjadi alasan wisatawan berkunjung (74%). Tak heran jika kini banyak dijumpai beberapa daerah yang mengeksplorasi alam untuk dijadikan daya tarik wisata. Yogya, Bandung, dan Malang menyuguhkan keindahan alam kepada wisatawan. Begitu pun dengan Manado yang memiliki Taman Nasional Bunaken.

Tempat-tempat bersejarah diminati oleh wisatawan (53%). Sedangkan kuliner yang khas dan lezat juga menjadi alasan berkunjung (47%). Yogyakarta, Denpasar, Bandung, Malang, Jakarta, dan Bukittinggi memiliki banyak tempat bersejarah. Kuliner kota-kota tersebut juga khas dan unik.

Aksesibilitas dan amenitas menjadi pertimbangan bagi wisatawan ketika mengunjungi satu kota. Hal itu mencakup sarana dan prasarana pariwisata yang mendukung, kemudahan akses, dan transportasi umum yang memadai. Semua itu akan membuat wisatawan terkesan. Apalagi 15 persen wisatawan juga menjadikan pusat perbelanjaan sebagai salah satu alasan berkunjung.

Inovasi dan Rebranding

Membaca data GoodStats tentang kota-kota favorit untuk dikunjungi, dapat diraba kecenderungan pilihan destinasi oleh wisatawan. Banyaknya alternatif objek wisata di suatu kota, sarana dan prasarana yang mendukung, serta kuliner khas menjadi pertimbangan wisatawan.

Bukan berarti kota-kota yang tidak masuk dalam 10 besar kota favorit itu tidak menarik untuk dikunjungi. Diperlukan upaya serius untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan melalui inovasi produk wisatanya, baik berupa objek wisata maupun daya tarik wisatanya.

Kuliner sepertinya masalah yang sepele. Namun wisatawan kekinian ternyata menganggap kuliner sebagai faktor penting dalam berwisata. Oleh karenanya promosi terkait kuliner khas suatu daerah menjadi penting untuk dioptimalkan.

Branding kota juga merupakan hal penting untuk dicermati. Kota Solo, Jawa tengah misalnya; memiliki banyak pusat kuliner yang lezat dan murah. Keberadaan Kesultanan Mangkunegaran telah dikenal banyak orang. Namun Solo tidak masuk daftar 10 besar kota favorit wisatawan.

Selama ini Solo dikenal menjadi salah satu kota dengan biaya hidup yang murah. Namun hasil survei GoodStats, Solo lebih dikenal sebagai kota pilihan untuk menikmati masa tua atau pensiun (63,1%). Jika ingin menggaet wisatawan lebih banyak, maka Solo perlu melakukan rebranding agar tidak sekadar kota tujuan bagi orang-orang tua.

Kota Batam juga tidak masuk dalam 10 kota favorit dikunjungi wisatawan. Batam lebih dikenal sebagai kota bekerja. Padahal sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia, Batam memiliki keindahan kota yang cukup lengkap. Mulai dari destinasi wisata belanja, alam , pantai dan resort mewah.

Oleh karena itu perlu inovasi dan rebranding agar Batam bukan hanya menjadi destinasi bagi para pekerja. Promosi destinasi wisata perlu lebih masif. Event-event yang berskala nasional dan internasional perlu diadakan di destinasi wisata Batam.

Wisatawan saat ini memang ingin dimanjakan dengan berbagai fasilitas, objek, dan daya tarik wisata. Kota yang mampu memberikan banyak ekspektasi kepada wisatawan akan dikunjungi tidak cukup sekali. Boleh jadi berungkali, dengan mengajak orang yang berbeda. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata Ziarah Berharap Berkah
Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran

Tags: destinasi wisataobyek wisataPariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Batur Utara Aktivasi Lokakarya dan Pameran Arsip “Citralana Bebaturan”

Next Post

Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co