2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meraba Kecenderungan Pilihan Destinasi Wisata

Chusmeru by Chusmeru
December 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PILIHAN berwisata di Indonesia begitu banyak. Objek dan daya tarik wisata tersebar dari Aceh hingga ke Papua. Moda transportasi pun memanjakan wisatawan untuk berkunjung dari satu destinasi ke destinasi lain.

Gairah berwisata juga mulai menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Kondisi perekonomian Indonesia yang tak menentu tidak menyurutkan minat orang untuk berwisata. Apalagi pemerintah memanjakannya dengan kebijakan hari libur nasional yang cukup banyak di tahun 2024 ini.

Meski demikian, persebaran wisatawan ternyata tidak merata di Tanah Air. Wisatawan domestik masih menumpuk di dua pulau, Jawa dan Bali. Begitu pun destinasi wisata yang dikunjungi juga belum menunjukkan persebaran yang berarti.

Berdasarkan data Survei GoodStats pada Agustus 2024, terdapat 10 kota yang favorit dikunjungi orang Indonesia untuk liburan. Yogyakarta menempati peringkat pertama dengan 71,2 persen orang ingin mengunjunginya. Orang akan meraba, mengapa Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota budaya itu menempati urutan pertama.

Peringkat kedua ditempati Denpasar dengan 70,4 persen. Angka ini barangkali dikarenakan Denpasar identik dengan Bali. Padahal jika dilihat dari sarana dan prasarana pariwisata, sebagian besar ada di Kabupaten Badung. Wisatawan lebih familiar dengan Denpasar ketimbang Badung.

Bandung, Jawa Barat menempati urutan ketiga dengan 52,4 persen. Kota Kembang ini menarik banyak orang untuk berkunjung. Orang juga akan meraba-raba, mengapa Bandung banyak dikunjungi wiasatawan, padahal kota Bandung kini berhadapan dengan kemacetan lalu lintas.

Bogor, Jawa Barat berada di urutan keempat dengan 34,1 persen orang ingin berkunjung. Bogor dikenal sebagai Kota Hujan. Bogor juga identik dengan Puncak, yang hingga kini masih memiliki daya pikat bagi wisatawan untuk menikmati liburan.

Kota Malang, jawa Timur di posisi kelima, menjadi kota favorit 20,5 persen orang Indonesia untuk berlibur di tahun 2024. Malang yang dikenal sebagai Kota Apel memiliki banyak objek dan daya tarik wisata. Salah satunya adalah kawasan Batu, Malang.

Jakarta menjadi kota yang masih ingin dikunjungi, meski hanya 15 persen. Kemacetan dan polusi yang melanda Jakarta tidak menyurutkan wisatawan domestik untuk berkunjung ke Jakarta. Sebagai kota bisnis, Jakarta masih memiliki daya pikat.

Sebagian besar kota yang dikunjungi wisatawan domestik tahun 2024 berada di Pulau jawa. Sedangkan di Luar jawa terdapat kota Mataram (9,1%), Banda Aceh (9%), Bukittinggi (8,6%), dan Manado (5,6%).

Alasan Berkunjung

Setiap wisatawan tentu memiliki alasan tersendiri untuk berkunjung ke suatu kota. Nama besar satu kota tidak memberi jaminan untuk dikunjungi wisatawan. Beberapa nama kota terkenal tidak masuk dalam 10 besar, seperti Semarang, Solo, Surabaya, Medan, Batam, Ambon, dan Makassar.

Berdasarkan data GoodStats, sebagian besar wisatawan menyatakan mengunjungi kota-kota favorit itu  karena banyak pilihan tempat wisata menarik (89%). Sepertinya saat ini wisatawan tidak hanya mengunjungi satu objek wisata ketika berkunjung ke satu kota. Oleh karenanya, kota yang menawarkan banyak pilihan objek wisata akan digemari wisatawan.

Keindahan alam yang menakjubkan menjadi alasan wisatawan berkunjung (74%). Tak heran jika kini banyak dijumpai beberapa daerah yang mengeksplorasi alam untuk dijadikan daya tarik wisata. Yogya, Bandung, dan Malang menyuguhkan keindahan alam kepada wisatawan. Begitu pun dengan Manado yang memiliki Taman Nasional Bunaken.

Tempat-tempat bersejarah diminati oleh wisatawan (53%). Sedangkan kuliner yang khas dan lezat juga menjadi alasan berkunjung (47%). Yogyakarta, Denpasar, Bandung, Malang, Jakarta, dan Bukittinggi memiliki banyak tempat bersejarah. Kuliner kota-kota tersebut juga khas dan unik.

Aksesibilitas dan amenitas menjadi pertimbangan bagi wisatawan ketika mengunjungi satu kota. Hal itu mencakup sarana dan prasarana pariwisata yang mendukung, kemudahan akses, dan transportasi umum yang memadai. Semua itu akan membuat wisatawan terkesan. Apalagi 15 persen wisatawan juga menjadikan pusat perbelanjaan sebagai salah satu alasan berkunjung.

Inovasi dan Rebranding

Membaca data GoodStats tentang kota-kota favorit untuk dikunjungi, dapat diraba kecenderungan pilihan destinasi oleh wisatawan. Banyaknya alternatif objek wisata di suatu kota, sarana dan prasarana yang mendukung, serta kuliner khas menjadi pertimbangan wisatawan.

Bukan berarti kota-kota yang tidak masuk dalam 10 besar kota favorit itu tidak menarik untuk dikunjungi. Diperlukan upaya serius untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan melalui inovasi produk wisatanya, baik berupa objek wisata maupun daya tarik wisatanya.

Kuliner sepertinya masalah yang sepele. Namun wisatawan kekinian ternyata menganggap kuliner sebagai faktor penting dalam berwisata. Oleh karenanya promosi terkait kuliner khas suatu daerah menjadi penting untuk dioptimalkan.

Branding kota juga merupakan hal penting untuk dicermati. Kota Solo, Jawa tengah misalnya; memiliki banyak pusat kuliner yang lezat dan murah. Keberadaan Kesultanan Mangkunegaran telah dikenal banyak orang. Namun Solo tidak masuk daftar 10 besar kota favorit wisatawan.

Selama ini Solo dikenal menjadi salah satu kota dengan biaya hidup yang murah. Namun hasil survei GoodStats, Solo lebih dikenal sebagai kota pilihan untuk menikmati masa tua atau pensiun (63,1%). Jika ingin menggaet wisatawan lebih banyak, maka Solo perlu melakukan rebranding agar tidak sekadar kota tujuan bagi orang-orang tua.

Kota Batam juga tidak masuk dalam 10 kota favorit dikunjungi wisatawan. Batam lebih dikenal sebagai kota bekerja. Padahal sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia, Batam memiliki keindahan kota yang cukup lengkap. Mulai dari destinasi wisata belanja, alam , pantai dan resort mewah.

Oleh karena itu perlu inovasi dan rebranding agar Batam bukan hanya menjadi destinasi bagi para pekerja. Promosi destinasi wisata perlu lebih masif. Event-event yang berskala nasional dan internasional perlu diadakan di destinasi wisata Batam.

Wisatawan saat ini memang ingin dimanjakan dengan berbagai fasilitas, objek, dan daya tarik wisata. Kota yang mampu memberikan banyak ekspektasi kepada wisatawan akan dikunjungi tidak cukup sekali. Boleh jadi berungkali, dengan mengajak orang yang berbeda. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata Ziarah Berharap Berkah
Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran

Tags: destinasi wisataobyek wisataPariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Batur Utara Aktivasi Lokakarya dan Pameran Arsip “Citralana Bebaturan”

Next Post

Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co