23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meraba Kecenderungan Pilihan Destinasi Wisata

Chusmeru by Chusmeru
December 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PILIHAN berwisata di Indonesia begitu banyak. Objek dan daya tarik wisata tersebar dari Aceh hingga ke Papua. Moda transportasi pun memanjakan wisatawan untuk berkunjung dari satu destinasi ke destinasi lain.

Gairah berwisata juga mulai menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Kondisi perekonomian Indonesia yang tak menentu tidak menyurutkan minat orang untuk berwisata. Apalagi pemerintah memanjakannya dengan kebijakan hari libur nasional yang cukup banyak di tahun 2024 ini.

Meski demikian, persebaran wisatawan ternyata tidak merata di Tanah Air. Wisatawan domestik masih menumpuk di dua pulau, Jawa dan Bali. Begitu pun destinasi wisata yang dikunjungi juga belum menunjukkan persebaran yang berarti.

Berdasarkan data Survei GoodStats pada Agustus 2024, terdapat 10 kota yang favorit dikunjungi orang Indonesia untuk liburan. Yogyakarta menempati peringkat pertama dengan 71,2 persen orang ingin mengunjunginya. Orang akan meraba, mengapa Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota budaya itu menempati urutan pertama.

Peringkat kedua ditempati Denpasar dengan 70,4 persen. Angka ini barangkali dikarenakan Denpasar identik dengan Bali. Padahal jika dilihat dari sarana dan prasarana pariwisata, sebagian besar ada di Kabupaten Badung. Wisatawan lebih familiar dengan Denpasar ketimbang Badung.

Bandung, Jawa Barat menempati urutan ketiga dengan 52,4 persen. Kota Kembang ini menarik banyak orang untuk berkunjung. Orang juga akan meraba-raba, mengapa Bandung banyak dikunjungi wiasatawan, padahal kota Bandung kini berhadapan dengan kemacetan lalu lintas.

Bogor, Jawa Barat berada di urutan keempat dengan 34,1 persen orang ingin berkunjung. Bogor dikenal sebagai Kota Hujan. Bogor juga identik dengan Puncak, yang hingga kini masih memiliki daya pikat bagi wisatawan untuk menikmati liburan.

Kota Malang, jawa Timur di posisi kelima, menjadi kota favorit 20,5 persen orang Indonesia untuk berlibur di tahun 2024. Malang yang dikenal sebagai Kota Apel memiliki banyak objek dan daya tarik wisata. Salah satunya adalah kawasan Batu, Malang.

Jakarta menjadi kota yang masih ingin dikunjungi, meski hanya 15 persen. Kemacetan dan polusi yang melanda Jakarta tidak menyurutkan wisatawan domestik untuk berkunjung ke Jakarta. Sebagai kota bisnis, Jakarta masih memiliki daya pikat.

Sebagian besar kota yang dikunjungi wisatawan domestik tahun 2024 berada di Pulau jawa. Sedangkan di Luar jawa terdapat kota Mataram (9,1%), Banda Aceh (9%), Bukittinggi (8,6%), dan Manado (5,6%).

Alasan Berkunjung

Setiap wisatawan tentu memiliki alasan tersendiri untuk berkunjung ke suatu kota. Nama besar satu kota tidak memberi jaminan untuk dikunjungi wisatawan. Beberapa nama kota terkenal tidak masuk dalam 10 besar, seperti Semarang, Solo, Surabaya, Medan, Batam, Ambon, dan Makassar.

Berdasarkan data GoodStats, sebagian besar wisatawan menyatakan mengunjungi kota-kota favorit itu  karena banyak pilihan tempat wisata menarik (89%). Sepertinya saat ini wisatawan tidak hanya mengunjungi satu objek wisata ketika berkunjung ke satu kota. Oleh karenanya, kota yang menawarkan banyak pilihan objek wisata akan digemari wisatawan.

Keindahan alam yang menakjubkan menjadi alasan wisatawan berkunjung (74%). Tak heran jika kini banyak dijumpai beberapa daerah yang mengeksplorasi alam untuk dijadikan daya tarik wisata. Yogya, Bandung, dan Malang menyuguhkan keindahan alam kepada wisatawan. Begitu pun dengan Manado yang memiliki Taman Nasional Bunaken.

Tempat-tempat bersejarah diminati oleh wisatawan (53%). Sedangkan kuliner yang khas dan lezat juga menjadi alasan berkunjung (47%). Yogyakarta, Denpasar, Bandung, Malang, Jakarta, dan Bukittinggi memiliki banyak tempat bersejarah. Kuliner kota-kota tersebut juga khas dan unik.

Aksesibilitas dan amenitas menjadi pertimbangan bagi wisatawan ketika mengunjungi satu kota. Hal itu mencakup sarana dan prasarana pariwisata yang mendukung, kemudahan akses, dan transportasi umum yang memadai. Semua itu akan membuat wisatawan terkesan. Apalagi 15 persen wisatawan juga menjadikan pusat perbelanjaan sebagai salah satu alasan berkunjung.

Inovasi dan Rebranding

Membaca data GoodStats tentang kota-kota favorit untuk dikunjungi, dapat diraba kecenderungan pilihan destinasi oleh wisatawan. Banyaknya alternatif objek wisata di suatu kota, sarana dan prasarana yang mendukung, serta kuliner khas menjadi pertimbangan wisatawan.

Bukan berarti kota-kota yang tidak masuk dalam 10 besar kota favorit itu tidak menarik untuk dikunjungi. Diperlukan upaya serius untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan melalui inovasi produk wisatanya, baik berupa objek wisata maupun daya tarik wisatanya.

Kuliner sepertinya masalah yang sepele. Namun wisatawan kekinian ternyata menganggap kuliner sebagai faktor penting dalam berwisata. Oleh karenanya promosi terkait kuliner khas suatu daerah menjadi penting untuk dioptimalkan.

Branding kota juga merupakan hal penting untuk dicermati. Kota Solo, Jawa tengah misalnya; memiliki banyak pusat kuliner yang lezat dan murah. Keberadaan Kesultanan Mangkunegaran telah dikenal banyak orang. Namun Solo tidak masuk daftar 10 besar kota favorit wisatawan.

Selama ini Solo dikenal menjadi salah satu kota dengan biaya hidup yang murah. Namun hasil survei GoodStats, Solo lebih dikenal sebagai kota pilihan untuk menikmati masa tua atau pensiun (63,1%). Jika ingin menggaet wisatawan lebih banyak, maka Solo perlu melakukan rebranding agar tidak sekadar kota tujuan bagi orang-orang tua.

Kota Batam juga tidak masuk dalam 10 kota favorit dikunjungi wisatawan. Batam lebih dikenal sebagai kota bekerja. Padahal sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia, Batam memiliki keindahan kota yang cukup lengkap. Mulai dari destinasi wisata belanja, alam , pantai dan resort mewah.

Oleh karena itu perlu inovasi dan rebranding agar Batam bukan hanya menjadi destinasi bagi para pekerja. Promosi destinasi wisata perlu lebih masif. Event-event yang berskala nasional dan internasional perlu diadakan di destinasi wisata Batam.

Wisatawan saat ini memang ingin dimanjakan dengan berbagai fasilitas, objek, dan daya tarik wisata. Kota yang mampu memberikan banyak ekspektasi kepada wisatawan akan dikunjungi tidak cukup sekali. Boleh jadi berungkali, dengan mengajak orang yang berbeda. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata Ziarah Berharap Berkah
Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran

Tags: destinasi wisataobyek wisataPariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Batur Utara Aktivasi Lokakarya dan Pameran Arsip “Citralana Bebaturan”

Next Post

Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co