17 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Ziarah Berharap Berkah

Chusmeru by Chusmeru
November 26, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SAAT mendengar kata wisata, yang terbayang dalam benak orang adalah perjalanan ke satu destinasi wisata untuk bersuka-cita. Berwisata karenanya identik dengan menikmati pemandangan indah di pegunungan, bermain ombak di pantai, atau bercanda di taman rekreasi.

Ternyata tak sekadar itu. Berwisata juga bisa berdimensi religi dan spiritual. Itulah wisata ziarah. Perjalanan yang bertujuan untuk mengunjungi tempat-tempat suci atau bersejarah yang memiliki nilai spiritual atau religius.

Wisata ziarah merupakan perjalanan ke lokasi-lokasi yang dianggap memiliki nilai dan kepercayaan tertentu, seperti situs bersejarah, makam tokoh agama, dan tempat yang memiliki kekuatan spiritual. Indonesia memiliki wisata ziarah di berbagai daerah, seperti makam Walisongo.

Kegiatan wisata ziarah hampir sama dengan wisata religi. Wisata ziarah sering melibatkan unsur doa, meditasi, atau ritual khusus yang berhubungan dengan tempat suci. Sedangkan wisata religi lebih bersifat umum, mencakup kunjungan ke berbagai situs yang memiliki nilai religius, termasuk tempat-tempat suci, gereja, masjid, kuil, atau bahkan museum dan pusat pendidikan yang berhubungan dengan agama.

Wisata religi melibatkan tidak hanya aspek spiritual, tetapi juga unsur budaya, sejarah, dan pendidikan agama. Sebagai contoh, mengunjungi Gereja Santo Petrus di Vatikan, masjid-masjid bersejarah di Timur Tengah, atau kuil-kuil besar di Asia.

Mengharap Berkah

Salah satu tujuan utama dari wisata ziarah adalah mencari berkah. Dalam konteks ini, berkah yang diharapkan  seringkali mengacu pada manfaat spiritual, religius, dan kadang-kadang juga material yang diharapkan diperoleh dari perjalanan ke tempat-tempat suci atau religius.

Bermacam berkah diharapkan, tergantung motivasi wisatawan. Banyak peziarah melakukan perjalanan ke situs-situs suci untuk meningkatkan kedekatan mereka dengan Tuhan atau kekuatan spiritual yang mereka percayai. Mereka berharap bahwa ziarah akan membawa lebih dekat pada pengalaman religius yang mendalam.

Melalui ziarah ke tempat suci,  wisatawan memohon berkah, perlindungan, atau jawaban atas doa-doa mereka. Mereka percaya bahwa doa yang dilakukan di tempat-tempat suci memiliki kekuatan spiritual yang lebih besar.

Lokasi wisata ziarah banyak dipercaya oleh wisatawan sebagai tempat membersihkan diri secara spiritual. Ada pula yang percaya bahwa wisata ziarah dapat membawa berkah bagi penyembuhan dan pemulihan secara fisik maupun emosional.

Bukan hanya itu, lokasi wisata ziarah juga dipercaya membawa berkah material, seperti keberuntungan, rezeki, dan kesuksesan dalam usaha bisnis. Semua tergantung pada motivasi dan lokasi wisata ziarah. Tidak semua wisatawan bertujuan mencari berkah material; dan tidak semua lokasi wisata ziarah dipercaya membawa berkah material.

Potensi dan Kendala

Destinasi wisata ziarah di Indonesia sangat banyak, baik berdasarkan latar belakang sejarah maupun agama. Makam para wali yang menyebarkan Islam di Jawa, seperti Sunan Kalijaga, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Bonang sering dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah untuk berdoa dan menghormati para wali.

Wisata ziarah bagi umat Kristiani dilakukan di berbagai gereja yang memiliki nilai sejarah maupun disain arsitekturnya yang menarik, seperti Gereja Katedral Jakarta dan Gereja Santa Maria di Surabaya. Selain gereja, banyak pula gua yang menjadi tujuan wisata ziarah bagi umat Kristen, misalnya Gua Maria Mojosongo di Surakarta.

Umat Hindu dan Budha memiliki destinasi wisata ziarah candi Prambanan dan candi Borobudur. Selain candi Prambanan, umat Hindu juga memiliki objek wisata ziarah di Jawa Tengah, seperti candi Sukuh dan candi Cetho di Kabupaten Karanganyar. Sedangkan candi Borobudur merupakan situs Buddhist terbesar di dunia yang banyak dikunjungi wisatawan.

Wisata ziarah yang sudah populer memang banyak dikunjungi wisatawan. Akan tetapi masih banyak pula objek wisata ziarah di daerah yang kurang berkembang karena keterbatasan aksesibilitasnya. Kendala amenitas atau fasilitas umum juga kerap dijumpai objek wisata ziarah di daerah.

Kendala pengembangan wisata ziarah di daerah acapkali berkaitan dengan pendanaan untuk konservasi. Dana perawatan situs wisata ziarah dari pemerintah daerah sangat kecil. Sedangkan perilaku wisatawan kadang mengancam kerusakan situs wisata ziarah yang bernilai sejarah dan budaya tinggi.

Sebaliknya, komersialisasi objek wisata ziarah juga berdampak buruk.  Komersialisasi yang berlebihan dapat mengubah karakter budaya dan spiritual dari situs ziarah, serta merusak orisinalitas  tradisi masyarakat setempat. Kesakralan objek wisata ziarah akan berkurang ketika banyak pungutan yang dilakukan kepada wisatawan.

Promosi dan masalah sumber daya manusia (SDM) menjadi kendala pula dalam pengembangan wisata ziarah di daerah. Banyak objek wisata ziarah di daerah yang berkembang tanpa didukung oleh promosi yang maksimal.

Begitu pun dengan keterampilan SDM objek wisata ziarah. Diperlukan pemandu wisata yang terampil untuk menjelaskan serta menarasikan objek wisata ziarah secara baik dan benar. Sehingga wisatawan berkunjung bukan hanya melakukan aktivitas spiritual, namun juga mendapat informasi lengkap tentang objek wisata ziarah itu.

Pada dasarnya, sebagian wisatawan berziarah untuk mendapatkan berkah. Bukan fasilitas maupun pelayanan mewah. Karenanya perlu dijaga kelestarian dan kesakralan objek wisata ziarah. Agar tetap punya marwah. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata
Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi
Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah
Wisata Massal: Godaan Mengundang Kesal
Tags: berkahPariwisatawisata ziarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berburu Cahaya Pagi di Puncak Gunung Batur

Next Post

Panggung Pentas Seni Bersama Disabilitas di Kuta: Ini Tempat Anak-anak Disabilitas Ekspresikan Diri

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
Panggung Pentas Seni Bersama Disabilitas di Kuta: Ini Tempat Anak-anak Disabilitas Ekspresikan Diri

Panggung Pentas Seni Bersama Disabilitas di Kuta: Ini Tempat Anak-anak Disabilitas Ekspresikan Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co